272 halaman
Katri lahir di desa Trunuh, Klaten. Dia bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya semuanya laki-laki, sehingga wajarlah Katri menjadi kesayangan keluarga. Suwasno, kakaknya yang paling tua aktif dalam organisasi kepemudaaan Pemoeda Rakjat. Dia punya mimpi besar, petani di kampungnya harus sejahtera. Karena itu dia membuka kelas baca tulis untuk tetangganya. Katri ikut membantu kakaknya. Suatu waktu Katri ditawari oleh Wasno untuk ikut Paduan Suara Lembah Merapi. Paduan suara ini dipimpin oleh seorang pemuda kaya bernama Agus, yang kelak menjadi suami Katri.
Awalnya pernikahan antara Katri dan Agus ditentang keluarga Katri. Pasalnya Agus sudah memiliki istri. Namun karena Katri telah berbadan dua, akhirnya mereka dinikahkan secara Islam mengikuti agama Agus. Kedua orang tua Katri menganut kepercayaan Kejawen, sedangkan kakak-kakaknya Katolik. Setelah menikah, Katri tidak lagi melanjutkan sekolahnya yang kala itu masih SMA. Sayangnya, sekitar lima bulan setelah menikah, di bulan Oktober 1965 kondisi di Klaten memanas. kantor partai tempat suaminya bernaung dibakar. Satu per satu kakaknya menghilang, disusul suaminya yang ikut menyingkir dijemput keluarganya. Tinggallah Karti bersama kakak keduanya Hartono yang tidak tergabung organisasi apapun bersama kedua orang tuanya. Malangnya, rumah Katri juga didatangi tentara. Katri yang sedang hamil 7 bulan, ditembak kepalanya. Beruntung dia tidak mati, peluru membus pipinya dan meremukkan rahangnya. Namun lidahnya masih utuh sehingga dia masih bisa berbicara meski dalam kesakitan.
Maka dimulailah perjalanan panjang Katri. Keluar dari RS Panti Rapih selepas perawatan lukanya dan kelahiran anaknya, Katri dijemput oleh tentara. Dia mengalami penyiksaan interogasi yang panjang, berpindah dari satu penjara ke penjara lainnya. Entah mengapa Katri dinilai sebagai orang penting. Sempat di tahun 1968 dia dibebaskan, namun kemudian terciduk kembali setelah diam-diam dia menemui kakaknya, Wasno. Selain penjara, Katri juga pernah menjadi penghuni Rumah Sakit Jiwa. Katri pun sempat hamil karena dijadikan pelampiasan nafsu penjaga penjara di Jakarta. Selepas penahanannya yang panjang, hidup Katri sebagai eks tapol pun tidak bisa dibilang mudah. Namun Katri menjalaninya dengan setia, tanpa dendam, dan hanya berharap akan masa depan.
Di tengah pemberitaan pencatatan ulang sejarah yang akan dilakukan oleh pemerintah, novel Katri ini mengajak pembaca untuk tidak melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Katri adalah saksi hidup seorang eks tapol yang mengalami hal di luar batas kemanusiaan. Novel semi-biografi ini bisa dikatakan menjadi memoar untuk mengenang para korban pembantaian "orang-orang kiri" tahun 1965 di Klaten. Ada banyak orang yang mengalami penyiksaan dan pembunuhan karena dianggap terlibat dengan PKI. Katri adalah salah satu diantaranya. Meski pada dasarnya dia sendiri tidak tahu apa yang dilakukan oleh suami dan kakak-kakaknya, tapi dia menanggung semuanya karena suami dan kakak-kakaknya melarikan diri. Sungguh membaca kisah Katri akan menitikkan air mata.
Novel ini butuh waktu 11 tahun untuk dituliskan, namun kisah Katri akan hidup selamanya.
Katri
Adeste Adipriyanti
264 halaman
Kepustakaan Populer Gramedia
Mei, 2025
Martha adalah seorang Chinese-Indonesian yang mendapatkan kesempatan untuk kuliah di Singapura lewat beasiswa dari pemerintah Singapura. Di sana dia bertemu dengan seniornya, Ronny. Singkat cerita keduanya menikah, dan Martha menjadi ibu rumah tangga mengasuh kedua anak mereka. Tidak banyak yang tahu, Martha adalah admin dari @DuoLion163, sebuah akun di twitter yang sering membuat utas tentang para politikus. Bersama sepupunya, Yuni, Martha menyajikan fakta dari data-data yang dianalisisnya menjadi sebuah utas yang bisa menjatuhkan atau mendukung politikus. Sampai kemudian, sebuah berita mengejutkan datang kepadanya. Perilakunya memalsukan dokumen saat mendaftar beasiswa di masa lalu terbongkar. Martha harus berhadapan dengan konsekuensinya, yaitu dipenjara.
Pertama kali membaca judulnya, pikiran saya mungkin sama dengan kebanyakan orang (bahkan Martha sendiri punya pikiran seperti itu). Anak Luar Nikah berarti anak yang lahir sebelum kedua orangtuanya menikah. Ternyata bukan itu. Ada suatu periode di Indonesia dimana warga keturunan Tionghoa kesulitan mendapatkan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia). Contoh paling terkenal itu adalah sang atlit Susi Susanti, yang meski dia sudah membela Indonesia di kancah dunia, ternyata masih dipersulit untuk menjadi WNI. Di dalam novel ini, kasus serupa dialami oleh orang tua Martha. Akibatnya, anak dari WNA ini mendapatkan frasa "Anak Luar Nikah" yang dicantumkan di akta kelahiran mereka. Diperparah dengan peristiwa Mei 1998, membuat Martha muda mengambil jalan pintas memalsukan akta kelahirannya, dengan mencoret frasa tersebut. Namun ketika Martha menelaah lebih jauh, itu adalah bentuk protesnya.
Novel fiksi ini bukan hanya mengangkat permasalahan identitas seperti yang dialami Martha. Berbagai permasalahan menjadi warga Chinese-Indonesian dikupas dalam novel ini. Selain itu, krisis komunikasi yang dialami Martha dan Ronny juga salah satu konflik yang menarik. Hubungan suami istri yang memburuk akibat ada salah satu pihak yang menyimpan rahasia penting dan menunda untuk terbuka dengan pasangannya.
Di sisi lain, novel ini mengangkat isu jejak digital. Martha tersandung kasus karena jejak digital yang ditinggalkannya di akun blog-nya belasan tahun lalu, akun yang sebenarnya sudah tidak lagi diperbaharui isi kontennya oleh Martha. Pertanyaan ala-ala kuis dengan judul "25 Questions About Me" membuat satu sisi gelap kehidupannya di masa lalu yang seharusnya terkubur malah terekspos kembali di media sosial. Tidak jarang kita selaku pengguna internet dengan isengnya menjawab kuis-kuis dan tanpa sadar mengungkap data diri dan kebiasaan kita. Well... saya tidak mau membahas jauh tentang itu, tapi menyarankan agar lebih waspada dengan pengungkapan data pribadi di dunia maya. Who knows....ada yang berusaha mencari kesalahan kita lewat konten media sosial kan?
Saya senang mendapat kesempatan membaca novel ini, menambah wawasan tentang Anak Luar Nikah. Lebih senang lagi, karena akhirnya bisa membaca habis satu buku dalam sehari. Highly recommended!
Perkumpulan Anak Luar Nikah
Grace Tioso
396 halaman
Noura Books
Juni 2023