~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

[Wrap Post] Tantangan Baca Goodreads Indonesia

  



Awal tahun 2021, seperti biasa saya memutuskan untuk mengikuti tantangan membaca (reading challenge) untuk memotivasi saya membaca lebih banyak buku. Salah satu yang saya ikuti adalah Tantangan Baca Goodreads Indonesia 2021. Dalam tantangan ini, pembaca diberikan tema untuk buku yang akan dibaca setiap bulannya. 

Sayangnya, saya tidak dapat menyelesaikan tantangan ini dengan baik. Dari 12 tema yang diberikan, saya hanya menyelesaikan 7 tema saja, yaitu di bulan Januari, Februari, Maret, April, Juni, Juli dan Desember. Berikut adalah daftar buku yang berhasil saya baca untuk tantangan ini :

Januari : Buku Berlatar Sekolah

Februari : Buku Berating < 1000 di goodreads.com

Maret : Buku oleh Penulis Perempuan

April : Buku yang Ditulis Influencer

Juni : Buku Tentang Perjalanan Waktu

Juli : Buku Bersampul Ilustrasi

Desember : Buku Pengarang Favorit

Tidak semua buku yang saya baca saya tuliskan reviewnya di blog ini, tapi saya tetap mengulasnya secara singkat di akun Goodreads saya. Silakan klik di judul buku untuk membaca review saya. That's all... semoga tahun depan masih ada semangat untuk mengikuti tantangan serupa. 

[Wrap Post] BBI Joglosemar Reading Challenge 2021

  Tantangan baca dari BBI Joglosemar 2021 ini adalah salah satu tantangan yang awalnya saya cukup optimis, tapi akhirnya...hehe... ternyata ga berhasil menyelesaikan semua tantangannya. Dari 13 tantangan, saya hanya menyelesaikan 6 tantangan saja. Berikut daftar yang berhasil saya selesaikan:


Masuk Joglosemar Reading Challenge 2020 tapi belum sempat dibaca
Memory of Glass - Rikako Akiyoshi

Seharga kurleb Rp.10.000,- atau buku preloved
Metamorfosa Oase - Retni S. B.

Penerbitnya sudah tidak ada
Everything and The Moon - Julia Quinn (penerbit Dastan)

Bertema disaster/pandemi/apocalypse
Why? Natural Disaster - Jeon Ji Eun

Penulisnya dari Asia selain Indonesia & Asia Timur

Penulisnya berinisial sama dengan kita


Tapi, saya ga kapok sih... Kalau tahun depan BBI Joglosemar masih mengadakan RC saya akan tetap ikutan. See you next year Joglosemar

#627 Rapijali 3 : Kembali

 


Rapijali 3 kembali. Literally dengan sub judul yang sama: Kembali.

Kisah Rapijali melompat ke linimasa 8 tahun kemudian. Ping alias Lovinka Alexander telah menjelma sebagai artis ternama di bawah manajemen milik Pedro. Rakai dan Inggil bergabung dalam suatu perusahaan trader, Buto telah menjadi pengacara, Jemi telah menamatkan pendidikannya di Boston dan bekerja di sebuah perusahaan tak ternama. Sementara Lodeh juga bersolo karir. Rapijali berpisah dengan jalannya masing-masing.

Begitu juga dengan Ping dan Rakai. Kedekatan Ping dengan Pedro dalam urusan bermusik meninggalkan Rakai yang masih sibuk menamatkan pendidikan sarjana bidang bisnis ekonomi. Akhirnya Ping menjalin hubungan yang baru dengan Pedro, dan Rakai yang begitu kecewa memilih menjauh dan tidak lagi mau menyentuh musik. Tapi hubungan Ping dan Pedro tidak bertahan lama. Kali ini Ping harus menghadapi "penyakit" serangan panik yang selalu menderanya bahkan saat dia sedang manggung. Karir Ping terancam.

Saya tidak ingin bercerita lebih banyak soal novel ini. Yang pasti masing-masing personil mencari jalan kembali menuju Rapijali. Meskipun Ping dan Rakai adalah tokoh utamanya, saya lebih menggemari Inggil dan Buto. Sewaktu saya belum menyadari kalau karakter Inggil adalah seorang pria, saya sempat berpikir Inggil bakal jadian dengan Buto. Tapi keduanya memang sejoli. Kalau kata Meta, pacarnya Inggil, Buto dan Inggil ibarat ketek kanan dan ketek kiri yang memang harus ada bersama-sama.

