~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#183 Nanny for the Millionaire's Twins


Judul Buku : Nanny for the Millionaire's Twins
Penulis : Susan Meier
Halaman : 192 (ebook)
Penerbit : Harlequin Presents


Chance Montgomery membutuhkan seorang pengasuh untuk kedua bayi kembarnya yang ditinggalkan oleh mantan tunangannya untuk dirinya. Karena itu, Chance terpaksa menghubungi ibu angkatnya dan kembali ke rumah tempat dia dibesarkan. Bukan hal yang mudah bagi Chance, karena dulu ketika dia berusia 18 tahun, dia mengetahui bahya ayah angkatnya ternyata adalah ayah biologisnya sendiri. Chance merasa dibohongi baik oleh ayahnya maupun Max, saudara angkatnya. Tetapi Gwen Montgomery, ibunya, sampai saat ini masih sangat baik terhadapnya. Gwen bahkan mencarikan seorang pengasuh untuk bayinya.

Tory membutuhkan pekerjaan. Lima tahun dalam masa pemulihan sejak kecelakaan yang membuat kakinya rusak adalah masa-masa yang sulit untuknya. Untungnya dia bisa pulih dan berjalan kembali. Tetapi tunangannya Jason tidak seberuntung dirinya. Jason masih terbaring koma selama lima tahun. Satu-satunya keahlian Tory adalah mengasuh anak kecil, sehingga Tory menerima tawaran Gwen, sahabat ibunya, untuk mengasuh cucunya. Ketika melihat si kembar Sam dan Cindy yang berusia 6 bulan, Tory langsung jatuh hati. Kedua anak itu pun langsung akrab dengan Tory.

Melihat keakraban kedua anaknya dengan Tory, Chance merasa sangat tertolong. Apalagi Tory juga mengajarinya beberapa hal dalam pengasuhan anak. Kedekatan mereka berempat membuat Chance jatuh hati pada Tory, demikian pula dengan Tory. Tetapi tidak mungkin bagi Tory untuj mencintai Chance sementara tunangannya terbaring tak berdaya di rumah sakit.

Benang merah dalam novel ini adalah mengenai ketidakpercayaan dan kesetiaan. Chance berusaha mengatasi masalah ketidakpercayaan terhadap orang-orang terdekatnya. Selain memulihkan hubungan dengan keluarganya, Chance juga belajar mengatasi kepercayaannya atas suatu hubungan berdasarkan cinta. Sementara Tory yang berusaha bangkit dari kekurangan fisiknya, merasakan dukungan dari Chance untuk itu. Namun di sisi lain Tory merasa wajib berada di sisi Jason yang sudah menyelamatkan dirinya dalam kecelakaan yang justru membuatnya koma. Yang membuat saya menyukai novel ini adalah bagaimana keduanya berinteraksi dan saling memahami, menyampingkan keinginan fisik di antara mereka. Suasana kekeluargaan juga sangat terasa dalam kisah ini. Saling mendukung tapi masih menyisakan ruang untuk bergerak. 


#182 Love, Curse & Hocus-Pocus


Judul : Love, Curse & Hocus-Pocus
Penulis : Karla M. Nashar
Halaman : 416
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Bagi kamu yang belum membaca Love, Hate & Hocus-Pocus, ada baiknya kamu membaca buku dulu buku itu sebelum membaca Love, Curse & Hocus-Pocus. Karena sebenarnya buku ini adalah sekuel dari Love, Hate & Hocus-Pocus (judulnya aja mirip kan...). Alasan kedua adalah agar kamu tidak merasa terjebak dalam konflik penuh kebencian antara dua tokoh utama dalam novel ini tanpa tahu alasannya. Meskipun di halaman awal buku ini ada ringkasan buku pertama.

Gadis dan Troy sudah mengalami perpindahan antar dua waktu yang berbeda seperti yang diceritakan di buku pertama. Gara-gara menghina seorang gypsi tua, mereka terkena hocus-pocus yang menyebabkan mereka ada pada kondisi saling mencintai. Padahal di dunia nyata, keduanya bagaikan dua kutub magnet yang saling tolak menolak dan saling  membenci. Untunglah kini mereka kembali ke dunia nyata. Apa yang mereka alami seperti mimpi yang membingungkan. Karena berusaha berpegang pada logika, keduanya memutuskan untuk melupakan apa yang terjadi di dunia mimpi.

