~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#610 The Player




The Pentagon Series is coming back.  Kalau membaca judulnya sih sudah kelihatan siapa yang jadi tokoh utama. Karena sudah sejak awal pembaca (yang mengikuti series ini) tahu kalau personel Pentagon yang player itu adalah Pierre, anggota Pentagon yang setengah bule. 

Kisah ini dibuka dengan cerita Pierre remaja yang berlibur di Marseille, Perancis, negeri kelahiran maminya. Pierre bertemu dengan seorang teman Renée (sepupu Pierre) yang bernama Jules. Sebut saja tertarik pada pandangan pertama, itu yang dirasakan Pierre saat bertemu dengan Jules. Meski awalnya Pierre merasa malu menyadari dirinya menyukai Jules, belakangan Pierre akhirnya pacaran dengan Jules. 

Kembali ke para personel Pentagon, kali ini personel Pentagon mendapatkan cuti sehubungan dengan pernikahan Adam yang akan digelar di Jogja. Zi (calon istri Adam) mengatur penginapan bagi personel Pentagon, dan Pierre bersama Erick (dua personel yang masih jomblo) menginap di rumah Hanna, sahabat Zi. Hanna sendiri tinggal di Amerika dan bekerja di sana, dan kembali ke Indonesia khusus menghadiri pernikahan sahabatnya. Pertama kali bertemu dengan Hanna, Pierre sudah langsung suka, terutama dengan postur tubuh Hanna yang menggoda. 

Hanna sendiri sebenarnya tidak nyaman dengan postur tubuhnya, terutama bagian dadanya yang berukuran besar. Dia yakin salah satu alasan Andrei menolaknya karena dia tidak selangsing gadis yang menjadi pacar Andrei. Seandainya Andrei jujur saat menolaknya, mungkin Hanna bisa menerima. Tapi waktu itu Andrei hanya mengatakan tidak ingin pacaran dulu, lalu seminggu kemudian Hanna mendapati Andrei sudah berganti status. Hanna berusaha menghindari Andrei, dia tidak yakin bagaimana perasaannya jika berada di ruangan yang sama dengan Andrei. Masalahnya, Andrei adalah sahabat Adam, dan juga menjadi bestman di pernikahan Adam. Mau tak mau, Hanna akan bertemu kembali dengan Andrei.

Untungnya, Pierre bersedia membantu Hanna. Dengan membuat skenario Pierre berusaha mendekati Hanna, mereka berharap Andrei akan menyukai Hanna kembali. Apalagi Pierre dan Hanna dipasangkan dalam prosesi pernikahan Adam. Sampai pada suatu malam, Hana pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dibantu oleh Pierre dan Erick, yang berujung Hanna make out dengan Pierre di kamar Hanna. Pierre mulai yakin dirinya tidak bisa melepaskan Hanna. Tapi apakah Hanna mau menerimanya, terlebih saat Pierre membuka tentang dirinya pada Hanna?

Saya tidak menyangka, Pierre yang player dan hidupnya terlihat easy going sejak buku #1 ini ternyata memiliki kehidupan yang complicated. Tapi bagusnya karena Pierre bisa menerima dirinya apa adanya. Lebih bagus lagi, keluarganya dan juga teman-temannya tidak ada masalah dengan pilihan hidup Pierre. Saya sendiri baru tahu istilah panseksual saat membaca novel ini.

Meski kali ini tidak terlalu banyak interaksi di antara personel Pentagon yang dikisahkan, ada satu bagian dimana persahabatan di antara personel Pentagon diuji. Pierre sempat melakukan pembelaan atas Hanna terhadap Andrei yang berujung adegan baku hantam. Adam diperhadapkan pada kondisi dimana dua sahabatnya terlibat perkelahian. Tentu saja Adam dengan kedewasaannya tahu siapa yang harus dibela kali ini. 

Well... tinggal si baby Erick nih di buku #5. Tadinya saya berpikir Erick akan dapat jatah di buku #4, ternyata harus bersabar lagi sampai buku #5 yang mungkin akan terbit tahun depan. Penasaran bangetlah sama kisah cinta Erick si lugu ini.


