~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Mizan Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Mizan Fantasy. Show all posts

#360 Allegiant


Judul Buku : Allegiant (Divergent #3)
Penulis : Veronica Roth
Halaman : 496
Penerbit : Mizan Fantasy

Bagaimana bila seluruh hidupmu adalah dusta? Dan satu kebenaran—seperti satu pilihan—mengubah semua yang kau percaya? 

#358 Insurgent


Judul Buku : Insurgent (Divergent #2)
Penulis : Veronica Roth
Halaman : 551
Penerbit : Mizan Fantasy

Setelah menamatkan buku #1, saya langsung membaca buku #2 ini. Apalagi buku ini pemberian Santa yang memang wajib direview bulan ini. Yah..sekalian menuntaskan rasa penasaran dengan nasib Tris dan Four.

#351 Divergent


Judul Buku : Divergent (Divergent #1)
Penulis : Veronica Roth
Halaman : 540
Penerbit : Mizan Fantasy

Sebenarnya saya termasuk terlambat baru memulai membaca serial ini di tahun 2015. Apalagi setelah serial ini diangkat ke layar lebar dan saya pengen nonton. Hanya saya tidak mau menonton film yang diangkat dari buku jika belum membaca bukunya. Akhirnya saya mencoba mengumpulkan satu persatu buku dari serial ini. Karena terlambat tadi itu, saya akhirnya hanya mendapatkan buku #1 yang movie tie-in. Berhubung buku #2 saya dapat dari Santa, maka saya harus membaca buku ini sekarang.

#262 A Dash of Magic


Judul Buku : A Dash of Magic (The Bliss Bakery #2)
Penulis : Kathryn Littlewood
Halaman : 312
Penerbit : Mizan Fantasy

Dari buku sebelumnya, kita sudah tahu bahwa keluarga Bliss kehilangan Bliss Cookery Books yang dibawa kabur oleh bibi Lily. Akibatnya kota Calamity Falls menderita kelesuan parah. Meski toko kue Bliss masih buka, tapi tanpa sihir semua terasa kelabu, layu dan lemah. Rose adalah yang merasa paling bersalah atas peristiwa hilangnya buku keluarga itu. Apalagi ketika Bibi Lily semakin tenar di TV dan menjual bubuk rahasia yang berbahaya, Rose bertekad merebut kembali buku Booke.


#250 The Rise of Nine


Judul Buku : The Rise Of Nine
Penulis : Pittacus Lore
Halaman : 404
Penerbit : Mizan Fantasy


Sudah setahun lebih sejak saya membaca buku The Power of Six, akhirnya kesampaian juga membaca lanjutan para kesatria Lorien di buku ke-3 The Rise of Nine. Saking lamanya saya harus membaca ulang review yang saya buat sebelumnya untuk menyegarkan ingatan saya tentang para tokoh dan apa yang terjadi di akhir buku The Power of Six. Itulah salah satu keuntungan membuat review, seperti harta karun yang bisa digali kapan saja. 

#197 Bliss


Judul : Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)
Penulis : Kathryn Littlewood
Halaman : 320
Penerbit : Mizan Fantasy
Usia Kelayakan Baca : 12 Tahun


Sudah lama Rose Bliss hendak mengetahui rahasia dari kue-kue buatan ibunya, Purdi Bliss. Kue-kue itu sepertinya menyimpan keajaiban. Lihat saja Mr. Wadsworth yang berbadan besar dan terjebak di sumur kecil, bisa melayang keluar dari sumur setelah memakan Macaroon Putih Mengembang. Atau Mr. Rook tua tidak lagi berjalan dalam tidurnya setelah memakan Snickerdoodle Tidur Pulas. Sayangnya, Rose masih dianggap anak kecil yang tidak tahu apa-apa (selain pandai matematika tentu saja). Kali ini Rose cukup puas membantu membelikan bahan-bahan standar seperti bunga poppy atau biji almond.

Namun, ketika ayah dan ibunya harus pergi ke kota lain untuk membuat kue Cheesecake Labu untuk menyembuhkan wabah flu di kota itu, Rose diberi tanggung jawab menjaga buku resep keluarga, Bliss Cookery Booke. Kepada Rose diserahkan duplikat kunci ruang rahasia di dalam ruang pendingin. Tidak boleh ada orang lain yang tahu mengenai buku itu. Dan tentu saja buku itu tidak boleh keluar dari ruangan tersebut. Rose, dibantu oleh Ty (kakak laki-lakinya) dan Sage (adik laki-lakinya) harus menolong Chip (koki bantu di toko kue mereka) untuk membuat kue-kue yang akan dijual di toko.

