~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Thriller - Mistery. Show all posts
Showing posts with label Thriller - Mistery. Show all posts

#667 Silent Parade


Yukawa Manabu, sang Detektif Galileo, baru saja kembali dari Amerika. Dia mendapati teman baiknya, Kusanagi, sedang menghadapi kasus yang membuatnya frustasi. Kasus ini adalah tentang seorang gadis populer yang menghilang tiga tahun yang lalu, kini ditemukan di dalam sebuah rumah yang terbakar. Hasil penyelidikan kepolisian mengarah pada seseorang bernama Hasunuma Kanichi. Namun, karena kekurangan bukti, si pembunuh ini akhirnya dilepaskan. Yang membuat Kusanagi frustasi adalah kejadian ini kali kedua Hasunuma dibebaskan dari tuduhan pembunuhan karena kekurangan bukti.

Bebasnya si pembunuh membuat banyak pihak yang mengenal Namiki Saori, gadis populer itu, menjadi sangat kecewa. Selain keluarganya, ada beberapa orang yang dekat dengan Saori, termasuk Niikura Naoki, seorang pemusik yang kemudian menjadi produser yang ingin mengorbitkan Saori. Kehilangan Saori saat dirinya sedang mempersiapkan debut anak emasnya itu, membuat Niikura Naoki menjadi kehilangan semangat hidup. Ketika dia tahu beberapa orang merencanakan untuk memberi pelajaran kepada Hasunuma, dia tak ingin ketinggalan.

Di novel ini, Detektif Galileo lebih berperan sebagai "konsultan" bagi temannya di kepolisian. Berhubung dia memiliki proyek di dekat tempat kejadian, dia bisa dengan leluasa mendapatkan informasi dengan berkunjung ke restoran keluarga Namiki. Ketika penyelidikan kematian si pembunuh dianggap mencapai final, ternyata masih ada kebenaran yang harus diungkap oleh sang Detektif.

Membaca novel ini seperti biasa harus sabar dan teliti, karena alurnya termasuk lambat. Semuanya disampaikan secara detail, bahkan ada perpindahan POV yang terjadi secara tiba-tiba dengan maksud ingin memperjelas kasus yang dihadapi dari sudut pandang yang berbeda. Namun saya cukup puas dengan ceritanya. Ohya, setelah mencari tahu, novel ini sudah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul sama di tahun 2022.


Silent Parade - Parade Senyap
Keigo Higashino
512 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2025




 

#665 How To Kill Your Husband

 

Gagan Haikal ditemukan tewas di sebuah lokasi proyek pembangunan. Mayatnya tergeletak terlentang karena jatuh dari ketinggian ruko yang sedang dibangun. Penyelidikan awal polisi yang dipimpin oleh Bonita Gamal menunjukkan bahwa Gagan Haikal dibunuh. Dengan beberapa barang bukti di TKP, Bonita mencurigai sang istri, Serena Natalegawa, menjadi tersangka pembunuhan suaminya. Dugaan Boni, Gagan selingkuh dengan adik sepupu Serena yang bernama Rania. Sementara itu, Tante Adel yang adalah ibunya Rania, yang juga partner kerja Gagan, berusaha melindungi putri bungsunya. Di sisi lain ada Yudhis, sahabat sekaligus rekan kerja Gagan, yang seakan menyimpan banyak rahasia yang mengganggu Boni. Boni mengumpulkan kesaksian dan barang bukti lainnya untuk mengungkap pelaku pembunuhannya.

Novel ini sudah menarik perhatian dari judulnya. Seperti buku panduan untuk membunuh suami. Tidak sepenuhnya salah, karena di dalamnya ada tulisan dari seorang perempuan bernama Persephone yang memaparkan langkah-langkah menyingkirkan seorang suami yang sudah mengkhianati istrinya. Dengan menggunakan teknik whodunit, penulis membawa pembaca ikut "menyelidiki" dan mengungkap semua bukti sehingga menemukan pelaku. Dikisahkan melalui dua POV (Boni dan Serena), kisah ini terbangun dengan utuh nyaris tanpa cela.

Terlepas dari pembunuhan yang terjadi, ada hal penting yang ingin diungkapkan oleh penulis. Kisah ini didasari dari kisah-kisah lainnya tentang perempuan yang dikhianati oleh pasangannya dan bagaimana mereka bertumbuh dalam menghadapinya. Bukan hanya Serena, Boni juga memiliki masa lalu kelam yang menghasilkan kepahitan di dalam hidupnya. Sebagai perempuan yang tersakiti, keduanya memilih jalannya masing-masing untuk berdamai, terutama dengan diri mereka sendiri.

