~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Esensi. Show all posts
Showing posts with label Esensi. Show all posts

#367 Still Alice



Judul Buku : Still Alice
Penulis : Lisa Genova
Halaman : 320 
Penerbit : Esensi

Alice Howland adalah seorang Professor di Harvard University. Bidang keahliannya adalah psikologi linguistik. Di usianya yang ke-50, Alice berada di puncak karir. Kepandaiannya sudah teruji, jam terbangnya sebagai seorang ahli bahasa juga tinggi. Kehebatannya sebagai seorang dosen sudah tidak diragukan.

#223 Rahasia Sang Ibu Negara


Judul Buku : Rahasia Sang Ibu Negara
Penulis : Curtis Sittenfeld
Halaman : 658
Penerbit : Esensi (Erlangga Group)


Alice Lindgren, seorang kutubuku yang lahir pada tahun 1940-an, tidak pernah menyangka suatu hari akan menduduki Gedung Putih, dan menikah dengan seorang presiden. Sebuah kecelakaan tragis di kota asalnya, Wisconsin, ketika usianya tujuh belas tahun, mengubah arah hidupnya. Lebih dari satu decade kemudian, ketika seorang putra keluarga Republikan yang berkuasa menarik hatinya, ia tiba-tiba masuk ke dalam dunia yang sama sekali berbeda. Dan tak disangka-sangka, ketika suaminya menjadi gubernur, dan kemudian presiden, ia menemukan fakta bahwa pria yang dicintainya memiliki pandangan yang sangat berbeda dengannya dan pandangan pribadinya melawan pesonanya di hadapan publik. Ketika jabatan suaminya memasuki periode kedua, Alice harus melawan kontradiksi yang telah ada bertahun-tahun dan menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang hampir tak mungkin dijawab.

Saya tidak biasa menampilkan sinopsis di sampul belakang buku pada review yang saya tulis. Tapi sinopsis di atas benar-benar menggambarkan isi buku setebak 658 halaman ini. Tapi berhubung buku ini masuk dalam kategori historical fiction, saya membuat review untuk program Baca Bareng BBI sekaligus RC Read Big. :)

#130 Si Peramal Cinta


Judul : Si Peramal Cinta
Penulis : Allison van Diepen
Halaman : 193
Penerbit : Esensi Erlangga Group

Pernah melihat iklan yang menawarkan jasa untuk meramalkan hubungan cintamu? Entah itu iklan cetak ataupun iklan di televisi. Banyak orang yang nyinyir, tapi ada juga yang percaya. Lebih banyak lagi yang denial tapi diam-diam selalu membuka bagian horoskop atau astrologi sewaktu membuka majalah, koran atau tabloid. Si peramal cinta ini sepertinya tahu semua hal tentang cinta. Tapi bagaimana dengan kehidupan cintanya sendiri?

Kayla adalah seorang peramal cinta. Tapi tidak ada yang tahu (kecuali kakaknya, Tracey) kalau dia adalah pemilik situs peramalcinta.com yang berwarna biru-pink itu. Sebenarnya bukan meramal karena Kayla tidak menggunakan bola kristal atau kartu tarot bahkan ilmu perbintangan. Tepatnya Kayla memprediksikan nasib cinta kliennya.  Kayla juga membuka jasa konsultasi lewat email, chatting, dan telpon. Cukup membayar 5 dollar lewat PayPal, kliennya akan mendapatkan saran yang ampuh untuk menghadapi masalah cinta mereka. Dan klien Kayla bukan hanya remaja-remaja, ada juga yang sudah dewasa. Kayla juga rajin mengisi situsnya dengan artikel-artikel yang menarik seperti Sepuluh Alasan Tepat Membiarkan Cowokmu Pergi atau Tebar Pesona.

Apakah Kayla benar-benar ahli soal percintaan? Apa dia punya banyak pacar? Kenyataannya Kayla hanya pernah dua kali berpacaran dan keduanya adalah bencana. Pacar pertamanya lebih menyukai video game dibandingkan dirinya. Pacar keduanya memilih memutuskannya dengan cara memasang foto profil facebooknya dimana dia sedang berciuman dengan gadis lain. Kayla memutuskan sebaiknya dia berpacaran saat kuliah saja, atau setidaknya saat umurnya sudah 18 tahun. 