Sepeninggal orang tua mereka, tiba-tiba datang seorang wanita yang mengaku saudara sepupu keempat dari ibunya. Bibi Lily tampilannya berbeda dengan  keluarga ibunya yang pernah dikenal Rose. Sempat Rose merasa aneh dengan kedatangan bibinya itu. Tetapi tanda lahir berupa sendok sup yang hanya ada di keluarga Bliss, meyakinkan Ty dan Sage bahwa bibi Lily benar keluarga mereka. Yang Ty dan Sage tidak sadari, bibi Lily mengincar Bliss Cookery Booke.

Sihir dan kue adalah paduan yang membuat buku ini menarik. Saat membaca resep-resep seperti Cookie Kebenaran (yang bisa membuat orang yang memakannya berkata jujur) atau Muffin Asmara (sudah jelas kue ini membuatmu saling jatuh cinta), saya membayangkan bentuk kue yang nikmat dan sensasi sihir yang seru. Belum lagi karakter Ty dan Sage yang kocak mengimbangi Rose yang ingin tampil sempurna. Suatu pengalaman baru membaca fantasy tentang kue-kue yang lezat dan penuh sihir. Tapi yang paling saya sukai dari buku ini adalah sampulnya yang eye-catching dan kerlip-kerlip warna biru pada bagian pinggir buku. Terlihat cantik dan mewah.  Salut untuk Noura Books (Mizan Fantasy) yang mempertahankan cover asli dari buku ini.

Karena merupakan serial, buku ini ada lanjutannya. Buku kedua, A Dash of Magic sudah terbit versi aslinya pada Februari 2013. Semoga pembaca di Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk membaca kelanjutan buku ini.


3 stars

#83 Delirium


Judul Buku : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Halaman : 518
Penerbit : Mizan Fantasy

Setelah membaca beberapa review di blog teman-teman BBI tentang buku ini plus hebohnya buku ini di dunia fantasy YA (Young Adult) beberapa waktu lalu, membuat saya memasukkan buku ini ke dalam wishlist.  Dan seorang teman (mbak @asdewi) mewujudkan wishlist saya itu dengan meminjamkan buku ini. Kebetulan (lagi) bulan ini ada baca bareng fiksi fantasy bersama teman-teman BBI. Klop sudah.

Kesan pertama yang mucul di benak saya saat membaca buku ini adalah:  "Gila ya... ini dunia siapa yang bikin sih? Menyedihkan sekali hidup di dalamnya. Jangan-jangan yang mencetuskan ide dunia ini pernah galau berkepanjangan".  Antara bosan dan emosi sama settingan dunianya, saya mencoba terus membaca setiap halamannya. Tapi begitu tiba di kisahnya Lena-Alex rasa bosannya hilang. Sayangnya bagian Lena-Alex porsinya kurang menurut saya. Di samping itu, sepertinya ada beberapa bagian terhilang di novel terjemahan ini. Mungkin karena di satu bagian alurnya menjadi cepat, di bagian lain alurnya melambat. Cover pada novel Delirium versi terjemahan ini juga sempat membuat saya tidak tertarik untuk membaca kisah fantasy ini. Saya lebih suka dengan cover versi aslinya, yang memperlihatkan wajah Lena.

Lena adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang belum disembuhkan dari penyakit amor deliria nervosa a.k.a. cinta. Seperti prosedur pada umumnya nanti saat dia berusia 18 tahun barulah dia disembuhkan. Sebelum menjalani prosedur, Lena harus melewati evaluasi (semacam ujian). Yang membuat Lena khawatir adalah karena latar belakang keluarganya yang pernah bermasalah mungkin akan menggagalkan evaluasi-nya. Ibunya Lena, adalah seorang yang tidak bisa disembuhkan dari penyakit cinta ini. Setelah melalui serangkaian pengobatan, beliau memilih untuk bunuh diri demi mempertahankan cintanya. Kasus ibunya ini tentu menambahkan cacat di riwayat hidup Lena. Selain ibunya, kakaknya,Rachel, juga pernah mengalami penyakit cinta itu. Untungnya dia berhasil disembuhkan setelah melewati prosedur.

