~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts
Showing posts with label Gramedia Pustaka Utama. Show all posts

#669 Ours




Prita dan Andi memilih untuk tidak memiliki anak (child free) dalam kehidupan pernikahan mereka. Banyak alasan yang mereka kemukakan, salah satunya adalah Prita yang menganggap dirinya mungkin tidak mampu menjalankan fungsi sebagai ibu. Hal ini dilatarbelakangi masa lalu Prita yang besar tanpa kasih sayang Ibu, bahkan kerap kali dikecewakan oleh ibunya.

Masalah mulai muncul ketika keluarga Andi mulai mempertanyakan kehadiran anak, mengapa Prita tidak kunjung hamil, bahkan menyarankan mereka untuk periksa. Apalagi Fitri, kakaknya Andi hampir melahirkan anak ke-4. Prita dan Andi selalu bisa menjawab, namun kesabaran bisa tiba pada batasnya.

Isu child free sempat booming di media sosial beberapa waktu lalu. Saya termasuk dalam kelompok pasangan yang menginginkan anak, meski harus menanti cukup lama. Meskipun demikian saya bisa memahami pilihan pasangan yang tidak menginginkan memiliki anak. Karena sesungguhnya seorang anak tidak bisa memilih dilahirkan lewat orang tua yang mana. Jika sepasang suami istri sepenuhnya sadar bahwa mereka belum/tidak mampu membesarkan seorang anak, pilihan terbaik adalah dengan tidak memilikinya. Saya pun bisa memaklumi pilihan Prita dan Andi. Namun, seharusnya keduanya memang perlu menyampaikannya secara terbuka kepada orang tua akan pilihan mereka. Dan Prita juga menyelesaikan konflik internal dengan mamanya sebelum berlarut-larut. Karena pilihan mereka menjadi bumerang saat mereka diperhadapkan pada berbagai masalah.

Di samping itu, saya tertarik dengan sosok Fitri. Ibu dengan 3 anak (nyaris 4), tidak bekerja, hidup menumpang bersama dengan orang tuanya, dan ketidak hadiran suami dalam pengasuhan anak. Sosok ini dianggap lebih ideal oleh ibunya Andi, karena memiliki anak, lalu digunakan sebagai pembanding bagi Prita yang tanpa anak, kerjaan mapan, dan didukung oleh suami.

Bukan salah benarnya pilihan yang diambil, tetapi bagaimana menghargai dan menghormati pilihan orang lain meski itu tidak sesuai dengan harapan kita.

Ours
Adrindia Ryandisza
208 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2021


#667 Silent Parade


Yukawa Manabu, sang Detektif Galileo, baru saja kembali dari Amerika. Dia mendapati teman baiknya, Kusanagi, sedang menghadapi kasus yang membuatnya frustasi. Kasus ini adalah tentang seorang gadis populer yang menghilang tiga tahun yang lalu, kini ditemukan di dalam sebuah rumah yang terbakar. Hasil penyelidikan kepolisian mengarah pada seseorang bernama Hasunuma Kanichi. Namun, karena kekurangan bukti, si pembunuh ini akhirnya dilepaskan. Yang membuat Kusanagi frustasi adalah kejadian ini kali kedua Hasunuma dibebaskan dari tuduhan pembunuhan karena kekurangan bukti.

Bebasnya si pembunuh membuat banyak pihak yang mengenal Namiki Saori, gadis populer itu, menjadi sangat kecewa. Selain keluarganya, ada beberapa orang yang dekat dengan Saori, termasuk Niikura Naoki, seorang pemusik yang kemudian menjadi produser yang ingin mengorbitkan Saori. Kehilangan Saori saat dirinya sedang mempersiapkan debut anak emasnya itu, membuat Niikura Naoki menjadi kehilangan semangat hidup. Ketika dia tahu beberapa orang merencanakan untuk memberi pelajaran kepada Hasunuma, dia tak ingin ketinggalan.

Di novel ini, Detektif Galileo lebih berperan sebagai "konsultan" bagi temannya di kepolisian. Berhubung dia memiliki proyek di dekat tempat kejadian, dia bisa dengan leluasa mendapatkan informasi dengan berkunjung ke restoran keluarga Namiki. Ketika penyelidikan kematian si pembunuh dianggap mencapai final, ternyata masih ada kebenaran yang harus diungkap oleh sang Detektif.

Membaca novel ini seperti biasa harus sabar dan teliti, karena alurnya termasuk lambat. Semuanya disampaikan secara detail, bahkan ada perpindahan POV yang terjadi secara tiba-tiba dengan maksud ingin memperjelas kasus yang dihadapi dari sudut pandang yang berbeda. Namun saya cukup puas dengan ceritanya. Ohya, setelah mencari tahu, novel ini sudah diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul sama di tahun 2022.


Silent Parade - Parade Senyap
Keigo Higashino
512 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2025




 

#666 Dia, Tanpa Aku



Ronald suka sama salah satu cewek, namanya Citra, tapi sukanya dari jauh. Dia bahkan mencari tahu segala sesuatu tentang cewek itu. Sayangnya, Citra masih SMP. Ronald bertekad akan menembak cewek itu ketika sudah berseragam putih abu-abu. Sebelum itu, dia memantapkan dirinya. Termasuk diet hemat demi membeli kaos dan jeans incarannya untuk digunakannya saat akan menembak cewek itu. Andika, sahabat Ronald, mau ga mau ikut terlibat membantu. Terutama ketika Ronald berusaha hemat demi menabung, yang berimbas ke porsi jajannya di sekolah. Biar tidak kelaparan, seringkali dia meminta jatah jajan Andika. Selain Andika ada juga Reinald, adik Ronald yang membantunya. Ternyata Ronald satu SMA dengan Citra.

Ketika waktu yang ditunggu tiba, Ronald menyiapkan dirinya plus seikat bunga untuk menembak Citra. Namun, di depan gang rumah Citra, Ronald justru mengalami kecelakaan yang membuatnya tewas seketika. Reinald yang sangat kehilangan kakaknya menganggap kematian Ronald adalah karena Citra. Dia lalu mendekati cewek itu untuk balas dendam.

Usaha Ronald memang patut diacungi jempol. Konsistensinya demi cewek pujaannya benar-benar kuat. Saya pikir tadinya novel ini khas teenlit yang manis gitu, ternyata ada unsur mistisnya juga.
Interaksi Reinald-Citra yang hate-to-love ini lumayan seru juga. Berbeda dengan kakaknya, Reinald sepertinya lebih berani mengambil resiko mendekati Citra. Ketika perasaanya terhadap Citra mulai berubah, Reinald menjadi galau dan merasa bersalah pada mendiang kakaknya.

Novel teenlit ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2008. Kemudian cetak ulang ganti cover di tahun 2015, dan cetak lagi tahun 2025. Becandaan dan guyonannya mungkin akan relate kalau saya membacanya dahulu. Tapi sekarang rasanya agak gimana gitu. Lumayan buat nostalgia bacaan teenlit jaman dulu. 

Dia, Tanpa Aku
Esti Kinasih
280 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2008


#663 A Publicity Stunt

 


Mayra kalang kabut membagi waktunya. Seharusnya dia mengikuti bimbel yang telah diatur oleh kakaknya. Tapi tugas dari tempat magangnya di Snoop mewajibkannya segera hadir di kantor. Setidaknya itu tersirat dari pesan yang dikirimkan oleh editornya, Rig. Mayra adalah ketua klub Matapena, kelompok jurnalistik di sekolahnya. Demi menyelamatkan klub-nya itu, dia harus segera merekrut anggota baru. Magang di Snoop adalah salah satu cara yang ditempuhnya. Dia berharap teman-temannya di sekolah bisa tertarik bergabung dengan Matapena jika tahu pemimpinnya adalah kontributor di koran Batavia Pos. Snoop sendiri pernah tenar di masanya. Namun era digitalisasi memang mampu menggerus kepopuleran Snoop.

