~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Bentang Pustaka. Show all posts
Showing posts with label Bentang Pustaka. Show all posts

#655 Rahasia Salinem



Tyo mendapatkan kabar dari ayahnya, kalau Mbah Nem sedang sekarat. Dia pun bergegas kembali ke Solo demi menemani akhir hayat Mbah Nem. Setelah pemakaman Mbah Nem, Tyo mendapatkan kejutan. Dia baru mengetahui kalau Mbah Nem itu bukan nenek kandungnya. Meski demikian seluruh anggota keluarga menganggap Mbah Nem sangat berjasa dan tidak bisa dihilangkan dari sejarah keluarga. Harus ada sesuatu yang bisa mengingatkan anak cucu mereka akan keberadaan Mbah Nem.

Semasa hidupnya Mbah Nem pernah berjualan pecel. Bulik Ning berusaha mencari tahu cara membuat pecel yang rasanya sama persis dengan buatan Mbah Nem, namun usahanya tidak kunjung berhasil. Didera rasa penasaran akan riwayat hidup Mbah Nem, Tyo menemani Bulik Ning mencari rahasia pecel Mbah Nem. Ternyata rahasia pecel itu juga sekaligus mengungkap sejarah hidup Mbah Nem.

Salinem lahir di Sukoharjo, sekitar tahun 1923. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Salinem kecil dibesarkan oleh ayahnya, Salimun. Pekerjaan ayahnya sebagai kusir delman Gusti Wedana membuat Salinem kecil diasuh oleh banyak orang, salah satunya oleh Daliyem, bibinya. Selain Daliyem, Salinem juga diasuh oleh Mbok Yah, abdi dalem Gusti Wedana. Ketika Gusti Asisten Wedana dan istrinya, Gusti Soemirah bertugas di Sukoharjo, Salinem menjadi kawan bermain Gusti Soeratmi, adik dari Gusti Soemirah. Sejak saat itu Gusti Soeratmi adalah sahabat Salinem, bahkan ketika Gusti Soeratmi meninggalkan Sukoharjo, Salinem ikut dengannya

Tahun demi tahun berjalan, Salinem menyadari kedudukannya yang berbeda dengan Gusti Soeratmi. Ketika Gusti Soekatmo menikah dengan Gusti Kartinah, Salinem ikut dengan Gusti Kartinah. Kehidupan di masa penjajahan Belanda yang beralih ke penjajahan Jepang hidup setiap orang menjadi susah, demikian pula dengan keluarga bangsawan. Salinem menjalani semuanya dengan pasrah. Kehilangan demi kehilangan dihadapinya dengan berani.

"Gusti, ajari hamba tetap setia"

Kisah Salinem diceritakan bergantian dengan perjalanan Tyo mencari rahasia pecel Mbah Nem. Saya tadinya berpikir di dalam buku ini akan menceritakan tentang sejarah hadirnya pecel di nusantara atau tentang usaha pecel di Solo. Bayangan saya kayak sejarah rokok kretek di novel Gadis Kretek. Ternyata saya salah. Novel ini menceritakan tentang kesetiaan seorang abdi dalem bernama Salinem kepada tuannya, yang juga sahabatnya. Kesetiaan yang menjadikannya tempat berpulang bagi anak cucu keluarga Raden Soekatmo.  Adat budaya Jawa yang kental, dibaur dengan sejarah perjuangan kemerdekaan hingga masa Gestapu. Pembaca diajak kembali ke masa Surakarta saat itu, yang kalau ditilik di buku-buku sejarah kala saya bersekolah hanya sedikit yang bisa dipelajari. Saya paling menyukai kisah persahabatan antara Salinem, Gusti Soeratmi, dan Gusti Kartinah. Meski ada batasan sosial di antara mereka, namun kasih sayang yang terjalin itu sangat kuat. Kesetiaan Salinem kepada keluarga Gusti Kartinah pun menjadi satu poin kuat dari Rahasia Salinem ini. Pesan moral dari novel ini benar-benar tersampaikan dengan baik.

 

Rahasia Salinem
Wisnu Suryaningadji & Brilliant Yotenaga
424 halaman
Bentang Pustaka
Mei, 2024





#627 Rapijali 3 : Kembali

 


Rapijali 3 kembali. Literally dengan sub judul yang sama: Kembali.

