~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#117 The Fault In Our Star


Judul Buku : The Fault In Our Star
Penulis : John Green
Halaman : 198 (ebook)
Penerbit : Penguin Group USA

Saya belum pernah membaca karya John Green sebelumnya, walaupun di sampul buku ini ada tertulis bukunya yang berjudul Looking for Alaska adalah best selling di New York. Tetapi karena melihat rating buku biru berawan-awan ini di GR sangat tinggi, jadinya saya niatkan mencari e-booknya dan ketemu. Sempat tersimpan lama di dalam tablet, akhirnya sampulnya yang eyecatching nan sederhana ini menarik perhatianku untuk membacanya.

What should I say? Ini kisah yang membuat saya meneteskan air mata, gregetan dan tertawa. Lima bintang dan menjadi favorit saya.

Hazel Grace, seorang penderita kanker tyhroid yang meluas sampai ke paru-paru, membuat dia harus hidup sehari-hari dengan tabung oksigen. Tanpa tabung oksigen itu, dia tidak bisa mendapatkan suplai oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Meskipun demikian, dalam kisah ini sempat diceritakan beberapa kali Hazel mengalami kejadian dimana paru-parunya berisi air sehingga dia tidak bisa bernafas. Bagi Hazel semua hal yang dialaminya sebagai efek samping kematian.

Oleh ibunya, yang selalu setia mendampinginya, Hazel diminta mengikuti Support Group untuk penderita kanker. Di sana dia bertemu dengan Isaac, penderita kanker mata dan Augustus Waters, survivor kanker osteosarkoma. Augustus kehilangan satu kakinya karena kanker yang dialaminya, sementara Isaac (akan) kehilangan matanya.

Antara August dan Hazel kemudian terjalin suatu hubungan yang didasarkan dari kesamaan dan perbedaan mereka. Kesamaannya mereka berdua sama-sama berpikir out of box mengenai penderitaan kanker yang mereka alami. Perbedaannya, August cenderung berpikir postif sementara Hazel cenderung berpikir negatif. Berangkat dari situ, akhirnya mereka berdua sama-sama saling menyukai, walaupun awalnya Hazel sempat ragu karena mantan-nya August (penderita kanker otak yang sudah meninggal) mirip dengan dirinya.

Hazel menyukai satu buku berjudul An Imperial Affliction karangan Peter van Houten yang menceritakan tentang gadis penderita kanker. Buku ini sangat berpengaruh bagi Hazel sehingga dia membacanya berulang kali. Tapi dia tidak puas dengan endingnya yang "menggantung". Ada banyak hal yang tidak jelas bagi Hazel. Ketika August membaca buku itu, dia juga punya pendapat yang sama. Bersama-sama mereka berusaha menghubungi penulisnya, lewat asisten penulis itu, untuk mencari jawabannya. August bahkan merelakan "Wish"-nya untuk dipakai bersama-sama dengan Hazel pergi ke Amsterdam menemui Mr. van Houten tadi.Walaupun mereka berhasil menemui penulis itu, tapi mereka tidak mendapatkan jawaban apapun. Malahan sepulangnya dari sana, Hazel harus menerima kenyataan bahwa August "kembali" sekarat karena kanker-nya datang lagi.

Yang membuat saya menyukai buku ini adalah cara berpikir Hazel dan August yang berbeda, terlihat dari percakapan mereka yang witty. Kisah cinta keduanya pun tidak biasa, tapi romantis menurut saya. Ketika August mulai merasakan The Last Good Day-nya dia malah membuat prefuneral dengan mengundang Isaac dan Hazel membacakan eulogi untuknya. Dan tentu saja eulogi Hazel membuat saya menangis.

I can’t talk about our love story, so I will talk about math. I am not a mathematician, but I know this: There are infinite numbers between 0 and 1. There’s 0.1 and 0.12 and 0.112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million. Some infinities are bigger than other infinities. A writer we used to like thaught us that. There are days, many of them, when I resent the size of my unbounded set. I want more numbers than I’m likely to get, and God, I want more numbers for Augustus Waters than he got. But, Gus, my love, I cannot tell you how thankful I am for our little infinity. I wouldn’t trade it for the world. You gave me a forever within the numbered days, and I’m grateful.
 Whoaa.. saya berharap banget ada penerbit di Indonesia yang mau menerjemahkan buku ini. Buku ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi penderita kanker, tapi juga bagi semua orang dalam memahami arti kehidupan.