Tapi rencana itu sepetinya tidak berjalan lancar ketika dia bertemu Jared di kelas seni. Sosok Jared yang cuek tapi cool ditambah bodynya yang menarik membuat perhatian Kayla mulai terpengaruh. Rasanya dia mau melanggar aturan tidak berpacaran sebelum kuliah asalkan Jared bisa menjadi pacarnya. Tetapi gara-gara kencan kilat yang diadakannya di acara pengumpulan dana untuk Yayasan Kanker, Jared malah jadian dengan Brooke, cewek pemandu sorak di sekolah mereka. Kayla jadi patah hati. Masalah semakin rumit ketika saran cinta yang diberikan kepada sahabatnya justru malah membuat sahabatnya itu bermasalah dengan orangtuanya. Kayla jadi ragu, apakah dia benar-benar bisa memberikan saran tentang cinta sementara dirinya sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Jalan terbaik adalah menutup situs peramalcinta itu.

Novel ini menarik karena tidak hanya berisi kisah cinta Kayla, tetapi ada banyak pelajaran tentang cinta ala remaja yang bisa diambil di dalamnya. Hanya saja harus disaring dulu, karena remaja di dalam novel ini adalah remaja di Amerika yang tentunya punya budaya berbeda remaja di sini (atau sudah hampir sama ya? *wink*) :)

Saya jadi penasaran dengan kelanjutan hubungan Kayla dan Jared. Untungnya Esensi berbaik hati menerbitkan buku keduanya bersamaan dengan buku pertamanya :)



Terima kasih untuk mas Johanes dan mbak Yuniar (Esensi) atas kiriman bukunya

#119 Di Antara Dua Hati


Judul Buku : Di Antara Dua Hati
Penulis : Emily Giffin
Halaman : 448
Penerbit : Esensi (Erlangga Grup)

Melihat judulnya, bisa ditebak buku bercover sederhana tapi manis ini akan bercerita tentang seseorang yang mendua. Dan setelah membacanya, memang ada dua wanita dalam hidup seorang dokter ahli bedah plastik bernama Nick Russo. Mereka adalah Tessa Russo, istrinya dan Valerie Anderson, ibu dari pasiennya.

Nick dan Tessa telah mempunyai dua orang anak, Ruby dan Frank. Sejak kelahiran Frank, Tessa semakin sulit menjalani hari-harinya sebagai seorang pengajar Bahasa Inggris dan sebagai seorang istri sekaligus ibu. Untuk itu Tessa berhenti bekerja. Nick tidak keberatan, apapun itu demi kebahagiaan Tessa. Maka dimulailah hari-hari Tessa sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi segala hal di rumahnya. Mulai dari makanan hingga ke sekolah anak-anaknya. Tessa pun berusaha memahami pekerjaan Nick yang selalu meminta perhatian lebih, bahkan di tengah acara makan malam merayakan hari jadi pernikahan mereka. Di saat itulah Nick bertemu dengan Valerie Anderson.

Charlie, anak Valerie, menderita luka bakar tingkat tiga pada bagian wajah dan tangan kirinya. Sebagai ahli bedah, sudah menjadi tugas Nick menolong anak itu. Tetapi tanpa disadari oleh Nick, dia semakin dekat dengan Charlie, dan kemudian menjadi dekat dengan ibu anak itu. Meskipun Valerie adalah seorang wanita single parent yang terlihat kuat, ternyata dia menjadi lemah ketika harus menghadapi kejadian yang menimpa anaknya seorang diri.

Insting Tessa mengatakan ada yang salah dengan suaminya. Ketika suaminya mulai lebih sering menarik diri. Bahkan saat Nick tidak punya waktu untuk melihat formulir pendaftaran sekolah anak mereka, tapi masih sempat untuk makan malam di kedai burger hingga pulang larut malam dan melewatkan waktu untuk anak-anaknya. Ketika dia menemukan SMS dari seseorang di BlackBerry suaminya, insting itu semakin menguat. Hanya saja Tessa meyakinkan dirinya bahwa Nick tidak mungkin berselingkuh darinya.