Kejadian berlanjut ketika Troy dan Gadis ditugaskan ke Inggris menghadiri  seminar internasional. Di pesawat, dalam suatu turbulensi ekstrim, keduanya kembali terlempar ke dimensi lain. Coba bayangkan, Troy dan Gadis sedang bertengkar ketika mereka dipindahkan ke dimensi lain, dan dalam dimensi lain itu mereka berdua sedang berada di ruang bersalin. Gadis sedang melahirkan anak kembar mereka, sementara Troy mendampingi istrinya dengan penuh cinta. Ha!! Saya saja sebagai pembaca merasa seperti terlempar dan jatuh dengan keras. Itu belum cukup. Ketika Gadis dan Troy sedang menikmati kebahagiaan menjadi sepasang orangtua, tiba-tiba anak kembar mereka meninggal. Apa ini? Kurang drama apa coba? Tunggu dulu... masih ada lanjutannya. Gadis merasa terpukul dengan kematian anaknya, berencana meninggalkan Troy. Troy yang mengetahui rencana itu mengejar Gadis hingga keduanya terjebak di dalam lift di saat gempa. Coba tebak? Yap... mereka terlempar kembali ke dunia nyata, di atas pesawat  menuju Inggris.

Secara emosi, membaca buku ini membuat saya merasa lelah. Saya mencoba menempatkan diri ke dalam tokoh Gadis. Belum reda rasa marahnya pada Troy, dia harus menghadapi kebingungan dan kesakitan melahirkan. Baru saja dipenuhi rasa bahagia memiliki keluarga kecil yang saling mencintai, hatinya hancur atas kematian anaknya dan rasa bersalahnya pada Troy. Tiba-tiba saja dia harus kembali ke dunia nyata dimana dia kembali merasakan kesedihan dan marah atas sindiran dan kebencian dari Troy, sementara Troy sepertinya tidak mengalami perubahan emosi atas apa yang mereka alami. Seperti gulungan tali yang ditarik dan diulur untuk kemudian menjadi kusut.

Akhirnya Gadis mengajak Troy untuk mencari jawaban atas apa yang mereka alami. Berdua mereka mencari gypsi tua yang memberikan kutukan ini kepada mereka. Tetapi perjalanan mereka bukan hanya mencari jawaban atas misteri time-travelling yang mereka alami, tapi juga mencari tahu apa sebenanrnya yang ada di hati mereka saat ini.

Ada satu pernyataan yang saya suka dari Troy kepada Gadis, ketika Troy mengatakan bahwa mereka berdua adalah orang yang beruntung bisa merasakan pengalaman ketika mereka sudah menikah di masa akan datang. Mereka tahu pertengkaran yang akan mereka hadapi, atau kesedihan yang bisa mereka alami. Seharusnya mereka menggunakan itu sebagai bekal untuk saling mengenal satu sama lain. Namun di dunia nyata tidak ada hal seperti itu. Mungkin nasihat dari gypsi tua berikut ini bisa kita gunakan.
That little voice inside us always tell the truth, but most people take it for granted. Love is a celebration of feeling. You have to use your heart to feel it, not your brain.
Empat bintang untuk Lyubitshka*


*Lyubitshka artinya cinta, sekaligus adalah nama gypsi tua dalam novel ini.

Giveaway Buzzer

Beberapa waktu belakangan ini saya tertarik untuk membaca dan (sedapat mungkin) mengkoleksi buku-buku sastra/novel yang berlatar belakang Asia. Sewaktu saya mencari-cari buku yang mau saya baca untuk event baca bareng BBI bulan ini (salah satu temanya adalah Sastra Asia), saya menemukan ada banyak buku-buku menarik yang ditulis oleh penulis Asia (di luar penulis Indonesia). Di antara buku-buku itu ada juga yang masuk dalam daftar 1001 buku yang harus dibaca sebelum meninggal. Salah satu buku yang masuk dalam daftar itu adalah buku berikut ini


17278242




Judul Buku : An Artist of Floating World


Penulis : Kazuo Ishiguro


Dalam An Artist of Floating World, Kazuo Ishiguro menyuguhkan tampilan otentik Jepang pasca perang, Jepang yang `mengambang` karena perubahan perilaku dan budaya.
Ishiguro yang lahir di Nagasaki pada tahun 1954 - tetapi pindah ke Inggris pada tahun 1960 - menulis kisah Masuji Ono, seorang seniman bohemian dan penyedia kehidupan malam yang menjadi propagandis imperialisme Jepang selama masa perang.
Tetapi kini perang telah berakhir dan Jepang kalah. Istri dan anak Ono terbunuh. Apa yang tersisa pada Ono? Inilah kisah yang membawa Ishiguro meraih penghargaan Whitbread Prize pada tahun 1986.
Editor’s Note
Ishiguro menulis dengan perpaduan yang sangat baik antara ekonomi dan bahasa deskriptif, tanpa menghamburkan kata atau bagian-bagian yang tidak relevan.