The Player (Pentagon Series #4)
aliaZalea
320 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2020


 

#609 Becoming



Saya mengagumi sosok Michelle Obama. Seorang perempuan dengan banyak pemikiran hebat dan tentunya kehidupan yang juga hebat. Tidak ada yang akan menyangkal kemewahan dan privillege yang dperoleh saat menjadi first lady negara adikuasa. Namun itu adalah tampilan luarnya. Bagaimana kehidupan Michelle yang sebenarnya? Michelle berbagi kisahnya lewat biografi yang ditulisnya sendiri, Becoming.

Buku ini terdiri atas tiga bagian utama: Becoming Me, Becoming Us dan Becoming More. Dalam bagian Becoming Me, Michelle menuliskan tentang kehidupan masa kecilnya, tentang ayahnya yang difabel, ibunya, kakaknya Craig, dan gambaran kehidupan keluarga yang dijalaninya. Michelle terlahir sebagai seorang anak Amerika berkulit hitam. Kehidupan keluarganya tidak mudah, namun menyenangkan. Ayahnya, Fraser, mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan bekerja keras dan banyak tertawa. Sementara Ibunya, Marian, menekankan pentingnya untuk berpikir sendiri dan menggunakan suara dalam menentukan pilihan. Dalam bagian ini juga dikisahkan tentang kehidupannya menjalani masa sekolah, dari SD hingga kuliah di Princeton. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Barack Obama

Perjalanan hidupnya bersama Barack dikisahkan dalam bagian Becoming Us.  Kehilangan ayah menguatkan Michelle untuk tidak merenung terlalu lama dalam menentukan arah hidup dan bergerak dengan segara. Michelle dan Barack menjalin hubungan cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Dalam masa berpacaran, mereka seringkali bertukar pikiran, berdebat ala pengacara, dan saling berkompromi. Barack akhirnya melamar Michelle di sebuah restoran, dan menikah pada bulan Oktober 1992. Menjadi seorang istri juga merupakan tantangan bagi Michelle, terutama saat Barack terjun dalam dunia politik dan menjadi senator. Michelle tidak menyukai politik. Jadwal pada Barack membuatnya kesal, hingga akhirnya pertengkaran di dalam rumah tangga mereka tak terhindari. Namun keduanya saling mencintai, sehingga memutuskan menjalani konseling yang membuka babakan baru dalam rumah tangga mereka. Ketika Barack mendapatkan tawaran menjadi presiden, dia menyerahkan keputusan itu kepada Michelle.

Michelle menyadari menjadi seorang ibu negara bukan perkara mudah. Michelle mendampingi Barack untuk tinggal di White House menjalani tugas baru sebagai POTUS dan FLOTUS. Semuanya dikisahkan dalam bagian Becoming More. Bukan hanya soal perannya sebagai ibu negara, Michelle juga mengisahkan kegelisahannya, namun dia menyadari bahwa dia harus memberikan yang lebih hingga akhirnya saat meninggalkan Gedung Putih.

"Ingin menjadi apa saat kau dewasa nanti? Apakah aku cukup baik? Ingin menjadi orang seperti apa aku?"

Beberapa pertanyaan di atas menjadi pertanyaan yang mendasari Michelle menuliskan kisah hidupnya. Melalui buku ini Michelle ingin berbagi bahwa becoming (diterjemahkan menjelma) bukanlah suatu kejadian tiba-tiba. Ada proses, langkah-langkah kecil di jalan setapak, membutuhkan kesabaran dan kegigihan. Masih banyak yang harus dipelajari, masih banyak proses yang dilalui untuk berkembang. 

Membaca biografi ini, seakan-akan mendengarkan sendiri Michelle bercerita tentang kehidupan yang sudah dilalui. Tentang kegelisahannya sebagai manusia biasa, tentang mimpi-mimpinya ke depan, tentang perilaku dan berpikir positif meski di saat sulit. Tentang bagaimana didengarkan dan mendengarkan. Jadi, tidak berlebihan jika saya mengatakan buku ini wajib dibaca oleh setiap wanita. 

Becoming
Michelle Obama
576 halaman
Noura Books


#608 Cinta Andromeda


Tantangan Baca GRI bulan Mei 2020 mengangkat tema buku dengan tokoh cyborg, robot atau AI. Saya langsung mencari kira-kira adakah buku atau novel Indonesia bertemakan seperti itu pada genre romance? Tidak disangka, saya menemukan satu novel Metropop terbitan tahun 2007 yang mengangkat tema itu. Wuih...seperti menemukan harta karun.