Kisah Rapijali melompat ke linimasa 8 tahun kemudian. Ping alias Lovinka Alexander telah menjelma sebagai artis ternama di bawah manajemen milik Pedro. Rakai dan Inggil bergabung dalam suatu perusahaan trader, Buto telah menjadi pengacara, Jemi telah menamatkan pendidikannya di Boston dan bekerja di sebuah perusahaan tak ternama. Sementara Lodeh juga bersolo karir. Rapijali berpisah dengan jalannya masing-masing.

Begitu juga dengan Ping dan Rakai. Kedekatan Ping dengan Pedro dalam urusan bermusik meninggalkan Rakai yang masih sibuk menamatkan pendidikan sarjana bidang bisnis ekonomi. Akhirnya Ping menjalin hubungan yang baru dengan Pedro, dan Rakai yang begitu kecewa memilih menjauh dan tidak lagi mau menyentuh musik. Tapi hubungan Ping dan Pedro tidak bertahan lama. Kali ini Ping harus menghadapi "penyakit" serangan panik yang selalu menderanya bahkan saat dia sedang manggung. Karir Ping terancam.

Saya tidak ingin bercerita lebih banyak soal novel ini. Yang pasti masing-masing personil mencari jalan kembali menuju Rapijali. Meskipun Ping dan Rakai adalah tokoh utamanya, saya lebih menggemari Inggil dan Buto. Sewaktu saya belum menyadari kalau karakter Inggil adalah seorang pria, saya sempat berpikir Inggil bakal jadian dengan Buto. Tapi keduanya memang sejoli. Kalau kata Meta, pacarnya Inggil, Buto dan Inggil ibarat ketek kanan dan ketek kiri yang memang harus ada bersama-sama.

Saya mau berbagi pengalaman membaca buku #3 dari seri Rapijali ini. Seperti yang disampaikan penulis, buku ini diterbitkan dalam format digital bersambung di platform Karyakarsa. Sebelumnya 2 buku prekuelnya diterbitkan di Storial. Menariknya, novel ini disajikan setiap hari, jadi pembaca tidak perlu galau berlama-lama. Karenanya saya juga jadi semangat mengikuti format cerita bersambung ini. Dalam 14 hari, 66 bab disajikan dengan potongan-potongan yang tentunya membuat pembaca sangat penasaran bagaimana kelanjutannya. Spesialnya lagi, ada lagu versi demo yang menyertai beberapa potongan. Ini keistimewaannya, karena pembaca format ini bisa mendengarkan lebih awal lagu-lagu yang menjadi OST buku ini, sambil membaca kepingan kisah Rapijali.

Tentunya saya akan tetap membeli versi cetaknya, supaya tulisan di punggung buku itu jadi utuh. Tapi lebih jauh lagi, buku ini memang layak untuk dikoleksi seperti karya Dee Lestari lainnya. Karya pentup Rapijali ini memang menjadi pamungkas dengan bintang 5 yang saya sematkan.

Rapijali 3 : Kembali
Dee Lestari
Karya karsa (digital), Bentang Pustaka (printed)
Desember 2021






#626 Rapijali 2 : Menjadi

 


Ketika Rapijali 2 diterbitkan di Storial sebagai cerita bersambung, saya langsung ikutan PO. Tapi karena saya memang tidak begitu senang dengan cerita bersambung, saya memilih akan membacanya nanti setelah semua bagiannya diterbitkan. Tapi kemudian terlupakan... hehe. Sadarnya belum baca pas tahu kalau Rapijali 3 akan segera terbit dan berpindah platform digital ke Karyakarsa. Akhirnya saya menuntaskan Rapijali 2: Menjadi ini, setelah sekian lama tersimpan dalam apikasi Storial di hape saya. Berhubung kapasitas hape saya pas-pasan, saya harus merelakan satu aplikasi dihapus sebelum menginstall aplikasi lain. Eh, tapi saya juga dapat versi cetaknya dari Alvina (thank you, sis...)