Ini kali kedua saya membaca karya Aghnia Sofyan. Dan saya tetap menyukai cara penulis menyusun alur dengan cepat tapi rapi. Dengan bonus trivia permainan golf serta (tentunya) panduan menghadapi kehilangan suami, plot twist yang rapi juga menjadi nilai tambah dari novel ini.


How To Kill Your Husband
Aghnia Sofyan
264 halaman
Kepustakaan Populer Gramedia
April, 2025



#661 Sometimes I Lie



Amber tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dirinya baru mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya terlempar keluar dari mobil menembus kaca depan. Suaminya tidak dapat dihubungi sehingga dia melewati satu malam tanpa keluarga. Dia tidak dapat mengingat apa yang terjadi, tapi yang pasti itu berhubungan dengan suaminya. Apalagi ketika polisi mengatakan ada luka lama di tubuhnya yang diperolehnya bukan karena kecelakaan. Amber ingin penjelasan tapi dia tidak bisa berkata-kata.
Scene-nya lalu berubah ke beberapa hari sebelum kejadian. Dia sedang berada di kantornya di sebuah stasiun radio. Atasannya Madeline sekali lagi membuatnya kesal, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Madeline adalah jiwa dari Coffee Morning, acara yang dipandunya bersama Madeline. Ketika Matthew mengingatkan dirinya akan kontraknya yang hampir berakhir, Amber tahu dia harus berbuat sesuatu pada Madeline.

Ada tiga timeline dalam novel ini. Yang pertama setelah kejadian kecelakaan Amber, yang kedua sebelum kecelakaan Amber, dan yang ketiga adalah ketika Amber berusia 10-11 tahun. Bagian ketiga ini dikisahkan lewat tulisan diary. Perlahan-lahan pembaca diajak untuk mengetahui siapa Amber, hubungannya dengan suaminya Paul, konfliknya dengan Madeline, kecurigaannya kepada saudaranya Claire, lalu juga kisah masa lalunya dengan seorang dokter bernama Edward. Tulisan di dary juga mengungkap masa lalu yang tidak baik-baik saja. Mendekati akhir, mulailah bermunculan plot twist yang membuat terpana, dan nggak hanya satu plot twist saja.

Meskipun narasi di awal agak panjang dan sedikit membosankan (saya sempat jeda beberapa hari lalu melanjutkan membaca lagi dan selesai dalam semalam). Tapi percayalah akhirnya di luar dugaan. Kata kuncinya ada di judulnya sih... "Sometimes I Lie". Membuat saya bertanya-tanya bagian mana di dalam novel ini yang bohong.
 

Sometimes I Lie
Alice Feeney
396 halaman
Noura Books
Januari, 2019

#657 Batu Berkaki

 


Seorang pematung terkenal di Desa Ledok Awu, Munarto, ditemukan tewas bersimbah darah. Dia dibunuh dengan cara ditusuk di bagian punggungnya. Dua orang polisi yang sedang menyelidiki kasus di desa itu ditugaskan untuk mengamankan TKP sambil menunggu kedatangan tim dari Magelang. Namun cerita-cerita yang mereka dengar, juga penjelasan dari Pak Belot, Kepala Desa membuat keduanya bersepakat untuk memecahkan kasus itu.


Di desa itu juga, ada dua orang penduduk yang dijauhi oleh masyarakat lainnya. Mbah Turkiyem dan Mbah Ruminem. Keduanya dianggap sebagai dukun yang membuat masyarakat menjadi resah. Namun diam-diam, ada saja warga yang selalu mendatangi Mbah Tur. Seperti Maya dan Lasmi yang baru saja kehilangan bayi mereka. Selain itu, ada dua tamu pendatang dari kota, Arsenio dan Sami yang sedang mencari rumah untuk produksi syuting. Secara kebetulan (atau tidak) Arsenio terlihat berbincang seru dengan Munarto pada malam sebelum pematung itu terbunuh. Siapa pembunuh Munarto dan mengapa dia harus mati? Itulah misteri yang akan dikuak dari novel Batu Berkaki ini.


"Berjalan mundur untuk tahu segalanya".