Buku ini ternyata sudah diterjemahkan oleh Rahma Wulandari dan diterbitkan oleh Elexmedia Komputerindo. Beberapa teman BBI juga ada yang sudah membaca dan mereviewnya. Saya jadi penasaran berat dengan buku ini.


Untungnya, mbak Melody sedang bikin giveaway yang berhadiah 3 ekspemplar buku ini di blog-nya. Kalau kamu mau dapat buku gratis, silahkan datang ke sini dan ikuti petunjuknya untuk mendapatkan buku ini.

#181 Ginko


Judul Buku : Ginko
Penulis : Jun'ichi Watanabe
Halaman : 464
Penerbit : Serambi


Gin Ogino menikah dengan seorang petani kaya pada umur 16 tahun. Pernikahan ini dianggap sebagai suatu keberuntungan bagi keluarga besar Ogino. Akan tetapi ketika Gin pulang ke rumah keluarganya dan meninggalkan suaminya, semua orang jadi bertanya-tanya. Apalagi kepulangan Gin disertai rumor bahwa Gin sedang sakit. Kenyataannya Gin memang sedang sakit saat meninggalkan suaminya. Dia menderita gonorrhoea (suatu penyakit seksual menular) yang didapatkannya dari suaminya. Bukan hanya karena penyakit yang membuatnya menderita dan tidak bisa memiliki keturunan, tetapi karena ketidak setiaan suaminya membuat Gin sakit hati. Gin mendobrak tradisi dengan menceraikan suaminya.

Pada masa itu, di Jepang pengobatan Cina hanya dilakukan oleh laki-laki. Dr. Mannen yang mengobatinya tidak mungkin menyentuhnya. Jadi pengobatan yang diterima Gin hanyalah berdasarkan penjelasan Gin kepada dokter itu atas gejala yang dialaminya. Suatu ketika, Dr. Mannen menyarankan Gin untuk berobat ke Tokyo. Pengobatan Barat yang jauh lebih baik mungkin bisa menyembuhkan Gin. Karena ingin sembuh, Gin pun berangkat ke Tokyo. Alangkah terkejutnya Gin ketika dia harus "membuka dirinya" diperiksa oleh dokter laki-laki dan disaksikan oleh mahasiswa kedokteran lainnya.
Aku akan menjadi dokter! Lihat saja nanti!
Rasa malu yang dialami Gin membuatnya berambisi menjadi seorang dokter. Tentu saja tidak mudah, karena budaya Jepang saat itu belum menyetujui adanya seorang dokter perempuan. Keluarganya tak satupun mendukungnya. Perjalanan Gin menjadi seorang dokter jauh dari mulus. Tapi Gin tidak putus asa. Diawali dengan belajar sastra dan budaya di rumah Profesor Yorikuni Inoue, kemudian masuk Sekolah Guru Perempuan Tokyo adalah sebagian dari upaya Gin mengisi waktu sebelum masuk ke sekolah kedokteran. Gin juga mengubah namanya menjadi Ginko Ogino sebagai bentuk usahanya memperlihatkan pada masyarakat bahwa seorang perempuan punya kedudukan yang sama dengan laki-laki.

Ginko akhirnya masuk ke Universitas Kedokteran Kojuin. Sebagai satu-satunya mahasiswi kedokteran, tentu saja Ginko harus berusaha lebih keras. Bukan saja menghadapi lingkungan sekitarnya, Ginko harus bekerja untuk menghidupi dirinya. Ketika Ginko lulus dengan predikat terbaik, sekali lagi Ginko harus menghadapi ujian sertifikasi. Tiga tahun ditolak dengan alasan dia seorang perempuan, Ginko akhirnya menemukan jalannya untuk menjadi seorang dokter ginekologi dan obstetri. Sekali lagi Ginko mendobrak tradisi Jepang dengan menjadi dokter perempuan pertama di Jepang.

220px-Ogino_Ginko2

Pengalaman pahit Ginko terhadap laki-laki membuatnya selalu ingin mencari cara agar kedudukan perempuan bisa sama dengan laki-laki.  Ginko aktif dalam berbagai organisasi perempuan. Nama Ginko Ogani menjadi terkenal dan dia dikagumi oleh banyak orang  (laki-laki dan perempuan). Shitaka, seorang mahasiswa juga mengagumi semangat Ginko akhirnya jatuh cinta pada Ginko. Untuk ketiga kalinya, Ginko melanggar tradisi. Ginko pun menikahi Shitaka yang usianya jauh di bawahnya.