Rapijali akhirnya mengikuti audisi Band Idola Indonesia di TVRI. Dengan personil Ping, Rakai, Inggil, Andre a.k.a Buto, Jemi dan Lodeh mereka maju dengan lagu gubahan. Sementara itu, Guntur kelihatannya akan memenangkan sesi debat calon Gubernur. Satu-satunya yang masih menyimpan kegundahan besar adalah Ardi. Tapi akhirnya Ardi memutuskan untuk mengambil langkahnya sendiri. Yang tidak dia sangka, langkah yang dia ambil membawa keluarganya menuju kehancuran.

Cukup segitu isi bukunya saya ceritakan. Bagian yang saya suka dalam buku #2 ini adalah saat Ping mengajak Rapijali kembali ke Cijulang. Di situ saya baru nyadar kalau Inggil adalah cowok. Selama ini saya mengira Inggil itu cewek. Dengan karakternya yang suka ceplas-ceplos tapi berisi, Inggil versi cewek dalam benak saya itu keren dan lucu. Inggil memang karakter favorit saya dalam novel ini. Duetnya dengan Buto itu pas banget.

Soal cinta segiempat ala Ping- Oding- Rakai - Jemi juga meninggalkan kesan. Oding adalah zona nyaman-nya Ping. Mungkin Oding memang "tempat pulang"-nya Ping ketika dia merasa lelah. tapi bersama Rakai, Ping bisa menggapai mimpinya. Dan lagi-lagi Inggil yang bisa melihat kondisi cinta segiempat itu, meski hipotesisnya sedikit ngaco. 

Dengan mengusung subjudul Menjadi, kisah grup band Rapijali dalam buku #2 ini memang difokuskan pada perjalanan karir mereka sebagai pemusik. Ada banyak pengembangan karakter tokoh yang terjadi dalam buku #2 ini. Masa-masa audisi, ikut lomba sehingga akhirnya bisa menjadi bintang band Indonesia bahkan sebelum mencapai final. 

Rapijali 3 mengambil tajuk Kembali. Apakah Rapijali kembali bersama? Atau ada hubungan yang kembali dipersatukan? Ayo lanjutkan ke Rapijali 3 : Kembali.

Rapijali 2 : Menjadi 
Dee Lestari
484 halaman (printed)
Bentang Pustaka
Juli, 2021




#615 1984


Saya mungkin termasuk dalam sekian orang yang belum pernah membaca karya fenomenal dari George Orwell ini. Namun tidak ada kata terlambat untuk membaca sebuah buku, kan? Lewat agenda #Baca1984Bareng yang digagas oleh @hzboy, saya mulai membaca novel 1984. Saya membaca versi digital terbitan Bentang Pustaka, yang saya beli lewat Gramedia Digital. 

Winston Smith adalah seorang anggota partai Sosing yang bekerja di Kementrian Kebenaran. Salah satu tugas Winston adalah melakukan revisi terhadap dokumentasi yang pernah terbit di negara Oceania. Revisi dilakukan agar pikiran masyarakat tetap terkendali sesuai dengan visi partai. Winston bekerja dengan taat, namun lama kelamaan dia menyadari bahwa realitas di masyarakat menjadi kabur karena ketatnya pengawasan partai. Poster dari Bung Besar dengan tulisan "BUNG BESAR SEDANG MENGAWASI SAUDARA" seperti mata-mata yang mengontrol perilaku setiap anggota masyarakat. Kegelisahan Winston mulai dituangkannya lewat tulisan pada buku catatan yang diperolehnya secara ilegal.

Pertemuan Winston dengan Julia, salah seorang anggota partai yang bertugas di Departemen Fiksi, menjadi titik balik upaya pemberontakan Winston. Pertemuan pertama mereka adalah di Acara Dua Menit Benci yang diselenggarakan untuk menayangkan propaganda kebencian terhadap Emmanuel Goldstein, musuh rakyat dan pengkhianat negara. Saat pertama bertemu, Winston membenci Julia. Dia bahkan ingin melakukan hal yang kasar terhadap Julia di dalam benaknya. Tapi saat Julia memberikan selembar kertas yang bertuliskan "I Love You" kepada Winston, pemikiran Winston mulai berubah. Pertemuan rahasia bersama Julia membuat Winston merasa menjadi orang yang baru. Pemikirannya terbuka, apalagi seperti Winston, Julia juga membenci tindakan-tindakan otoriter yang dilakukan oleh partai. 

