~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#131 The Extraordinary Secret of April, May & June


Judul : The Estraordinary Secret of April, May & June
Penulis : Robin Benway
Halaman : 291 (ebook)
Penerbit : Razorbill

I hugged my sisters and they fit against my sides like two jigsaw pieces that would never fit anywhere else. I couldn't imagine ever letting them go again, like releasing them would be to surrender the best parts of myself.
 Ada tiga bersaudara, namanya April, May dan June. Mereka lahir masing-masing pada bulan sesuai dengan namanya, dan sesuai dengan urutannya, masing-masing hanya berbeda setahun satu dengan yang lainnya. Kalau menurut ibunya, siapa yang nggak bingung ngasih nama kalau setiap 13 bulan kamu mendapatkan seorang anak perempuan :D Keunikan kedua adalah mereka bukan tiga bersaudara yang biasa-biasa saja. Ternyata mereka punya kekuatan supernatural.

“I know too much already.” - April

April, anak pertama, memiliki kemampuan bisa melihat masa depan. Kutu buku, sampai-sampai saat adiknya mengira rumah mereka kemasukan pencuri, yang pertama dicek olehnya adalah koleksi buku Harry Potter-nya. Sebagai anak pertama, April selalu merasa harus melindungi adik-adiknya. Dengan kemampuannya itu, dia bisa mengontrol apa yang akan dilakukan oleh adiknya dan memperingatkan mereka sebelum persitiwanya terjadi. Di sekolah, April menyukai Julian, pemuda yang diselamatkannya saat terjadi gempa.

“Even when you can disappear, the hurt doesn’t go away.” - May

May, anak kedua, memiliki kemampuan bisa menghilang menjadi tak kasat mata. Kemampuannya ini seringkali terjadi saat dia sedang emosi. Sejak perceraian kedua orang tua mereka, dan kepergian ayahnya, May selalu menutup diri dan sinis terhadap semua hal. May pernah kedapatan mabuk di rumah temannya, dan setelah itu mereka pindah rumah ke kota lain bersama ibunya. May selalu menganggap hal tersebut adalah kesalahannya. May semakin terpuruk ketika ayahnya berkali-kali membatalkan janji untuk mengajak May ke tempat tinggalnya. Nilai-nilainya berantakan, sampai-sampai Kepala Sekolah memberikan tutor untuk mata pelajaran Sejarah Eropa. Tutornya adalah Henry, kakak kelasnya, yang tergila-gila dengan Stanford.

“It turns out that being a mindreader does have its upsides.” - June
 June, anak ketiga, bisa membaca pikiran orang yang ada di dekatnya. Sebagai murid baru di sekolah, sangat penting bagi June untuk bisa diterima dalam pergaulan sosial anak-anak populer. June memanfaatkan kemampuannya untuk itu. Di antara saudaranya, June selalu berpenampilan modis, tetapi juga paling labil. June juga yang pertama kali menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan istimewa.


Konflik muncul ketika April mendapatkan penglihatan ada kejadian yang buruk akan menimpa June. Dalam penglihatannya itu, June mengalami kecelakaan bersama dengan Julian. Mengingat tingkah laku June yang sangat ingin populer, April mengkhawatirkan adik bungsunya itu. Dia lalu meminta May mengawasi adiknya dengan cara mengikuti June (dengan cara invisible), sementara April berusaha mendekati Julian untuk menjauhkannya dari June. Apakah mereka bertiga berhasil mengakali masa depan dengan mengubah takdir saat ini?

Saya menyukai novel ini karena bercerita tentang tiga orang perempuan yang bersaudara. Saya sendiri punya seorang kakak perempuan (yang selalu ingin melindungi adiknya seperti April) dan seorang adik perempuan (yang paling modis diantara kami seperti June). Tidak heran jika saya lebih menempatkan diri dalam posisi May. Apalagi ketika May mengatakan bahwa anak tengah itu cenderung dilupakan, oh.. I really feel it. May ingin menghilang dan pergi untuk menemukan zona nyamannya. Been there, done that, buy the t-shirt. :)

Saya tidak terlalu menaruh perhatian pada kemampuan supernatural mereka bertiga. Yang saya lihat justru bagaimana mereka berusaha "berdamai" dan mengendalikan kemampuan mereka. Ada kalanya May cemburu karena tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi, sementara April dan June sudah mengetahuinya. Atau ketika May berusaha untuk tidak menghilang saat belajar bersama dengan Henry, yang entah mengapa sentuhan Henry membuat perutnya serasa diisi kupu-kupu, dan selanjutnya yang dia tahu ujung kakinya mulai mengilang.

