~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#638 Pasta Kacang Merah



Sentaro menjalani hari monoton di sebuah kedai dorayaki. Dia bekerja di kedai itu untuk membayar utangnya kepada si pemilik toko. Sampai kemudian dia berkenalan dengan Tokue, yang menghampiri kedainya untuk mencari pekerjaan. Tokue adalah wanita tua, dengan cacat pada jari tangannya. Karena kasihan, dan terutama penasaran dengan rasa enak dari pasta kacang merah buatan Tokue, Sentaro mempekerjakan Tokue untuk membuat pasta isian dorayaki. Lima puluh tahun pengalaman membuat pasta kacang merah memang tidak akan salah. Dorayaki buatan mereka laris.

Sayangnya, Tokue tidak bisa bekerja lebih lama. Sebagai penyintas lepra, jari-jari Tokue yang cacat menjadi kendala. Desas-desus menyebar dan membuat Nyonya pemilik toko pun meminta Sentaro memberhentikan Tokue. Namun sebelum diberhentikan, Tokue memilih mengundurkan diri. Akan tetapi berbeda dengan karir kerjanya, persahabatan antara Sentaro dan Tokue justru makin dekat.

Ada satu bagian dimana Sentaro merasakan hidupnya tidak bermakna. Namun ketika mendengarkan perjalanan hidup Tokue, Sentaro merasa dirinya tidak ada apa-apa dibandingkan Tokue. Kehadiran Tokue memberinya semangat untuk menjalani hidup, bahkan mencoba hal baru meski belum menunjukkan keberhasilan.

 I've just completed read 100 books in 2022 by reading this book. Saya memang sengaja memilih buku ini untuk menjadi pamungkas di Goodreads Reading Challenge 2022. Rasa hangat dan haru karena berhasil melakukan sesuatu yang awalnya saya rasa tidak akan bisa saya lakukan sejalan dengan perasaan Tokue di akhir cerita Pasta Kacang Merah. Bagian penutup dimana Tokue diceritakan mendengarkan pujian dari pepohonan yang dilaluinya itu membuat rasa hangat dan haru seperti yang saya sebutkan di atas. Tokue juga pastinya tidak menyangka dia bisa berhasil menjalani hidupnya sebagai penyintas lepra. Bahkan dia berhasil mengubah kehidupan seorang Sentaro.

Novel ini layak untuk dikoleksi, kehangatan kisahnya ditambah tampilan covernya dengan warna pink yang cantik memanjakan mata. 


Pasta Kacang Merah
Durian Sukegawa
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober 2022



#637 The Privileged Ones

 


Rara, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pandawa, mempersiapkan kanal Youtube dengan konten bermanfaat yang harus bisa mengimbangi gempuran konten sampah yang beredar di masyarakat. Bersama kedua sahabatnya, merke bukan hanya sekadar mengerjakan tugas akhir mata kuliah Publisitas itu untuk mendapatkan nilai terbaik. Rara punya harapan besar dengan hadiah yang dijanjikan dari kompetisi bergengsi kolaborasi kampusnya dengan Change TV.

Terlahir dari keluarga miskin, Rara memutuskan untuk kuliah di Jakarta, meski kedua orang tuanya tidak merestuinya. Dukungan Indah, kakaknya yang juga tinggal di Jakarta, menjadi dorongan kuat bagi Rara. Indah membantu Rara untuk kebutuhannya di Jakarta, disamping beasiswa yang diperoleh Rara dan juga pekerjaan paruh waktu yang dilakukannya. Jika chanel Soul Diary yang digagasnya bisa menang, masalah keuangan bisa teratasi. Namun saingan terberat mereka adalah chanel milik DIva, teman sekelasnya, yang memiliki keluarga kelas sosialita. Diva jelas memiliki semua sumberdaya yang bisa mendukungnya. Jika dibaratkan lomba lari, Rara dan Diva tidak berangkat dari garis start yang sama.

Rara memilih mengangkat tema kesehatan mental di dalam chanel Youtubenya. Dia dibantu oleh seorang psikolog muda bernam Giri. Berbagai kasus mereka tayangkan untuk memberikan edukasi pentingnya memeprhatikan kesehatan mental seperti halnya kesehatan fisik. Tanpa Rara sadari, dirinya sendiri tengah bergelut dalam insecurity akan kemiskinannya. Sementara itu, Indah juga sedang bergumul dengan konflik rumah tangganya. Apakah impian mereka untuk bisa memiliki lebih banyak pilihan dalam hidup tidak bisa mereka raih?