Novel ini ditulis pada tahun 1949, yang menggambarkan kondisi dystopia Inggris di tahun 1984. Ada istilah yang pernah saya baca mengenai timeline novel ini : sebuah kisah di masa depan yang sudah lewat. Menarik bahwa kondisi dystopia yang digambarkan di dalam novel ini banyak diasosiasikan dengan kondisi saat ini. Misalnya penggunaan "telescreen" untuk mengawasi rakyat di dalam novel 1984, diasosasikan dengan upaya pemerintah saat ini mengontrol pemakaian internet dan penyebaran berita. Saya sempat menelusuri beberapa jurnal ilmiah terkait novel 1984, dan menemukan ada begitu banyak aspek yang bisa ditelaah dari novel ini. 

Namun, sebagai pembaca romance garis keras (hehe...), saya ingin membahas tentang hubungan antara Winston dan Julia. Banyak yang tidak setuju jika novel 1984 ini disebut sebagai sebuah love story. Kayaknya isu ini menguak saat Kristen Stewart membintangi film Equals yang disebut sebagai remake dari 1984. Tapi kenyataannya, kisah hubungan antara Winston dan Julia mengambil 1 bagian sendiri (Bagian 2) di dalam novel ini.

Winston dan Julia melakukan hubungan terlarang. Mengapa? Winston sebenarnya sudah pernah menikah dengan seorang wanita bernama Katherine. Pernikahannya dengan Katherine hanya bertahan 15 bulan setelah mereka tidak mendapatkan keturunan. Mereka berpisah namun tidak bercerai, karena perceraian dilarang oleh partai. Berhubungan dengan wanita di luar pernikahan juga adalah hal terlarang. Julia tertarik pada Winston karena dia menganggap Winston seorang yang memiliki pemikiran melawan partai. Winston tertarik pada Julia karena keberanian Julia. Keduanya harus mengatur sedemikian rupa waktu dan tempat untuk bertemu dan berkencan. Aksi Winston dan Julia ini bisa dihitung sebagai pemberontakan. Pertemuan dan interaksi intens antara keduanya membuat Winston memberanikan diri bertemu dengan O'Brien, salah satu tokoh partai yang menurut Winston juga seorang pemberontak. Winston menyatakan kesanggupannya untuk melakukan pemberontakan.

Baik Winston dan Julia mengalami perkembangan karakter yang menarik untuk diikuti. Cinta yang tumbuh diantara Winston dan Julia bukan semata-mata karena nafsu, tapi juga dilandasi rasa senasib sepenanggungan. Kehadiran Julia menyuntikkan keberanian pada Winston, mengubahnya menjadi seorang yang taat pada Bung Besar menjadi pemberontak. Meski dalam proses penghakimannya, baik Winston dan Julia merasa bahwa mereka mengkhianati satu sama lain.

Penggambaran dystopia di dalam novel ini benar-benar membuat depresi. Tekanan partai, aturan-aturan yang keras, juga hukuman yang dijalani oleh pemberontak. Kalian bisa memantau pendapat pembaca lainnya yang ikut #Baca1984Bareng di sini

1984
George Orwell
390 halaman
Bentang Pustaka
2014

#603 Little Bit of Muffin


Kesha sudah dua bulan tidak menginjakkan kaki ke Sugar Bakery, toko kue milik keluarganya. Sejak Evan, mantan chef di Sugar Bakery, pergi ke Italia, semua hal di dapur Sugar Bakery membuat Kesha selalu mengingat Evan. Kesha memang mencintai Evan, tapi dia belum pernah menyatakan perasaannya pada Evan. Dan kini kepergian Evan membuatnya patah hati.

Sugar Bakery akhirnya menerima chef baru untuk menggantikan Evan. Nida, ibunya Kesha, berusaha membuat Kesha bisa kembali ke Sugar Bakery. Hingga akhirnya Kesha tidak punya pilihan selain kembali, dan harus bekerjsa sama dengan Gathan. Kedekatan mereka lambat laun berbuah. Kesha mulai menyukai Gathan. Mungkin dengan memulai hubungan baru bersama Gathan dia bisa sepenuhnya melupakan Evan. Di sisi lain, Gathan juga ingin melepaskan bayangan Lidya, seorang wanita yang dia cintai, namun ternyata memilih orang lain. Hanya saja, meski Gathan menyanggupi untuk memulai hubungan baru dengan Kesha, dia belum sepenuhnya bisa mencintai Kesha.