#116 The White Tiger


Judul Buku : The White Tiger
Penulis : Aravind Adiga
Halaman : 360
Penerbit : ANDI

The White Tiger adalah kisah dalam bentuk surat yang ditulis oleh Balram Halwai kepada Perdana Menteri Cina yang akan berkunjung ke India. Mengapa dia memilih mengirim surat untuk PM Cina? Menurut Balram, Cina adalah salah satu negara yang tidak pernah terjajah, selain kemajuannya dalam pembangunan yang membuat Balram kagum. Karena berbentuk surat, maka tentu saja isi bukunya adalah dari sudut pandang Balram (nyaris berupa monolog).

Balram berasal dari desa Kegelapan. Ayahnya bekerja sebagai penarik rickshaw. Di antara semua pria di keluarganya, Balram satu-satunya yang mampu membaca dan menulis (hal yang langka untuk masyarakat kelas bawah di India). Tetapi sebagaimana lazimnya dalam keluarganya, ketika Balram dianggap sudah mampu bekerja, maka dia diajak oleh kakaknya untuk bekerja di kedai teh sebagai pemukul batubara. Hingga dalam satu kesempatan, Balram melamar menjadi seorang sopir pada keluarga tuan tanah. Pekerjaan ini yang kemudian menjadi batu lompatan bagi Balram untuk mengenal dunia yang lebih luas di New Delhi.

Kisah Balram dibagi dalam "tujuh malam". Setiap malamnya dia menceritakan apa yang dialaminya dengan nada satir. Hampir semua kebobrokan di India dibeberkan oleh Balram. Mulai dari politik, kesehatan, lalu lintas, dunia hiburan malam, bahkan keamanan dan kependudukan. Seperti ketika Balram kecil pergi ke sekolah, dimana murid-murid lainnya sibuk bermain sementara gurunya tidur di dalam kelas. Atau ketika Balram dan kakaknya melihat ayahya mati karena TBC di emperan rumah sakit karena tidak ada satupun dokter yang bertugas. Balram juga menjadi saksi mata saat tuannya menabrak mati seorang anak kecil karena mengemudi dalam keadaan mabuk, tetapi kemudian Balram "dipaksa" membuat pengakuan tertulis bahwa dialah yang mengemudi malam itu. Balram pun melihat tuannya yang menyogok pemerintah supaya usahanya berjalan lancar.

Selain Balram, ada tokoh penting lainnya dalam kisah ini. Dia adalah Mr. Ashok, majikan Balram. Mr. Ashok adalah anak tuan tanah (Tuan Bangau) yang baru saja pulang dari Amerika. Sebenarnya Mr. Ashok punya moral yang baik, dan mengalami "shock culture" saat dia kembali ke India meneruskan usaha keluarganya. Tetapi Mr. Ashok adalah pria lemah (di mata Balram) yang menyerah pada sistem yang berlaku. Hal  ini membuat Balram menjadi muak terhadap tuannya, sehingga akhirnya dia membunuh tuannya itu.

Awal membaca buku ini saya sempat berdecak kagum dengan pola pemikiran Balram yang mampu melihat dan menceritakan hal yang dianggap wajar di India. Tapi semakin ke belakang, saya mulai sedikit bosan, apalagi dengan gaya bercerita Balram yang melompat-lompat. Hanya saja, setelah membaca buku ini sampai halaman terakhir, saya setuju kalau buku ini memang layak memenangkan penghargaan Man Booker Prize di tahun 2008, dan menjadi salah satu buku dari 1001 buku yang wajib dibaca .



*Terima kasih untuk Jamal Kutubi yang sudah memberikan buku ini kepada saya. 

#115 If I Lie


Judul Buku : If I Lie
Penulis : Corrine Jackson
Halaman : 276 (ebook)
Penerbit : Simon Pulse

Carey Breen dinyatakan MIA (Missing In Action) di Afganishtan. Semua penduduk kota tentu akan semakin membenci Sophie Quinn. Semua bermula ketika foto Quinn dan seorang pria sedang berciuman tersebar di internet. Tentu saja pria itu bukan Carey kekasihnya. Quinn dianggap mengkhianati Carey, pahlawan kota Sweethaven. Apalagi ketika Carey dinyatakan hilang, semua orang ingin mencari siapa yang harus disalahkan atas kejadian itu, dan orang itu tentunya Quinn.