Saya berharap sekali buku ini bisa diterjemahkan, atau dibuat filmnya :) Tiga bintang untuk April, May dan June.



#130 Si Peramal Cinta


Judul : Si Peramal Cinta
Penulis : Allison van Diepen
Halaman : 193
Penerbit : Esensi Erlangga Group

Pernah melihat iklan yang menawarkan jasa untuk meramalkan hubungan cintamu? Entah itu iklan cetak ataupun iklan di televisi. Banyak orang yang nyinyir, tapi ada juga yang percaya. Lebih banyak lagi yang denial tapi diam-diam selalu membuka bagian horoskop atau astrologi sewaktu membuka majalah, koran atau tabloid. Si peramal cinta ini sepertinya tahu semua hal tentang cinta. Tapi bagaimana dengan kehidupan cintanya sendiri?

Kayla adalah seorang peramal cinta. Tapi tidak ada yang tahu (kecuali kakaknya, Tracey) kalau dia adalah pemilik situs peramalcinta.com yang berwarna biru-pink itu. Sebenarnya bukan meramal karena Kayla tidak menggunakan bola kristal atau kartu tarot bahkan ilmu perbintangan. Tepatnya Kayla memprediksikan nasib cinta kliennya.  Kayla juga membuka jasa konsultasi lewat email, chatting, dan telpon. Cukup membayar 5 dollar lewat PayPal, kliennya akan mendapatkan saran yang ampuh untuk menghadapi masalah cinta mereka. Dan klien Kayla bukan hanya remaja-remaja, ada juga yang sudah dewasa. Kayla juga rajin mengisi situsnya dengan artikel-artikel yang menarik seperti Sepuluh Alasan Tepat Membiarkan Cowokmu Pergi atau Tebar Pesona.

Apakah Kayla benar-benar ahli soal percintaan? Apa dia punya banyak pacar? Kenyataannya Kayla hanya pernah dua kali berpacaran dan keduanya adalah bencana. Pacar pertamanya lebih menyukai video game dibandingkan dirinya. Pacar keduanya memilih memutuskannya dengan cara memasang foto profil facebooknya dimana dia sedang berciuman dengan gadis lain. Kayla memutuskan sebaiknya dia berpacaran saat kuliah saja, atau setidaknya saat umurnya sudah 18 tahun. 

Tapi rencana itu sepetinya tidak berjalan lancar ketika dia bertemu Jared di kelas seni. Sosok Jared yang cuek tapi cool ditambah bodynya yang menarik membuat perhatian Kayla mulai terpengaruh. Rasanya dia mau melanggar aturan tidak berpacaran sebelum kuliah asalkan Jared bisa menjadi pacarnya. Tetapi gara-gara kencan kilat yang diadakannya di acara pengumpulan dana untuk Yayasan Kanker, Jared malah jadian dengan Brooke, cewek pemandu sorak di sekolah mereka. Kayla jadi patah hati. Masalah semakin rumit ketika saran cinta yang diberikan kepada sahabatnya justru malah membuat sahabatnya itu bermasalah dengan orangtuanya. Kayla jadi ragu, apakah dia benar-benar bisa memberikan saran tentang cinta sementara dirinya sendiri tidak tahu harus berbuat apa. Jalan terbaik adalah menutup situs peramalcinta itu.

Novel ini menarik karena tidak hanya berisi kisah cinta Kayla, tetapi ada banyak pelajaran tentang cinta ala remaja yang bisa diambil di dalamnya. Hanya saja harus disaring dulu, karena remaja di dalam novel ini adalah remaja di Amerika yang tentunya punya budaya berbeda remaja di sini (atau sudah hampir sama ya? *wink*) :)

Saya jadi penasaran dengan kelanjutan hubungan Kayla dan Jared. Untungnya Esensi berbaik hati menerbitkan buku keduanya bersamaan dengan buku pertamanya :)



Terima kasih untuk mas Johanes dan mbak Yuniar (Esensi) atas kiriman bukunya

#129 Something About You


Judul Buku : Something About You
Penulis : Julie James
Halaman : 251 (ebook)
Penerbit : Penguin/Berkley

Setelah membaca Just The Sexiest Man Alive karya Julie James, saya memutuskan untuk membaca salah satu serial-nya yaitu FBI/US Attorney. Saya membaca ebooknya walaupun novel ini sudah diterjemahkan oleh Elex Media dengan judul Tentang Kamu. Di bawah ini adalah cover versi terjemahan Indonesianya. Saya sih lebih suka cover aslinya.