Sayangnya, magang di Snoop justru membuat nilai-nilai Mayra di sekolah jadi berantakan. Kakaknya, Sonya, menyuruhnya untuk berhenti. Tapi Mayra malah membuat perjanjian rahasia dengan editornya agar semua rencananya bisa terwujud.

Awalnya saya kurang simpatik dengan karakter Mayra. Dia seperti seseorang yang kehilangan pegangan dan arah, yang bertindak apapun demi mewujudkan keinginannya. Dia tidak bisa memprioritaskan kewajibannya sebagai siswa, demi ambisinya sebagai seorang pemimpin klub. Namun seiring berjalannya cerita, gambaran karakter Mayra mulai menunjukkan alasan mengapa Mayra senekat itu mengejar ambisinya.

Lalu ada Rig, redaktur pelaksana di Snoop yang terjebak dengan masa lalunya. Kemarahan di dalam dirinya, situasi-situasi yang dihadapinya, membuat sosok Rig menjadi dewasa. Saya suka interaksinya dengan Mayra. Meski usia mereka tidak terpaut jauh, Rig bisa tampil sebagai sosok yang mengayomi.
Kisah di dalam novel ini tidak hanya berputar di persoalan jurnalistik saja, tapi lebih kepada penerimaan diri, menghadapi luka, meminimalisir beban hidup dan juga menjalani pilihan yang telah diambil.


A Publicity Stunt
Hening Swastika
312 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2024


#662 Nonik Jamu



Kinanti anak kedua dari tiga bersaudara. Berbeda dengan kakaknya, Indri dan adiknya, Gala, dia senang membantu kedua orangtuanya berjualan di toko kelontong milik keluarga mereka. Indri, kakaknya lebih senang membantu di dapur, sementara Gala hanya bermalas-malasan. Waktu berlalu, Indri sudah kuliah di Jakarta ketika peristiwa malang menghampiri keluarga mereka. Gala meninggal karena gagal ginjal. Seluruh keluarga terpukul, termasuk Kinanti yang selama ini mengira adiknya seorang pemalas.

Untuk mengalihkan dukanya, Kinanti belajar meramu jamu dari Bude Nisha, kakak ibunya. Semakin Kinanti belajar, dia jadi tahu dia ingin berjualan jamu untuk meringankan beban kedua orangtuanya. Ternyata Kinanti berbakat. Jamu racikannya laris. Sayangnya dia harus berhenti ketika tiba waktunya untuk kuliah di Solo. Selama berkuliah, mimpinya berjualan jamu terkubur, sampai dia bertemu dengan Pandu. Pandu adalah anak seorang pengusaha rempah di Solo. Gudang Rempah milik orangtuanya sangat terkenal. Kinanti berharap jika dia menikah dengan Pandu, dia bisa kembali meracik jamu dengan memanfaatkan rempah dari keluarga kekasihnya itu.

Sayangnya mimpi Kinanti kembali kandas. Perlakuan keluarga Pandu tidak seperti yang diimpikannya. Dia dipandang rendah karena berasal dari keluarga kecil di Wonosobo yang tidak memiliki banyak harta seperti keluarga Pandu. Pandu sendiri tidak bisa membantah keluarganya, karena dia hanya bekerja sebagai upahan di Gudang Rempah. Menelan segala kepahitan hidup, Kinanti mulai membuka toko kelontong di rumah mereka untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Puluhan tahun berlalu, Pandu dan Kinanti memiliki seorang anak bernama Arumi. Bakat bisnis dari kedua orang tuanya mengalir dalam diri Arumi. Melihat ibunya yang mulai sakit-sakitan, Arumi bertekad untuk mewujudkan mimpi ibunya, meracik dan berjualan jamu.

Saya sangat senang membaca fiksi yang ada unsur historisnya serta mengangkat budaya Indonesia. Kali ini tentang jamu, mimpi dan perjuangan dua wanita demi mewujudkan mimpi itu. Ada dua wanita dengan lini masanya masing-masing, yaitu Kinanti dan Arumi. Kinanti yang memulai dan Arumi yang menuntaskan. Saya dibuat kagum dengan kegigihan Kinanti, kemampuannya memendam rasa sakit di dalam hati meski itu menggerogoti tubuhnya. Sementara Arumi, dia rela mengorbankan dirinya untuk mimpi orang yang disayanginya. Dan ending dari kisah ini juga dibuat realistis.


Nonik Jamu
Rina Suryakusuma
272 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juni, 2024





#660 Cinta yang Tak Bisa Dipercaya

 


Taya sudah lama naksir Tezar, cowok seangkatannya tapi berbeda kelas. Ketika akhirnya cowok itu nembak dia untuk jadi pacarnya, tentu saja Taya tidak menolak. Kencan pertama mereka seperti pasangan lainnya adalah nonton di bioskop. Karena Taya menggemari cerita thriller dan horor, jadinya mereka menonton film horor thriller. Siapa sangka, sepulang dari nonton itu, Taya mengalami peristiwa horor.

Tezar pertama kali ini tertarik pada seorang cewek. Sebenarnya dirinya sendiri banyak ditaksir dan dikejar-kejar oleh cewek-cewek lainnya. Tapi Tezar selalu menolak cewek yang agresif karena dirinya mengalami trauma. Di samping itu Tezar juga tidak ingin disentuh oleh lawan jenis. Trauma pelecehan yang dialaminya sepuluh tahun lalu masih membekas di dalam dirinya. Sampai dia pun harus berkonsultasi dengan psikolog.

Novel ini mengangkat tema yang lumayan berat. Pelecehan yang dialami oleh anak laki-laki dan diperparah karena tidak mendapatkan dukungan moral dan kepercayaan dari keluarganya sendiri. Tezar kecil adalah anak yang imut, ganteng dan menggemaskan. Membuat kakak kelasnya sering menggodanya bahkan sampai menciumnya dengan gemas. Lucu-lucuan bagi kakak kelasnya itu membuat Tezar mengalami trauma berkepanjangan. Ketika Tezar dewasa mulai menyukai lawan jenis, dia punya tantangan tersendiri yang harus dihadapinya.

Di sisi lain, Taya seorang gadis green flag. Dia selalu membantu temannya, rasa pedulinya tinggi terhadap teman-teman yang mengalami kesusahan. Ketika dia mengetahui apa yang terjadi pada Tezar, Taya tidak segan membantunya. Meski dia sendiri mengalami satu hal yang membuatnya merasa takut pada kekasihnya itu.

Syukurlah Tezar dikelilingi oleh sahabat yang baik, mau memahami keadaan dirinya. Tezar juga punya kesadaran untuk mencari bantuan lewat seorang psikolog. Kisah yang menarik untuk dijadikan sebuah pelajaran.


Cinta yang Tak Bisa Dipercaya
Dadan Erlangga
264 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2025



#656 Perempuan di Rumah No. 8



Anika terbangun dan merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit, terutama di bagian bawah perutnya. Segara saja dia mengarahkan tangannya ke bawah sana, dan merasakan cairan dingin mengalir dari sela kakinya yang sudah tidak mengenakan pakaian dalam. Anika mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia lalu memanggil nama Reza, suaminya, namun tidak ada jawaban ataupun sosok suaminya itu. Sementara bagian bawah tubuhnya semakin basah dengan darah, Anika langsung tahu bahwa dirinya kehilangan janin di dalam kandungannya. Suaminya telah memukulnya dan membunuh anaknya.