Tema Tantangan Baca GRI untuk bulan Februari 2020 adalah buku tentang makanan. Tadinya saya ingin membaca serial fantasy tentang bakery, namun satu dan lain hal saya belum sanggup menyelesaikannya. Saya lalu teringat dengan series yummylit dari Bentang Pustaka. Sudah ada 2 novel dari serial ini, yaitu Deessert karya Elsa Puspita dan Strawberry Cheesecake karya Ayuwidya yang saya baca. Saya lantas mencari novel lainnya dari serial ini dan menemukan novel Little Bit Muffin ini. 

Kesha mengibaratkan Evan dan Gathan seperti muffin. Kue yang agak keras di luarnya, namun lembut di dalamnya. Keduanya biasa terlihat angkuh, tapi sebenarnya pribadi keduanya cukup manis. Apalagi keduanya adalah chef pastry yang handal. 

Hanya saja, entah mengapa saya kurang bisa klik dengan kedua tokoh utamanya. Baik Kesha dan Gathan punya masa lalu, dan menjadikan satu sama lain "pelarian" untuk melupakan masa lalu itu. Meskipun keduanya tidak mengakui menjadikan satu sama lain sebagai pelarian, saat orang dari masa lalu itu datang, hubungan Kesha dan Gathan sempat goyah. 

Tapi novel ini tentu saja ada porsi manisnya, seperti kue-kue yang bertaburan di dalam novel ini. Cara Kesha yang sedikit agresif terkadang membuat Gathan jadi gemas. Dan...ohya, novel ini dilengkapi dengan beberapa resep muffin. Siapa tahu ada yang mencoba ikut merasakan muffin yang lezat seperti buatan Gathan dan Kesha. 

Little Bit of Muffin
Aiu Ahra
284 halaman
Bentang Pustaka
November, 2016

#531 Aroma Karsa


Judul Buku : Aroma Karsa
Penulis : Dee Lestari
Format digital Part 1-18 (Edisi Berlangganan)
Penerbit : Bookslife

Saat mendapatkan informasi bahwa buku ini akan diterbitkan secara digital, sudah ada niat dalam hati untuk membeli versi digitalnya saja. Apalagi versi digital ini terbit lebih duluan dibandingkan versi cetak. Namun sebagai kolektor buku-bukunya Dewei Lestari, saya pasti akan membeli juga versi cetaknya. Lantas saya teringat IEP yang belum saya baca (baik versi digital maupun versi cetaknya), saya lantas mengurungkan niat membeli buku ini. Hanya saja godaan itu terlalu kuat, dan akhirnya 2 hari sebelum jadwal terbitnya, saya membeli versi cetaknya. Banyak keuntungannya ternyata... selain bisa dapat PO buku versi cetak, dapat diskon 20% juga nantinya.

Membaca buku digital tidak asing lagi bagi saya. Sepanjang tahun kemarin jumlah buku digital (ebook) yang saya baca jauh lebih banyak dari buku cetak. Untuk orang yang (ngaku-ngaku) sibuk kayak saya, membaca buku digital itu sangat menolong. Kapan saja, dimana saja. Tapi membaca buku digital cerita bersambung, itu pengalaman baru. Menantikan dengan sabar setiap Senin dan Kamis ketika ada surel notifikasi dan mengunduh setiap part yang terdiri atas 3 bab cerita atau lebih, percayalah rasanya luar biasa.