Cerita dengan tema perselingkuhan seperti ini sudah seringkali diangkat dalam buku maupun film, tapi jarang sekali menampilkan dua sisi dari perselingkuhan itu secara bersama-sama. Di buku ini, perselingkuhan Nick dikisahkan melalui sudut pandang Tessa dan Valerie secara bergantian (yang cukup adil menurut saya, walaupun saya agak "berat" ke Tessa). Dari tuturan kedua orang ini, saya bisa melihat bahwa Nick Russo yang digambarkan sebagai ahli bedah ternama, tampan, dan hebat ini mengalami kebimbangan menentukan sikapnya di antara dua hati milik Tessa dan Valerie.  Kisah yang menghangatkan hati sekaligus memberikan pelajaran penting untuk saya.

“It always takes two. For relationships to work, for them to break apart, for them to be fixed.”
 Seperti nasihat ayah Tessa, bahwa pernikahan itu lucu, rumit dan misterius. Tidak seharusnya suatu pernikahan didefinisikan dari satu perbuatan saja. Bahkan jika itu adalah perbuatan terburuk sekalipun.



#58 Selene Putri Sang Cleopatra


Judul Buku : Selene Putri Sang Cleopatra
Penulis : Michelle Moran
Halaman : 499
Penerbit : Esensi


Jika kita melihat sejarah antara Mesir dan Romawi di masa lampau, kita akan menemukan beberapa nama seperti Julius Caesar, Cleopatra VII, dan Tiga Serangkai : Oktovianus, Markus Antonius, dan Lepidus. Ketika Julius Caesar dibunuh oleh Brutus dan Cassius, Tiga Serangkai inilah yang bangkit untuk mengalahkan pembunuh Caesar tersebut. Akan tetapi persekutuan antara Tiga Serangkai tidak bertahan lama. Markus Antonius yang terpikat pada Cleopatra memilih untuk tinggal di Alexandria, Mesir dan meninggalkan Romawi, termasuk juga istrinya Oktavia (kakak dari Oktavianus).  Markus Antonius akhirnya menikah dengan Cleopatra dan memiliki tiga orang anak, Alexander, Selene, dan Ptolemius. Alexander dan Selene adalah anak kembar. Kehadiran ketiga anak tersebut semakin memicu perpecahan di antara Tiga Serangkai.

Pecahnya Tiga Serangkai diikuti dengan permusuhan di antara mereka. Ketika kekuasaan Lepidus direbut Oktavianus, Oktavianus pun bangkit melawan Markus Antonius. Lewat pertempuran laut di Aktium, Markus Antonius mengalami kekalahan. Ketika Markus Antonius dibunuh, dan Cleopatra melakukan bunuh diri karena tidak mau menjadi tawanan Oktavianus. Ketiga anak mereka akhirnya dibawa ke Romawi oleh Oktavianus. Sayangnya, Ptolemeus meninggal dalam perjalanan dan mayatnya dibuang ke laut.

Di Romawi, Alexander dan Selene dianggap sebagai tamu, dan dirawat oleh Oktavia. Meskipun datang sebagai tawanan perang, mereka berdua bisa tinggal di Villa Palatina milik Oktavianus.  Bagaimanapun juga mereka memiliki darah Romawi, walaupun secara fisik mereka terlihat seperti orang Mesir. Alexander memiliki keahlian berkuda, sementara Selene lebih tertarik pada arsitektur. Kemampuannya menggambar sketsa dan menguasai beberapa bahasa membuatnya semakin disayangi oleh Oktavia. Kepandaiaannya merancang bangunan dan  memilih bahan yang baik suatu waktu nanti akan menyelamatkan dirinya dari kekuasaan Oktovianus.

