~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Penerbit Haru. Show all posts
Showing posts with label Penerbit Haru. Show all posts

#647 Masked Ward


Hayamizu Shugo terpaksa menggantikan seniornya untuk jaga malam di RS Tadokoro. Sebenarnya dia juga dokter di tempat itu, tapi hanya sebagai sambilan sekali seminggu. RS Tadokoro adalah sebuah rumah sakit perawatan jangka panjang bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif terus menerus. Rumah sakit ini bahkan menerima pasien yang tidak memiliki keluarga atau kerabat. 

Seperti biasa di malam hari ada dua perawat yang bertugas yaitu Sasaki dan Higashino di masing-masing lantai 3 dan 4. Karena tidak ada yang membutuhkan jasa dokter, Shugo memutuskan untuk istirahat di ruang istirahat dokter. Namun belum lama dia beristirahat, dia mendapatkan telepon dari lantai 1, dimana dia menemukan seorang pasien perempuan luka tembak dan seorang pria yang memakai topeng badut dengan senjata di tangannya. Shugo harus menyelamatkan perempuan itu, di bawah ancaman senjata Si Badut.

Masked Ward adalah novel kedua dari Mikito Chinen yang saya baca. Pada novel Real face yang juga diterbitkan oleh Penerbit Haru, topik yang diangkat juga seputar dunia medis. Kali ini dengan drama penyanderaan di Rumah Sakit. Ternyata ada hal yang lebih besar yang ditemukan oleh Shogu di balik drama penyanderaan ini.

Alurnya cepat, dan juga page turner membuat novel ini bisa selesai dibaca dalam sehari. Misteri yang diungkap plus plot twist yang ada di akhir novel ini cukup membuat terpana.
 


Masked Ward
Chinen Mikito
288 halaman
Penerbit Haru
Januari 2024


#642 On Children

 

Wu Xiaole adalah seorang guru les, yang memberikan pelajaran tambahan secara privat kepada siswa yang membutuhkan. Dalam buku ini, ada sembilan kisah siswa yang membutuhkan dirinya sebagai guru les. Well... sebenarnya yang membutuhkannya adalah orang tua siswa tersebut, terutama sang Ibu.


Sembilan kisah dalam buku ini memiliki benang merah yang sama. Orang tua di Taiwan begitu mempedulikan pendidikan anaknya, terutama nilai yang diperoleh anaknya, sekolah apa yang dimasuki, sampai pergaulan yang harus dilakoni si anak. Tidak jarang orang tua bertindak selaku helicopter parent (jenis orang tua yang terlalu fokus kepada anaknya dan terus ikut campur terhadap semua kelakuan anak) hingga akhirnya membentuk pola tiger parenting (pengasuhan sangat ketat dan bersikap otoriter kepada anak). Biasanya hal ini terjadi karena orang tua tidak ingin anak mereka mengikuti jejak mereka di masa lampau. Salah satu cerita dalam buku ini yang berjudul Menolong Siswa Berprestasi, digambarkan bahwa Ibunya sebelum menikah memiliki prestasi akademik yang baik. Namun karena dihadapkan pada tuntutan pernikahan, prestasi itu menjadi seperti tidak berguna.

Ibuku turun dari panggung kehidupannya, lalu mendorong kami naik ke panggung itu. (hlmn 287).

Cerita lain orang tuanya tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, dan akhirnya tidak mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan tinggi. Mereka pun menyadari bahwa di Taiwan, pendidikan menjadi salah satu cara bertahan hidup.

Lantas apakah pendidikan itu? Wu Xiaole menuliskan pemikirannya seperti ini,
Pendidikan ada bukan supaya semua anak mendapat nilai yang tinggi. Pendidikan ada supaya bakat setiap anak dapat berkembang hingga batasnya, dan supaya hasil akhirnya memperoleh pengakuan. (hlmn. 110)

Namun, tidak semua Ibu dalam buku ini menempuh langkah seperti di atas. Dalam salah satu cerita yang berjudul Bagai Pinang Dibelah Dua mengisahkan tentang Muoli, seorang anak perempuan yang selalu dituntut ibunya untuk mendapatkan nilai lebih tinggi dibanding saudara lak-lakinya. Muoli mengikuti rancangan yang diberikan ibunya, bahkan dia bisa mendapatkan pendidikan magister. Ketika ditawari untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral oleh dosennya, Ibu Muoli menentangnya. Muoli harus segera menikah dengan seorang calon suami berprofesi sebagai dokter yang dipilihkan oleh orang tuanya. Lagi-lagi Muoli mengikuti rancangan ibunya. Sampai kemudian dia memiliki anak perempuan bernama Xiaoye. Long story short, Muoli memilih untuk membebaskan anak perempuannya, meski dia dicap sebagai ibu yang gagal mendidik anak. Bagi Muoli, ketegaran yang dialaminya seumur hidup telah cukup baginya untuk menerima cap itu.