Aroma Karsa sendiri bercerita tentang Jati Wesi, seorang pemuda dengan kemampuan penciuman yang di atas manusia biasa. Jati bisa mengidentifikasi apapun lewat baunya. Bahkan badai bisa diprediksinya hanya lewat aroma. Sehari-hari Jati tinggal di Bantar Gebang, tempat pembuangan akhir sampah. Saya membayangkan betapa tersiksanya Jati setiap hari dengan kemampuannya itu. Pekerjaan sambilan Jati sebagai peracik parfum semakin memperkaya kamus penciumannya, tapi juga membawanya ke suatu petualangan dan kehidupan yang baru.
Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Dunia ini sesungguhnya dunia aroma. (Aroma Karsa- Part 5)
Suatu hari Jati diciduk polisi, karena dituduh membuat tiruan Puspa Ananta, serial parfum yang dikeluarkan oleh perusahaan parfum ternama, Kemara. Pemiliknya, Raras Prayagung bersedia membebaskan Jati asalkan Jati mau bekerja untuknya. Raras pun memboyong Jati ke rumahnya, memperlakukannya secara istimewa, sehingga membuat anaknya, Tanaya Suma, merasa cemburu dan tersisihkan. Suma, yang ternyata memiliki kemampuan yang sama dengan Jati menemukan lawan yang sebanding. Belakangan Jati mengetahui bahwa Raras punya misi tersendiri, menemukan Puspa Karsa, tumbuhan mitos yang mampu mengubah dunia.

Ketika sebuah fiksi menjadi terasa seperti non fiksi, maka penulisnya patut diberikan apresiasi tinggi. Itu yang saya rasakan saat membaca Aroma Karsa. Saya menjura sedalam-dalamnya untuk Dee Lestari. Riset yang dikerjakannya untuk novel ini tidak main-main. Dee sampai belajar ke sekolah parfum di Singapura, terjun ke Bantar Gebang, melakukan analisis mendalam pada dunia balap, dan juga mencari tahu tentang aroma kematian. Dan bagi saya yang istimewa karena novel ini menggunakan anggrek sebagai salah satu unsur penunjang cerita. Anggrek pernah mengantar saya menjadi sarjana dan magister. Tapi riset yang dilakukan Dee tentang anggrek dalam novel ini sungguh luar biasa. 
Andai bunga-bunga di dunia bisa berbicara, mereka akan  menyatakan kecemburuannya kepada bangsa anggrek. Tidak ada bunga lain di dunia yang dapat membuat manusia lebih tergila-gila (Aroma Karsa - Part 2)
Aroma Karsa bukan hanya semata-mata berkisah tentang dunia penciuman saja. Tetapi ada unsur sejarah yang dimasukkan ke dalamnya, tentang kerajaan Majapahit di masa lampau. Dee juga menyertakan suatu dunia mistis berisi makhluk-makhluk istimewa dengan mengambil latar belakang Gunung Lawu yang terkenal dengan misteri dan mitosnya. Tidak ketinggalan bagian romansanya. Khusus bagian ini, rangkaian kalimat yang digunakan terasa erotis tanpa ada adegan yang perlu disensor. Bikin deg-degan. Aroma Karsa sungguh sebuah paket lengkap. Menutup halaman terakhir di layar handphone saja menyisakan mabuk yang membuat saya susah beralih. Tapi jujur saja, saya tidak ingin ada Aroma Karsa jilid kedua atau sekuelnya. Saya tidak ingin Aroma Karsa diadaptasi menjadi film. Yang saya inginkan adalah ada bonus minitube parfum Puspa Ananta #eh.

Menjadi bagian dari pembaca Edisi Berlangganan Aroma Karsa  juga adalah pengalaman istimewa, karena kami mendapat kesempatan bergabung dalam grup facebook yang diberi nama Tribe Aroma Karsa. Di situ, pembaca dapat berinteraksi langsung dengan Dee Lestari. Bahkan Dee berbagi tentang pengalaman risetnya. Pada tanggal 14 Februari, Dee dan suami (Reza Gunawan) bahkan membuat mini konser untuk semua penghuni Tribe Aroma Karsa. Tim dari Bookslife pun selalu sigap membantu jika ada pelanggan yang mengalami kesulitan dalam mengunduh part Aroma Karsa.

Selain versi digital, tentunya ada Aroma Karsa versi cetak. Saya belum membaca versi cetaknya. Tapi saya kira tidaklah berlebihan jika saya merekomendasikan buku ini untuk dikoleksi, dibaca berkali-kali, diteruskan kepada anak cucu. Suatu saat nanti jika novel ini menjadi karya klasik, saya membayangkan novel ini bisa menjadi satu acuan sastra dan literasi, bahwa ada novel yang fenomenal di jamannya pernah hadir.

