~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Mitch Albom. Show all posts
Showing posts with label Mitch Albom. Show all posts

#612 Satu Hari Bersamamu


Dua hari yang lalu, tepatnya 20 Mei 2020 adalah tepat dua tahun sejak kepergian papaku. Saat membaca sinopsisnya saya langsung memutuskan harus membacanya sekarang, setelah menyimpan buku ini selama 7 tahun di rak buku.

Apa yang akan kau lakukan seandainya kau diberi satu hari lagi bersama orang yang kau sayangi, yang telah tiada?

Nggak, saya nggak seputus asa Charley, tokoh dalam novel ini, yang ingin menghabisi hidupnya setelah serangkaian kegagalan yang dihadapinya. Berpisah dengan istrinya, pekerjaan berantakan, dan tidak diundang saat pernikahan putri satu-satunya. Charley memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di kota tempatnya lahir. Saat dalam perjalanan ke kota itu, dia mengalami kecelakaan. Namun Charley masih bisa bangkit dan berjalan sampai ke rumahnya. Dan di sana dia bertemu dengan ibunya. Hal yang tidak mungkin, karena ibunya sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya. Meski merasa tidak mungkin, Charley melewati satu hari penuh bersama ibunya. Mengunjungi beberapa orang yang juga akan berakhir hidupnya.

Di sela-sela perjalanan bersama ibunya, Charley mengulas balik kehidupannya. Sejak ayahnya meninggalkan keluarga mereka, saat-saat dia dibela oleh ibunya, saat-saat dia tidak membela ibunya, atau ketika sampai akhir hidup ibunya, yang Charley selalu pikirikan adalah membuat ayahnya bangga. Membuat dirinya menjadi anak ayah, bukan anak ibu.

Ada banyak rahasia terungkap, hal-hal yang tidak diketahui oleh Charley sebelumnya. Hal yang kemudian mengubah cara pandangnya terhadap ibunya dan juga ayahnya. Terlebih lagi cara dia menghadapi hidup yang harus dijalaninya

Novel ini menyentuh saya sedemikian rupa. Saya merasa saya juga ingin punya satu hari lagi untuk bercakap-cakap secara pribadi, heart to heart , dengan Papa. Hal yang tidak sering saya lakukan semasa beliau masih hidup. Mungkin kesempatan itu akan datang, mungkin juga tidak. Di akhir kisah ini, ada satu kata yang diucapkan oleh seorang wanita untuk Charley. "Perdonare" yang berarti "maafkan". Kata yang sama yang saya bisikkan di telinga Papa menjelang nafas terakhirnya. "Maafkan saya, Pa."

In memoriam of Papa, May 20th 2018.

Satu Hari Bersamamu
Mitch Albom
248  halaman
Gramedia Pustaka Utama
Desember, 2010

#8 Tuesday With Morrie


Judul Buku : Tuesday With Morrie
Penulis : Mitch Albom
Halaman : 209
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Seberapa dari kita yang pernah kuliah dan bersahabat karib dengan dosennya? Seberapa dari kita berani menghadapi kematian?

Mitch Albom dalam bukunya Tuesday With Morrie (Selasa Bersama Morrie) meceritakan tentang dosennya yang juga menjadi sahabatnya. Bukan hanya itu, tapi mereka bersama-sama membicarakan tentang hidup dan kematian. Tentunya tidak semua kita mau membicarakan kematian, bahkan sebagian masayarakat menganggap itu hal yang tabu dibicarakan.

Mitch adalah seorang yang sibuk dengan pekerjaannya. Suatu ketika, tanpa sengaja dia melihat mantan dosennya muncul di salah satu acara televisi.  Walaupun dengan rasa ragu, Mitch menemui dosennya itu di rumahnya. Sang dosen, Morrie, mengidap penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), sebuah penyakit yang menyerang syaraf. Kelumpuhan yang dialami oleh Morrie menjalar mulai dari ujung kakinya, sampai ke ujung kepalanya.

Morrie menyadari ajalnya tidak lama lagi.  Morrie dan Mitch saling berjanji untuk bertemu setiap hari Selasa. Mereka bercakap-cakap (tepatnya Morrie bercerita, Mitch mendengarkan) tentang dunia, mengasihani diri sendiri, penyesalan diri, kematian, keluarga, emosi, ketakutan menjadi tua, uang, cinta abadi, perkawinan,budaya, maaf, hari baik, dan perpisahan. Morrie memang meninggal di akhir buku ini, tapi hidup Mitch tidak sama lagi setelahnya.

Saya pernah membaca buku Mitch Albom, The Five people You Meet In Heaven. Setelah saya membaca buku itu, saya berpikir ulang tentang siapa kira-kira orang yang telah mempengaruhi hidup saya. Karena menurut Mitch, mereka yang mempengaruhi hidup anda, kemungkinan besar akan anda jumpai di surga. Salah satu “orang” dalam hidup saya itu adalah dosen saya. Beliau seorang wanita yang sukses dalam dunia penelitian gen dan molekuler. Beliau mengajarkan kepada saya pertama kali menjadi seorang peneliti, dan beliaulah yang membawa saya ke dunia kerja. Ketika saya membaca buku Tuesday With Morrie ini, kembali saya mengingat beliau. Satu bagian dalam perjalanan hidup saya telah diajarkan olehnya.

Saya bukan penikmat non-fiksi, tapi buku ini menjadi salah satu buku favorite saya.



PS. Dear Irfan, terima kasih untuk kiriman bukunya. Kamu benar, buku ini menjadi salah satu favorite saya.