~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#668 Yolk

 


Jayne (Ji Young Baek) dan June (Ji Hyun Baek) adalah dua orang bersaudara keturuan Korea yang tinggal di New York. June sang kakak memiliki karir cemerlang di bidang finansial, hidupnya mapan, tinggal di apartemen luas dengan segala kenyamanannya. Sedangkan Jayne, si adik, adalah mahasiswi di kampus mode, tinggal di apartemen sempit bersama seorang pria, dan hidupnya seakan penuh masalah. Keduanya seperti dua kutub yang bertolak belakang. Jayne menghindari June, sementara June juga seakan tidak mempedulikan Jayne. Hingga suatu hari June memberikan kabar kepada Jayne bahwa dirinya menderita kanker rahim. Jayne sangat terkejut, dan tidak bisa membayangkan kakaknya mati.

Novel Yolk ini diceritakan dari POV Jayne. Selama membaca kisah Jayne, gambaran betapa kacaunya hidup Jayne benar terasa. Dia memiliki gangguan makan yang disimpannya seorang diri. Dia tinggal dengan seorang pria dengan hubungan tanpa status. Jayne bahkan digambarkan sebagai seseorang yang bisa dengan mudah mendekati pria. Jujur saja, sampai dua per tiga novel ini, saya masih sulit menaruh simpati pada karakter Jayne. Namun ketika Jayne mulai menceritakan masa lalunya, bagaimana hubungannya dengan ibunya dan kakak perempuannya, saya mulai memahami kehidupan Jayne yang sangat merindukan pengakuan.

Hal yang menarik di dalam novel ini adalah bagaimana June dan Jayne berinteraksi. Dari luar kelihatannya mereka seperti dua kutub yang berseberangan. Namun sebenarnya, mereka saling melindungi dan menjaga. Keduanya bisa tahu apa yang paling dibutuhkan oleh saudara perempuannya, dan memberikan solusi meski diawali dengan perdebatan atau pertengkaran.

Selain hubungan antar manusia, dalam novel ini juga disinggung tentang berbagai isu kesehatan mental. Mulai dari gangguan makan, penolakan oleh orang yang disayang, dan depresi pasca kehilangan anak. Jayne, June dan Ibunya masing-masing memiliki trauma di masa lalu yang terbawa dalam kehidupan mereka. Ada juga masalah asuransi kesehatan yang membuat June melakukan perbuatan yang berakibat fatal bagi masa depan Jayne.

Saya sempat bertanya, mengapa judul novel ini adalah Yolk? Jika diartikan secara harafiah, yolk adalah kuning telur. Warna kuning mencolok dengan dua buah kuning telur pada sampulnya membuat pembaca lebih penasaran. Setelah menyelesaikan membaca novel ini, saya mencoba memahami makna yolk sebagai inti dari kehidupan seorang perempuan. Hanya perempuan/betina yang memiliki yolk. Bisa jadi berkaitan dengan persoalan fertilitas yang dialami June. Atau bisa juga bermakna sesuatu yang tersimpan di dalam. Baik Jayne, June, maupun ibunya punya persoalan yang hanya mereka masing-masing bisa merasakannya, sekaligus saling terkoneksi diantara ketiganya.


Yolk
Mary H. K. Choi
432 halaman
Elex Media Komputindo
Desember 2025




Be First to Post Comment !
Post a Comment