UPDATE:  Ternyata terdapat beberapa perbedaan antara versi digital dan versi cetakan pertama. Untuk mengetahui letak perbedaannya silahkan menuju ke http://bit.ly/AK-Penutup


#449 Deessert



Judul Buku : Deessert

Penulis : Elsa Puspita

Halaman : 318

Penerbit : Bentang Pustaka


Naya akhirnya nembak Dewa, adik Lulu, sahabatnya. Naya yang biasanya pacaran dengan cowok-cowok populer menyatakan perasaannya pada Dewa di perpustakaan sekolah. Alasan Naya sebenarnya sederhana, dia sudah bosan dengan cowok-cowok pecicilan. Tapi Dewa berbeda, pembawaannya yang tenang menjadi daya tariknya yang utama. Naya ingin Dewa adalah yang terakhir untuknya.

#448 Javier




Judul Buku : Javier

Penulis : Jessica Huwae

Halaman : 264

Penerbit : Bentang Pustaka


Javier adalah seorang penulis Indonesia dengan reputasi internasional. Sayangnya sudah lama dia vakum tidak mengeluarkan karya lagi. Sampai akhirnya, editornya yang bernama Rosi turun tangan. Dia memberikan batas waktu 30 hari untuk menyelesaikan naskah yang dijanjikannya, atau Javier harus mengembalikan uang muka yang sudah lama diterimanya.

#440 Pre Wedding in Chaos


Judul Buku : Pre Wedding in Chaos
Penulis : Elsa Puspita
Halaman : 286
Penerbit : Bentang Pustaka


Aria dan Raga sudah berpacaran selama 9 tahun, tapi mereka berdua belum menunjukkan tanda-tanda untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang berikutnya. Kedua adik perempuan Raga sudah mendahuluinya menikah, sementara adik bungsunya Aria sudah mewanti-wanti ingin segera menikah. Tentu saja orang tua Aria tidak merestui anak perempuannya dilangkahi adiknya. 

#439 Rencana Besar


Judul Buku : Rencana Besar
Penulis : Tsugaeda
Halaman : 373
Penerbit : Bentang Pustaka


Makarim Ghanim bukan seorang detektif. Tetapi pengalamannya di bidang ekonomi dan manajemen membuat kawan lamanya, Agung Suditama, meminta bantuannya untuk menyelidiki kasus internal di sebuah bank besar tempatnya bekerja sebagai Wakil Direktur. Agung memintanya untuk mencari tahu siapa pelaku yang menghilangkan dana 17 miliar milik Univeral Bank of Indonesia (UBI). 

[BlogTour and Giveaway] #393 Sudut Mati


Judul Buku : Sudut Mati
Penulis : Tsugaeda
Halaman : 352
Penerbit : Bentang Pustaka

“Maafkan aku, Ibu! Tapi, Ayah harus dihabisi.”

Kisah ini dibuka dengan kematian seorang perempuan bernama Prameswari. Dia meninggal karena kecelakaan di tangga rumahnya. Hasil penyelidikan polisi menunjuk Teno, anak kedua Prameswari sebagai pelaku pembunuhan, meskipun bukti yang memberatkannya hanya selembar kertas bertuliskan kalimat pembuka di atas. 

#376 Yummy Tummy Marriage


Judul Buku : Yummy Tummy Marriage

Halaman : 276

Penulis : Nurilla Iryani

Penerbit : Bentang Pustaka


Setelah 3 tahun pacaran, Bara akhirnya memutuskan untuk melamar Gina, kekasihnya. Cintanya pada Gina sangat besar untuk menjadikan Gina sebagai istrinya. Demikian pula Gina, sangat senang ahirnya bisa menikah dengan pujaan hatinya. Kini mereka melangkah masuk ke dalam ikatan pernikahan. 

#372 Gloomy Gift


Judul Buku : Gloomy Gift

Penulis : Rhein Fathia

Halaman : 288

Penerbit : Bentang Pustaka

Saya jadi penasaran dengan buku ini gara-gara review seorang teman di BBI yang bilang kalau novel ini bukan novel romance biasa. Ada bumbu action-nya. Langsung deh masuk wishlist, dan begitu ada kesempatan ke toko buku, saya membelinya tanpa berpikir panjang. 