Saya pernah membaca buku non fiksi tentang parenting yang sering diterapkan oleh orang tua Asia beberapa tahun yang lalu. Membaca buku On Children ini menunjukkan bahwa Tiger Parenting telah menjadi budaya dan ikon bagi orang tua Asia. Mungkin memang ada yang berhasil, terutama bagian kedisiplinan. Kisah-kisah dalam buku ini memang memberikan perspektif baru bagi orang tua, guru, bahkan juga bagi anak.


On Children
Wu Xiaole
330 halaman
Penerbit Haru
Januari, 2023




#640 Minimarket yang Merepotkan


Nyonya Yeom kehilangan pouch yang berisi dompet dan barang berharga lainnya. Mungkin benda itu jatuh di Stasiun Seoul. Ketika dirinya mulai panik, dia mendapatkan telepon dari seorang tunawisma yang menemukan pouch-nya itu. Karena ketulusan si tunawisma tadi, Nyonya Yeom mempekerjakannya sebagai pekerja shift malam di minimarket miliknya.

Dokgo, begitu si tunawisma menyebutkan dirinya, memulai pekerjaannya di minimarket. Dokgo tidak mengenal asal-usulnya, katanya memorinya hilang karena minuman keras. Satu per satu orang yang bersinggungan dengannya mendapatkan perubahan dari Dokgo. Penjualan di minimarket meningkat, salah satu pegawai minimarket mendapatkan promosi, pegawai lainnya bisa berdamai kembali dengan anaknya, bahkan pengunjung minimarket pun merasakan perubahan dalam hidup dan karir mereka ketika bertemu dengan Dokgo. 

Kisah-kisah orang yang bertemu dengan Dokgo ini, akhirnya mengarah ke pemecahan misteri siapa Dokgo sesungguhnya, dan mengapa dia berakhir menjadi seorang tunawisma. Ketika seorang detektif swasta mengikutinya, dan Dokgo mulai tergugah untuk mencari tahu siapa dirinya. 

Ada beberapa novel Asian-lit yang pernah saya baca menjadikan sebuah kios/toko/minimarket sebagai latar belakang kisahnya, dan meninggalkan kesan yang cukup dalam. Kios/toko/minimarket adalah tempat umum yang sering dikunjungi orang. Beberapa menjadi pelanggan, ada juga yang hanya datang sekali. Di sisi lain, sebuah minimarket bisa menjadi tempat seseorang mengadukan nasibnya. Misalnya, si pegawai minimarket dalam novel ini. Ada seorang perempuan yang bekerja paruh waktu sambil menunggu ujian menjadi PNS. Tanpa disadarinya, dia menjadi seorang yang "ahli" dalam mengoperasikan mesin kasir, lalu membuat video dan menggunggahnya ke internet. Tidak disangka karirnya berubah karena video itu. Sebuah minimarket telah mengubah hidup banyak orang dan juga Dokgo sendiri.


Minimarket yang Merepotkan
Kim Ho Yeon
400 halaman
Penerbit Haru
November, 2022


 

#508 Scheduled Suicide Day


Judul Buku : Scheduled Suicide Day
Penulis : Akiyoshi Rikako
Halaman : 277
Penerbit : Haru


Ruri sudah merencanakan kematiannya dengan baik. Dia menuliskan surat terakhirnya yang berisi pesan bahwa ibu tirinya adalah pembunuh ayahnya. Ruri juga sudah memilih lokasi yang tepat untuk kematiannya berdasarkan rekomendasi dari sebuah situs bunuh diri di internet. Sayangnya,rencana bunuh diri Ruri tidak berjalan mulus. Dia ditolong oleh seorang hantu anak laki-laki bernama Hiroaki.