Quinn sendiri tidak bisa membela dirinya, karena dia sudah berjanji untuk menyimpan rahasia Carey. Jika dia mengakui siapa pria yang ada di foto tersebut, dia juga harus membuka rahasia Carey. Kini ketika Carey hilang, Quinn hanya berharap agar Carey dapat ditemukan agar dia bisa terlepas dari beban ini. Blake, sahabat Carey dan Quinn, juga tidak banyak membantu. Blake, yang mengetahui siapa orang di foto itu (karena itu adalah dirinya), tidak bisa mengaku karena orang tua Carey sangat mengandalkan dirinya semenjak kepergian Carey. Blake tentu tidak mau membuat orang tua Carey semakin terluka sejak "pengkhianatan" Quinn.

Kenapa Quinn tidak mau berkata jujur? Dia punya trauma di masa lalu. Di usia 11 tahun, Quinn mendapati ibunya di tempat tidur dengan Uncle Eddy, adik ayahnya. Ibunya meminta Quinn untuk menutup mulut, tetapi Quinn menceritakan hal itu pada ayahnya. Dan lihatlah apa yang terjadi ketika Quinn membuka mulutnya, ibunya pergi meninggalkannya. Kehidupannya bersama ayahnya yang seorang marinir pun tidak mudah. Seperti halnya penduduk kota Sweehaven, ayahnya mengabaikannya, dan menganggap dirinya sama seperti ibunya yang seorang pengkhianat.

Sometimes a moment defines you, defines how people see you for the rest of your life.
 Kisah dengan alur maju-mundur dari sudut pandang Sophie Quinn menceritakan tentang perjuangan Quinn menghadapi penolakan, kesedihan, dan beban orang lain yang harus ditanggungnya, Quinn menjadi dewasa dengan caranya sendiri. Selain itu buku ini juga bercerita tentang pejuang veteran perang. Quinn menjalani hari-harinya dengan bekerja sebagai sukarelawan pada The Veterans History Project, dimana dia berkenalan dengan seorang veteran George yang mengajarinya fotografi. Tugas mereka adalah mewawancari pejuang veteran dan mengumpulkan foto-foto mereka.

Saat saya membaca kisah ini, saya berkali-kali dibuat gemas oleh Quinn yang terus mengalami persitiwa yang tidak menyenangkan karena rahasia yang disimpannya. Tapi di akhir cerita saya bisa memahami pilihan yang diambil oleh Quinn. Saya juga suka dengan covernya yang minimalis tapi bisa bercerita banyak hal.



#114 Call Me Wild


Judul Buku : Call Me Wild
Penulis : Robin Kaye
Halaman : 352 (ebook)
Penerbit : Sourcebook Cassblanca

Well... sejak membaca serial Domestic God yang sudah pernah saya review sebelumnya, saya jadi fans-nyaRobin Kaye. Not mention that she continue this series with Wild Thing series. Di serial Wil Thing kita akan bertemu dengan sepupu-sepupu Ben yang memiliki nama aneh: Trapper, Hunter, Fisher dan Karma. Sayangnya saya masih menemukan buku #2 dari serial Wild Thing ini terlebih dahulu. Jadinya saya "berkenalan" dengan Fisher Kincaid, salah satu dari sepupu kembar Ben. Kembarannya, Hunter Kincaid diceritakan di buku #1, Wild Thing.

Fisher Kincaid adalah seorang dokter orthopedist di dareah Biose, Idaho. Sejak saudara kembarnya Hunter menikah, Fisher tidak pernah terlihat bersama seorang wanita. Di samping jadwal kerjanya yang padat di rumah sakit, dia sepertinya tidak tertarik pada wanita manapun. Tetapi sejak pertama kali dia melihat Jessica James, dia tahu kalau dia menyukai gadis itu.

Jessica a.k.a Jessie adalah seorang reporter olahraga. Dengan postur tubuhnya yang "kekar", dia selalu merasa aman berada di antara para olahragawan. Tetapi ketika dia dipecat dari pekerjaannya, Jessie mulai mencoba menghidupi dirinya dengan menulis novel romance. Sayangnya, yang menjadi kendala adalah dia tidak percaya pada romance-thing. Baginya tidak ada cinta, yang ada hanya nafsu dan seks.Singkat cerita, dia membuat perjanjian dengan Fisher bahwa Fisher akan menjadi rekannya dalam melakukan research tentang romance. Dari sini sudah bisa ditebak dong... Perjanjian tinggal perjanjian ketika Fisher menyadari dia jatuh cinta pada Jessie. Ketika dia mengungkapkan perasaannya pada Jessie, Jessie berusaha meyakinkan bahwa hal itu adalah kesalahan.