Insting pertama Anika adalah menghubungi bibinya, Santi, satu-satunya kerabatnya yang masih ada. Tetapi penolakan bibinya membuat Anika tak dapat berkata-kata. Untungnya, Desti, sahabatnya di kantor menerima panggilan telponnya dan menolongnya segera. Sahabatnya itu juga yang mempertemukannya dengan sebuah komunitas yang melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga. Anika memutuskan bersembunyi sementara di Rumah Damai, karena dia takut bertemu kembali dengan Reza. Berkat Ruah Damai pula, Anika memutuskan meninggalkan Jakarta dan menerima pekerjaan di Yogyakarta. Yang penting dia berada sejauh mungkin dari Reza dan keluarganya. 

Di Yogyakarta, Anika menemukan sebuah rumah di kawasan Kaliurang. Rumah yang berada di seberang sebuah resor itu menarik perhatiannya seketika. Meski beberapa orang menghalanginya untuk menyewa rumah itu, Anika tetap menandatangani kontrak sewa selama setahun. Dia butuh tempat tinggal untuk menyendiri. Namun ternyata, dia tidak seorang diri tinggal di rumah bernomor 8 itu. 

Saat membaca sekilas sinopsis novel ini, saya tahu bahwa salah satu topik yang akan diangkat dalam novel ini adalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Namun, saat membacanya ternyata isinya jauh lebih kompleks daripada itu. Menurutku, pada sampul novel ini seharusnya ada trigger warning. 

Di dalam novel ini ada beberapa tokoh perempuan yang bisa dijumpai. Selain Anika, ada Rere (sahabat kuliah Anika yang tinggal di Yogyakarta), Rukmini (nenek Anika yang dipanggilnya Enin), Santi (bibi Anika), Kiran (sahabat baru yang dijumpainya di Jogja), dan juga Lastri (penghuni tak kasat mata di rumah no.8). Ada kesamaan yang dialami oleh perempuan-perempuan tersebut. Mereka mengalami trauma lintas generasi. Tidak dianggap ada, kebebasan yang terkekang, tumbuh tanpa rasa cinta, menganggap diri tidak pantas bahagia adalah beberapa trauma yang dialami oleh mereka. 

Saat masih sangat muda, kita melihat orang tua bagai melihat Tuhan. Semua yang mereka lakukan tampak seperti kebenaran, dan menjadi tolak ukur bagaimana kita melihat diri sendiri dan dunia. (hlmn. 160)

Bukan hal baru baginya bahwa perempuan seringkali diukur keluhuran budinya dari bagaimana ia mampu mematuhi orang-orang yang dianggap punya otoritas terhadap hidupnya. (hlmn. 46)

Selain perempuan-perempuan di atas, trauma atas kekerasan dalam rumah tangga juga terjadi pada sosok laki-laki. Reza, suami Anika, tumbuh dengan kondisi serupa. Contoh perilaku yang dilihatnya dari ayahnya dan pengabaian oleh ibunya, membuat Reza meyakini bahwa dia bisa melakukan apa saja atas orang yang menjadi miliknya. Bertolak belakang dengan Reza, ada tokoh Ibnu (salah satu penyintas KDRT yang dijumpai Anika dalam sesi konseling di komunitas Nyala Diri) yang mengalami kekerasan secara verbal dan mental oleh mantan istrinya. Meski dianggap cemen oleh lingkungannya, Ibnu mampu memutuskan trauma itu dengan membuka diri dan menyembuhkan dirinya terlebih dahulu. 

Satu hal lain yang menarik perhatian saya adalah pemilihan angka 8 di dalam novel ini. Katanya angka 8 itu membawa hoki. Tapi di dalam novel ini, ada dua rumah bernomor 8 yang menjadi tempat kejadian perkara penyebab trauma. Selain itu angka 8 yang menyerupai lambang infinity menyiratkan sesuatu yang terjadi terus menerus, yaitu trauma lintas generasi.

Novel ini saya rekomendasikan untuk dibaca oleh perempuan dan laki-laki. Terutama yang akan dan sedang berada di dalam sebuah hubungan. Juga bagi mereka yang pernah mengalami trauma lintas generasi. Seperti kata seorang pakar biomolekuler di IG, trauma ini akan meninggalkan perubahan di dalam diri kita dan bisa diturunkan secara epigenetik. It didin't start with you, but it can end with you.


Perempuan di Rumah No. 8
Mutiarini
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2024


 

#652 Mel, Melatiku

 


Amel adalah seorang atlet renang. Sejak kecil orang tuanya sudah mempersiapkan Amel agar bisa menjadi atlet, terutama Bundanya yang cukup ketat dalam mengatur jadwal latihan dan keseharian Amel. Amel sebenarnya menerima semua kondisinya itu, tapi ada kalanya dia merasa lelah dan bosan. Ketika Axel mendekati Amel, Amel mulai membuka diri. Bukan pertama kali sebenarnya Amel memiliki hubungan dekat dengan lelaki. Tantri, sahabat Amel tidak menyukai Axel. Karena menurut Tantri Axel bukan cowok baik-baik. Axel memang sering bolos, tapi Amel menganggap hal itu biasa saja.

Semakin hari Amel mulai menyadari hubungannya dengan Axel tidak mengarah ke hal yang baik. Amel memutuskan Axel. Ketika Amel mulai fokus dalam mempersiapkan diri menjelang PON, dia dikejutkan dengan beredarnya foto tak senonoh dirinya. Akibatnya sungguh fatal. Amel dikeluarkan dari sekolah dan juga tim PON. Amel menjadi depresi dengan segala pemberitaan tentang dirinya.

Tema kekerasan dalam berpacaran mungkin bukan hal baru di dunia novel remaja. Namun saya menyukai tokoh Amel di dalam novel ini. Dia jatuh, terpuruk, dan berusaha untuk bangkit. Selain itu konflik keluarga juga mewarnai kehidupan Amel. Memiliki bunda yang sangat menaruh harapan tinggi pada anak-anaknya menambah "kekacauan" dalam hidup Amel. Kehadiran Ega dan Serena dalam usaha Amel memulihkan jalan hidupnya digambarkan dengan baik. Meski ending-nya seperti dipercepat, namun saya suka dengan akhir yang ditawarkan penulis.

Mel, Melatiku
Ken Terate
384 halaman
Gramedia Pustaka Utama
February, 2024


#651 Tragedi Pedang Keadilan



Nagamine Ema pergi menonton festival musim panas, namun dia tidak pernah pulang. Beberapa hari kemudian, mayatnya ditemukan di sungai. Nagamine Shigeki, ayahnya, yang selama ini hanya hidup berdua dengan Ema meratapi kehilangan putrinya dan hanya bisa menunggu proses penyelidikan. Suatu hari Nagamine menerima telepon dari seseorang yang memberikan informasi tentang pelaku pembunuhan anaknya.

Nagamine mengikuti informasi yang diberikan dan menemukan bahwa anaknya tidak hanya dibunuh. Dua pemuda di bawah umur memperkosa anaknya dan merekam kegiatan bejat mereka dalam sebuah video. Saat Nagamine masih syok dengan video itu, Atsuya salah satu pelaku datang. Diliputi emosi dan kemarahan, Nagamine membunuh Atsuya. Nagamine memutuskan untuk membalas dendam kepada pelaku lainnya yang sedang melarikan diri.