Cinta Andromeda berkisah tentang seorang wanita bernama Salsabila yang berpacaran dengan humanoid bernama Andromeda. Andromeda adalah robot android yang menjadi proyek besar Nunoid Project. Pada tahun 2070, robot android sudah banyak digunakan dalam kehidupan manusia. Target dari Andromeda adalah membuat robot android bisa merasakan emosi berupa cinta. Untuk itu, Andromeda diuji untuk bertemu seorang wanita dan menjalin hubungan dengannya. Salsa adalah target untuk uji coba Andromeda.

Secara garis besar, Andromeda berhasil menarik perhatian Salsa yang memang menginginkan pasangan yang gentle dan sempurna. Namun kesempurnaan Andromeda membuat Wina, sahabat Salsa, menjadi penasaran. Wina yang adalah seorang jurnalis fashion mencoba menyelidiki Andromeda. Sayangnya, Wina tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya. 

Di sisi lain, tim Nunoid memiliki masalah tersendiri. Erik, salah satu senior di tim yang selalu mengawasi Andromeda, malah jatuh cinta kepada Salsa. Sementara Mariska, rekan Erik, sudah lama menaruh perhatian kepada Erik. Proyek Nunoid kemudian mengalami perkembangan. Andromeda harus menikah dengan Salsa. Tentu saja hal ini akan merugikan Salsa. Bukan hanya itu, di bawah tekanan Harrison, Erik dan Mariska harus memilih antara kemanusiaan atau karier cemerlang mereka. 

Novel ini unik, tentunya karena salah satu karakternya adalah sebuah robot berwujud manusia. Sayangnya, karakter Andromeda bukan yang utama di novel ini. Salsa, kekasih Andromeda pun seperti "tergilas" oleh Erik dan Mariska. Akibatnya tidak ada karakter yang menonjol. Meski demikian, alur ceritanya menarik karena ada unsur kejutan di dalamnya. Ketegangan cerita ini terbangun dengan baik, tetapi ditutup dengan ending yang terkesan terburu-buru. 

Tapi kalau kalian ingin merasakan metropop yang sedikit berbeda, bolehlah membaca novel ini. Mungkin versi cetaknya sudah jarang ditemukan ya, tapi ada versi digitalnya di Gramedia Digital. 


Cinta Andromeda
Tria Barmawi
336 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Januari, 2007

#607 Kekasihku


Tanggal 28 April merupakan Hari Puisi Nasional. Tanggal yang sama dengan wafatnya seorang penyair kenamaan Indonesia, Chairil Anwar. Beliau disebut-sebut sebagai perintis puisi kesustraan Indonesia, khususnya di Angkatan 45. Puisi-puisinya dianggap memmberikan semangat perlawanan dan kemerdekaan.

Saat ini ada begitu banyak penyair dengan gaya dan warna berbeda. Salah satunya adalah Joko Pinurbo. Penyair kelahiran Sukabumi namun bermukin di Yogyakarta ini telah memperoleh banyak penghargaan dan melahirkan beberapa buku puisi. Kekasihku adalah buku kumpulan puisinya yang ke-5, diterbitkan di tahun 2004. 

Jokpin (sebutan singkat untuk Joko Pinurbo) dikenal dengan puisi bertema celana. Tidak heran, karena itulah judul buku puisi pertama yang diterbitkannya di tahun 1999. Dalam buku ini ada beberapa puisi yang juga bertema celana, seperti "Celana Tidur" dan "Satu Celana Berdua". Nuansa yang kental lainnya adalah tentang hubungan antara Ibu dan Anak. Seperti yang termuat dalam puiai "Ranjang Ibu", "Telepon Tengah Malam", "Dua Orang Peronda", dan "Ibuku".