Rencana bunuh diri Ruri tidak lepas dari rasa sakit hatinya terhadap ibu tirinya. Sepeninggal ibu kandungnya yang mati tiba-tiba karena pendarahan otak, Ruri tinggal berdua dengan ayahnya yang berprofesi sebagai koki. Namun kehidupan mereka yang tenang mulai terusik ketika Reiko hadir dalam kehidupan ayahnya. Terlebih lagi pada saat akhirnya ayahnya menikah dengan Reiko. Reiko mengambil alih rumah mereka, dan puncaknya ketika Ruri melihat Reiko berada di samping ayahnya ketika ayahnya ditemukan meninggal di kamar kerjanya. Ruri yang merasa ada yang janggal dari kematian ayahnya mencoba menyelidiki. Namun upayanya termentahkan oleh pihak kepolisian yang mengatakan dia tak punya cukup bukti. Akhirnya Ruri menyerah dan memutuskan ingin "bergabung" dengan kedua orang tuanya.

Akan tetapi usaha bunuh dirinya gagal. Sebaliknya ada hantu yang membuat kesepakatan dengannya. Hiroaki, nama hantu ini, ingin membantu Ruri mencari bukti pembunuhan ayahnya. Ruri memberikan waktu selama enam hari saja. Jika upaya mereka gagal, maka Ruri akan melanjutkan niat awalnya untuk bunuh diri. Dalam enam hari, Ruri mencoba mengumpulkan bukti-bukti dan instingnya benar. Reiko melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kematian ayahnya.

Buku ini sudah saya nantikan sejak ada kabar akan diterbitkan. Berbekal hype dari buku sebelumnya, Holy Mother, saya sudah meniatkan harus membaca buku ini. Masih mengusung tema misteri dengan tokoh remaja, kali ini ada bumbu "hantu" di dalamnya. Untungnya bukan hantu yang menyeramkan. Dan saat membaca buku ini, saya sudah mengantisipasi bakal ada twist yang mengejutkan. 

Mengenai karakter tokoh utamanya, Ruri, sejak awal saya merasa sikap Ruri sepertinya berlebihan. Semua yang dilakukan ibu tirinya terlihat negatif di matanya. Saya nggak bisa merasa kasihan pada Ruri. Apalagi keputusannya untuk bunuh diri itu sepertinya terlalu mudah untuk diambil. Mungkin penulis ingin menunjukkan bahwa bunuh diri bisa menjadi salah satu pilihan orang-orang yang putus asa atau depresi dengan lingkungannya. 

Bagian lain yang menarik adalah ilmu tentang  fengshui dan masakan-masakan di Jepang yang ditampilkan di buku ini. Saya jadi dapat ilmu baru, khususnya tentang hari-hari Rokuyo yang berperan dalam peruntungan. Overall, buku ini memang tidak seintens Holy Mother, tapi tidak ada salahnya mencicipi misteri remaja ini. 


#506 Gantung


Judul Buku : Gantung
Penulis : Nadia Khan
Halaman : 320
Penerbit : Haru

Gibbs, Ray, Troll dan KJ adalah empat orang siswa di SMCGT, sebuah sekolah elite di Malaysia. Keempat pemuda ini merupakan siswa yang populer dan memiliki banyak penggemar. Meskipun memiliki sifat dan kesibukan yang berbeda, keempatnya sangat kompak dalam berbagai hal. Termasuk tentang wanita. Mereka punya prinsip one for all untuk wanita. Jika salah satu di antara mereka bisa mendapatkan seorang wanita untuk dikencani, maka wanita tersebut harus 'dibagi' dengan yang lain. Dan sejauh ini para wanita tidak ada yang keberatan.

Hingga suatu ketika, Gibbs menyukai seorang gadis di sekolah itu yang bernama Fara. Fara ini juga adalah ketua KP (semacam ketua OSIS kalau di Indonesia). Gibbs diam-diam mendekati Fara. Pendekatan Gibbs bersambut, Fara juga menginginkan dirinya. Gibbs yang baru kali ini merasa benar-benar menyukai seorang gadis tidak rela jika harus berbagi Fara dengan teman-temannya. Mereka berdua bertekad merahasiakan hubungan mereka. Sayangnya, hubungan itu diketahui oleh Deepa, gadis teman sekamar Fara, yang juga menyukai Gibbs. Dari sini malapetaka mulai berawal.