Ayah korban pembunuhan kini menjadi pelaku pembunuhan. Nagamine tahu perbuatannya salah, dan dia akan menyerahkan diri setelah membunuh Kaiji, pemuda pelaku pembunuhan anaknya. Nagamine tidak bisa mempercayai sistem hukum untuk anak di bawah umur yang akan memberikan hukuman ringan bagi pelaku. Dia memutuskan menjadi hukum itu sendiri.

Kalau dilihat dari alur cerita, novel ini bukanlah novel misteri. Lebih ke suspense-thriller menurut saya. Pembaca tahu seluruh kejadian, siapa pelaku, gerak-gerik Nagamine yang berusaha balas dendam, juga semua pihak yang terlibat di dalamnya. Meski di akhir cerita, ada satu plot twist, tapi itu tidak mengejutkan.

Saat membaca buku ini, saya sedang menonton drama Korea berjudul Vigilante. Di drama itu, vigilante adalah orang/pihak yang bertindak menghakimi kejahatan karena tidak mempercayai sistem hukum yang berlaku. Nagamine juga seorang vigilante. Tindakannya bahkan menarik perhatian publik, dan banyak yang meminta polisi menghentikan pencarian terhadap Nagamine. Di sisi lain, polisi bertindak sebagai penjaga ketertiban di masyarakat, termasuk melindungi sistem hukum yang berlaku. Beberapa polisi dalam novel ini pun menunjukkan kegalauannya dalam menghadapi kasus Nagamine.
Pedang keadilan itu memang bermata dua.

Hal lain yang disoroti dalam novel ini adalah sikap orangtua. Ada dua kubu orangtua. Yang pertama adalah orangtua korban. Saat menghadapi anaknya terbunuh, kesabaran orangtua menghadapi sistem hukum yang lamban (dan belum tentu memuaskan) menjadi ujian terberat yang harus dihadapi dalam keadaan berduka. Kubu kedua adalah orangtua pelaku. Dalam novel ini, orangtua pelaku ada yang bersikap tak mau tahu, tetapi tetap meyakini anaknya tidak sepenuhnya bersalah, bahkan berusaha mencari pembenaran untuk anaknya. Bagaimanapun itu, semua orangtua dalam novel ini hanya ingin menunjukkan kasih sayang mereka pada anaknya.

Tragedi Pedang Keadilan
Keigo Higashino
464 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2024


#650 My Not So Perfect Life


Semoga kehidupan kalian akan sesuai dengan foto-foto di Instagram kalian. —Sophie Kinsella

Belum lama ini netizen dikejutkan dengan berita gugat cerai pasangan selebritas yang selama ini jauh dari gosip keretakan rumah tangga. Macam-macam reaksi netizen menyeruak. Salah satunya  berhubungan dengan media sosial yang mengatakan bahwa feed Instagram tidak selamanya nyata bahagia. Media sosial merupakan kemajuan teknologi yang menjadi medium bagi setiap orang untuk lebih dekat dengan pikiran, perasaan, dan kehidupan orang lain. Sayangnya, media sosial tidak dirancang untuk menampilkan pribadi yang sesungguhnya. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa Instagram merupakan media sosial yang berpengaruh buruk bagi kesehatan mental. Tekanan untuk tampil sempurna setiap waktu secara daring benar-benar nyata.

Instagram memiliki penggalan kata ‘insta’ yang secara terminology berasal dari kata instant atau instan. Lebih lanjut, materi visual di Instagram diproduksi atau di-posting dengan cepat. Kenyataannya, setiap foto yang ditampilkan di Instagram mesti terkonsep, diambil berulang kali hingga diperoleh hasil foto terbaik, diberi filter, lalu di-posting menggunakan caption yang menggugah. Semua itu demi kesempurnaan. 

Kesempurnaan itulah yang dilakukan oleh tokoh Katie Brenner dalam My Not So Perfect Life karya Sophie Kinsella. Ia gadis desa dari Somerset yang mengubah namanya menjadi Cat Brenner semenjak berkarier di London. Untuk meyakinkan banyak orang—termasuk orang tuanya—bahwa berkarier di London adalah pilihan yang tepat, Katie menata Instagram-nya sedemikian rupa untuk menampilkan hidup sempurnanya. Tidak jarang, Katie menyambangi kafe-kafe mahal untuk berburu foto yang instagrammable, hanya sekadar mendapatkan komentar bahwa kehidupannya di London menyenangkan.

Banyak orang menggunakan filter atauapa pun di Instagram. Nah, filter  yang  kugunakan adalah “seperti inilah yang kuinginkan”. Suatu hari nanti hidupku akan sesuai dengan foto-foto Instagram-ku. (hlm. 73)

Jika pada beberapa novel chick lit sebelumnya, Sohie Kinsella fokus pada kisah percintaan antara pria dan wanita, novel My Not So Perfect Life ini mengutamakan hubungan antara Katie dengan atasannya, Demeter Farlowe, yang juga seorang wanita. Berbeda dengan Katie, Demeter memiliki semua yang diinginkan Katie dalam hidupnya. Pekerjaan, keluarga, kepribadian cool yang terpancar dari dirinya. Pakaiannya selalu berlabel merek ternama. Ia hanya menggunakan barang-barang yang autentik dan organik. Ruang kerja Demeter dipenuhi trofi penghargaan dan foto-fotobersama orang-orang penting. 
Setiap hari Katie mencari jalan untuk menunjukkan kemampuan dalam hal membuat branding kepada Demeter. Dia bahkan rela diminta melakukan hal remeh seperti mengecat akar rambut Demeter, demi kesempatan untuk lebih dekat dengan Demeter. Hingga suatu hari Katie dipecat oleh Demeter tanpa penjelasan. Katie terpaksa pulang kampung dan mengurusi usaha glamping milik keluarganya yang bernama Ansters Farm. Kesempatan untuk membalaskan sakit hatinya tiba saat Demeter bersama suami dan kedua orang anaknya tiba-tiba datang ke Ansters Farm untuk berlibur.  Saat itulah, Katie menyadari bahwa hidup Demeter tidak sepenuhnya sempurna. Demeter sepertinya mengalami gejala demensia, yang menyebabkan hidupnya serampangan. Suami dan kedua anaknya seakan tidak peduli dengan kesuksesannya, dan di atas semua itu Demeter juga terancam dipecat dari kantor. 

Tiap kali kau melihat sisi gemerlapan orang lain, ingatlah bahwa mereka pun memiliki kebenaran yang payah. (hlm. 406)

***

Chick lit merupakan genre novel yang (umumnya) ditulis oleh wanita dan membahas tentang isu-isu kotemporer yang dihadapi wanita usia dewasa, bagaimana ia mengatasi permasalahannya, dan menjalani kosekuensi dari pilihannya. Selama satu dekade terakhir, genre ini mengalami penurunan popularitas, karena dianggap hanya fokus pada masalah konsumerisme dan materialisme. Meski demikian pembaca tetap menyukai novel yang tokoh utamanya adalah seorang wanita dalam genre lainnya, misalnya dystopia atau paranormal romance. 

Salah satu penulis yang bertahan di genre chick lit adalah Sophie Kinsella, meskipun sempat mengeluarkan novel Young Adult di tahun 2016 berjudul Finding Aubrey. Kinsella mendapatkan gelar sebagai “the queen of chick lit” melalui serial terkenal : Shopaholic.  Beberapa novel stand-alone karyanya juga menjadi bestseller, karena karakter wanita tokoh utamanya terasa nyata. Kinsella menyebutkan bahwa dia berusaha menciptakan cerita yang lucu namun tetap membuat pembaca berpikir sambil terus membalik halaman novelnya. Kinsella selalu ingin memotivasi pembacanya lewat karakter wanita tokoh utama yang bisa menemukan dirinya sendiri di tengah kekacauan hidup. Seperti Katie Brenner, dalam My Not So Perfect Life. 

