~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#589 Cintaku Tak Pernah Negatif


Ivan akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Tapi baru beberapa hari bekerja, Ivan menemukan banyak kejanggalan. Mulai dari ketidakberesan SOP, peraturan meeting yang tidak jelas, sampai kelakuan pimpinan perusahaan yang menurut Ivan suka memberi tugas seenaknya.

Di perusahaan tersebut, pimpinan HRD-nya bernama Siska. Siska ini menjadi tempat karyawan lain berkeluh kesah. Sampai datanglah berita bahwa semua karyawan akan di-reshuffle. Tentunya karyawan menjadi panik. Sebenarnya Siska juga sudah berusaha berbicara dengan pimpinan, tapi Siska pun tak berdaya. Kondisi sama-sama merasa dirugikan, mendapat ketidak adilan membuat Ivan dan karyawan lainnya menjadi dekat.

Novella ini merupakan karya kedua dari seorang penulis pendatang baru bernama Ikhsan Hee, yang diterbitkan oleh penerbit indie, Guepedia. Dan karena karyanya ini berupa novella, saya tidak berharap akan ada konflik yang panjang dalam novella setebal 164 halaman ini.  Hanya saja, karena sudah diterbitkan dalam bentuk buku, saya berpikir bahwa novella ini telah melalui sejumlah proses, misalnya editing. Tapi sepertinya editor melewatkan banyak hal mendasar. Misalnya penulisan "di" sebagai awalan dan kata depan. Well...cukup mengganggu buat saya sebagai pembaca untuk kekeliruan itu.

Pemilihan judul juga menjadi satu poin yang membuat saya bertanya-tanya. Saat membaca judulnya, terlintas di benak saya bahwa novella ini bergenre romance. Sebagai penikmat novel romance garis keras, saya tidak merasakan unsur romansa dalam novella ini. Ada sih kedekatan Ivan dengan dua orang rekan kerjanya, tapi ya nggak jelas juga. 

Saya lantas membandingkan novella ini dengan karya debut penulis . Sepertinya penulis memang lebih cocok menuliskan genre science fiction. Tapi keberaniannya mencoba ranah romance patut diapresisasi. Semoga penulis bisa mengeluarkan karya-karya lainnya di masa yang akan datang.

Cintaku Tak Pernah Negatif
Ikhsan Hee
164 halaman
Guepedia
September, 2019


#588 Trio Kuantum


Pada abad ke-43, di alam semesta ini terdapat sebuah planet yang identik dengan bumi. Namanya Planet Ostkom, letaknya berdampingan dengan Planet Jupiter. Planet ini telah dihuni oleh sebagian besar penduduk Bumi ang sudah menetap di sana beberapa waktu lamanya. Tentunya kehidupan di sana didukung oleh berbagai peralatan canggih.

Adalah Prof. Imners yang berjasa menemukan sejumlah peralatan canggih untuk mendukung kehidupan di Ostkom. Bersama tiga asistennya, Legurs, Shepala dan Urgeno (yang disebut sebagai Trio Kuantum) mereka bertugas memonitor kondisi planet Ostkom. Ketika suatu waktu terjadi ledakan besar, semua orang terkejut. Pasalnya, yang mereka ketahui planet Ostkom adalah palnet yang aman. Bahkan dari guncangan apapun.

Novella science fiction ini mengangkat topik kemajuan teknologi puluhan abad ke depan. Teknologi yang memungkinkan manusia bisa tinggal di planet selain bumi. Novell ini adalah debut dari seorang penulis pendatang baru bernama Ikhsan Hee. Dengan latar belakang pendidikan MIPA di bangku universitas, tidak heran jika penulis piawai menceritakan detail teknologi canggih dalam novella ini. Hanya saja too much detail membuat saya jadi sempat bingung ini ceritanya mau dibawa ke mana. Konfliknya sebenarnya apa, dan apa peranan trio kuantum ini?

Selain empat tokoh utama "penjaga" planet Ostkom, ada dua tokoh lainnya Kurners dan Isburn yang sepertinya terlibat dalam nuansa romantis. Kedua orang ini juga menjadi saksi ledakan besar yang terjadi di Planet Ostkom. Yang agak mengherankan buat saya adalah potongan-potongan lagu yang dimasukkan oleh penulis yang kebanyakan adalah lagu tahu 90-an. Padahal ini settingan-nya abad 43 lho... Well, mungkin pada masa itu lagu-lagu yang ada dalam novella ini sudah menjadi lagu evergreen kali ya...

Sebagai debut, novella ini patut mendapat apresiasi. Saya berharap penulis tetap mengasah kemampuannya menciptakan karya-karya yang baru.

