~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label BBIHut6. Show all posts
Showing posts with label BBIHut6. Show all posts

BBI 6th Birthday Giveaway


Enam tahun sudah BBI ikut memberi warna dalam dunia literasi di Indonesia. Dalam kurun waktu itu, kiprah BBI baik itu sebagai komunitas maupun personal dari setiap anggotanya sudah mulai diakui keberadaannya.

Salah satu nilai inti dari keberadaan BBI adalah berbagi (sharing). Dan itu termasuk juga berbagi kebahagiaan ulang tahun ke-6 ini dalam bentuk Giveaway. Tahun ini ada banyak anggota BBI yang ikut berpartisipasi menjadi host Giveaway. Dan saya pun ingin berbagi dengan pembaca setia "desty baca buku".

Kali ini saya akan membagikan 2 paket hadiah kepada 2 orang yang beruntung.
Paket 1 : Voucher berlangganan SCOOP Premium selama 1 bulan
Paket 2 : Buku Silent Wife  (kolpri)+ Agenda (Reading Plan) dari BBI.
 
Cara mendapatkannya mudah. Kamu cukup mengikuti blog ini (bisa via email atau GFC) lalu meninggalkan identitasmu di kolom komentar (nama, email, akun twitter, follow via email/GFC). Jangan lupa untuk memilih paket hadiah yang kamu mau ya. Kamu bisa membagikan informasi ini di akun media sosial milikmu.

Giveaway akan berlangsung selama 1 minggu (s.d tanggal 22 April 2017). Pengumuman akan diadakan pada tanggal 23 April 2017 di blog ini. 

Selamat mengikuti Giveaway. Jangan lupa mencoba keberuntunganmu di tempat lainnya.

---------------------

Haii semua, pasti sudah menunggu pengumuman GA di sini ya? Mohon maaf, saya hampir saja lupa kalau pengumumannya hari ini. 

Jadi... yang beruntung untuk mendapatkan Paket 1 adalah Alfath; sementara yang mendapatkan Paket 2 adalah Dheril Sofia. Selamat untuk kalian berdua. Nanti akan saya hubungi via email dan twitter.

Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa ya... siapa tahu kalian beruntung di blog BBI lainnya. 



Happy Birthday Blogger Buku Indonesia


Happy Birthday!!


Enam tahun bagi sebuah komunitas bukanlah waktu yang singkat. Dalam enam tahun, Blogger Buku Indonesia (BBI) sebagai komunitas yang bergerak di bidang literasi sudah memperoleh banyak pengalaman. Dengan jumlah anggota yang mencapai angka 300an dan tersebar di seluruh penjuru nusantara, BBI menjadi wadah untuk saling berbagi segala informasi tentang buku.

Saya masih mengingat pertama kali memberanikan diri mendaftarkan blog buku saya (waktu itu masih di WP) ke Rahib Tanzil. Saya menjadi anggota ke-100 waktu itu. Begitupun saat mendapatkan buku hadiah dari Santa pertama saya (Maya Floria Yasmin). Masih ingat juga pertama kali bertemu dengan Oky, Alvina dan Dion di Gramedia Sudirman Jogja. Juga ketika tengah malam "dilamar" bang Helvry untuk menjadi koord. Divisi Riset BBI (apa kabar, bang?). Atau rame-rame di grup WA Bajay (nama grup WA BBI se-Nusantara kala itu). Saling nge-spank di grup WA CG (ini sih grup eksklusif yang terbentuk gara-gara baca FSOG). Tukar-tukaran kado di event Secret Santa. Dan masih banyak kenangan bersama BBI-ers lainnya. How I miss them all.

Memang tidak mudah mengurus dan mengelola sebuah komunitas yang berangkat dari renjana. BBI ada juga karena renjana tentang buku yang pasti dipunyai setiap anggotanya. Namun, menjaga agar renjana itu tetap hidup mungkin susah bagi sebagian orang. Kesibukan-kesibukan (kerja, kuliah, politik, nonton film, main game, dsb) menjadi alasan yang tidak bisa digugat. Saya mengapresiasi Divisi Event yang menyediakan event-event untuk menjaga agar semangat menulis itu tetap ada. Sekarang ini blogger buku memang belum setenar blogger fashion atau travelling. Percayalah, ketika kita menuliskan apapun tentang buku, kita sudah menjadi agen literasi bagi Indonesia.

At least... Selamat ulang tahun BBI. Salam hangat untuk semua anggota BBI. Teruslah berkarya untuk memajukan literasi dari dan di Indonesia. Tularkan virus membaca ke lebih banyak orang. Semoga komunitas ini bisa tetap merayakan ulang tahunnya puluhan tahun ke depan. Amin.










Abibliophobia


Membaca adalah candu. 

Saya menuliskannya sebagai bagian dari tagline blog buku ini. Hingga dewasa, satu-satunya hobby saya yang bertahan sedari saya masih kecil adalah membaca. Terlebih ketika saya bergabung dengan BBI. Setiap hari saya menyisihkan waktu untuk membaca. Hingga akhirnya, saya menjadi abibliophobia

Apa itu? Abibliophobia adalah ketakutan akan kehabisan bahan bacaan. Hal yang sebenarnya nyaris tidak mungkin terjadi ketika menjadi member BBI. Entah ini semacam kutukan atau wabah atau apalah namanya, hampir semua anggota BBI punya timbunan buku. Malah ada lho yang membeli buku dan lupa kalau sudah punya buku dengan judul yang sama :) Dan memang sih, timbunan buku itu semacam penawar untuk phobia yang satu ini. Kalau saya sih, selain buku fisik saya juga menimbun buku elektronik.

Lantas apa yang saya lakukan untuk mengatasi abibliophobia sekaligus menghindari menjadi book hoarder?

Yang pertama, saya membatasi jumlah buku yang saya beli setiap bulannya. Dulu saya sempat ikut program Babat Timbunan Joglosemar. Habiskan 5 timbunan sebelum membeli buku yang baru. Lumayan berhasil sih. Saya membaca 130 buku dari timbunan, dan hanya membeli 37 buku saja dalam setahun. Sayangnya program ini tidak berlanjut. Sebagai gantinya ada Read and Keep Challenge. Saya hanya akan membeli buku menggunakan dana yang terkumpul dari sejumlah buku yang telah saya baca. 

Kedua, meminjam buku. Saya sering meminjam buku ke teman BBI atau ke perpustakaan online. Tahun kemarin saya sukses membaca banyak buku berkat perpustakaan online seperti iJakarta, iPerpusnas, iJogja dan iSukabumi. 

Ketiga, membaca buku elektronik. Sudah bukan rahasia lagi kalau ada banyak cara mendapatkan buku elektronik gratisan. Yah...beberapa menganggap hal ini ilegal. Tapi bagi saya yang penting saya tidak menjualnya kembali dan hanya untuk konsumsi pribadi saja.

Keempat, berlangganan buku elektronik seperti SCOOP Premium atau Bookmate. Asyiknya karena berlangganannya bisa barengan dengan teman-teman. Lebih murah, praktis dan tentunya legal.

Phobia-nya memang tidak lantas sembuh sih. Saya malah merasa phobia ini penting juga untuk tetap ada. Soalnya gara-gara phobia ini saya tetap semangat membaca. Saya malah gak kepengen sembuh dari phobia ini. Kalau kamu bagaimana? Apakah juga mengalami hal yang sama?