Ibu suka membacakan buku untuk mengantar tidurku. 
Aku terbuai mendengarkan ibu dan buku, mendengarkan ibuku,
sambil membayangkan dan bertanya ini itu.
Pada saatnya beta harus meninggalkan bunda sebab tak bisa selamanya menyusu pada ibu. 
Aku harus mencari susu baru.
S ambil menahan airmata, ibu memeluk dan menciumku: 
Pergilah. Terbanglah. Aku pun terbang bersayapkan buku
ke antah-berantah yang bagiku sendiri masih entah.
(Ibuku, 2003)

Selain puisi "Ibuku" di atas, saya juga suka dengan satu puisi berjudul "Dengan Kata Lain". Puisi ini berkisah tentang seorang pemuda yang pulang kampung dan bertemu dengan guru Sejarah-nya yang kini menjadi tukang ojek. Saat ingin membayar jasa ojeknya, guru itu pergi begitu saja. 

Tak ada angin tak ada hujan, Ayah tiba-tiba 
bangkit berdiri dan berseru padaku: "Dengan kata lain,
kamu tak akan pernah bisa membayar gurumu."
(Dengan Kata Lain, 2004)

Pertama kali saya berkenalan dengan pusi Joko Pinurbo adalah lewat Buku Latihan Tidur. Sejak itu, saya berupaya membaca puisi-puisi beliau yang lain. Saya jatuh cinta dengan kata-kata yang terangkai indah dan bermakan dalam. Kadang bisa dipahami hanya dengan membaca sekilas, namun ada juga yang perlu dibaca berulang agar bisa diserap. Untungnya ada Gramedia Digital yang menyimpan beberapa buku kumpulan puisi beliau.

Kalau kamu, siapa penyair favoritmu?

Kekasihku
Joko Pinurbo
62 halaman
Kepustakaan Populer Gramedia
Juli, 2004

#606 The Case We Met



Redita Harris adalah seorang pengacara yang mengawali karirnya di New York. Dia mengikuti jejak ayah dan kakaknya berkarir di bidang hukum. Kebanyakan klien Dita adalah para wanita dan lansia dengan kasus hukum terkait malapraktik dokter. Kali ini dia ingin membalas budi seorang dokter yang dituntut dengan tuduhan malapraktik. Orang itu tidak lain adalah Nathan, sahabat kakaknya.

Dita sudah lama mengenal Nathan. Sewaktu SMA, Nathan adalah seniornya yang sering terlibat tawuran. Dita takut pada Nathan karena beberapa kali menerima bentakan dari pria itu. Tapi Nathan sudah menolongnya saat pingsan di New York. Lagipula, Dita cukup berpengalaman dengan kasus di bidang kedokteran.

Nathan yang adalah dokter spesialis anastesi, dituduh dengan sengaja melalaikan prosedur pembiusan sehingga mengakibatkan kematian seorang pasien. Istri pasien tersebut menuntut Nathan hingga ke pengadilan. Sebenarnya Nathan menghendaki Rehan, sahabatnya untuk menjadi pengacaranya. Dia tidak mau Dita terlibat. Nathan merasa sulit bersikap pada gadis yang dicintainya dalam diam selama bertahun-tahun. Tapi Dita memaksa, akhirnya Nathan pun menerima. Mungkin ini adalah kesempatan bagi Nathan untuk bisa kembali dekat dengan adik sahabatnya itu.

Novel ini adalah debut penulis di lini metropop, sekaligus karya pertama beliau yang saya baca. Kalau sebelumnya karya beliau sepertinya di kental dengan nuansa ke-Korea-an, kali ini penulis mengambil kota Yogyakarta sebagai latar belakang dengan kisah bernuansa hukum, kedokteran dan islami. Background penulis yang juga seorang dokter, membuat beberapa istilah dan prosedur kedokteran bisa dengan fasih diceritakan. Yang membuka wawasan baru bagi saya adalah bahwa prosedur anastesi yang biasanya "terlihat" sederhana membutuhkan persiapan dan prosedur rumit.

Sebagian besar cerita dalam novel ini adalah tentang persidangan Nathan. Penulis juga mampu menyajikan jalannya persidangan sehingga pembaca seakan-akan bisa hadir di persidangan itu. Dan yang menambah nilai plus novel ini adalah nuansa islami yang hadir, hal yang jarang dijumpai dalam novel metropop.

Overall, saya suka dengan novel ini. Kira-kira akankah ada sekuel menceritakan tentang Rehan dan Ratu? Sepertinya ada sesuatu di antara mereka ;)

The Case We Met
Flazia
444 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2020