Cameron Lynde memutuskan untuk menginap di hotel ternama karena rumahnya sedang direnovasi. Ternyata ada kejadian persis di sebelah kamarnya pada malam dia menginap. Diawali dengan suara uhuk-uhuk yang sangat mengganggu sampai suara tempat tidur terbentur ke dinding pembatas kamar. Cameron tidak bisa tidur jadinya, padahal salah satu tujuan dia menginap di hotel itu adalah untuk beristirahat. Sampai dini hari suara yang mengganggu itu masih juga terdengar, sampai Cameron memutuskan untuk menelpon sekuriti. Sebelum sekuriti mendatangi kamar yang bermasalah itu, Cameron sempat melihat lewat peephole  seorang pria keluar dari kamar tersebut. Sayangnya Cameron tidak melihat wajah dari pria itu. Ketika sekuriti datang, Cameron kembali mengintip lewat peephole. Nah yang aneh menurut saya, bagaimana mungkin Cameron bisa melihat semua yang dilakukan sekuriti di depan pintu kamar 1038 (kamar yang bermasalah) lewat peephole? (kamarnya Cameron di 1037, persis di sebelah kamar 1038). Ternyata ada pembunuhan yang terjadi di kamar sebelah. Seorang wanita tewas dibunuh dengan cara dibekap dengan bantal. Parahnya lagi si wanita tadi ternyata sebelumnya ber-uhuk-uhuk dengan seorang senator. Akhirnya senator ini dicurigai sebagai pembunuhnya. Kasus ini pun ditangani oleh FBI di bawah komando Agen khusus Jack Pallas.

Sialnya, Agen Pallas mempunyai masa lalu yang buruk dengan Cameron. Tiga tahun yang lalu Cameron menolak kasus seorang gembong mafia yang ditangani oleh Jack. Karena emosi, Jack menghina Cameron di saluran tv nasional. Akibatnya Jack dimutasi ke Nebraska. Jack berpikir mutasi-nya ke Nebraska gara-gara desakan Cameron. Sejak saat itu Jack benci pada Cameron. Tapi ya.. batasan benci sama cinta kadang terlalu tipis. Apalagi ketika Jack harus melindungi saksi utama kasus si senator ini, yang mengharuskan dia bertemu kembali dengan Cameron.

Menariknya novel ini adalah walaupun genre-nya romance, tapi ada unsur suspense-nya (meskipun ga banyak karena pembunuhnya sudah diketahui sejak awal). Jack dan Cameron berusaha mengungkap siapa pembunuh wanita yang ditemukan tewas tersebut, dan tanpa diduga kasus yang mereka hadapi ini berhubungan dengan kasus mafia yang dulu menjadi sumber permasalahan antara Jack dan Cameron. Di samping itu ada konspirasi di pemerintahan yang berada di belakang kasus tersebut.

Romantisme antara Jack dan Cameron juga menarik untuk disimak. Ternyata sebelum kasus mereka tiga tahun lalu, Jack sudah menaruh hati pada Cameron. Cameron sendiri tidak bisa menolak pesona dari Jack. Lucunya, meskipun masih dalam kondisi marahan dan tidak percaya satu sama lain, ketertarikan fisik antara mereka berdua tidak bisa dihindari. Adegan kipasnya ada sih...namanya juga romance :)



#128 123 Anti Bego


Judul : 123 Anti Bego
Penulis : @alienstartrek (Arief Ash Shiddiq)
Halaman : 136 (buku 1) & 112 (buku 2)
Penerbit : PlotPoint

Mungkin ada di antara kamu yang baru pertama kali mendengar tentang penerbit Plot Point. Sama dong dengan saya... Begitu ada kabar dapat buntelan buku PlotPoint, saya langsung mencari tahu mengenai penerbit ini. Dan pencarian saya sampai ke sini. Ternyata, PlotPoint adalah sebuah workshop yang menyediakan beberapa kelas pelatihan, salah satunya adalah pelatihan menulis kreatif. Workshop ini berdiri tahun 2009, dan pada tahun 2012 lahirlah PlotPoint Publishing. Salah satu buku yang diterbitkan adalah serial 123 Anti Bego yang ditulis oleh @alienstartrek.