Novel ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama mengambil latar belakang kota London yang padat dan ramai. Pada bagian ini diceritakan upaya yang dilakukan Katie untuk mengejar citra wanita karier yang sempurna. Katie mencoba masuk dalam gaya hidup orang kota, agar bisa menyerupai dan dekat dengan Demeter.  

Pada bagian kedua, adalah kisah pasca pemecatan Katie dengan latar belakang Somerset, khususnya di Ansters Farm. Usaha glamping yang dibangun oleh Katie dan keluarganya dari nol mulai memberikan hasil yang diharapkan. Katie bisa memberikan bukti nyata kemampuannya dalam hal branding dan strategi pemasaran. Sebaliknya Demeter yang sudah memiliki karier sempurna di mata Katie, harus menerima kenyataan bahwa suami dan kedua anaknya mengabaikan dirinya. Demeter bahkan mendapatkan kabar buruk dirinya akan dipecat dari kantor. 

Katie dan Demeter ada dalam tahapan hidup yang berbeda, dengan masalah terpisah, dan tidak bisa memahami satu sama lain. Namun, saat keduanya berhenti untuk merekayasa hidup masing-masing, dan saling memahami, satu per satu masalah yang mereka hadapi dapat terurai. 

Upaya Kinsella memasukkan unsur media sosial dalam novel ini terhitung berhasil.  Pembaca yang akrab dengan media sosial, khususnya Instagram, akan merasakan langsung keterhubungan diri dengan karakter Katie. Beberapa kali Katie menghabiskan waktu untuk memandangi akun Instagram kawan-kawannya dan merasa iri dengan kehidupan mereka. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat dewasa ini:  Instagram envy, keinginan untuk memiliki kehidupan yang ditampilkan oleh orang lain di Instagram.

Kinsella menyadari pentingnya media sosial untuk berinteraksi dengan penggemarnya. Di dalam novel, diceritakan bahwa Katie membuat akun Instagram @mynotsoperfectlife, untuk menampilkan bahwa di dunia ini ada banyak orang yang memiliki kehidupan yang tidak sempurna. Sesungguhnya akun itu benar ada di Instragram dan dikelola langsung oleh Kinsella. Jika kamu ingin kehidupan tidak sempurna milikmu ditampilkan dalam feed Instagram tersebut, silakan menyertakan fotomu dengan tagar #mynotsoperfectlife.

* Tulisan ini pernah diterbitkan di Jurnal Ruang dengan judul Merekayasa Hidup Menjadi Sempurna.


My Not So Perfect Life - Hidupku Yang Tak Sempurna
Sophie Kinsella
432 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari, 2017


#648 Remedies

 


Gerry masih belum bisa menerima kematian Ibunya. Apalagi kala itu dia dan ibunya juga ditinggal pergi oleh Ayahnya. Gerry berharap Ayahnya akan datang pada saat Ibunya dimakamkan, tapi ternyata yang diharapkannya tak kunjung terjadi. Gerry bahkan meninggalkan polo air, olahraga yang menjadi passionnya dan sempat ditekuninya dengan serius.

Di sekolah, Gerry memiliki sahabat bernama Farhan dan Niko. Keduanya paham, Gerry sensitif pada dua hal. Polo air dan keluarga. Namun berbeda dengan Retha, yang terus saja mengusik Gerry perihal polo air. Gerry bahkan kesal dengan teman sebangkunya yang baru pindah itu.

Novel ini terasa suram sekaligus membuat hati teriris. Membayangkan kondisi Gerry yang harus menghadapi keegoisan kedua orang tuanya sehingga membuat hidupnya nyaris hancur. Beruntung Gerry masih memiliki tante dan omnya yang mendampinginya menjalani hari-hari berat itu. Perasaan bersalah dan marah terhadap ibunya, serta benci pada ayahnya membuat Gerry hidup dalam masa lalu yang menyakitkan.

Saya suka dengan pengembangan karakter Gerry. Interaksi dengan teman-temannya, humor dan bercandaan dengan Farhan, Niko dan Retha juga menjadi penyeimbang bagi jalan cerita yang cukup dark ini. Open ending yang menjadi pilihan penulis pun cukup adil buat Gerry.


Remedies
Trissella
264 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2023



#641 Kembali Bebas


Pada penghujung hari setelah pernikahan putra bungsunya, Ibra dibuat terkejut dengan permintaan istrinya, Tata. Tata meminta untuk bercerai. Setelah 28 tahun bersama, tak ada lagi orang tua dan anak yang harus diurus, Tata meminta kebebasan dari Ibra. Ibra sangat terkejut. Di usia mereka yang sudah kepala lima, dia tidak bisa membayangkan hidup sendirian tanpa istrinya. Tata sendiri sudah membulatkan niatnya dengan pindah ke rumah kontrakan. Meski demikian, dia menyetujui permintaan Ibra agar diberi waktu setahun sebelum gugatan perceraian diajukan.

Tidak butuh waktu lama bagi pembaca untuk memahami mengapa Tata menuntut perceraian. Salah satunya adalah kebiasaan Ibra bermain game online bersama teman-temannya. Sebenarnya kegiatan itu sudah dilakukan oleh Ibra sebelum mereka menikah, dan Tata tidak keberatan Ibra bermain game. Namun, semakin jauh usia pernikahan mereka, Ibra menjadikan game online sebagai stress reliever-nya, dan mulai berpusat pada hal itu. Tidak jarang Ibra terlambat bangun pagi karena begadang mabar (main bareng). Tapi yang paling menyakitkan buat Tata, dia tidak punya waktu lagi bersama suaminya.

Tata sebagai seorang perempuan yang dibekali nasihat bahwa pernikahan dalam pernikahan ada banyak tantangan yang harus dihadapi, dan dia harus siap untuk ditempa. Meski demikian Tata menginginkan keseimbangan, setidaknya supaya dia tidak merasa kesepian. Sayangnya 28 tahun pernikahannya, Ibra tidak memberikannya untuk Tata. Sampai Tata berada pada titik mencoba diam, menerima, dan kemudian berpikir dirinya tidak lagi bisa menjadi pasangan ideal bagi Ibra. Dia butuh berjarak dengan Ibra, agar cintanya bagi pria itu tidak terkikis.

Saat mengetahui karakter dalam novel ini tidak sama dengan novel kontemporer lainnya yang diterbitkan oleh GPU, saya langsung tertarik ingin membacanya. Apalagi sinopsisnya tentang pasangan yang ingin berpisah setelah 28 tahun pernikahan. Dalam pandangan saya, pada umur pernikahan tersebut, apalagi telah menghantarkan anak-anaknya membentuk keluarga, pasangan suami istri sudah berada dalam fase saling memahami, dan akan menghabiskan sisa umur bersama-sama. Tetapi ternyata, konflik antara Ibra dan Tata cukup realistis dan bisa saja terjadi. Sudah sering kita mendengar bahwa komunikasi adalah hal penting dalam pernikahan selain cinta. Komunikasi itu bukan hanya menyampaikan sesuatu, tetapi juga mengambil bagian mendengarkan sesuatu. Saya rasa ini poin yang ingin disampaikan penulis. 

Berkali-kali saya menyeka air mata membaca novel ini. Novel ini bisa dibaca bagi yang sedang mempersiapkan diri memasuki pernikahan, dan tentunya yang sedang menjalani sebuah pernikahan. Recommended.