Novel ini sangat bergizi. Ada tiga topik utama yang bisa saya pelajari dari novel ini. Yang pertama tentang sisi psikologis dan kesehatan mental. Bukan hanya satu contoh kasus yang dialami oleh tokoh utama, tapi ada beberapa kasus lainnya yang juga diangkat dalam novel ini. Yang kedua, tentang privilese, seperti judulnya. Seringkali kita memahami privilese itu sebatas ketersediaan materi dan sumber daya. Padahal setiap orang pasti terlahir dengan privilese-nya masing-masing. Kita sering terjebak memandang kelebihan orang lain dan hal-hal di luar kuasa kita, lalu mengecilkan privilese yang kita punya dan tidak berbuat apa-apa, padahal hal itu ada dalam kendali kita. Yang ketiga, bahwa tiap orang punya lintasan pertandingannya masing-masing. Saya mengutip paragraf terakhir dalam novel ini yang bisa kita jadikan pelajaran.

Siapa pun kita, hidup tak akan pernah mudah. Namun, semesta selalu membuka celah bagi mereka yang menolak menyerah.

Meski berada pada lini Young Adult, saya rasa novel ini bisa juga dibaca untuk orang dewasa. Bahkan oleh orangtua muda, karena ada ilmu parenting yang bisa diterapkan di dalamnya. Ini salah satu novel terbaik yang saya baca di tahun 2022.

The Privileged Ones
Mutiarini
248 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2022



#636 Home Sweet Loan

 



"Sudah tidak zaman untuk 'We fall in love with people we can't have', menjadi dewasa adalah 'We browse houses that we can't buy'"

Kaluna, seorang pegawai bank di Bagian Umum. Dia rela hidup hemat demi membeli rumah agar bisa keluar dari rumah orang tuanya yang dihuni bersama kedua orang tua dan kedua kakak beserta keluarga mereka masing-masing. Kaluna berusaha ikhlas ketika kamarnya dipindahkan ke kamar pembantu di dekat ruang jemur, karena keponakannya meminta untuk punya kamar sendiri. Sementara itu, Hansa kekasih Kaluna mendesaknya untuk menikah dengan resepsi mewah di hotel. Kaluna tidak ingin menikah sebelum mendapatkan tempat tinggal sendiri. Dia tidak mau juga tinggal bersama mertuanya nanti. Kaluna paham betul setelah melihat keluarga kedua kakaknya yang sangat bergantung pada Ibu mereka.

Kaluna mempunyai tiga teman dekat di kantor. Tanisha, ibu satu anak yang juga ingin mencari rumah tapak, agar hidupnya tidak menua di apartemen. Kamamiya, gadis yang berambisi menjadi selebgram. Dia menghabiskan penghasilannya untuk membeli barang-barang mewah sebagai bahan konten di instagramnya. Lalu ada Danan, anak tunggal yang hidupnya tanpa beban materiil, yang kemudian ingin mengubah hidupnya gara-gara satu pertanyaan dari Kaluna. Keempatnya bersama-sama mencari hunian yang dekat dengan Jakarta.

Setelah Resign! dan Ganjil-Genap, satu lagi fenomena pekerja urban di Jakarta diangkat melalui novel ini, yaitu persoalan hunian. Mencari hunian yang layak dengan harga terjangkau itu nyaris mustahil. Tidak jarang ada yang masih menumpang hidup bersama orang tua meski sudah berkeluarga, seperti kedua kakak Kaluna. Masalahnya, beban keluarga Kanendra dan Kamala akhirnya menjadi persoalan Bapak dan Ibu, bahkan Kaluna pun harus terseret di dalamnya. Kaluna jadi berpikir panjang untuk menikah jika nantinya harus tetap hidup bersama orang tua atau mertua.

Novel metropop tidak lengkap tanpa kisah romansa-nya. Kaluna yang mencoba memahami keinginan (orangtua) pacarnya akhirnya kandas di tengah jalan. Dua tahun mencoba memantaskan diri, tetap saja Kaluna selalu kurang di mata ibunya Hansa. Hansa pun turut menyalahkan Kaluna yang katanya terlalu irit sampai tidak mencoba memahami keinginan orang tuanya. Lalu ada Danan, yang jatuh cinta pada Tanisha sejak SMA tapi selalu ditolak, lantas pacaran dengan Miya dan akhirnya putus. Sisa Kaluna saja yang belum menjadi bagian dari kisah cinta Danan. Tapi bagian Kaluna-Danan itu bikin hati hangat saat membacanya.