Ini adalah literatur Malaysia pertama yang saya baca. Saat membaca beberapa review di Goodreads saya semakin penasaran. Saya sendiri sempat terkejut dengan ceritanya yang vulgar, dimana di dalam novel ini dikisahkan anak usia SMA yang tidak ragu-ragu melakukan hubungan seksual. Apalagi setting-nya di asrama sekolah elite. Prinsip 'berbagi' diantara Gibbs, Ray, Troll dan KJ ini juga mengejutkan. Kesan misterinya sendiri baru terasa di pertengahan cerita. Yang dominan malah nuansa horornya. Yup...ada hantu di dalam novel ini.

Bayangkan saja adegan dimana ada seorang siswi yang sedang tidur di kamarnya, dan dia diganggu oleh sosok tak kasat mata. Kipas anginnya berputar sendiri, atau ada suara orang mencuci kain di wastafel. Yang lebih horor lagi, hantunya menampakkan diri di dalam mimpi si gadis. 

Yang membuat saya memberi bintang tiga adalah kepiawaian penulis mengaitkan bab per bab menjadi satu kisah yang utuh. Awalnya mungkin membingungkan, tapi semakin ke belakang makin jelas hubungan antara tokohnya. Namun sayang, endingnya bagi saya justu membuat nuansa misteri dan horornya menjadi bias.

Ada banyak istilah-istilah slang di Malaysia yang digunakan di dalam novel ini. Jangan kuatir, ada catatan kaki untuk setiap istilah itu. Terjemahannya bagus, tidak meghilangkan rasa Malaysia-nya. Saya jadi penasaran dengan literatur Malaysia. Semoga ada lagi dari penulis ini yang diterjemahkan oleh Penerbit Haru.



#466 Holy Mother


Judul Buku : Holy Mother
Penulis : Akiyoshi Rikako
Halaman : 284
Penerbit : Haru


Mempunyai seorang anak adalah hal yang paling diinginkan oleh Honami. Sayangnya, karena riwayat penyakitnya dia harus menempuh berbagai cara hingga dia berhasil mendapatkan putrinya. Karenanya, Honami bertekad untuk melindungi putrinya dengan cara apapun. Terutama ketika ada pembunuh yang berkeliaran di dekat tempat tinggalnya. 

#443 The Chronicles of Audy : O2


Judul Buku : The Chronicles of Audy: O2
Penulis : Orizuka
Halaman : 364
Penerbit : Haru


Salah satu buku yang sangat saya nantikan penerbitannya di tahun ini adalah buku terakhir dari serial The Chronicles of Audy ini. Tentunya bukan hanya saya yang penasaran dengan kelanjutan kisah 4R1A ini. Bagaimana nasib Rex dan Audy pasca Rex memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Amerika? Atau nasib Romeo yang tiba-tiba juga menyatakan keinginannya mau menjaga Audy untuk dirinya sendiri? Bagaimana pula Rafael menerima kehadiran kakak iparnya, Maura yang sudah menikah dengan Regan? 

#380 The Chronicles of Audy: 4/4


Judul : The Chronicles of Audy: 4/4

Penulis : Orizuka

Halaman : 320

Penerbit : Haru


Setelah menunggu kurang lebih setahun, akhirnya bisa tahu juga perkembangan Audy dan cowok-cowok 4R (Regan, Romeo, Rex dan Rafael). Sepertinya novel ini memang sangat ditunggu, apalagi yang ingin tahu kelanjutan hubungan Audy dan Rex.

#342 The Chronicles of Audy : 21


Judul Buku : The Chronicles of Audy : 21
Penulis : Orizuka
Halaman : 308
Penerbit : Haru

Saya sengaja membeli serial ini satu paket. Agar setelah membaca buku #1 saya tidak perlu menunggu lama untuk membaca buku #2. Kalau di buku #1 Audy berusaha keras agar dia bisa betah dan diterima oleh 4R, kali ini Audy mempertanyakan maksud dari frase "menjadi bagian dari keluarga".

#341 The Chronicles of Audy: 4R


Judul Buku : The Chronicles of Audy: 4R
Penulis : Orizuka
Halaman : 320
Penerbit : Haru

Audy, 22 tahun, mahasiswi tingkat akhir jurusan Hubungan Internasional di UGM. Sebagaimana layaknya mahasisa tingkat akhir lainnya, kegalauan Audy tidak jauh dari skripsi. Waktunya tinggal satu semester, Audy bahkan belum menemukan topik penelitian sama sekali.