Ketika menjalani evaluasinya, ada insiden yang terjadi di laboratorium tempat evaluasi diadakan. Di saat insiden itulah Lena melihat Alex untuk pertama kalinya. Karena insiden itu evaluasinya dibatalkan. Suatu waktu Lena dan sahabatnya Hana melakukan kebiasaan mereka, lari di sore hari, tanpa sengaja mereka bertemu lagi dengan Alex. Pertemuan ini kemudian menjadi rutin dan tanpa sadar menumbuhkan benih-benih penyakit cinta pada Lena.

Alex ternyata adalah seorang Invalid (pemberontak yang hidup di luar kota dan menolak disembuhkan). Bersama Alex, Lena mulai mengenal kebebasan, cinta, dan petualangan di Alam Liar. Namun di sisi lain, Lena belum berani meninggalkan dunia yang sudah dikenalnya selama ini. Tetapi  perjalanannya ke penjara Kriptus mengubah segalanya. Rahasia terbesar yang disembunyikan darinya membuat matanya terbuka akan dunia yang penuh kebohongan tempat tinggalnya selama ini.

Di saat novel-novel YA lainnya mengagungkan cinta sebagai hal yang mulia, ide cerita yang mendeskripsikan cinta sebagai penyakit  membuat Delirium menjadi novel yang berbeda. Ide ini diperkuat oleh penulis dengan memasukkan beberapa tulisan di awal bab yang menjelaskan mengenai fenomena penyakit amor deliria nervosa itu. Membaca defenisi dan gejala penyakit cinta ini membuat saya berpikir kalau sebenarnya yang mereka mau basmi itu hanya gejalanya saja (susah makan, sulit konsentrasi, membangkang dansebagainya) . Tapi daripada repot, mereka memiliki untuk memusnahkan saja cintanya.

Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.

 Kalau boleh ngasih sedikit spoiler, kalimat di atas pas banget untuk  happy ending yang sedih dari novel ini :) Bikin penasaranlah pokoknya. Sambil menunggu lanjutannya di Pandemonium (Delirium #2), saya mau membaca kisah tentang Hana (Delirium @1.5) yang diterbitkan dalam bentuk ebook novella.



#72 Beastly


Judul Buku : Beastly
Penulis : Alex Flinn
Halaman : 409
Penerbit : Mizan Fantasy 


Sebagian besar orang dibesarkan dengan kisah-kisah Disney, salah satunya adalah Beauty and The Beast. Kisah tentang seorang gadis cantik yang akhirnya jatuh cinta pada si Buruk Rupa, dan setelah cinta itu bersemi si Buruk Rupa berubah menjadi pangeran tampan. Kisah Beauty and the Beast itu sendiri punya banyak variasi, tergantung negaranya. Saya pribadi lebih familiar dengan versi Disney.  Kali ini, Alex Flinn mengangkat kisah tersebut dengan sentuhan modern. Novel fantasy Young Adult berjudul Beastly mengajak kita melihat kembali kisah legendaris tersebut. Kalau di versi Disney kita melihat cerita berdasarkan sudut pandang Beauty, di Beastly kita akan melihatnya dari sudut si Buruk Rupa.

Adalah Kyle Kingsbury, pemuda tampang berambut pirang, bermata biru, putra pengusaha kaya raya Rob Kingsbury. Karena ketampanannya, tentu saja dia menjadi lelaki idaman dan idola gadis-gadis di sekolahnya. Kyle menjadi seorang yang arogan, sombong dan angkuh. Di suatu pesta tahunan, Kyle mengajak seorang gadis aneh bernama Kendra. Tentu saja dia tidak serius. Kencan sebenarnya adalah gadis cantik (yang juga sama angkuhnya) bernama Sloane. Untuk menghadiri pesta itu, Sloane meminta Kyle membawa korsase anggrek ungu. Sayangnya pembantu di rumah Kyle, Magda, hanya membeli korsase mawar putih.  Sloane tentu saja menolak korsase tersebut.  Tetapi Kyle tetap saja menyimpan korsase itu. Setibanya di lokasi pesta, Kyle memberikan korsase mawar itu pada seorang gadis penjaga pintu. Di pesta, Kendra melihat Kyle berciuman dengan Sloane.