Saya mau berbagi pengalaman membaca buku #3 dari seri Rapijali ini. Seperti yang disampaikan penulis, buku ini diterbitkan dalam format digital bersambung di platform Karyakarsa. Sebelumnya 2 buku prekuelnya diterbitkan di Storial. Menariknya, novel ini disajikan setiap hari, jadi pembaca tidak perlu galau berlama-lama. Karenanya saya juga jadi semangat mengikuti format cerita bersambung ini. Dalam 14 hari, 66 bab disajikan dengan potongan-potongan yang tentunya membuat pembaca sangat penasaran bagaimana kelanjutannya. Spesialnya lagi, ada lagu versi demo yang menyertai beberapa potongan. Ini keistimewaannya, karena pembaca format ini bisa mendengarkan lebih awal lagu-lagu yang menjadi OST buku ini, sambil membaca kepingan kisah Rapijali.

Tentunya saya akan tetap membeli versi cetaknya, supaya tulisan di punggung buku itu jadi utuh. Tapi lebih jauh lagi, buku ini memang layak untuk dikoleksi seperti karya Dee Lestari lainnya. Karya pentup Rapijali ini memang menjadi pamungkas dengan bintang 5 yang saya sematkan.

Rapijali 3 : Kembali
Dee Lestari
Karya karsa (digital), Bentang Pustaka (printed)
Desember 2021






#626 Rapijali 2 : Menjadi

 


Ketika Rapijali 2 diterbitkan di Storial sebagai cerita bersambung, saya langsung ikutan PO. Tapi karena saya memang tidak begitu senang dengan cerita bersambung, saya memilih akan membacanya nanti setelah semua bagiannya diterbitkan. Tapi kemudian terlupakan... hehe. Sadarnya belum baca pas tahu kalau Rapijali 3 akan segera terbit dan berpindah platform digital ke Karyakarsa. Akhirnya saya menuntaskan Rapijali 2: Menjadi ini, setelah sekian lama tersimpan dalam apikasi Storial di hape saya. Berhubung kapasitas hape saya pas-pasan, saya harus merelakan satu aplikasi dihapus sebelum menginstall aplikasi lain. Eh, tapi saya juga dapat versi cetaknya dari Alvina (thank you, sis...)

Rapijali akhirnya mengikuti audisi Band Idola Indonesia di TVRI. Dengan personil Ping, Rakai, Inggil, Andre a.k.a Buto, Jemi dan Lodeh mereka maju dengan lagu gubahan. Sementara itu, Guntur kelihatannya akan memenangkan sesi debat calon Gubernur. Satu-satunya yang masih menyimpan kegundahan besar adalah Ardi. Tapi akhirnya Ardi memutuskan untuk mengambil langkahnya sendiri. Yang tidak dia sangka, langkah yang dia ambil membawa keluarganya menuju kehancuran.

Cukup segitu isi bukunya saya ceritakan. Bagian yang saya suka dalam buku #2 ini adalah saat Ping mengajak Rapijali kembali ke Cijulang. Di situ saya baru nyadar kalau Inggil adalah cowok. Selama ini saya mengira Inggil itu cewek. Dengan karakternya yang suka ceplas-ceplos tapi berisi, Inggil versi cewek dalam benak saya itu keren dan lucu. Inggil memang karakter favorit saya dalam novel ini. Duetnya dengan Buto itu pas banget.

Soal cinta segiempat ala Ping- Oding- Rakai - Jemi juga meninggalkan kesan. Oding adalah zona nyaman-nya Ping. Mungkin Oding memang "tempat pulang"-nya Ping ketika dia merasa lelah. tapi bersama Rakai, Ping bisa menggapai mimpinya. Dan lagi-lagi Inggil yang bisa melihat kondisi cinta segiempat itu, meski hipotesisnya sedikit ngaco. 

Dengan mengusung subjudul Menjadi, kisah grup band Rapijali dalam buku #2 ini memang difokuskan pada perjalanan karir mereka sebagai pemusik. Ada banyak pengembangan karakter tokoh yang terjadi dalam buku #2 ini. Masa-masa audisi, ikut lomba sehingga akhirnya bisa menjadi bintang band Indonesia bahkan sebelum mencapai final. 