Kembali Bebas
Sasa Ahadiah
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2023


#639 Under The Kitchen table



Dewa mendapati Amanda, istri yang baru dinikahinya tiga bulan yang lalu berselingkuh dengan seorang pria di dapur apartemennya. Seketika Dewa memutuskan ingin bercerai dari Amanda. Sayangnya, sebagai seorang celebrity chef, perceraian tidak memungkinkan untuk kontrak yang sudah ditanda tanganinya. Atas saran manajernya, Dewa memilih menyepi ke vilanya di Ubud, Bali.

Saat tiba di Bali, dia mendapati vilanya telah ditempati oleh Dewi, sahabat adiknya. Dewi juga menjadi head chef di restoran milik keluarganya. Dewa tidak dapat meminta Dewi pindah dari vilanya, karena Dewi tinggal di situ bersama bayinya, Renjana. Di sisi lain, Dewi cukup terkejut mendapati Dewa ada di Bali. Cinta pertama-nya itu hadir lagi dalam hidupnya, pasca perceraiannya dengan Dipa. Dewi sendiri memilih mengungsi ke Bali untuk menghindari keluarga besarnya yang belum menerima perceraiannya.

Gara-gara kejadian yang disaksikan Dewa di dapurnya, Dewa jadi trauma dan mengalami kesulitan untuk memasak. Dewa terbuka kepada Dewi, dan menceritakan semua masalah yang dihadapinya. Dewi membantu Dewa mengatasi kesulitannya. Kedekatan mereka membawa kembali perasaan di masa lalu yang tertunda. Dewa memutuskan untuk mempercepat perceraiannya dengan Amanda agar bisa bersama dengan Dewi secepatnya. Tapi kondisi yang dihadapinya tidak semudah yang diharapkannya.

Novel ini menarik perhatian saya karena promonya yang cukup intens di IG. Membaca blurb-nya membuat saya penasaran, apalagi dengan profesi tokoh utamanya sebagai seorang chef. Jalan ceritanya sih lumayan menarik, meski saya merasakan tarik-ulur penyelesaian konflik antara Dewa dan Dewi bisa dipersingkat. Ada sedikit plot twist di akhir cerita, meski ketebak, tapi cukup menambah ketegangan saat membacanya. 

Under The Kitchen Table
Desy Miladiana
328 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2022




#638 Pasta Kacang Merah



Sentaro menjalani hari monoton di sebuah kedai dorayaki. Dia bekerja di kedai itu untuk membayar utangnya kepada si pemilik toko. Sampai kemudian dia berkenalan dengan Tokue, yang menghampiri kedainya untuk mencari pekerjaan. Tokue adalah wanita tua, dengan cacat pada jari tangannya. Karena kasihan, dan terutama penasaran dengan rasa enak dari pasta kacang merah buatan Tokue, Sentaro mempekerjakan Tokue untuk membuat pasta isian dorayaki. Lima puluh tahun pengalaman membuat pasta kacang merah memang tidak akan salah. Dorayaki buatan mereka laris.

Sayangnya, Tokue tidak bisa bekerja lebih lama. Sebagai penyintas lepra, jari-jari Tokue yang cacat menjadi kendala. Desas-desus menyebar dan membuat Nyonya pemilik toko pun meminta Sentaro memberhentikan Tokue. Namun sebelum diberhentikan, Tokue memilih mengundurkan diri. Akan tetapi berbeda dengan karir kerjanya, persahabatan antara Sentaro dan Tokue justru makin dekat.

Ada satu bagian dimana Sentaro merasakan hidupnya tidak bermakna. Namun ketika mendengarkan perjalanan hidup Tokue, Sentaro merasa dirinya tidak ada apa-apa dibandingkan Tokue. Kehadiran Tokue memberinya semangat untuk menjalani hidup, bahkan mencoba hal baru meski belum menunjukkan keberhasilan.

 I've just completed read 100 books in 2022 by reading this book. Saya memang sengaja memilih buku ini untuk menjadi pamungkas di Goodreads Reading Challenge 2022. Rasa hangat dan haru karena berhasil melakukan sesuatu yang awalnya saya rasa tidak akan bisa saya lakukan sejalan dengan perasaan Tokue di akhir cerita Pasta Kacang Merah. Bagian penutup dimana Tokue diceritakan mendengarkan pujian dari pepohonan yang dilaluinya itu membuat rasa hangat dan haru seperti yang saya sebutkan di atas. Tokue juga pastinya tidak menyangka dia bisa berhasil menjalani hidupnya sebagai penyintas lepra. Bahkan dia berhasil mengubah kehidupan seorang Sentaro.

Novel ini layak untuk dikoleksi, kehangatan kisahnya ditambah tampilan covernya dengan warna pink yang cantik memanjakan mata. 


Pasta Kacang Merah
Durian Sukegawa
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober 2022



#637 The Privileged Ones

 


Rara, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pandawa, mempersiapkan kanal Youtube dengan konten bermanfaat yang harus bisa mengimbangi gempuran konten sampah yang beredar di masyarakat. Bersama kedua sahabatnya, merke bukan hanya sekadar mengerjakan tugas akhir mata kuliah Publisitas itu untuk mendapatkan nilai terbaik. Rara punya harapan besar dengan hadiah yang dijanjikan dari kompetisi bergengsi kolaborasi kampusnya dengan Change TV.

Terlahir dari keluarga miskin, Rara memutuskan untuk kuliah di Jakarta, meski kedua orang tuanya tidak merestuinya. Dukungan Indah, kakaknya yang juga tinggal di Jakarta, menjadi dorongan kuat bagi Rara. Indah membantu Rara untuk kebutuhannya di Jakarta, disamping beasiswa yang diperoleh Rara dan juga pekerjaan paruh waktu yang dilakukannya. Jika chanel Soul Diary yang digagasnya bisa menang, masalah keuangan bisa teratasi. Namun saingan terberat mereka adalah chanel milik DIva, teman sekelasnya, yang memiliki keluarga kelas sosialita. Diva jelas memiliki semua sumberdaya yang bisa mendukungnya. Jika dibaratkan lomba lari, Rara dan Diva tidak berangkat dari garis start yang sama.

Rara memilih mengangkat tema kesehatan mental di dalam chanel Youtubenya. Dia dibantu oleh seorang psikolog muda bernam Giri. Berbagai kasus mereka tayangkan untuk memberikan edukasi pentingnya memeprhatikan kesehatan mental seperti halnya kesehatan fisik. Tanpa Rara sadari, dirinya sendiri tengah bergelut dalam insecurity akan kemiskinannya. Sementara itu, Indah juga sedang bergumul dengan konflik rumah tangganya. Apakah impian mereka untuk bisa memiliki lebih banyak pilihan dalam hidup tidak bisa mereka raih?

Novel ini sangat bergizi. Ada tiga topik utama yang bisa saya pelajari dari novel ini. Yang pertama tentang sisi psikologis dan kesehatan mental. Bukan hanya satu contoh kasus yang dialami oleh tokoh utama, tapi ada beberapa kasus lainnya yang juga diangkat dalam novel ini. Yang kedua, tentang privilese, seperti judulnya. Seringkali kita memahami privilese itu sebatas ketersediaan materi dan sumber daya. Padahal setiap orang pasti terlahir dengan privilese-nya masing-masing. Kita sering terjebak memandang kelebihan orang lain dan hal-hal di luar kuasa kita, lalu mengecilkan privilese yang kita punya dan tidak berbuat apa-apa, padahal hal itu ada dalam kendali kita. Yang ketiga, bahwa tiap orang punya lintasan pertandingannya masing-masing. Saya mengutip paragraf terakhir dalam novel ini yang bisa kita jadikan pelajaran.

