~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#669 Ours




Prita dan Andi memilih untuk tidak memiliki anak (child free) dalam kehidupan pernikahan mereka. Banyak alasan yang mereka kemukakan, salah satunya adalah Prita yang menganggap dirinya mungkin tidak mampu menjalankan fungsi sebagai ibu. Hal ini dilatarbelakangi masa lalu Prita yang besar tanpa kasih sayang Ibu, bahkan kerap kali dikecewakan oleh ibunya.

Masalah mulai muncul ketika keluarga Andi mulai mempertanyakan kehadiran anak, mengapa Prita tidak kunjung hamil, bahkan menyarankan mereka untuk periksa. Apalagi Fitri, kakaknya Andi hampir melahirkan anak ke-4. Prita dan Andi selalu bisa menjawab, namun kesabaran bisa tiba pada batasnya.

Isu child free sempat booming di media sosial beberapa waktu lalu. Saya termasuk dalam kelompok pasangan yang menginginkan anak, meski harus menanti cukup lama. Meskipun demikian saya bisa memahami pilihan pasangan yang tidak menginginkan memiliki anak. Karena sesungguhnya seorang anak tidak bisa memilih dilahirkan lewat orang tua yang mana. Jika sepasang suami istri sepenuhnya sadar bahwa mereka belum/tidak mampu membesarkan seorang anak, pilihan terbaik adalah dengan tidak memilikinya. Saya pun bisa memaklumi pilihan Prita dan Andi. Namun, seharusnya keduanya memang perlu menyampaikannya secara terbuka kepada orang tua akan pilihan mereka. Dan Prita juga menyelesaikan konflik internal dengan mamanya sebelum berlarut-larut. Karena pilihan mereka menjadi bumerang saat mereka diperhadapkan pada berbagai masalah.

Di samping itu, saya tertarik dengan sosok Fitri. Ibu dengan 3 anak (nyaris 4), tidak bekerja, hidup menumpang bersama dengan orang tuanya, dan ketidak hadiran suami dalam pengasuhan anak. Sosok ini dianggap lebih ideal oleh ibunya Andi, karena memiliki anak, lalu digunakan sebagai pembanding bagi Prita yang tanpa anak, kerjaan mapan, dan didukung oleh suami.

Bukan salah benarnya pilihan yang diambil, tetapi bagaimana menghargai dan menghormati pilihan orang lain meski itu tidak sesuai dengan harapan kita.

Ours
Adrindia Ryandisza
208 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2021


Be First to Post Comment !
Post a Comment