Sebuah judul pengantar untuk novel ini ternyata menjadi kunci untuk membaca novel ini. Jika dibaca seperti biasa, kita akan diajak menyelami peristiwa Ledok awu dalam alur mundur. Tapi tidak seperti alur mundur kilasan/flashback yang biasa dijumpai, novel ini memang bercerita dalam rentang waktu terbalik. Dimulai dari hari Kamis, Rabu, Selasa hingga Senin. Dalam empat hari itu, pembaca dibawa menyelami kkisah-kisah yang ada di Ledok Awu. Dari cara bercerita seperti ini saja, novel ini sudah mendapat poin plus dari saya.


Kisah misterinya juga tersusun dengan rapi. Tidak usah menebak-nebak, cukup dibaca dengan baik, pahami setiap peristiwa, hingga akhirnya misteri itu terkuak. Btw, kalau kamu ada waktu lebih setelah membaca novel ini, cobalah dibaca dari belakang (Senin-Selasa-Rabu-Kamis). Mungkin sensasinya berbeda.


Batu Berkaki
Chandra Bientang
344 halaman
Noura Publishing
November, 2024



#654 Laila Tak Pulang

 


Gus kehilangan adiknya Laila. Dia meminta bantuan Rendra temannya yang juga anggota reserse untuk mencari adiknya. Setelah beberapa bulan, kasus Laila tidak ada titik terangnya, hingga akhirnya dinyatakan Laila pergi atas kemauan sendiri. Gus hampir putus asa, hingga nyaris bunuh diri. Namun seorang pelayan menyebutkan bahwa dia pernah bertemu dengan Laila, sehingga Gus mengurungkan niatnya.

Enam bulan berlalu, Gus bertemu dengan seorang wanita bernama Puspa. Dia dosen komunikasi tempat Gus dipanggil untuk mengisi sebuah acara sebagai pembaca kartu tarot. Pertemuannya dengan Puspa membawa babak baru dalam kehidupan Gus. Gus masih mencari Laila, setidaknya Puspa bisa mendengarkan keluh kesahnya.

Selain Rendra, Gus juga memiliki sahabat bernama Baron. Anak orang kaya yang gemar bergonta-ganti perempuan. Gus berutang budi pada Baron, karena ada masa dalam hidupnya dimana dia bergantung pada uang Baron.

Seperti karya sebelumnya (Kelab dalam Swalayan), novel ini juga mengusung psikologis thriller. Pembaca disajikan dengan rangkaian pembunuhan sadis yang selalu disertai dengan kartu tarot. Sebagai pembaca kartu tarot, Gus dimintai tolong oleh Rendra untuk membantunya menganalisis kasus-kasus pembunuhan. Namun pikiran Gus terbagi dengan kasus hilangnya adiknya yang belum menghasilkan apa-apa. Belum lagi trauma masa lalu yang selalu menghantui Gus.

Novel ini menyertakan isu politis, feminis, serta perilaku patriarki di dalam masyarakat. Alur ceritanya rapi, pembaca diajak menyelami kasus per kasus, sambil tetap menantikan kabar Laila. Saya sendiri dibuat bertanya-tanya apa hubungan Laila dengan semua kasus ini. Hingga di penghujung cerita, terpaparlah siapa Laila sesungguhnya. Apik.

Laila Tak Pulang
Abi Ardianda
272 halaman
Penerbit Baca
Oktober, 2023


#651 Tragedi Pedang Keadilan



Nagamine Ema pergi menonton festival musim panas, namun dia tidak pernah pulang. Beberapa hari kemudian, mayatnya ditemukan di sungai. Nagamine Shigeki, ayahnya, yang selama ini hanya hidup berdua dengan Ema meratapi kehilangan putrinya dan hanya bisa menunggu proses penyelidikan. Suatu hari Nagamine menerima telepon dari seseorang yang memberikan informasi tentang pelaku pembunuhan anaknya.

Nagamine mengikuti informasi yang diberikan dan menemukan bahwa anaknya tidak hanya dibunuh. Dua pemuda di bawah umur memperkosa anaknya dan merekam kegiatan bejat mereka dalam sebuah video. Saat Nagamine masih syok dengan video itu, Atsuya salah satu pelaku datang. Diliputi emosi dan kemarahan, Nagamine membunuh Atsuya. Nagamine memutuskan untuk membalas dendam kepada pelaku lainnya yang sedang melarikan diri.

Ayah korban pembunuhan kini menjadi pelaku pembunuhan. Nagamine tahu perbuatannya salah, dan dia akan menyerahkan diri setelah membunuh Kaiji, pemuda pelaku pembunuhan anaknya. Nagamine tidak bisa mempercayai sistem hukum untuk anak di bawah umur yang akan memberikan hukuman ringan bagi pelaku. Dia memutuskan menjadi hukum itu sendiri.