Kendra yang sebenarnya sudah tahu dia dipermainkan oleh Kyle, muncul di rumah Kyle menjelang tengah malam. Kendra ternyata seorang penyihir, dan karena sudah disakiti, Kendra mengutuk Kyle menjadi seorang yang buruk rupa seburuk hatinya. Wujud Kyle berubah menjadi seperti serigala dengan banyak rambut tumbuh di badannya. Kutukan itu akan patah jika Kyle menemukan cinta sejatinya. Dan Kyle hanya punya waktu 2 tahun.

Setelah berubah menjadi "Beast", Kyle disingkirkan oleh ayahnya. Dia dikurung dalam sebuah rumah hanya ditemani oleh Magda, pembantunya dan Will, tentornya yang buta. Di tempat pengasingannya Kyle menemukan hobby baru, berkebun mawar. Dia membuat sebuah rumah kaca yang hanya berisi aneka mawar. Kyle berganti nama menjadi Adrian. Suatu waktu, seorang pria mabuk mendobrak rumah kaca-nya untuk merampok. Kyle menemukan pria tersebut. Karena takut akan dibunuh oleh Kyle yang seperti hewan buas, pria itu menawarkan putrinya, Lindy, sebagai ganti nyawanya.

Lindy atau Linda, ternyata gadis penjaga pintu yang pernah menerima bunga mawar dari Kyle. Jauh dalam hati Lindy, dia juga menyukai Kyle, pria tampan di sekolahnya. Tapi menjadi tawanan Adrian yang buruk rupa sama sekali tidak ada dalam impiannya. Hanya saja Lindy tidak punya pilihan lain. Demi ayahnya, dia menjalani hari-harinya sebagai tawanan. Seperti kisah Beauty and the Beast, Adrian dan Lindy mulai saling menyukai satu sama lain tapi tidak pernah saling mengungkapkannya. Singkat cerita (daripada jadi spoiler... hehe) Adrian dan Lindy menjadi pasangan yang berbahagia.

Tapi.... saya berani ngasih empat bintang. Bukan hanya karena kisah romantisnya saja, tapi sudut pandang yang berbeda dengan kisah klasik legendaris itu membuat novel ini punya "rasa lain". Saya jadi tahu bagaimana pergumulan diri si Buruk Rupa, transformasi yang dia alami bukan hanya semata-mata soal fisik, tapi juga sikap dan pribadinya. Selain itu, Kyle a.k.a Adrian selama dalam masa pengasingan menghabiskan waktunya dengan belajar sastra klasik. Dia melahap habis buku-buku klasik seperti Jane Eyre, Les Miserables, dan A Little Princess. Bersama Will dan Lindy, mereka mendiskusikan buku-buku itu.

Novel ini sudah diangkat juga menjadi film layar lebar berjudul sama, yang diperankan oleh Alex Prettyfer sebagai Kyle, Vannesa Hudgens sebagai Lindy, dan Mary-Kate Olsen sebagai Kendra. Hanya saja kisah di film agak berbeda dengan di bukunya. Kalau di buku pembantu Kyle bernama Magda, di film namanya Zola. Trus di filmnya Kyle tidak berubah menjadi seperti hewan, melainkan menjadi pria gundul bertato (yang tetap masih cakep menurut saya). Waktu pencarian cinta-nya Kyle juga dipersingkat menjadi satu tahun di filmnya. Jadi penasaran mau nonton filmnya.

Ohya, waktu nandain buku ini di Goodreads, saya menemukan kalau Beastly itu adalah Kendra Chronicles #1. Ada juga Kendra Chronicles #0.5 yang bercerita tentang Lindy, dan Kendra Chronicles #2 yang bercerita tentang Kendra.Tentunya saya berharap Mizan Fantasy mau menerjemahkan Kendra Chronicles #2.  :)



#45 The Power Of Six


Judul Buku : The Power Of  Six
Penulis : Pittacus Lore
Halaman : 511
Penerbit : Mizan Fantasi


Awalnya saya mengira buku ini akan bercerita tentang Enam, salah satu Garde dari Planet Lorien. Tetapi ternyata Enam sudah mendapat bagian khusus di The Lost File : Six's Legacy. Apalagi kisah di buku sekuel I Am Number Four ini dibuka oleh Marina, Garde nomor Tujuh. Artinya, dalam buku ini mulai bermunculan Garde lainnya.