123 Anti Bego (katanya) berisi 123 buah tips yang lucu dan praktis (di setiap bukunya). Tapi setelah saya baca, ga semuanya berupa tips. Kadang berupa informasi yang setelah saya baca saya jadi berpikir, "kok saya ga tahu ya?". Yang menarik adalah, buku ini tidak harus dibaca runtut dari depan ke belakang. Terserah mau baca dari nomor yang mana dulu. Di setiap tips ada checkbox berisi angka 1 sampai 5, yang diperuntukkan untuk mengukur tingkat kepentingan tips tersebut bagi pembaca. Skala 1 untuk penting aja sampai skala 5 untuk penting banget :D Ohya, bonus bookmark-nya juga keren... Satu buku ada 4 bookmark mini. Selain itu, adanay ilustrasi dan komik dalam buku ini membuat tips-tipsnya tidak membosankan. Yang sudah terbit ada 2 buku dengan cover kreatif berwarna biru. Kenapa kreatif? Pertama, angka 123 sudah eyecatching, ditambah lagi ternyata ada kuis di angka 123 itu.

Mengawali semua tips (atau informasi) dalam buku ini, tips pertama adalah Kalau memang nggak tahu, ngaku. Karena aturan anti bego nomor satu adalah sadar bahwa kita memang bego :D Lebih parah lagi kalau pura-pura tahu tentang masalah tersebut. Contoh tips yang baru saja saya pelajari setelah membaca buku ini adalah tanda-tanda restoran nggak enak itu kalau pilihan makanannya terlalu banyak atau buka cabang terlalu banyak. Ehm... apa kabar ayam goreng ka-ef-si ya? Hehe...

Di akhir buku ini, ada TTS yang bisa diisi dengan pertanyaan seputar tips yang sudah dibagikan sebelumnya. Kenapa harus ada TTS ya? Perkiraan saya sih untuk mengetahui masih bego gak habis baca buku anti bego ini. Saya sih bisa ngisi TTS-nya tanpa buka buku lagi :) Kalau "harus" isi TTS berarti bukunya ga bisa dipinjam dong? Mungkin, karena salah satu langkah pintarmu adalah dengan membeli buku 123 Anti Bego :mrgreen:

Untuk informasi buku-buku PlotPoint lainnya silahkan klik di sini.


*Terima kasih untuk PlotPoint dan mas HTanzil untuk buntelannya :)

#127 Tofi : Perburuan Bintang Sirius


Judul Buku : Tofi : Perburuan Bintang Sirius
Penulis : Prof. Yohanes Surya, Ellen Conny dan Sylvia Lim
Halaman : 856 (draft edition)
Penerbit : Penerbit Kandel

Siapa yang tidak mengenal nama besar Prof. Yohanes Surya? Saya sendiri sudah mengetahui nama besar beliau sejak SMA. Dulu, entah karena guru Fisika di sekolah kami yang terobsesi dengan Olimpiade Fisika, kami selalu diminta mengerjakan soal-soal Olimpiade Fisika. Bahkan buku yang diterbitkan khusus untuk latihan Olimpiade Fisika menjadi buku acuan kami. Tidak sia-sia, salah seorang teman kami yang sangaaat mencintai fisika (sampai pernah diskors gara-gara selalu mengerjakan soal-soal fisika di saat belajar bidang studi lain) akhirnya berhasil meraih medali emas di Olimpiade Fisika se-Asia Afrika pada tahun 1999. Dan sekarang, berkat fisika dia sudah menjadi seorang Doktor di bidang Particle, Hadronic Physics. Efeknya untuk saya? Saya semakin tidak menyukai fisika yang rumit :D

