~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Cara Mudah Membeli E-Book


Oke. Saya mau membuat pengakuan. Malam ini, sambil nemani anak saya main, saya ngecek twitter. Dan di timeline saya, ada beberapa teman yang sedang membicarakan SCOOP. Saya kepo dong...dan mulai menyimak percakapan mereka. 

#431 Putri Langit


Judul Buku : Putri Langit 
Penulis : Nigel Cawthorne
Halaman : 379
Penerbit : Serambi


Wu Chao masih berumur 13 tahun ketika dia terpilih menjadi selir Kaisar dan dibawa masuk ke harem milik Kaisar T'ang Tai Tsung. Dia hanya menjadi selir tingkat ke-5. Dia masuk ke sana atas rekomendasi sepupunya yang telah terlebih dahulu menjadi selir Kaisar. 

#430 Perfect Pain


Judul Buku : Perfect Pain
Penulis : Anggun Prameswari
Halaman : 316
Penerbit : Gagas Media


Bidari (Bi) telah menikah selama kurang lebih 12 tahun. Anaknya semata wayang, Karel, adalah alasannya untuk bertahan hidup. Pernikahannya memang tidak bahagia. Bi menjadi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Bima. Namun Bi juga menyadari, Bima adalah pria yang dipilihnya. Semua ini adalah pilihan hidupnya. Apalagi Bima sering menyesal telah melakukan kekerasan padanya. Bima selalu meminta maaf dan mengaku khilaf telah memukul Bi.

Cukup Diklik, Buku Tiba di Rumah


Sebagai seorang blogger buku dan pecinta buku, belanja buku itu rasanya sudah masuk ke dalam agenda rutin. Sebulan saja tidak mendapat buku baru, rasanya gatal banget pengen belanja. Padahal ya...belum tentu dibaca langsung juga sih (catatan: jangan ditiru). Kalau kata teman sih, yang penting sudah punya bukunya dulu. Bacanya nanti saja...hehe. 

[Giveaway] #429 Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang


Judul Buku : Gadis Penenun Mimpi & Pria yang Melipat Kertas Terbang
Penulis : Gina Gabrielle
Halaman : 228
Penerbit : CV. Nulisbuku Jendela Dunia

Mari menyelam ke dalam pekatnya tinta, masuk menyelinap jauh ke bawah kesadaran manusia. Biarkan jiwamu yang melihat dan mendengar. Aku jamin, segalanya akan segera menjadi berbeda begitu kau melewati gerbang ini. Satu, dua, tiga, empat. Bahannya sudah lengkap. Mimpimu sudah bisa ditenun. Empat, tiga, dua, satu. Mari bermimpi bersamaku.