Marina, nama bumi untuk Tujuh, adalah seorang wanita seperti Enam. Cepannya bernama Adelina. Sejak turun dari pesawat Loriec, mereka berkelana jauh dan sepertinya mengalami nasib paling tidak menyenangkan. Terlunta-lunta di jalanan, menjadi pengemis, hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah biara di Spanyol. Adelina, mungkin karena putus asa akan nasib yang mereka alami, kemudian menjadi biarawati dan melupakan tugasnya untuk melatih Tujuh.

Tujuh yang hampir mencapai usia 18 tahun, syarat untuk tetap berada di biara, mulai tidak betah dengan kehidupan biara. Dia tahu tempatnya bukan di situ. Ketika dia melihat berita-berita di internet tentang John Smith di Ohio, Amerika Serikat, dia berusaha mencari takdirnya. Perlahan seiring dengan munculnya Pusakanya (kemampuan untuk menyembuhkan makhluk hidup dan bernafas di dalam air), Tujuh mencoba meyakinkan Adelina akan takdir mereka.

Sementara itu, Empat, Enam, Sam, dan Bernie Kosar memulai perjalanan mereka mencari Garde lainnya. Perjalanan itu dipersulit dengan kenyataan John (Empat) dan Sam dianggap sebagai teroris yang sudah menghancurkan bangunan sekolah. Mereka menjadi salah satu dari daftar buronan FBI. Berkali-kali mereka harus meloloskan diri baik oleh kejaran polisi maupun Mogadorian. Kenyataan bahwa mantera pelindung telah terpatahkan membuat keadaan mereka semakin sulit. Yang menarik adalah romantisme di buku fantasi action ini tidak terlupakan. Sam yang menyukai Enam, juga menyadari bahwa Empat mulai jatuh cinta pada Enam. Walaupun Empat terus menyangkal dengan mengatakan dia sudah jatuh cinta pada Sarah, dan sebagai Loric mereka hanya jatuh cinta sekali seumur hidupnya. Enam sendiri menunjukkan perhatian yang sama pada Sam dan Empat.

Dalam peti Loric peninggalan Henri untuk Empat, ada sebuah surat yang ditulis oleh Henri sebelum kematiannya. Surat itu mengatakan bahwa ayah Sam adalah manusia pertama yang menolong mereka, dan ayah Sam mempunyai alat pemancar untuk menemukan Garde lainnya. Mereka memutuskan untuk kembali ke Ohio, demi menemukan alat itu. Kepercayaan diri Sam semakin bangkit, bahwa keyakinannya ayahnya masih hidup adalah benar.

Empat, Enam, Sam dan Bernie Kosar kembali ke Ohio. Saya sempat kesal membaca bagian ini, dimana Empat dengan begitu egoisnya berusaha menemui Sarah, dan mencelakakan teman-temannya. Empat menemui ganjarannya ketika Sarah ternyata mengkhianati dia, dengan menyerahkan mereka ke polisi. Untungya ada Enam yang (lagi-lagi) kembali menyelamatkan mereka.

Dibandingkan dua buku sebelumnya, saya sangat suka buku ini. Selain alurnya lebih cepat dengan adegan action lebih banyak, di buku ini mulai bermunculan Garde-Garde lainnya. Fakta tentang Lorien dan pesawat kedua yang datang juga ada di buku ini. Ternyata selain Empat, Enam, dan Tujuh, ada  juga Sembilan dan Sepuluh (Garde terakhir yang masih bayi ketika datang ke Bumi).  Tidak sabar untuk membaca buku ke tiga, The Rise Of Nine yang kabarnya akan terbit Agustus 2012 (masuk Indonesia kapan ya?)

Btw, saya penasaran dengan penulisnya, Pittacus Lore. Saya mencoba mengunjungi situsnya di sini, tapi tidak menjumpai keterangan apa-apa tentang siapa dia sebenarnya. Di sana dia mengatakan kalau dirinya salah satu tetua Loric yang turun ke bumi untuk menceritakan tentang Sembilan Garde pahlawan Lorien. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa Pittacus Lore adalah James Frey. Ohya, di situsnya itu kita bisa mencoba aplikasi untuk mengetahui Pusaka Loric apa yang ada di dalam diri kita. Berani mencoba?



