~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Esti Kinasih. Show all posts
Showing posts with label Esti Kinasih. Show all posts

#666 Dia, Tanpa Aku



Ronald suka sama salah satu cewek, namanya Citra, tapi sukanya dari jauh. Dia bahkan mencari tahu segala sesuatu tentang cewek itu. Sayangnya, Citra masih SMP. Ronald bertekad akan menembak cewek itu ketika sudah berseragam putih abu-abu. Sebelum itu, dia memantapkan dirinya. Termasuk diet hemat demi membeli kaos dan jeans incarannya untuk digunakannya saat akan menembak cewek itu. Andika, sahabat Ronald, mau ga mau ikut terlibat membantu. Terutama ketika Ronald berusaha hemat demi menabung, yang berimbas ke porsi jajannya di sekolah. Biar tidak kelaparan, seringkali dia meminta jatah jajan Andika. Selain Andika ada juga Reinald, adik Ronald yang membantunya. Ternyata Ronald satu SMA dengan Citra.

Ketika waktu yang ditunggu tiba, Ronald menyiapkan dirinya plus seikat bunga untuk menembak Citra. Namun, di depan gang rumah Citra, Ronald justru mengalami kecelakaan yang membuatnya tewas seketika. Reinald yang sangat kehilangan kakaknya menganggap kematian Ronald adalah karena Citra. Dia lalu mendekati cewek itu untuk balas dendam.

Usaha Ronald memang patut diacungi jempol. Konsistensinya demi cewek pujaannya benar-benar kuat. Saya pikir tadinya novel ini khas teenlit yang manis gitu, ternyata ada unsur mistisnya juga.
Interaksi Reinald-Citra yang hate-to-love ini lumayan seru juga. Berbeda dengan kakaknya, Reinald sepertinya lebih berani mengambil resiko mendekati Citra. Ketika perasaanya terhadap Citra mulai berubah, Reinald menjadi galau dan merasa bersalah pada mendiang kakaknya.

Novel teenlit ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2008. Kemudian cetak ulang ganti cover di tahun 2015, dan cetak lagi tahun 2025. Becandaan dan guyonannya mungkin akan relate kalau saya membacanya dahulu. Tapi sekarang rasanya agak gimana gitu. Lumayan buat nostalgia bacaan teenlit jaman dulu. 

Dia, Tanpa Aku
Esti Kinasih
280 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2008


#620 Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan

 



Roni naksir Rara, tapi dia butuh banyak persiapan sebelum menyatakan perasaannya. Selain mengamati Rara di kelas, dia mencari tahu tentang Rara lewat teman sebangku Rara, Tisha. Sementara itu, ada kakak kelas bernama Rian yang juga suka sama Rara. Roni punya rival mendapatkan hati Rara. Rara sendiri awalnya kesal dengan Rian yang selalu mengganggunya, menyebutnya tembem, menghina artis idolanya. Rian bahkan mencegat Roni yang mengantarnya sampai ke halte bus. Rian selalu selangkah lebih awal dibanding Roni. Sampai kemudian, sepertinya Rara sudah mulai terpesona dengan segala bentuk pendekatan yang dilakukan Rian. Roni semakin emosi dibuatnya.

Ada yang berbeda dengan novel teenlit satu ini. Meski terbitnya tahun 2020, settingan dalam novel ini sekitar tahun 90-an. Saat kelas di SMA masih dibagi kelas Fisika, Biologi dan Sosial (hehe...jamannya mama saya ini), terus bacaannya majalah Anita Cemerlang (saya pernah baca majalah ini), nelpon pake telpon umum koin, artis idolanya Ari Wbowo dan Ira Wibowo, terus bikin kaset rekaman yang isinya lagu-lagu kompilasi dari kaset atau radio. Seru juga bernostalgia.

Awalnya saya berpikir yang menjadi tokoh utama dalam novel ini adalah Roni dan Rara. Tapi ternyata fokusnya adalah Rian. Yang pasti baca novel ini bikin gregetan. Cara pendekatannya itu menggemaskan. Malu-malu dan penuh perhitungan. Kalau dibandingkan antara Rian dan Roni, saya lebih suka cara pendekatannya Rian yang sedikit lebih agresif. Meskipun di akhirnya ada plot twist.

Buku ini menjadi buku pertama yang saya selesaikan di tahun 2021, sekaligus untuk Tantangan Baca Goodreads Indonesia dengan tema buku berlatar sekolah.


Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan
Esti Kinasih
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2020