~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Valiant Budi. Show all posts
Showing posts with label Valiant Budi. Show all posts

#320 Kedai 1002 Mimpi


Judul Buku : Kedai 1002 Mimpi
Penulis : Valiant Budi @vabyo
Halaman : 384
Penerbit : Gagas Media


Sudah pernah baca buku Kedai 1001 Mimpi? Belum? Saran saya, sebelum membaca buku ini, sebaiknya baca dulu buku sebelumnya, Kedai 1001 Mimpi. Buku yang bercerita tentang pengalaman penulis menjadi TKI di Saudi Arabia. Kenapa? Karena pengalaman yang dituliskan di buku itu menjadi dasar hadirnya buku sekuel ini. Lagipula ada beberapa tokoh (Teh Yuti, Bambang dan Mas Blitar) yang ga ada penjelasannya siapa mereka di buku ini. Atau kamu sudah baca? Yuk mari...


#92 Bintang Bunting


Judul Buku : Bintang Bunting
Penulis : Valiant Budi
Halaman : 340
Penerbit : Gagas Media

Sebelum membaca buku ini, saya sudah pernah baca (entah dimana) sebelumnya bahwa membaca buku ini tidak seperti membaca novel-novel pada umumnya. Ada misteri yang tersimpan di setiap halamannya.  Membacanya juga harus hati-hati, ikuti petunjuk di masing-masing halaman. Makanya saya menunda sedemikian lamanya sebelum membaca buku ini. Nunggu waktu tenang *ahlasyan...*

Dan memang benar... waktu baca buku ini saya bingung sama alurnya, sama tokoh-tokohnya, sama kotak-kotak berisi cerita kriminal, sama gambar bintang-bintangnya. Khusus untuk gambar bintang-nya saya benar-benar ngasih perhatian penuh (sampai bolak-balik halaman untuk memastikan tidak ada yang terlewat oleh saya). Saya yakin gambar bintang itu bukan sekedar penghias antar paragraf atau antar sub-bab. Pasti ada maknanya. Dan bintang itu memang jadi kunci pembuka misterinya.

Audine, tokoh utama wanita, digambarkan sebagai wanita yang memiliki "kekurangan" (kalau tidak mau disebut gangguan) jiwa. Dia tidak bisa membedakan yang mana kenyataan dan yang mana mimpi. Bagi dia itu penyakit, yang membuatnya kehilangan pekerjaan dan kehilangan komunikasi dengan suaminya, Adam. Adam yang adalah seorang karyawan perusahaan advertising, bingung menghadapi istrinya. Di tengah kegalauannya,  Audine bertemu dengan Mada ( it's anagram of Adam, isn't it?) seorang peramal yang memberikan ramalan-ramalan tentang apa yang dia alami dan masa depannya. Lewat garis tangan, Mada meramalkan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Audine. Tanpa disadari oleh Audine dia menjadi sangat tergantung pada Mada. Apapun yang diperintahkan Mada sedapat mungkin diikuti oleh Audine.

Jadi si Audine ini kadang-kadang bertindak spontan tanpa memikirkan dia sedang mimpi atau tidak. Misalnya ketika dia sedang mempersiapkan presentasi, tiba-tiba klien bule-nya melakukan pelecehan seksual. Audine terkejut. Tiga jam kemudian, ketika dia bertemu dengan klien-nya itu dia langsung menampar si klien karena emosi. Eh..ndak tahunya si klien marah karena dituduh melakukan pelecehan. Padahal tiga jam yang lalu dia sedang makan siang dan ada saksi yang menguatkan alibinya. Berkat "mimpi" Audine itu, Audine diberi SP2 oleh atasannya. Sudah kadung malu, Audine mengundurkan diri saja.

Karena sulit membedakan antara mimpi dan kenyataan, Audine mulai membuat gambar-gambar bintang di secarik kertas. Setiap dia mengalami satu kejadian dia akan menarik satu garis di atas kertas. Kalau dia mimpi, tentu garis itu tidak akan ada saat dia bangun. Di sini pembaca akan "dipaksa" jeli untuk melihat garis-garis yang membentuk bintang itu, supaya tahu Audine lagi mimpi atau tidak. Tapi percayalah.. semakin anda jeli, semakin anda bingung. Setidaknya itu yang saya rasakan. Hingga melewati bab 7, saya memutuskan untuk berhenti mengamati bintang-bintang dan fokus pada ceritanya.