Home Sweet Loan

Almira Bastari

312 halaman

Gramedia Pustaka Utama

Februari, 2022



#635 Chasing The Blue Flames



Lulu tahu hubungannya dengan Damar sulit untuk diteruskan karena perbedaan di antara mereka. Damar juga menyadari itu. Damar pun merencanakan untuk memberikan kenangan terbaik bagi Lulu, supaya perpisahan di antara mereka tidak terlalu menyakitkan. Tapi Lulu tidak sependapat. Terpuruk karena perpisahan mereka membuat Lulu memutuskan untuk melakukan trip ke Kawah Ijen. Di sana, ada fenomena blue flames yang konon bagi siapa yang melihatnya maka permohonannya akan terkabul. Lulu berharap dia bisa menyaksikan langsung cahaya biru itu, agar dia bisa kembali ke masa lalu. Mungin jika dia tidak pernah bertemu dengan Damar, hatinya tidak akan sesakit saat ini. Permohonan Lulu terkabul. Dia kembali ke masa kuliahnya saat pertama kali bertemu dengan Damar.

Bukan hanya Damar saja. Lulu juga bertemu kembali dengan Sarah, sahabatnya yang sekarang sudah tak ada kabarnya. Juga Dewa, kakak tingkat yang pernah ditaksirnya. Lulu menjalankan misinya untuk menghindari Damar, tapi ternyata itu sulit untuk dilakukan. Meski dijalani sekali lagi, jika takdir sudah berkehendak, maka hasil akhirnya tidak akan berubah.

Mengusung konsep time travel, novel ini menceritakan tentang takdir dan bagaimana menyikapinya. Waktu yang sudah dilalui bukan hanya berisi kenangan indah saja, tetapi juga banyak hal-hal yang tidak menyenangkan yang mengikutinya. Lulu mencoba menjalani tiga bulan di masa lalu membenahi hal yang dianggapnya perlu dibenahi. Ada satu hal yang berkesan dari novel ini yang saya tangkap. Kenangan itu akan menghampiri pas lagi benar-benar butuh. Tidak masalah mengenang masa lalu ketika muncul rasa kangen. Setidaknya kangen itu akan memberikan kehangatan.

Terima kasih GPU atas buntelan bukunya.

Chasing The Blue Flames
Saufina
304 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2022



#634 Vision


Bagaimana rasanya jika kamu mempunyai kemampuan untuk melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan? Apalagi kalau yang terlihat itu adalah siapa yang akan menjadi jodohmu?

Amanda sudah bisa berdamai dengan kemampuannya melihat sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Meski yang dilihatnya hanya berupa gambaran sekilas saja, tetapi semua yang dilihatnya benar-benar terjadi. Tidak ada yang tahu tentang kemampuan Amanda ini kecuali kedua orangtuanya.  Biasanya yang Amanda lihat adalah tentang orang-orang di sekitarnya. Hampir tidak pernah dia melihat tentang dirinya sendiri. Tapi ketika dia melihat Om Wira menyematkan cincin di jarinya dalam penglihatannya, Amanda menjadi galau. Apa iya jodohnya itu om-om yang umurnya beda jauh dengannya? Padahal Amanda baru mulai menyukai Utha, keponakan Om Wira.

Utha ini sepupu sahabatnya. Seharusnya Utha sudah kuliah, tapi dia menunda setahun. Di mata Amanda, Utha adalah sosok cowok yang usil, suka bercanda, dan over pede. Wajar sih, soalnya memang ada darah Australia di dalam tubuh Utha yang membuatnya seperti model bule. Banyak yang suka dengan Utha, apalagi di sekolahnya Amanda. Soal Om Wira, kegantengannya juga sama dengan Utha. Apalagi beliau punya seorang putra yang imut dan lucu. 

Novel teenlit debutan ini benar-benar menggemaskan. Bukan saja karena kegalauan Amanda dengan penglihatannya, tapi juga interaksi antara Utha dan Amanda. Keduanya kalau bertemu pasti ramai, ada saja kejadiannya. Mulai dari ketemu Raden Inu Kertapati palsu sampai ditangkap satpam karena kelamaan ngadem di ATM bank. Klimaksnya ya itu... masalah hati yang melibatkan Om Wira. Membaca novel ini bikin senyum-senyum sendiri. Alur cerita yang cepat juga membuat saya bisa menyelesaikan novel ini dalam sekali berbaring.. Padahal masih pengen lihat ke-unyu-an duo Amanda dan Utha ini.
.
Recommended teenlit. 

Vision
Cindy Jessica
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2022