Berbeda dengan dua buku tentang Ratu Mesir sebelumnya (Nefertiti dan Nefertari), kali ini Selene tidak terlalu berperan dalam pemerintahan. Novel ini lebih banyak menceritakan tentang kondisi Romawi di bawah pemerintahan Caesar Oktovianus melalui sudut pandang Selene. Salah satu kondisi yang mendapat porsi cukup besar (dan menjadi benang merah dalam cerita ini) adalah tentang perbudakan. Pada saat itu, lebih dari separuh penduduk Romawi adalah budak dari berbagai bangsa. Mereka diperlakukan secara tidak manusiawi, diperjual-belikan, diadu dengan hewan buas, semuanya demi kesenangan penduduk yang memiliki kewarganegaraan Romawi. Jika ada seorang budak yang merugikan tuannya, maka seluruh budak harus menanggung akibatnya. Kondisi ini memicu pemberontakan bawah tanah oleh seorang yang disebut Elang Merah. Elang Merah selalu menempelkan pengumuman yang mengisyaratkan perlawanan terhadap Caesar Oktovianus. Beberapa kali juga Elang Merah menyelamatkan budak-budak yang tertindas. Yang jelas Elang Merah adalah ancaman bagi kekuasaan Caesar.

Selene, dalam hatinya, menentang perbudakan. Dia sendiri merasa dirinya tidak berbeda dengan nasib budak, karena masa depannya ditentukan oleh Caesar Oktovianus. Suatu waktu Selene membeli kebebasan seorang budak kesayangan Oktovia, setelah Gallia (nama budak itu) nyaris diperkosa oleh seorang senator tua. Selene pun ingin membangun sebuah rumah untuk anak-anak terlantar yang ditinggalkan oleh orangtua mereka di jalanan.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah bahwa dalam usia yang masih belia (12 tahun), Selene mampu merancang sebuah bangunan, memikirkan persoalan yang dihadapi rakyat, termasuk segala intrik dalam kekuasaan Romawi. Bukan hanya Selene, saudara-saudara tirinya dan anak-anak Caesar, bahkan sudah memikirkan tentang pernikahan dan kekuasaan. Umur segitu sih saya masih "sibuk" bermain dengan teman-teman saya... ;-)

Dalam buku ini juga ada kisah romantisnya. Selene menyukai Marcellus, calon pewaris tahta (anak dari Oktavia). Akan tetapi Marcellus sudah dijodohkan dengan Julia anak dari Caesar Oktovianus (pernikahan antar saudara di Romawi dimaksudkan untuk menjaga kemurnian klan mereka). Selene sendiri telah dijodohkan dengan Juba, salah satu panglima kesayangan Oktovianus. Padahal Selene tidak menyukai Juba yang dianggapnya selalu memandang sinis dan kasar pada Selene.  Lagipula sebagai orang terdekat Oktovianus, tentu saja Selene menaruh curiga pada Juba. Hanya saja Selene tidak tahu bahwa Juba telah jatuh hati padanya dan selalu melindunginya sejak Selene dibawa dari Mesir. Sayangnya kisah manis antara Selene dan Juba hanya mendapat porsi yang sedikit.

Ohya, di buku ini kita tidak akan menjumpai silsilah keluarga seperti di kedua buku sebelumnya. Hal ini membuat saya cukup bingung menghubungkan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain, padahal jumlah mereka cukup banyak. Sebagai gantinya, Michelle menampilkan peta kota Romawi lengkap dengan bangunan-bangunannya, yang menurut saya justru tidak perlu ada. Pilihan cover edisi terjemahan Bahasa Indonesia ini juga kurang menarik jika dibandingkan dengan cover edisi di luar sana.  Walaupun demikian, saya tidak ragu memberi  empat bintang untuk Selene :)


PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

#57 Nefertari : Sang Ratu Heretik


Judul Buku : Nefertari Sang Ratu Heretik
Penulis : Michelle Moran
Halaman : 443
Penerbit : Esensi

Nefertari adalah anak dari adik perempuan Ratu Nefertiti, Mutnodjmet. Ketika Nefertiti dibunuh pleh pendeta Aten, Wazir Ay (ayahnya) menjadi seorang Firaun. Akan tetapi Firaun Ay hanya berkuasa sebentar, karena Firaun Ay dan semua keluarganya tewas terbakar. Ada yang mengatakan peristiwa tersebut adalah kecelakaan, tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa mereka sengaja dibakar oleh pendeta-pendeta Aten. Untung bagi Mutnodjmet (dan Nefertari yang masih dalam kandungan), malam itu sedang berjalan-jalan di taman sehingga bisa lolos dari kebakaran maut. Jenderal Horemheb mengambil alih kekuasaan dengan menikahi keluarga Firaun tersisa yakni Mutnodjmet. Ketika Firaun Horemheb berkuasa, dia menghapuskan seluruh arca dan lukisan tentang keluarga Nefertiti tanpa tersisa. Dia pun mengumumkan bahwa Dinasti Nefertiti adalah kaum heretik (sesat). Sejarah Nefertiti dan keluarganya dihapuskan. Ketika Mutnodjmet melahirkan putrinya, Nefertari, dia pun wafat. Nefertari adalah satu-satunya putri dari Dinasti Nefertiti yang tersisa. Nefertari dinamakan seperti nama bibinya. Walaupun dia tetap dibesarkan di dalam lingkungan istana, akan tetapi julukan heretik tidak pernah terlepas darinya.