Siapa pun kita, hidup tak akan pernah mudah. Namun, semesta selalu membuka celah bagi mereka yang menolak menyerah.

Meski berada pada lini Young Adult, saya rasa novel ini bisa juga dibaca untuk orang dewasa. Bahkan oleh orangtua muda, karena ada ilmu parenting yang bisa diterapkan di dalamnya. Ini salah satu novel terbaik yang saya baca di tahun 2022.

The Privileged Ones
Mutiarini
248 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2022



#636 Home Sweet Loan

 



"Sudah tidak zaman untuk 'We fall in love with people we can't have', menjadi dewasa adalah 'We browse houses that we can't buy'"

Kaluna, seorang pegawai bank di Bagian Umum. Dia rela hidup hemat demi membeli rumah agar bisa keluar dari rumah orang tuanya yang dihuni bersama kedua orang tua dan kedua kakak beserta keluarga mereka masing-masing. Kaluna berusaha ikhlas ketika kamarnya dipindahkan ke kamar pembantu di dekat ruang jemur, karena keponakannya meminta untuk punya kamar sendiri. Sementara itu, Hansa kekasih Kaluna mendesaknya untuk menikah dengan resepsi mewah di hotel. Kaluna tidak ingin menikah sebelum mendapatkan tempat tinggal sendiri. Dia tidak mau juga tinggal bersama mertuanya nanti. Kaluna paham betul setelah melihat keluarga kedua kakaknya yang sangat bergantung pada Ibu mereka.

Kaluna mempunyai tiga teman dekat di kantor. Tanisha, ibu satu anak yang juga ingin mencari rumah tapak, agar hidupnya tidak menua di apartemen. Kamamiya, gadis yang berambisi menjadi selebgram. Dia menghabiskan penghasilannya untuk membeli barang-barang mewah sebagai bahan konten di instagramnya. Lalu ada Danan, anak tunggal yang hidupnya tanpa beban materiil, yang kemudian ingin mengubah hidupnya gara-gara satu pertanyaan dari Kaluna. Keempatnya bersama-sama mencari hunian yang dekat dengan Jakarta.

Setelah Resign! dan Ganjil-Genap, satu lagi fenomena pekerja urban di Jakarta diangkat melalui novel ini, yaitu persoalan hunian. Mencari hunian yang layak dengan harga terjangkau itu nyaris mustahil. Tidak jarang ada yang masih menumpang hidup bersama orang tua meski sudah berkeluarga, seperti kedua kakak Kaluna. Masalahnya, beban keluarga Kanendra dan Kamala akhirnya menjadi persoalan Bapak dan Ibu, bahkan Kaluna pun harus terseret di dalamnya. Kaluna jadi berpikir panjang untuk menikah jika nantinya harus tetap hidup bersama orang tua atau mertua.

Novel metropop tidak lengkap tanpa kisah romansa-nya. Kaluna yang mencoba memahami keinginan (orangtua) pacarnya akhirnya kandas di tengah jalan. Dua tahun mencoba memantaskan diri, tetap saja Kaluna selalu kurang di mata ibunya Hansa. Hansa pun turut menyalahkan Kaluna yang katanya terlalu irit sampai tidak mencoba memahami keinginan orang tuanya. Lalu ada Danan, yang jatuh cinta pada Tanisha sejak SMA tapi selalu ditolak, lantas pacaran dengan Miya dan akhirnya putus. Sisa Kaluna saja yang belum menjadi bagian dari kisah cinta Danan. Tapi bagian Kaluna-Danan itu bikin hati hangat saat membacanya.


Home Sweet Loan

Almira Bastari

312 halaman

Gramedia Pustaka Utama

Februari, 2022



#635 Chasing The Blue Flames



Lulu tahu hubungannya dengan Damar sulit untuk diteruskan karena perbedaan di antara mereka. Damar juga menyadari itu. Damar pun merencanakan untuk memberikan kenangan terbaik bagi Lulu, supaya perpisahan di antara mereka tidak terlalu menyakitkan. Tapi Lulu tidak sependapat. Terpuruk karena perpisahan mereka membuat Lulu memutuskan untuk melakukan trip ke Kawah Ijen. Di sana, ada fenomena blue flames yang konon bagi siapa yang melihatnya maka permohonannya akan terkabul. Lulu berharap dia bisa menyaksikan langsung cahaya biru itu, agar dia bisa kembali ke masa lalu. Mungin jika dia tidak pernah bertemu dengan Damar, hatinya tidak akan sesakit saat ini. Permohonan Lulu terkabul. Dia kembali ke masa kuliahnya saat pertama kali bertemu dengan Damar.

Bukan hanya Damar saja. Lulu juga bertemu kembali dengan Sarah, sahabatnya yang sekarang sudah tak ada kabarnya. Juga Dewa, kakak tingkat yang pernah ditaksirnya. Lulu menjalankan misinya untuk menghindari Damar, tapi ternyata itu sulit untuk dilakukan. Meski dijalani sekali lagi, jika takdir sudah berkehendak, maka hasil akhirnya tidak akan berubah.

Mengusung konsep time travel, novel ini menceritakan tentang takdir dan bagaimana menyikapinya. Waktu yang sudah dilalui bukan hanya berisi kenangan indah saja, tetapi juga banyak hal-hal yang tidak menyenangkan yang mengikutinya. Lulu mencoba menjalani tiga bulan di masa lalu membenahi hal yang dianggapnya perlu dibenahi. Ada satu hal yang berkesan dari novel ini yang saya tangkap. Kenangan itu akan menghampiri pas lagi benar-benar butuh. Tidak masalah mengenang masa lalu ketika muncul rasa kangen. Setidaknya kangen itu akan memberikan kehangatan.

Terima kasih GPU atas buntelan bukunya.

Chasing The Blue Flames
Saufina
304 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2022



#634 Vision


Bagaimana rasanya jika kamu mempunyai kemampuan untuk melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan? Apalagi kalau yang terlihat itu adalah siapa yang akan menjadi jodohmu?

Amanda sudah bisa berdamai dengan kemampuannya melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Meski yang dilihatnya hanya berupa gambaran sekilas saja, tetapi semua yang dilihatnya benar-benar terjadi. Tidak ada yang tahu tentang kemampuan Amanda ini kecuali kedua orangtuanya.  Biasanya yang Amanda lihat adalah tentang orang-orang di sekitarnya. Hampir tidak pernah dia melihat tentang dirinya sendiri. Tapi ketika dia melihat Om Wira menyematkan cincin di jarinya dalam penglihatannya, Amanda menjadi galau. Apa iya jodohnya itu om-om yang umurnya beda jauh dengannya? Padahal Amanda baru mulai menyukai Utha, keponakan Om Wira.

Utha ini sepupu sahabatnya. Seharusnya Utha sudah kuliah, tapi dia menunda setahun. Di mata Amanda, Utha adalah sosok cowok yang usil, suka bercanda, dan over pede. Wajar sih, soalnya memang ada darah Australia di dalam tubuh Utha yang membuatnya seperti model bule. Banyak yang suka dengan Utha, apalagi di sekolahnya Amanda. Soal Om Wira, kegantengannya juga sama dengan Utha. Apalagi beliau punya seorang putra yang imut dan lucu. 