Yang saya sukai dari novel ini adalah humor yang selalu ada hampir di setiap halamannya. Dan ohya, kebiasaan para pria di Domestic Gods yang super ahli dalam urusan bersih-bersih rumah dan memasak masih berlanjut di serial ini. Tapi saya tidak bosan, karena kisah setiap pasangan pasti berbeda. Dan tentu saja brotherhood di dalam buku ini sangat terasa. Salah satu adegan lucu dalam buku ini adalah ketika fisher mengalami kecelakaan dan luka di bagian kepala yang menyebabkan dia harus bedrest, Hunter (kembarannya) merasakan ada yang tidak beres pada Fisher. Jadi dia mengumpulkan semua saudaranya, Trapper, Karma dan Ben (tidak ketinggalan Gramps Joe dan Kate Kincaid) untuk datang ke rumah Fisher, hanya untuk mendapatkan Fisher sedang di tempat tidur berdua dengan Jessie. *cough* Di buku ini Fisher juga menjelaskan mengapa mereka mendapatkan nama aneh. Yang pasti nama mereka ada hubungannya dengan pekerjaan ayah mereka ketika mereka lahir. Kecuali Karma, nama itu diberikan ibunya karena pada saat dia akan melahirkan Karma, ayahnya justru meninggalkannya.

Ohya, masih ingat dengan Gina, istri Ben, yang berusaha mencari adik angkatnya? Di akhir buku ini ada sedikit petunjuk mengenai keberadaan adiknya itu. Haha... dunia memang sempit di serial ini :)



Friday's Recommendation #6

Semangat pagi... Jumat ini saya mau merekomendasikan satu buku untuk ditejemahkan. Ga tahu juga ya apakah sudah dalam proses penerjemahan atau nggak. Soalnya buku pertama-nya (Romeo Romeo) sudah diterjemahkan oleh Elexmedia.


Too Hot To Handle (by Robin Kaye)
He sure would love to have someone to take care of…
Dr. Mike Flynn's single mom taught him early how to cook and clean, and there's nothing like vacuuming or doing dishes to help a guy relax. Annabelle Ronaldi is an artist without a domestic bone in her body. Since her fiance's death, she can't paint, and life looks hopeless.
Until the day after her sister's wedding, when she wakes up with Mike next to her in bed, and then she's really beside herself - because the handsome stranger is a dead ringer for her dead fiance.
After their mind-blowing one night stand, Mike is sure this is the woman he wants to take care of forever, but she acts like she's seen a ghost. While Mike sets to work wooing Annabelle, she sets to work sniffing out the truth of the convoluted family secret that turns everybody's lives upside down.


Saya sudah pernah mereview buku ini di sini. Dari empat buku dalam series Domestic Gods saya paling suka dengan buku kedua ini.

Itu buku yang saya rekomendasikan. Kalau kamu  mau ikutan Meme yang diadakan oleh Ren's Little Corner, berikut ini aturannya :

1. Pilih jenis rekomendasi buku. Ada dua jenis rekomendasi, yang pertama dan sifatnya mutlak adalah Rekomendasi Buku untuk Diterjemahkan . Jika tidak ada buku yang direkomendasikan untuk diterjemahkan, maka bisa memilih pilihan kedua, Rekomendasi Buku Pilihan. Disini rekomendasikan buku yang paling kamu suka baca dalam minggu ini.

2. Pilih hanya 1 (satu) buku untuk direkomendasikan. Tidak boleh lebih.

3. Beri sinopsis, genre buku dan alasan kenapa kamu merekomendasikan buku itu.

4. Posting button meme kayak yg di atas ya

5. Blogger yang sudah membuat memenya, jangan lupa menaruh link ke blog-nya Ren, sehingga pembaca bisa blog walking.

6. Bahasa yang dipergunakan terserah. Jika memang khusus blog yang menggunakan bahasa Inggris, dipersilakan menulis dengan bahasa Inggris. Begitu juga sebaliknya.