#207 Paper Romance


Judul Buku : Paper Romance
Penulis : Lia Indra Andriana
Halaman : 376
Penerbit : Penerbit Haru

Awalnya Eli tidak peduli dengan kehadiran Kev di tempat kerjanya. Yang dia tahu Kev adalah adik dari pemilik perusahaan properti tempatnya bekerja, yang sudah mengeluarkan 3 orang asisten sejak kedatangannya (lebih tepatnya asisten itu yang tidak tahan menghadapinya dan memilih mengundurkan diri). Tapi ketika Kev malah menunjuknya sebagai asisten berikutnya, Eli berpikir tidak ada salahnya. Toh pekerjaannya selama ini sebagai staff umum  juga tidak jelas. Setidaknya dia bisa memanfaatkan keahliannya mengetik cepat dengan membantu Kev mengetik novel terbarunya.

Masalahnya Kev bukanlah orang yang mudah dihadapi. Ucapannya yang tajam dan meledak-ledak membuat banyak yang tidak bisa bertahan di dekatnya. Eli sendiri berusaha beradaptasi dengan perilaku bosnya itu. Namun, suatu waktu Eli membuat kesalahan dengan mengirimkan hasil ketikan yang salah kepada Kev. Eli justru mengirimkan draft novel yang diberi banyak balon komentar di dalamnya. Kev marah besar, tapi berikutnya malah menyuruh Eli mengganti semua tokoh wanita di dalam novelnya yang tadinya bernama Nadia menjadi Eli. Kemarahan Kev tidak berhenti di situ, dia menyuruh Eli masuk ke kantor di hari Minggu. Ketika Eli sampai di kantor dia malah mendapat informasi kalau Kev masuk rumah sakit karena kecelakaan.

Singkat cerita, Kev ternyata mengidap pembengkakan pembuluh darah di otaknya yang membuatnya harus dioperasi. Setelah dioperasi, Kev mengalami amnesia, dan menganggap Eli adalah kekasihnya. Atas saran Hadri, manajer Kev, Eli menyanggupi untuk berperan menjadi kekasih Kev. Menariknya, ketika Kev akhirnya sadar dan bisa mengingat kembali semuanya, dia masih menginginkan sandiwara itu berlanjut. Entah mengapa dia ingin Eli terus berada di dekatnya.

Sebenarnya saya sudah pernah membaca review dari beberapa teman yang menyebutkan bahwa rasa K-drama dalam novel ini sangat kental. Justru itu yang membuat saya penasaran akan novel ini. Dan benar saja, rasanya seperti menonton K-drama. Menurut saya pribadi, menonton K-drama itu kayak guilty pleasure, dimana sepanjang menontonnya saya akan banyak protes karena seringkali banyak hal absurd dan tidak logis yang terjadi, tetapi saya tetap terpaku sampai akhinya ketika tayangannya selesai, masih terbayang-bayang dalam benak saya sekian lama. Nah... novel ini efeknya kayak gitu :D

Mulai dari karakter tokoh pria yang kaya-tampan-judes-galak-tapi oh romantis dan karakter tokoh wanita yang lugu-tampang biasa saja-tertindas-tapi punya inner beauty. Juga ada misteri yang sepertinya sengaja disimpan sejak awal yang kemudian di tengah cerita seperti bom meledak yang menghadirkan banyak fakta baru. Trus, tokohnya kena penyakit yang sangat serius bahkan disebut sebagai bom waktu, tapi  semua bisa dilalui dengan mudah. Tokoh ketiga, keempat, kelima dan seterusnya yang sepertinya punya peran penting tapi hanya sebagai pemanis. Dan terakhir, twist di bagian ending yang seperti sesuatu yang tiba-tiba muncul dan menyelesaikan masalah.

Tapi ya itu... novel ini membuat saya tertahan sampai epilog (yang menurut saya lebih bagus kalau epilognya ga ada). Seperti K-drama yang selalu dikemas menarik dan cantik, cover dan kemasan buku ini juga sangat cantik. Dengan gambar seorang gadis yang keluar dari tumpukan buku pas sekali dengan judulnya Paper Romance. 

3 stars