Tetapi ketika saya mendapat info di sini bahwa beliau menulis sebuah novel, tentu saja saya segera mengajukan diri sebagai salah satu reviewer. Lumayan dapat novel gratis, walaupun dalam bentuk draft dan tidak ada tanda tangan sang Profesor seperti yang sudah dijanjikan. Novel ini adalah bagian pertama dari Trilogi Tofi. Untuk versi draft, novel ini dibagi menjadi 2 buah buku (mungkin karena tebalnya mencapai 831 halaman). Dengan ketebalan seperti itu, novel ini langsung mengingatkan saya kepada serial Harry Potter. Saat membacanya pun saya tidak bisa tidak membandingkannya dengan Harry Potter. Mungkin karena misi dalam novel ini adalah mencari cincin Newton (di Harry Potter juga ada kan soal cincin yang jadi hocrux itu?), dan ada salah satu tokoh bernama Hadesha yang mengingatkan saya pada Prof. Snape.

Novel ini diawali dengan pengenalan para tokoh. Tokoh utama adalah Tofi, anak seorang ilmuwan pemenang Nobel Fisika, Prof. Albed Yomosi. Tofi bersekolah di Odyssa College, sebuah sekolah khusus para ilmuwan (fisika) di sebuah pulau di Indonesia bernama Pulau Kencana. Sayangnya dalam buku ini tidak dicantumkan peta yang menunjukkan letak pulau itu. Pulau Kencana ini adalah pulau yang khusus dirancang oleh para ilmuwan, di mana kehidupan di dalamnya sangat canggih dengan menggunakan banyak peralatan berteknologi nano, serta bebas polusi dan penyakit. Bayangkan, untuk masuk belajar di sekolah itu saja harus melewati sensor dari sebuah robot yang akan mendeteksi kesehatan. Kalau menderita flu atau demam, siswa tidak boleh masuk ke dalam sekolah.

Tofi diceritakan sedang galau. Karena statusnya sebagai anak seorang ilmuwan ternama, maka dia selalu merasa dibayang-bayangi oleh nama besar ayahnya. Hal ini membuat dia tidak bisa menjadi remaja normal, sehingga dia sering membuat kekacauan di sekolah. Tapi Tofi adalah anak yang pandai. Hanya dia dan Jupiter (saingannya) yang selalu diunggulkan di sekolah itu. Bedanya Jupiter yang anak walikota, selalu merasa lebih di atas semua siswa karena kekayaannya. Tidak heran Jupiter dan  gank-nya selalu mem-bully teman-teman mereka yang lemah. Persaingan antara Tofi dan Jupiter juga bersaing untuk menjadi ketua Fosfor (Futuristic Outstanding Science for Teens), sebuah klub studi bergengsi di sekolah mereka. Persaingan makin sengit ketika Miranda, seorang gadis primadona datang ke sekolah mereka. Jupiter suka pada Miranda, sementara Miranda sepertinya lebih menyukai Tofi. Ketika Miranda akhirnya terpilih sebagai ketua Fosfor, Jupiter semakin berusaha mendekati Miranda.

Salah satu program dari klub Fosfor adalah mengikuti Science To Generation (STG) demi mendapatkan dana sebesar 25,000 dollar. Dana itu sangat penting untuk membiayai penelitian-penelitian yang akan dilakukan oleh klub Fosfor. STG sendiri adalah lomba fisika bertaraf nasional yang akan diikuti juga oleh beberapa kontestan dari provinsi lain. Tofi dan tim-nya terpilih untuk mengikuti STG. Di dalam lomba itulah Tofi menghadapi persoalan utama.

Di lomba STG, tim Pulau Kencana berhadapan dengan tim dari Kalimantan Barat, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Papua. Mereka dituntut menyelesaikan berbagai persoalan fisika yang tidak hanya mengandalkan otak, tapi juga fisik dan hati mereka. Di dalam lomba yang cukup menegangkan dan seru ini, mereka semua belajar menghargai kode etik seorang ilmuwan, agar nantinya di masa yang akan datang merka menjadi ilmuwan yang bertanggung jawab dan tentunya menghargai semesta dan sesama.

Itu saja? Tentu tidak. Di balik semua yang dialami Tofi ada satu konflik yang melibatkan banyak ilmuwan fisika dari berbagai negara.  Tanpa sengaja, Tofi menemukan sebuah cincin Newton yang merupakan senjata rudal berukuran nano yang bisa merusak DNA korbannya. Cincin ini tidak boleh jatuh ke tangan ilmuwan yang jahat. Ada banyak penyusup, penyamaran, dan rahasia yang tentu saja membahayakan nyawa semua yang terlibat di dalamnya.