Kalau dilihat dari alur cerita, novel ini bukanlah novel misteri. Lebih ke suspense-thriller menurut saya. Pembaca tahu seluruh kejadian, siapa pelaku, gerak-gerik Nagamine yang berusaha balas dendam, juga semua pihak yang terlibat di dalamnya. Meski di akhir cerita, ada satu plot twist, tapi itu tidak mengejutkan.

Saat membaca buku ini, saya sedang menonton drama Korea berjudul Vigilante. Di drama itu, vigilante adalah orang/pihak yang bertindak menghakimi kejahatan karena tidak mempercayai sistem hukum yang berlaku. Nagamine juga seorang vigilante. Tindakannya bahkan menarik perhatian publik, dan banyak yang meminta polisi menghentikan pencarian terhadap Nagamine. Di sisi lain, polisi bertindak sebagai penjaga ketertiban di masyarakat, termasuk melindungi sistem hukum yang berlaku. Beberapa polisi dalam novel ini pun menunjukkan kegalauannya dalam menghadapi kasus Nagamine.
Pedang keadilan itu memang bermata dua.

Hal lain yang disoroti dalam novel ini adalah sikap orangtua. Ada dua kubu orangtua. Yang pertama adalah orangtua korban. Saat menghadapi anaknya terbunuh, kesabaran orangtua menghadapi sistem hukum yang lamban (dan belum tentu memuaskan) menjadi ujian terberat yang harus dihadapi dalam keadaan berduka. Kubu kedua adalah orangtua pelaku. Dalam novel ini, orangtua pelaku ada yang bersikap tak mau tahu, tetapi tetap meyakini anaknya tidak sepenuhnya bersalah, bahkan berusaha mencari pembenaran untuk anaknya. Bagaimanapun itu, semua orangtua dalam novel ini hanya ingin menunjukkan kasih sayang mereka pada anaknya.

Tragedi Pedang Keadilan
Keigo Higashino
464 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2024


#647 Masked Ward


Hayamizu Shugo terpaksa menggantikan seniornya untuk jaga malam di RS Tadokoro. Sebenarnya dia juga dokter di tempat itu, tapi hanya sebagai sambilan sekali seminggu. RS Tadokoro adalah sebuah rumah sakit perawatan jangka panjang bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif terus menerus. Rumah sakit ini bahkan menerima pasien yang tidak memiliki keluarga atau kerabat. 

Seperti biasa di malam hari ada dua perawat yang bertugas yaitu Sasaki dan Higashino di masing-masing lantai 3 dan 4. Karena tidak ada yang membutuhkan jasa dokter, Shugo memutuskan untuk istirahat di ruang istirahat dokter. Namun belum lama dia beristirahat, dia mendapatkan telepon dari lantai 1, dimana dia menemukan seorang pasien perempuan luka tembak dan seorang pria yang memakai topeng badut dengan senjata di tangannya. Shugo harus menyelamatkan perempuan itu, di bawah ancaman senjata Si Badut.

Masked Ward adalah novel kedua dari Mikito Chinen yang saya baca. Pada novel Real face yang juga diterbitkan oleh Penerbit Haru, topik yang diangkat juga seputar dunia medis. Kali ini dengan drama penyanderaan di Rumah Sakit. Ternyata ada hal yang lebih besar yang ditemukan oleh Shogu di balik drama penyanderaan ini.

Alurnya cepat, dan juga page turner membuat novel ini bisa selesai dibaca dalam sehari. Misteri yang diungkap plus plot twist yang ada di akhir novel ini cukup membuat terpana.
 


Masked Ward
Chinen Mikito
288 halaman
Penerbit Haru
Januari 2024


#643 Hitam 2045

 


Agni Manan, 19 tahun, adalah salah satu dari ribuan masyarakat yang termasuk dalam Pilar Muda dengan status golongan Perak. Golongan Perak memiliki genetik yang unggul, dan Pilar Muda merupakan binaan khusus dari pemerintah untuk menyiapkan Pilar Pancasila yang nantinya akan menjadi eksekutif di Indonesia. Dia kemudian menuliskan pengalaman kesehariannya dalam sebuah buku tulis yang dia beri nama Hitam. Buku ini didapatkannya dari penjual loak, dan sebenarnya termasuk dalam barang yang unik, langka sekaligus berbahaya. Pada tahun 2044, tidak ada lagi aktivitas komunikasi analog dengan menggunakan pulpen dan kertas. Semua sudah dalam bentuk digital dan diawasi oleh sebuah entitas yang bernama Dasamuka. Dasamuka adalah kecerdasan buatan pengawas saiber untuk menjamin keamanan dan stabilitas negara.