#44 The Lost File, Six’s Legacy


Judul Buku : The Lost File, Six’s Legacy
Penulis : Pittacus Lore
Halaman : 102
Penerbit : Mizan Fantasi

Bagian ini sebenarnya diterbitkan sebagai e-book oleh Pittacus Lore. Mizan Fantasi kemudian menjadikannya sebagai bonus di dalam buku ke-dua dari The Legacy Legend, The Power of Six. The Lost File : Six’s Legacy sendiri disebut-sebut sebagai Lorien Legacies #0.5. Kalau melihat nomornya berarti buku ini adalah prekuel dari buku I Am Number Four (Lorien Legacies #1). Untuk itulah, saya memutuskan membaca bagian ini terlebih dahulu sebelum membaca The Power of Six (Lorien Legacies #2)

The Lost File : Six’s Legacy sendiri menceritakan tentang Enam sebelum bertemu dengan Empat. Seperti halnya Nomor Empat, Enam ditemani oleh seorang Cepan bernama Katarina. Enam sendiri bernama Kelly, ketika mereka tiba di persembunyian mereka di Mexico. Namun berbeda dengan Empat yang lebih senang dipanggil John, Enam lebih menyukai nama aslinya.

Enam mendapatkan pelatihan lebih dini dari Katarina. Berbagai jurus bela diri dan pengaturan strategi dikuasai oleh Enam. Dibandingkan pelatihan-pelatihan lainnya, pelatihan fisik paling disukai oleh Enam. Suatu ketika, setelah berlatih bela diri, Katarina menemukan tulisan di sebuah blog di internet dengan nama Dua. Sebuah tulisan menarik perhatian Katarina dan Enam.

“Sembilan, sekarang delapan. Apa kalian ada di sana?”

Enam yakin itu adalah nomor Dua. Mereka memang sudah lama memantau internet dan berita dari luar negeri untuk mencari tahu keberadaan delapan Garde lainnya. Spontan Enam menjawab tulisan tersebut dengan menuliskan komentar di blog itu.


“Ya! Kami disini!”

Sedetik kemudian, garis yang menandakan Dua telah dibunuh oleh Mogadorian muncul di kaki Enam. Sejam kemudian mereka sudah dalam perjalanan menuju Amerika Serikat.  Dalam perjalanan Mogadorian berhasil menemukan mereka. Akan tetapi berkat mantera pelindung yang diberikan pada Garde, Enam berhasil selamat. Enam tidak dapat dibunuh jika Garde Nomor Satu sampai Lima belum mati. Katarina dan Enam berhasil lolos dan menyelamatkan diri mereka.

Di New York, sayangnya mereka tidak bisa lolos dari serbuan Mogadorian. Katarina dan Enam ditangkap dan disiksa. Dalam penyiksaan itu Katarina mati terbunuh, sementara Enam tetap ditahan. Berkat latihan fisik yang diberikan Katarina, Enam berhasil bertahan hidup. Ketika Pusaka pertamanya muncul (kemampuan menghilang tak kasat mata), Enam memanfaatkan Pusakanya itu untuk melarikan diri dari markas Mogadorian. Enam kemudian melanjutkan hidupnya dan berusaha menemukan Garde lainnya. Ketika dia melihat berita tentang John Smith yang selamat dari rumah yang habis terbakar, Enam yakin dia adalah salah satu dari empat Garde yang harus ditemuinya.

Buku setebal 102 halaman ini kemudian menjadi pengantar bagaimana akhirnya Enam berhasil menemui Empat dan menolongnya meloloskan diri dari Mogadorian. Bersama-sama mereka berusaha menemukan keempat Garde lainnya. Melalui buku ini kita bisa tahu mengapa Enam begitu tangguh jika dibandingkan dengan Empat. Bisa jadi oleh latihan fisik yang diberikan Katarina atau karena dendam atas kematian Katarina di depan matanya.