Pada dasarnya saya mengapresiasi novel science yang mencoba "memasyarakatkan" fisika, yang dikenal sebagai ilmu yang sulit dan tidak mudah dijangkau. Hanya saja saya menemukan beberapa hal yang mengganggu saya selama membaca novel ini. Saya hanya penikmat novel yang awam dengan semua ilmu fisika :)

Yang pertama adalah penggunaan nama-nama tokoh yang diambil dari nama-nama ilmuwan fisika, nama planet, satelit, bintang, dan beberapa istilah di bidang fisika. Namanya tidak masalah, tapi penjelasan beberapa nama yang selalu diulang-ulang di sepanjang novel membuat detil yang mengganggu. Misalnya nama Jupiter sebagai planet terbesar, atau Miranda dari nama satelit Uranus.

Yang kedua, seperti yang sudah saya sebutkan di atas tidak ada kejelasan di mana letak pulau Kencana ini, dan novel ini terjadi pada tahun berapa? Saat membaca di awal, saya mengira novel ini bersetting suatu waktu di masa yang akan datang ketika teknologi nano dan kuantum menjadi sesuatu yang sudah sangat aplikatif, digunakan dalam berbagai macam peralatan dalam kehidupan manusia. Tetapi di halaman 186, peserta STG dari Surabaya mengeluh karena lokasi lomba tidak dilengkapi dengan internet sehingga mereka tidak bisa mengupdate status si facebook, twitter dan BBM. Juga ketika peserta dari Kalimantan Barat mengeluh tidak pernah menggunakan internet, tidak tahu apa itu modem dan access point. Bahkan peserta dari Papua yang mengklaim mereka tidak pernah menggunakan sepeda karena mereka bukan anak bupati. Well, kalau ada bagian wilayah Indonesia yang sedemikian canggihnya sementara pulau Kalimantan tidak terjangkau internet dan di Papua kenderaan bernama sepeda terbatas untuk orang kaya, itu adalah hal yang absurd menurut saya. Kita tahu kesejahteraan di Indonesia tidak merata, tetapi apakah iya pemerintah tega berbuat seperti itu? Seberapa penting sih sebuah pulau berteknologi tinggi penuh ilmuwan, jika ada wilayah (yang jelas-jelas ada di peta) malah terbelakang? Saya mengerti novel ini masuk dalam genre fantasy, tapi maafkan saya jika fantasy saya menolak hal tersebut. Setidaknya di novel ini digambarkan bahwa peserta dari Papua dan Kalimantan Barat tadi punya semangat yang tinggi di tengan ketertinggalan mereka.

Yang ketiga, penggunaan kalimat-kalimat panjang yang tidak efektif. Saya kasih satu contoh, di halaman 85.



Tik! Tik! Tik! ..... Tetes-tetes hasil evaporasi siklus air telah kembali mengguyur bumi dengan hawa dinginnya.


Aduh.. bilang saja hujan, lebih singkat kan? :) Masih banyak lagi sih, tapi saya berhenti membuat catatan di halaman 100 karena memutuskan untuk mencoba menikmati novel ini.

Yang saya suka dari novel ini adalah ketika tim penulis mencoba memasukkan kisah hidup para ilmuwan Fisika yang jarang didengar orang, misalnya cinta pertama Newton, hidup Faraday yang adalah orang miskin tapi bisa menemukan sesuatu yang penting di dunia fisika, atau tentang ilmu perbintangan yang menarik untuk diikuti. Bagian yang paling saya suka adalah dialog antar planet yang mencemooh Pluto karena diturunkan pangkatnya dari planet menjadi asteroid :D

Saya berharap novel ini bisa membuat lebih banyak anak muda tertarik untuk lebih mengenal dunia science secara umum atau fisika secara khusus. Novel ini juga menyadarkan saya kembali arti penting menjadi seorang ilmuwan.

Kita yang menyebut diri ilmuwan, memang tidak sempurna. Tetapi bukan itu menahan kita apalagi menjadikannya alasan untuk berhenti belajar!
Pulanglah dan buatlah seusatu! Tak perduli apakah kau menang atau kalah! Buatlah sesuatu untuk sekolahmu! Buatlah sesuatu untuk bangsamu! Karena lewat diri kita Indonesia pasti berjaya!