~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Posting Bareng BBI. Show all posts
Showing posts with label Posting Bareng BBI. Show all posts

Book Kaleidoscope 2016 – Top Five



Akhirnya kita tiba di penghujung tahun 2016. Biar kekinian dan bisa ikutan Posting Bareng BBI, saya menyempatkan diri untuk membuat postingan tentang #BBITopChoice. Saya akan membuat ulasan mengenai buku-buku yang saya baca. Dari sekian banyak kategori saya akan memilih 3 saja yaitu: Top Five Ratings, Top Five New Author dan Top Five Buku Bantal. Ohya, di dalam top five yang saya pilih nantinya tidak akan saya urutkan berdasarkan peringkat. Jadi...saya hanya memilih 5 yang terbaik dari bacaan saya selama tahun 2016.   Kita lihat satu per satu ya... 

Berlibur Bersama Buku



Libur t'lah tiba...libur t'lah tiba...hore...hore...hore!!

Berbeda dengan lanjutan lirik lagu di atas yang menyuruh kita untuk menyimpan buku, di liburan kali ini saya justru mengeluarkan banyak buku untuk dibaca. Meski dapat jatah libur dari kampus seminggu penuh selama minggu Lebaran ini, saya tidak berlibur ke luar kota dan hanya tinggal di rumah saja. Sambil menghabiskan waktu bersama Yobel, tentu saja saya juga berencana membaca banyak buku.

Bookish Confessions



Tadinya saya nggak punya ide sama sekali untuk ikutan Posting Bareng bulan ini. Tapi setelah blogwalking, akhirnya saya jadi kepengen juga nulis soal pengakuan-pengakuan ini. Jadi...ini dia beberapa pengakuan saya soal buku.

[Interview] Merangkai Kata Indah Bersama Gina Gabrielle


Bulan Mei merupakan bulan yang istimewa bagi para pencinta buku. Di bulan ini, tepatnya pada tanggal 17 Mei merupakan Hari Buku Nasional. BBI pun ikut merayakan Hari Buku Nasional dengan mengadakan posting bareng non-review tentang buku. Rasanya sayang untuk melewatkan momen ini. 

#422 Last Forever



Judul Buku : Last Forever
Penulis : Windry Ramadhina
Halaman : 384
Penerbit : Gagas Media

Samuel Hardi dan Lana Hart adalah sepasang manusia yang memiliki hubungan tanpa komitmen. Bagi mereka komitmen, pernikahan atau-apalah-namanya hanya membebani mereka saja. Mereka bertemu, bercinta, bercumbu, berpisah. Proses yang sama akan berulang lagi dan lagi setiap kali mereka bertemu. Hal itu berlangsung 7 tahun lamanya.