Novel ini diangkat dari kisah nyata Ginko Ogani seorang dokter perempuan pertama di Jepang. Perjuangan Ginko yang berkali-kali melanggar tradisi justru menginspirasi perempuan-perempuan di Jepang untuk mengejar cita-cita mereka. Ginko tidak menyerah dengan segala keterbatasan dan keadaan di sekelilingnya. Ginko sendiri meninggal pada usia enam puluh tiga tahun. Hingga akhir hidupnya Ginko tetap membuka klinik dan melakukan pelayanan kesehatan.


g_081126_wata00

Jun'ichi Watanabe, penulis novel ini, adalah seorang dokter ortopedi yang menekuni dunia kepenulisan. Sejak 1969 dia sepenuhnya menjadi penulis. Karyanya banyak yang berupa biografi dan berlatar belakang ilmu kedokteran. Berbagai penghargaan juga telah diterimanya antara lain hadiah Naoki 1970 untuk novel Hikari to kage dan hadiah Eiji Yoshikawa untuk novel Toki rakujitsu. Novel Ginko (dengan judul asli Beyond the blossoming fields) menjadi buku bestseller di Jepang.

#180 Minggat


Judul Buku : Minggat (Lima Sekawan #3)
Penulis : Enid Blyton
Halaman : 267
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Kenapa Lima Sekawan minggat? Trus mereka minggat kemana?

Liburan kali ini terasa berbeda. Bibi Fanny sedang sakit dan terpaksa harus masuk rumah sakit. Tentu saja Paman Quentin menemani istrinya. Pengurus rumah tangga mereka, Bu Stick, adalah orang yang tidak ramah. Begitu juga dengan anaknya, Edgar dan anjingnya si Abu yang bau. Yang tersiksa tentunya George, Julian, Dick, Anne dan Tim. Bu Stick tidak menyediakan makanan bagi mereka dengan layak. Untuk teman minum teh, mereka sering mendapatkan roti basi. Pak Stick yang berwajah buruk juga selalu menghalangi anak-anak untuk mendapatkan makan malam. Dan yang membuat George bertambah marah dan takut karena Bu Stick tidak segan untuk meracuni Tim.

George merencanakan untuk minggat dari rumahnya. Diam-diam dia mempersiapkan bekal untuk tinggal di Pulau Kirrin. Tengah malam, George dan Tim pergi meninggalkan rumah. Untungnya Julian mengetahui rencana George dan segera menyusul George. Dia pun meyakinkan George kalau dia dan adik-adiknya akan menemani George tinggal di Pulau Kirrin. Mereka pun mengatur siasat untuk mengelabui keluarga Stick, agar mereka mengira anak-anak dan Tim kembali ke London.

Di Pulau Kirrin, anak-anak mendapati kejadian yang aneh. Ruangan bawah tanah Puri Kirrin tertutup batu. Sepertinya ada yang menempati ruangan itu. Di bangkai kapal juga mereka temukan sebuah koper yang masih baru. Mungkin ada penyelundup yang datang ke Pulau Kirrin. Akhirnya anak-anak menemukan sebuah gua yang kering, dan mereka pun bermalam di sana. Alangkah terkejutnya mereka ketika di suatu pagi mereka melihat keluarga Stick ada di Pulau Kirrin. Apa yang mereka lakukan di sana? Apakah keluarga Stick bekerja sama dengan penyelundup?

Dibandingkan dua buku sebelumya, kisah petualangan kali ini sedikit berbeda. Mereka tidak lagi menemukan harta karun atau peta kuno. Lima Sekawan kali ini mengungkap misteri yang terkait dengan keluarga Stick. Beberapa kata-kata seperti brengsek dan tolol masih terdapat dalam buku ini. Minggat dari rumah tanpa sepengetahuan orang tua apapun alasannya juga bukan contoh yang baik.  Tetapi keberanian anggota Lima Sekawan untuk membela hak mereka dan mengungkap kejahatan adalah hal yang bisa ditiru. Jadi untuk anak-anak yang membacanya sedapat mungkin diberikan pemahaman yang baik oleh orang dewasa.



Read-A-LongButton

Postingan ini diikutsertakan dalam event 2013 Read-a-long with Children Literature, Fun Year with Children Literature, dan A Reading Challenge on Mystery From 2013 TBRR Pile