~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#406 Puya ke Puya


Judul Buku : Puya Ke Puya

Penulis : Faisal Oddang

Halaman : 230

Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Setiap satu ayunan kaki manusia, ia tengah berjalan pergi seklaigus menuju pulang. Orang-orang hidup hanya untuk mati, begitulah. Semakin kau berjalan menjauh, semakin maut berjalan mendekat. Dan Tuhan menciptakan surge bagi para pejalan. Entah karena apa…

#405 Memoria


Judul Buku : Memoria

Penulis : Priscila Stevanni

Halaman : 275

Penerbit : Penerbit Kosong

Maira, seorang gadis 18 tahun yang memiliki kemampuan ingatan fotografis meyakini bahwa Rega sahabatnya adalah seseorang yang benar-benar nyata dan pernah ada. Sayangnya tidak ada satupun bukti yang mengarah ke sana. Tidak ada orang yang pernah mengenal Rega. Hingga akhirnya Maira harus berurusan dengan seorang psikolog. 

#404 Segala Yang Tersembunyi

Judul Buku : Segala yang Tersembunyi
Penulis : Heather Gudenkauf
Halaman : 368
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Allison baru keluar dari penjara setelah mendekam di sana selama 5 tahun sebagai hukuman atas perbuatannya di masa lalu. Allison dipenjara atas dakwaan telah membuang bayi perempuan yang baru saja dilahirkannya ke sungai. Sebenarnya hukumannya masih lebih lama, tetapi karena selama di penjara dia berkelakuan baik, maka dia bebas bersyarat dan harus tinggal di sebuah rumah singgah 

#403 The Silkworm


Cormoran Strike kembali beraksi. Kali ini kliennya adalah seorang wanita yang melaporkan suaminya yang menghilang. Leonora Quine meminta bantuan Cormoran untuk menemukan suaminya, Owen Quine, seorang penulis novel. Owen sudah meninggalkan rumah lebih dari sepuluh hari sejak mendapatkan kabar buku terbarunya tidak bisa diterbitkan. 

Dibantu oleh asistennya, Robin, Cormoran mulai melacak keberadaan Owen. Owen digambarkan sebagai seorang penulis novel fantasy yang sombong, egois dan pemarah. Naskah terakhirnya yang berjudul Bombyx Mori berisi sindiran dan cercaan kepada beberapa orang melalui tokoh/karakter di dalam novel tersebut. Tentu saja bukan karakter yang bagus. Malah bisa dibilang Bombyx Mori ini cerita yang menjijikkan. Ketika Cormoran akhirnya menemukan Owen di sebuah rumah dalam keadaan tewas secara mengenaskan, Bombyx Mori menjadi kunci dari kasus orang hilang yang beralih menjadi kasus pembunuhan. Pasalnya, kematian Owen mirip dengan deskripsi yang ada di buku Bombyx Mori.

Seperti biasa, Robert Galbraith (RG) mendeskripsikan setiap tokoh dengan baik. Belajar dari buku pertama, saya menyimak dengan baik setiap tokoh yang muncul. Saya sampai bikin catatan tersendiri, supaya bisa menebak siapa pembunuh Owen. Ternyata dengan lihainya, RG membuat twist sehingga tebakan saya salah.  Dan pembunuhan di dalam buku ini benar-benar sadis. Melibatkan bahan kimia, pembedahan, dan tali-temali. Dan oh ya, dari buku ini saya baru tahu kalau modar dan genah sudah menjadi kata baku.

Berbeda dengan buku pertama, buku kedua ini lebih seru. Saya semakin semangat membacanya karena Robin bukan lagi sekadar asisten penerima telpon untuk Cormoran. Dengan kegigihannya, Robin menunjukkan kapabilitasnya untuk bisa menjadi asisten Cormoran. Tentu saja dia harus berhadapan dengan tunangannya, Matthew yang tidak menyukai Cormoran. Ada banyak kejutan yang diberikan Robin di dalam buku kedua ini. Sementara itu Cormoran, yang pamornya mulai naik sejak kasus Luna Landry, masih juga belum move on sepenuhnya dari mantannya. Jujur saja, saya hanya membaca skimming beberapa bagian dimana Cormoran mengenang keberadaan Charlotte. Untungnya di bagian akhir buku ini, ada perkembangan hubungan antara Cormoran dan Robin yang membuat saya penasaran ingin membaca buku ketiganya.

The Silkworm (Cormoran Strike #2)
Robert Galbraith
536 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2014
4 stars

#402 Bandar : Keluarga, Dosa dan Darah yang Diwariskan


Judul Buku : Bandar : Keluarga, Dosa dan Darah yang Diwariskan
Penulis : Zaky Yamani
Halaman : 304
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Parlan sedang galau. Bapaknya, Gopar, memintanya untuk meneruskan usaha keluarganya. Usaha ini tidak main-main, sudah dirintis dengan darah dan perjuangan keras oleh neneknya, Dewi. Tapi hati nurani Parlan menentang. Bagaimana mungkin dirinya yang bercita-cita menjadi pengacara akan meneruskan usaha menjadi bandar ganja?