Rapijali 3 mengambil tajuk Kembali. Apakah Rapijali kembali bersama? Atau ada hubungan yang kembali dipersatukan? Ayo lanjutkan ke Rapijali 3 : Kembali.

Rapijali 2 : Menjadi 
Dee Lestari
484 halaman (printed)
Bentang Pustaka
Juli, 2021




#625 Sekong!

 



Seorang wanita bernama Surti (bukan nama sebenarnya) menelpon ke Radio Suara Kota Probolinggo dalam program Laporo Rek! Program ini memang diperuntukkan bagi warga untuk mengajukan aduan ke walikota, dan berharap Ibu Walikota akan memberikan solusinya. Tapi kali ini Surti menelpon untuk melaporkan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Lantas, mengapa Surti mengadu ke walikota? Tak lain karena suaminya, Rahim, seorang aparat negara. Surti merasa perlu hal tersebut juga ditindaki oleh aparat negara.

Si Penyiar yang mendengarkan aduan Surti hanya bisa mengatakan bahwa kasus Surti akan ditindak lanjuti. Sebenarnya Si Penyiar sendiri tidak suka akan perselingkuhan, karena itu membuka luka lama. Ayahnya pernah berselingkuh, dan dirinya sendiri juga pernah diselingkuhi. Baginya perselingkuhan adalah dosa yang tidak kunjung sembuh, tak ada obatnya.

Rahim, adalah suami kedua Surti. Meski tidak direstui orangtuanya, Rahim tetap menikahi Surti. Tetapi sejatinya, Rahim mencintai orang lain. Dia seorang pria, tour leader (TL) yang pernah bertugas menjadi pramuwisata saat kantornya berwisata ke Bali. Rahim menyusun skenario perselingkuhan dengan melibatkan sahabatnya, demi meruntuhkan pernikahannya. Rahim tidak menduga, Surti bertindak jauh melaporkan perselingkuhannya ke walikota.

Saat membaca sinopsis novel ini, saya berpikir keseluruhan cerita akan berpusat pada Surti sebagai tokoh utama. Kenyataannya tidak demikian. Tokoh sentral dalam novel ini ada tiga pria, yaitu Si Penyair, TL dan Rahim. Ketiganya memiliki kesamaan, yaitu seorang homoseksual (walaupun Rahim mungkin bisa disebut biseksual). Lewat kisah yang diceritakan oleh "Aku", ketiga pria ini saling berkaitan. Ketiganya memiliki kisah tersendiri yang kemudian terangkai menjadi satu jaringan yang tak terpisahkan.

Novel ini unik. Ada "Aku" yang memaparkan sebuah kisah, dimana di dalamnya ada kisah-kisah lainnya. Dari judulnya yang sudah mengundang rasa penasaran, novel ini mengisahkan seluk beluk kaum homoseksual di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Saya bisa mengatakan novel ini tidak serhana, blak-blakan, dan tentunya membuat pembaca tidak akan berhenti membaca sampai halaman terakhir. Temasuk saya yang sangat penasaran bagaimana nasib Surti, dan bagaimana Surti sampai tahu kalau suaminya seorang sekong

Saya sempat ragu, apakah novel ini adalah murni fiksi atau sebuah biografi yang disajikan dalam bentuk fiksi. Saya sempat menelusuri internet untuk lebih mengenal sosok penulis, dan menemukan ada banyak kesamaan latar belakang dalam novel ini dengan kehidupan pribadi sang penulis. Apakah "Aku" yang bercerita dalam novel ini adalah sang penulis sendiri? Siapakah "Aku" ini? Pertanyaan ini ada dalam salah satu bab, namun alih-alih menjawab pertanyaan itu, penulis memaparkan beberapa trivia terkait homo dan tanggapan masyarakat terhadap kaum homoseksual ini. 

Saya mengapresiasi buku-buku yang anti mainstream dan berani seperti ini. Terima kasih kepada penulis yang berkenan memberikan saya kesempatan mengulas novel ini. Saya yakin penulis dengan bekal pendidikan magisternya di bidang gender ingin membagikan ilmunya lewat sebuah karya sastra. Semoga dengan cara ini bisa membuka wawasan banyak orang tentang kaum homoseksual, terlepas dari menerima atau tidak akan keberadaan mereka. 

Sekong!
Stebby Julionatan
208 halaman
Penerbit Basa-Basi
Juli 2021