Novel teenlit debutan ini benar-benar menggemaskan. Bukan saja karena kegalauan Amanda dengan penglihatannya, tapi juga interaksi antara Utha dan Amanda. Keduanya kalau bertemu pasti ramai, ada saja kejadiannya. Mulai dari ketemu Raden Inu Kertapati palsu sampai ditangkap satpam karena kelamaan ngadem di ATM bank. Klimaksnya ya itu... masalah hati yang melibatkan Om Wira. Membaca novel ini bikin senyum-senyum sendiri. Alur cerita yang cepat juga membuat saya bisa menyelesaikan novel ini dalam sekali berbaring.. Padahal masih pengen lihat ke-unyu-an duo Amanda dan Utha ini.
.
Recommended teenlit. 

Vision
Cindy Jessica
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2022




 

#632 Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam



Tidak biasanya Magi Diela pulang malam. Pekerjaannya sebagai penyuluh pertanian honorer memang mewajibkannya mengunjungi kelompok tani, bahkan yang jauh dari rumahnya. Tapi hari itu berbeda. Magi ditangkap oleh Leba Ali. Dia mengalami yappa mawine, sebuah kondisi yang disebut juga sebagai kawin tangkap di Sumba. Magi Diela diculik, ditangkap, untuk dikawini. 

Kawin tangkap adalah satu budaya di Sumba dimana anak perempuan dapat ditangkap oleh pihak laki-laki yang akan meminangnya untuk mempersingkat urusan adat agar tidak memakan waktu yang lama menuju perkawinan. Namun, umumnya kedua pihak keluarga telah memiliki kesepakatan untuk menempuh cara ini. Ada pula yang menyebutkan bahwa hal itu dapat dilakukan jika pihak laki-laki gagal mencapai kesepakatan. Dilihat dari sudut pandang Hak Asasi Manusia, budaya ini tentu saja merugikan pihak perempuan. 

Magi Diela yang diculik oleh Leba Ali, pria paruh baya yang memang telah mengincarnya sejak Magi masih SD. Leba Ali memberikan sejumlah hewan sebagai belis kepada keluarga Magi. Ama Bobo, ayah Magi, mau tak mau menerima perkawinan ini karena tidak ingin dianggap melanggar adat. Apalagi Magi telah ditahan di rumah Leba Ali selama dua hari. Tentunya Magi sudah tidak perawan lagi. Laki-laki mana yang mau menikahi anak perempuan yang sudah tidak perawan. 

Magi memang telah dinodai oleh Leba Ali dalam keadaan tidak sadar setelah dirinya diculik. Magi merasa harga dirinya runtuh. Dia tidak ingin menikah dengan Leba Ali. Dia memilih lebih baik mati apalagi karena keluarganya sendiri, terutama Ama Bobo, ayah yang dihormatinya lebih mementingkan adat budaya daripada anak perempuannya. Magi menggigiti pergelangan tangannya untuk memutuskan pembuluh nadi. Sayangnya, upaya Magi mengakali maut dapat dihindari. Dirinya berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Dangu Tida, sahabat Magi melaporkan tindakan penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan Leba Ali kepada kepolisian. Meski demikian, Leba Ali yang awalnya ditangkap oleh polisi, bisa melenggang bebas karena koneksinya yang kuat dengan bupati setempat. Parahnya lagi, perkawinan Magi dengan Leba Ali tetap akan dilangsungkan, karena tikar adat telah digelar. Satu-satunya cara menghindari pernkawinan itu adalah dengan melarikan diri. Ditolong oleh Dangu dan Tara, iparnya, Magi melarikan diri meninggalkan kampungnya. Dia ditolong oleh kelompok LSM Gema Perempuan yang menampungnya dalam pelarian sampai kondisi aman. Magi merasa dirinya terusir dari tanah kelahirannya, harga yang sangat mahal dibayarnya untuk kebebasan. 

Di halaman sampul novel ini ada tulisan "trigger warning". Meski saya sudah mencoba menyiapkan diri dengan apa yang akan saya baca, tetapi membaca kisah Magi Diela tetap saja terasa terlalu kejam. Saya sampai mimpi buruk setelah membaca separuh dari novel ini. Di halaman terakhir saya juga memberikan apresiasi kepada Magi. Dia perempuan yang berani. Memilih jalan gelap dan sunyi menentang adat demi kehormatannya sebagai manusia.  

Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam adalah novel kedua yang saya baca dengan tema perkawinan adat. Sebelumnya ada Pengantin Pesanan di Singkawang yang mengulas tentang budaya perkawinan yang merugikan pihak perempuan. Novel ini memang fiksi, tapi praktik budaya kawin tangkap masih terjadi di Sumba, NTT. Sebuah artikel di Magdalene mengulas tentang fenomena adat ini. Ternyata ada pergeseran dari adat-istiadat sesungguhnya dalam kawin tangkap ini. Budaya patrarki yang menganggap wajar saja apabila laki-laki mengedepankan ego, dominasi dan kekerasan membuat pelaku merasa memiliki kebebasan untuk melakukan pemaksaan dan intimidasi, bahkan kekerasan seksual kepada perempuan yang ditangkapnya. Inilah yang dilakukan oleh Leba Ali, karakter dalam novel ini yang bersembunyi di balik budaya untuk melegalkan perbuatan bejatnya. Kabar terakhir yang saya baca, pejabat pemerintah daerah Pulau Sumba sudah menyepakati untuk menolak praktik kawin tangkap demi melindungi hak perempuan dan anak. Semoga tidak ada lagi Magi di dunia nyata yang terpaksa harus meberikan tangisnya kepada bulan hitam. 


Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam
Dian Purnomo
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November, 2020




 

#620 Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan

 



Roni naksir Rara, tapi dia butuh banyak persiapan sebelum menyatakan perasaannya. Selain mengamati Rara di kelas, dia mencari tahu tentang Rara lewat teman sebangku Rara, Tisha. Sementara itu, ada kakak kelas bernama Rian yang juga suka sama Rara. Roni punya rival mendapatkan hati Rara. Rara sendiri awalnya kesal dengan Rian yang selalu mengganggunya, menyebutnya tembem, menghina artis idolanya. Rian bahkan mencegat Roni yang mengantarnya sampai ke halte bus. Rian selalu selangkah lebih awal dibanding Roni. Sampai kemudian, sepertinya Rara sudah mulai terpesona dengan segala bentuk pendekatan yang dilakukan Rian. Roni semakin emosi dibuatnya.

Ada yang berbeda dengan novel teenlit satu ini. Meski terbitnya tahun 2020, settingan dalam novel ini sekitar tahun 90-an. Saat kelas di SMA masih dibagi kelas Fisika, Biologi dan Sosial (hehe...jamannya mama saya ini), terus bacaannya majalah Anita Cemerlang (saya pernah baca majalah ini), nelpon pake telpon umum koin, artis idolanya Ari Wbowo dan Ira Wibowo, terus bikin kaset rekaman yang isinya lagu-lagu kompilasi dari kaset atau radio. Seru juga bernostalgia.

Awalnya saya berpikir yang menjadi tokoh utama dalam novel ini adalah Roni dan Rara. Tapi ternyata fokusnya adalah Rian. Yang pasti baca novel ini bikin gregetan. Cara pendekatannya itu menggemaskan. Malu-malu dan penuh perhitungan. Kalau dibandingkan antara Rian dan Roni, saya lebih suka cara pendekatannya Rian yang sedikit lebih agresif. Meskipun di akhirnya ada plot twist.

Buku ini menjadi buku pertama yang saya selesaikan di tahun 2021, sekaligus untuk Tantangan Baca Goodreads Indonesia dengan tema buku berlatar sekolah.


Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan
Esti Kinasih
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2020