Firaun Horemheb tidak mempunyai keturunan, sehingga dia mengangkat Jenderal Ramses I menjadi Firaun selanjutnya. Ketika Firaun Ramses I mangkat, Mesir dipimpin oleh Firaun Seti putranya. Ramses I sendiri mempunyai dua orang putri lainnya, Henuttawy dan Woserit yang menjadi Pendeta Wanita Agung. Henuttawy adalah Pendeta Agung Isis dan Woserit adalah Pendeta Agung Hathor.

Nefertari tumbuh dan besar bersama Ramses II. Bersama dengan Asha (anak seorang Jenderal) mereka bertiga sering pergi berburu. Di antara Nefertari dan Ramses II mulai tumbuh benih-benih cinta. Akan tetapi ketika Ramses II diangkat menjadi Firaun Mesir Hulu, dia dinikahkan dengan Iset. Nefertari merasa sangat sedih, tapi dia menyadari status heretik yang disandangnya membuat rakyat Mesir tidak mempercayai dia. Apalagi Pendeta Agung Henuttawy berusaha meyakinkan Firaun Seti agar menjadikan Iset sebagai Permaisuri Utama. Langkah tersebut ditempuh oleh Pendeta Agung Henuttawy agar rakyat Mesir lebih sering berkunjung ke kuil Isis, sehingga dia lebih banyak memperoleh pundi-pundi persembahan.

Pendeta Agung Woserit, yang mengetahui kelicikan Henuttawy membawa Nefertari ke kuil hathor. Di sana dia dibimbing menjadi seorang putri bukan hanya cantik tapi juga cerdas dan pemberani.  Tidak heran jika Firaun Ramses II semakin cinta padanya, dan meminta Nefertari untuk menjadi istrinya. Dengan segala kepandaian Nefertari, akhirnya dia terpilih menjadi Permaisuri Utama.

Bulan ini, sehubungan dengan Hari Wanita Internasional yang jatuh di bulan Maret,  anggota Blogger Buku Indonesia (BBI) mengadakan acara baca bareng buku bertema perempuan. Saya memilih untuk membaca dua buku yang menceritakan tentang perempuan dari Mesir yang dengan kepandaian mereka akhirnya bisa memimpin rakyat Mesir. Kedua perempuan ini adalah Nefertiti dan Nefertari. Yang menarik dari keduanya adalah bukan hanya kecantikan mereka yang membuat mereka terpilih menjadi istri Firaun, tetapi juga kepandaian dan strategi yang mereka terapkan untuk mencapai tujuan mereka.

Dalam buku ini, tujuan utama Nefertari adalah memenangkan cinta Ramses II. Dia sadar bahwa kecantikan bukanlah satu-satunya modal utama memikat Ramses II. Dengan kemampuan berbahasa asing (dia mampu menguasai 8 bahasa asing...canggih ya), keberanian maju ke medan perang, kebijaksanaan menghadapi masalah di Balairung Sidang membuat dia menjadi kesayangan Ramses II.  Ramses II sendiri adalah Firaun yang paling terkenal di Mesir. Di masa pemerintahannya dia banyak membangun peninggalan sejarah yang masih dikenang sampai saat ini. Jika sebuah pepatah mengatakan bahwa di belakang pria yang sukses ada seorang wanita yang hebat, maka demikian juga yang terjadi pada Firaun Ramses II. Dengan adanya Nefertari sebagai partnernya dia mampu menjadi Firaun Mesir yang hebat. Kalau jaman sekarang, Nefertari mungkin bisa jadi Mentri Luar Negeri kayak Hillary Clinton ya

Terlepas dari beberapa hal yang hanya merupakan rekaan penulis dalam buku ini (sehingga buku ini dikategorikan sebagai fiksi), saya sangat menyukai cerita Nefertari ini. Penulisnya mampu menghadirkan kisah sejarah menjadi sebuah cerita yang mengalir dan mampu dicerna oleh masyarakat awam. Saya memberikan empat bintang untuk Nefertari.


PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

#51 Nefertiti : Sang Ratu Keabadian


Judul Buku : Nefertiti (Sang Ratu Keabadian)
Penulis : Michelle Moran
Halaman : 581
Penerbit : Esensi

Buku ini mengisahkan tentang kerajaan Mesir pada Dinasti ke-18 (tahun 1351 SM), yang diawali dengan kematian Pangeran Mesir, Tuthmosis. Kematiannya ini menyebabkan adiknya Amenhotep menjadi pewaris tahta Mesir selanjutnya. Sebuah rumor beredar bahwa kematian Tuthmosis itu karena dibunuh oleh adiknya sendiri, yang sangat berambisi menaiki tahta Mesir.

Sebagaimana seorang Raja yang harus didampingi oleh Ratu, maka Amenhotep harus memiliki seorang Ratu. Sebenarnya Amenhotep telah mempunyai istri bernama Kiya, putri dari wazir (penasehat kerajaan) Panhesi. Tetapi Ibunda Ratu Tiye menghendaki seorang gadis lain, yang diharapkan bisa meredam ambisi Amenhotep. Dipilihlah Nefertiti, putri dari wazir Ay, yang tidak lain adalah keponakan Ibunda Ratu. Nefertiti sendiri telah mengetahui dan menetapkan dirinya akan menjadi Ratu Mesir, jauh sebelum diminta oleh Ibunda Ratu. Kecantikan Nefertiti dianggap setara dengan dewi Isis (dewi kecantikan dan sihir).

Nefertiti sendiri selalu didampingi oleh adik tirinya, Mutnodjmet yang ahli dalam obat-obatan herbal. Intrik demi intrik dilakukan oleh Nefertiti dan ayahnya untuk mendapatkan perhatian penuh dari Amenhotep. Amenhotep sendiri bahkan membuat satu kota akibat pengaruh dari Nefertiti. Harapan Ibunda Ratu Tiye bahwa Nefertiti akan meredam ambisi Amenhotep musnah. Amenhotep kemudian mengumumkan dewa Aten menggantikan dewa Amun sebagai dewa tertinggi di Mesir. Semua pendeta Amun disingkirkan, kuil Amun berganti dengan kuil Aten.

Nefertiti sendiri terus berambisi untuk menjadi penguasa Mesir. Ketika dia melahirkan enam orang putri tanpa satupun putra (sementara Kiya justru melahirkan seorang putra), Nefertiti menobatkan dirinya menjadi Firaun agar kekuasaan tidak jatuh di tangan putra Kiya.

Kisah fiksi sejarah ini ditulis dari sudut pandang Mutnodjmet. Walaupun difokuskan untuk menceritakan Nefertiti, kita juga bisa mendapatkan kisah hidup Mutnodjmet sendiri. Bagaimana dia jatuh cinta pada seorang Jenderal, dan dianggap sebagai ancaman oleh Amenhotep dan Nefertiti. Satu hal yang menarik ketika saya membaca buku ini adalah usia para tokoh ketika memegang tampuk pemerintahan masih sangat muda.Nefertiti sendiri berusia 15 tahun ketika dia dinikahkan dan dilantik menjadi Ratu Mesir. Anaknya, Meritaten, baru berumur tujuh tahun ketika harus mendampingi Ibunya memerintah Mesir.

Hal menarik lainnya adalah kemampuan Mutnodjmet dalam mengolah tumbuh-tumbuhan menjadi obat. Tidak jarang beberapa tumbuhan disebutkan beserta fungsinya, misalnya tumbuhan akasia untuk menggugurkan kandungan, mandrake dan madu untuk kesuburan, daun rue untuk mencegah wabah, dan masih banyak tumbuhan lainnya.



PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012