Itu tadi tiga tokoh utama dalam cerita Bintang Bunting ini. Selain mereka, ada Raeli sahabat Audine yang juga punya masalah dalam hidupnya. Walaupun demikian Raeli tetap menjadi tempat curhatnya Audine ketika dia bingung apakah dia sedang mimpi atau tidak. Yang mengganggu bagi saya, Raeli seakan-akan terlepan dari tokoh Audine, walaupun hampir sepanjang cerita mereka saling curhat-curhatan. Maksud saya, Raeli muncul dengan masalahnya sendiri, Audine dengan masalahnya dan keduanya punya porsi yang hampir sama. Perhatian saya jadi terpecah antara Raeli dan Audine. Padahal harusnya fokus ke Audine saja. Belakangan baru muncul alasan (yang terkesan dipaksakan) untuk menyambung antara keberadaan tokoh Raeli dan masalah yang dihadapi Audine.

Selain itu ada Miss Bling-Bling (a.k.a Kathy). Tokoh yang kadang muncul tiba-tiba ini awalnya hanya menjadi penghias di antara masalah Audine. Miss Bling-Bling digambarkan sebagai orang yang sewot akan penampilan Audine. Berkali-kali dia "muncul" hanya sebagai tukang kritik. Eh... ga tahunya Miss Bling-Bling posisinya dalam buku ini sama dengan gambar bintang-bintang tadi. Iya... dia jadi kunci pembuka misteri juga. Bagaimana perannya sebagai kunci pembuka? Ah... tidak usahlah. Nanti jadi spoiler :D

Saya selalu suka dengan tulisan Valiant Budi. Seperti di cerita Joker dan Kedai 1001 Mimpi, selalu ada kejutan yang disodorkan oleh Valiant Budi. Dan ternyata, sewaktu saya membaca blognya, ada hubungan antara ketiga novel tersebut. Sekali lagi kalau tidak jeli, kita akan sulit menemukannya. Well... tiga bintang (yang tidak bunting) saya gariskan untuk buku ini.



#18 Kedai 1001 Mimpi


Judul Buku : Kedai 1001 Mimpi
Penulis : Valiant Budi (@vabyo)
Halaman : 444
Penerbit : Gagas Media

Saya mendapatkan informasi tentang buku ini langsung dari linimasa penulisnya, @vabyo, sekitar bulan April 2011. Kalau tidak salah, twitnya waktu itu disertai link ke website buku ini. Baru pada bulan Mei 2011 saya membelinya di Makassar, dan langsung melahap habis buku ini. Saya tertarik membelinya karena ada tagline "Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI".  Dan pas membacanya ada gabungan perasaan sedih, takjub, lucu, dan terkejut. Komplit.

Valiant Budi a.k.a Vabyo, sebagai penulis, menceritakan kisahnya mulai dari dia melamar pekerjaan untuk bekerja di luar negeri sampai dengan kepulangannya kembali ke tanah air.  Di KSA (Kingdom of Saudi Arabia) Vabyo bekerja sebagai seorang barista di kedai kopi internasional. Banyak kejadian dan orang-orang yang ditemuinya membuat Vabyo malah ingin cepat-cepat kembali ke tanah air.

Saya pribadi tidak menyangka bahwa di negara 1001 aturan itu, justru penduduknya terkesan arogan yang menganggap orang dari suku bangsa lainnya memiliki derajat yang lebih rendah.  Seharusnya buku ini menjadi bacaan wajib bagi para TKI sebelum ke KSA. Minimal biar dapat gambaran bagaimana situasi atau keadaan di sana.

Lama sesudah membaca buku ini, saya sempat mengikuti linimasa @vabyo. Beberapa kali dia menceritakan bahwa banyak yang mencaci maki dirinya gara-gara buku ini. Ada yang mengatakan dia kafir, ada yang bilang dia berdusta, dan ada yang bilang dia sengaja menjelek-jelekkan KSA. Padahal di halaman awal bukunya ada tertulis pernyataan dari Valiant Budi

Kedai 1001 Mimpi berdasarkan kisah nyata. Beberapa nama dan tempat saya samarkan demi perlindungan dan permintaan. Saya tak meminta Anda untuk percaya. Silahkan cari data atau buktikan sendiri.
Well, it's your right to judge. But for me, I do believe :)

Btw, terlepas dari isi buku ini, saya menyukai cover dengan gambar gelas styrofoam dan tulisan Indunisi di bawah Saudi dan Filipini. Apalagi penulisan masing-masing bab menggunakan huruf Arabic style. Seandainya tidak ada typo salam buku ini, saya akan memberikan lima bintang. Tapi seperti layaknya cetakan pertama setiap terbitan, biasanya ada typo yang tersebar. Jadi empat bintang untuk Kedai 1001 Mimpi.