Republik Indonesia di tahun 2044 dipimpin oleh Presiden Ary0. Dia dibantu oleh Jenderal Pierre Lassut, pimpinan tertinggi Tentara Republik Indonesia, dan Menteri Pertama Wisesa. Ketiganya adalah Golongan Emas, golongan tertinggi dalam strata kependudukan Indonesia. Dengan menerapkan Demokrasi Kebijaksanaan, Presiden Aryo membawa Indonesia menjadi negara terkuat kedua di Asia secara ekonomi dan militer. Pada tahun 2044 tersebut, serangan teroris dari kekuatan lama kembali muncul memberikan ancaman akan keutuhan negara. Di saat yang sama, Agni menemukan berbagai kejanggalan yang membawanya menguak misteri kematian ayahnya dan juga misi menyelamatkan Indonesia.

WOW, CRAZY and CREEPY.
Kayaknya tiga kata ini yang menggambarkan perasaan dan pemikiran saya setelah membaca novel ini. Di awal membacanya, saya sempat berpikir...wah novel utopia nih... betapa bagusnya gambaran Indonesia di tahun 2044 dimana korupsi berhasil dihilangkan, rakyat hidup dengan makmur, beberapa negara tetangga (kembali) bersatu dengan Indonesia, dan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Meskipun kelompok penduduk dibagi dalam tiga golongan (Emas, Perak dan Perunggu), dan kepemimpinan presiden yang mutlak (tidak ada pemilihan umum dan wakil presiden). Momen penting 100 tahun kemerdekaan Indonesia di tahun 2045, menjadi salah satu latar belakang yang sangat mendukung dalam alur novel ini. Persiapan yang dilakukan oleh pemerintah masa itu begitu terarah, demi menunjukkan eksistensi Indonesia di mata dunia. Tapi semakin ke belakang, malah berubah menjadi novel dystopia. Ketakutan dijadikan sebagai sumber kekuatan oleh pihak tertentu, dan mengorbankan banyak nyawa.

Ketika membaca sebuah novel thriller atau misteri, saya terbiasa menaruh curiga pada karakter yang digambarkan memiliki sifat yang baik. Saya sempat menaruh curiga pada karakter Enisa, seorang gadis Pilar Pancasila yang tangguh dan misterius, juga kepada Presiden Aryo, pemimpin dengan karisma luar biasa menjadi duo antagonis dalam novel ini. Namun tebakan saya tidak sepenuhnya benar, ada plot twist berlapis yang muncul satu demi satu, dan kemudian memberikan klimaks di halaman akhir novel ini.

Saya tahu novel ini hanyalah sebuah kisah fiksi fantasi. Tadinya saya malah berniat untuk menjual kembali novel ini setelah membacanya (saya biasa menjual kembali beberapa novel yang sudah saya baca daripada hanya tinggal berdebu di tumpukan buku). Tapi, akhir cerita ini membuat saya berpikir untuk menyimpan buku ini. Ada beberapa hal yang terdapat di buku ini yang bisa kita jumpai langsung di masa sekarang. Salah satunya adalah betapa mudahnya perpecahan dan kericuhan muncul karena perbedaan yang dibesar-besarkan. Ketakutan memang bisa menjadi pemantik pemersatu. Ketika kita diperhadapkan pada kondisi Pandemi Covid-19 yang menakutkan, masyarakat dan pemerintah bersama-sama bersatu mencari jalan keluarnya. Ketakutan pada virus sempat mengalihkan perhatian kita untuk bersatu melawan dampak dari virus tersebut. Yang kedua adalah mulai menjamurnya kecerdasan buatan. Meski tidak seekstrim gambaran Dasamuka di novel ini, tapi bisa jadi kecerdasan buatan akan menggantikan peran para eksekutif (sudah ada beritanya juga kan?). Dua puluh dua tahun lagi saya berharap bisa membandingkan secara langsung kondisi Indonesia saat itu dengan yang ada di buku ini. Dan untuk saat ini, saya rasa novel ini adalah salah satu novel yang wajib dibaca sebelum pemilihan presiden tahun depan. Kamu akan tahu mengapa, setelah membaca novel ini.


Hitam 2045
Henry Manampiring
564 halaman
Bukune, September 2022