#369 Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi


Judul Buku : Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis : Eka Kurniawan
Halaman : 170
Penerbit : Bentang Pustaka

Jika disuruh memilih antara membaca novel atau kumpulan cerpen, jelas saya akan memilih novel. Entah mengapa kumpulan cerpen bagi saya selalu terasa tanggung. Tetapi saat mengetahui ada kumpulan cerpen terbaru dari Eka Kurniawan, saya jadi penasaran. Selama ini saya hanya membaca novelnya saja. Sebagai salah satu penggemar tulisan Eka Kurniawan, kumpulan cerpen ini sayang untuk dilewatkan.

#346 Komik Corat-Coret -- Made In Indonesia


Judul Buku : Komik Corat-Coret -- Made In Indonesia
Penulis : Wahyu Aditya dkk
Halaman : 216
Penerbit : Bentang Komik

Indonesia know it love it.

Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Para Gembolers (partisipan KDRI - Kementrian Desain Republik Indonesia) memilih lewat coret-coretan berupa komik untuk mengutarakan perasaan cinta itu. 

#343 The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared


Judul Buku : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Penulis : Jonas Jonasson
Halaman : 508
Penerbit : Bentang Pustaka


Apa jadinya jika seorang pria berusia 100 tahun menghilang? Bukan hanya karena usianya yang banyak istimewa, tetapi Allan si kakek tua ini bukan orang sembarangan. Ulang tahunnya yang ke-100 akan dihadiri oleh walikota. Sayangnya yang tidak berminat hadir adalah yang berulang tahun.

#340 Gelombang


Judul Buku : Gelombang (Supernova #5)
Penulis : Dee Lestari
Halaman : 492
Penerbit : Bentang Pustaka

Setelah membaca Partikel (Supernova #4) yang saya beri bintang lima, saya ikut penasaran bersama ribuan orang yang menanti kelanjutan serial Supernova ini. Kerinduan itu terjawab ketika akhirnya Gelombang diterbitkan. Dengan bantuan seorang kawan, saya berhasil mendapatkan satu eksemplar Gelombang yang laris manis itu.

#317 (Bukan) Salah Waktu


Judul Buku : (Bukan) Salah Waktu
Penulis : Nastiti Denny
Halaman : 248
Penerbit : Bentang Pustaka

Sekar dan Prabu telah menikah selama 2 tahun. Hidup mereka selama ini baik-baik saja, hingga Sekar memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi Ibu Rumah Tangga. Ketika mulai tinggal di rumah, Sekar mulai menyadari bahwa dia kurang ahli dalam pekerjaan rumah tangga. Selain itu, Sekar juga mulai terganggu oleh kejadian yang dialaminya di masa lalu, yang datang mengganggunya lewat mimpi.

#298 Koma


Judul Buku : Koma
Penulis : Rachmania Arunita
Halaman : 304
Penerbit : Bentang Pustaka

Bagaimana rasanya jika jiwa terpisah dengan raga? Itulah yang dialami oleh Jani. Setelah sebuah kecelakaan yang membuatnya koma, raga Jani terbaring di rumah sakit, sementara jiwanya bebas bergerak di sekitar rumah sakit itu. Jani tidak mengerti apa yang terjadi. Yang dia tahu dalam hatinya ada kekecewaan, kesedihan, rasa lelah dan tersesat.

#240 The Mocha Eyes


Judul Buku : The Mocha Eyes
Penulis : Aida M.A
Halaman : 245
Penerbit : Bentang Pustaka

Jika diibaratkan rasa minuman, maka Muara adalah kopi. Hidupnya hitam pekat dan pahit. Sejak kejadian pemerkosaan yang dialaminya di kampus dulu yang berujung dengan kematian ayahnya, Muara menjadi gadis antisosial. Dia menutup diri terhadap apapun dan siapapun. Namun satu kali dia memberikan cintanya pada seorang pria bernama Damar. Hanya saja Muara tetap sepekat kopi dan membuat hubungan mereka menjadi hambar. Damar memilih meninggalkannya untuk bersama gadis lain. Tiga peristiwa itu membuat Muara semakin menarik diri.