#43 I Am Number Four


Judul Buku : I Am Number Four
Penulis : Pittacus Lore
Halaman : 493
Penerbit : Mizan Fantasi

Sepuluh tahun yang lalu, Planet Lorien diserang oleh bangsa Mogadorian. Semuanya musnah, kecuali sembilan orang Garde dan sembilan Cepan (penjaga) mereka yang didatangkan ke Bumi. Sembilan pasang Loric yang secara fisik seperti manusia itu berpencar ke seluruh bumi, dibekali satu peti Loric. Sebuah mantera melindungi mereka dari Mogadorian, dimana kesembilan Garde tersebut hanya bisa dimusnahkan secara berurutan.

Ketika tiga orang Garde akhirnya mati, Garde ke-Empat merasa was-was karena berikutnya adalah gilirannya dibunuh. Dia dan Henri, Cepannya, harus terus berpindah dan bersembunyi. Kota Paradise, Ohio menjadi tujuan mereka selanjutnya. Untuk penyamaran mereka, Nomor Empat memilih nama John Smith, dan menjadikan Henri Smith sebagai ayahnya. John berkenalan dengan Sarah, salah satu gadis ex- cheerleader di sekolah barunya itu. John jatuh cinta pada Sarah, dan cintanya juga bersambut. John juga mempunyai seorang sahabat bernama Sam, yang sangat tertarik akan hal-hal yang berbau supernatural.

Masing-masing Garde memiliki Pusaka yang menjadikan mereka istimewa dibandingkan warga Lorien lainnya. Tidak ada yang tahu kapan Pusaka ini muncul. Kekuatan dari Pusaka inilah yang akan menjadi senjata mereka untuk melawan bangsa Mogadorian dan menghidupkan kembali planet Lorien. Ketika Pusaka itu muncul, barulah Garde boleh membuka peti Loric miliknya.

Pusaka John muncul tiba-tiba ketika dia sedang belajar astronomi di dalam kelas. Telapak tangannya bersinar seperti sebuah lampu sorot. Henri kemudian mejalankan tugasnya sebagai pelatih sehingga John bisa menguasai Pusaka-nya tersebut. Kemunculan Pusaka ini akhirnya diikuti oleh Pusaka-Pusaka berikutnya. Selain Lumen (sinar yang muncul dari telapak tangannya itu), John juga tahan dan mampu mengendalikan api, serta dapat berbicara dengan hewan.

Suatu peristiwa akhirnya mengungkap identitas Nomor Empat. Tanpa disadarinya, seseorang merekam persitiwa dimana dia menyelamatkan Sarah dari rumah yang terbakar. Di video tersebut, tampak John melompat dari lantai dua rumah yang terbakar dan tidak mengalami luka apapun. Video tersebut beredar di internet, yang mengakibatkan Mogadorian berhasil menemukan jejak mereka. Apakah Nomor Empat berhasil selamat dari Mogadorian?

Buku ini sepenuhnya menceritakan tentang Nomor Empat. Jujur saja, saya melihat sosok Nomor Empat sebagai super hero yang labil dan galau. Berkali-kali Nomor Empat melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya dan Cepannya, walaupun sudah diperingatkan sebelumnya oleh Henri. Saya lebih suka pada sosok Henri yang benar-benar melakukan perannya sebagai pelindung dan penjaga. Dia bahkan mengorbankan dirinya demi keselamatan Garde Nomor Empat yang dijaganya.

Dalam buku ini juga muncul Garde lainnya yaitu Nomor Enam. Berbeda dengan Nomor Empat, Nomor Enam adalah seorang gadis yang tangguh, mampu mengendalikan dirinya, dan tahu konsekuensinya sebagai seorang Garde. Pengetahuannya tentang Lorien dan asal-usulnya pun jauh lebih baik daripada Nomor Empat. Kalau salah satu endorsement di sampul buku ini yaitu dari Michael Bay mengatakan Nomor Empat adalah pahlawan bagi generasi ini, saya justru melihat Nomor Enam sebagai pahlawannya.

Terlepas dari itu, adegan demi adegan action di buku ini sangat hidup. Saya berkali-kali merasakan ketegangan ketika membaca bagian actionnya. Kelebihan lainnya adalah saya tidak menemukan typo dalam buku ini. Setelah membaca habis buku ini, saya tidak sabar untuk melanjutkan ke buku sekuelnya, The Power of Six. Untung bagi saya, Okky bersedia meminjamkan kedua bukunya ini sekaligus :)