Trio Kuantum
Ikhsan Hee
128 halaman
Guepedia
Agustus, 2019


#587 Langkah Kaki Kecil


Cerita Mamah Muda adalah salah satu lini keluaran Gramedia yang memuat cerita pendek dengan tema tertentu seputar konflik yang biasa dialami oleh ibu muda. Dua buku pertama berjudul Resolusi dan Me Time masuk dalam bacaan favorit saya. Kali ini ada tema baru yaitu perjuangan mama muda mengurus anak dengan judul Langkah Kaki Kecil. Meski buku ini terbit awal September, saya sengaja menunda membacanya di bulan Oktiber. Biar pas dengan Tantangan Baca Goodreads Indonesia dengan tema buku tentang keluarga.

Langkah Kaki Kecil berisi cerita pendek yang ditulis oleh 6 penulis GPU ternama. Saya akan ulas satu per satu cerpennya ya...

1. Buku Panduan Memahami Salsa Bangtan Sonyeondan (Ruwi Meita)
Iya... tulisan judulnya memang begitu. Benang merah dalam cerita ini bahwa BTS lebih memahami Salsa daripada mama. Mama yang sibuk bekerja, mama yang sering lupa janji, sampai mama yang bertengkar dengan papa sehingga membuat papa pergi dari rumah. Untuk melihat keseriusan mama, Salsa memutuskan kabur dari rumah. Rema kelabakan mencari anaknya ditemani sebuah buku dengan beberapa petunjuk mencari Salsa. Isi petunjuknya semua tentang BTS, boyband Korea favorit Salsa. Rema semakin pusing karena dia tidak tahu apa-apa soal BTS. 

2. Avana dan Ayana (Christina Tirta)
Cath memiliki dua orang anak perempuan, Ava dan Aya. Ava si sulung memiliki suara emas, yang menghantarkannya menjuarai beberapa perlombaan menyanyi. Cath sangat bangga dengan pencapaian anak sulungnya. Berbeda dengan Aya, si bungsu yang sejak bayi sering sakit-sakitan dan harus mendapatkan perhatian ekstra. Tapi akhir-akhir ini Cath merasa Aya selalu berusaha merebut perhatiannya jika Cath mengurusi Ava. Apakah Cath tidak memiliki kasih sayang yang sama untuk kedua anaknya?

3. Tiga Cinta (Ken Terate)
Ririn, Tere dan Firda dipanggil oleh ibu kepala sekolah TK tempat ketiga anak mereka bersekolah. Cakra (anak Tere) bekerja sama dengan Feeya (anak Firda) mencuri bekal makan siang Lala (anak Ririn). Pasalnya, Cakra kesal karena Lala menyebutkan bekal yang dibawa oleh Cakra adalah makanan sampah. Sebagai single parent, Tere memang kadang tidak sempat menyiapkan bekal homemade buat anaknya. Sementara Ririn selalu menyiapkan bekal sempurna buat Lala. Makanan seperti coklat adalah makanan sampah. Feeya sih hanya ikut-ikutan saja karena diajak oleh Cakra.

Ketiga ibu muda ini punya masalah masing-masing. Ririn dengan trauma masa lalunya, Tere yang dikejar-kejar oleh mantan suami yang ingin merebut anaknya, dan Firda yang pusing berdoa semoga bayi yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki sesuai harapan suaminya. Masalah yang dihadapi oleh ketiga anak mereka membuat mereka saling mencurigai, menyalahkan sampai akhirnya kemudian bisa saling menguatkan.

4. Hai Ma (Mia Arsjad)
Pembantu yang mau mudik adalah bencana buat ibu muda yang sibuk mengejar karir seperti Pia. Selama ini Bik Nining yang selalu memastikan kebutuhan Lili mulai dari bangun sampai tidur. Bukannya Pia tidak sayang pada anaknya, tapi kesibukannya menjamin masa depan Lili membuatnya sulit membagi waktu. Sakti suaminya pun rencananya akan dinas ke Hong Kong selama seminggu. Sebenarnya Sakti menawarkan untuk mengajak Lili, karena Sakti tahu kesabaran Pia menghadapi anak mereka itu tipis sekali. Tapi Pia malah marah dianggap tidak mampu mengurus anaknya sendiri.

5. White Flag - Malashantii
Rista memilih menjadi single parent karena Tody lebih mengutamakan ibunya daripada istri dan anaknya. Meski demikian, Rista tetap memberikan kesempatan bagi Tody untuk bertemu dan mengasuh Tissa. Mengasuh Tissa seorang diri terasa berat, tapi Rista jalani demi prinsip. Beberapa temannya menyarankan agar Rista kembali rujuk dengan mantan suaminya, demi anak mereka. Hanya saja, Rista belum yakin Tody bisa berubah.

6. Sweet Child O Mine (Lea Agustina Citra)
Arin seorang selebgram mom yang sukses. Beberapa kali dia bahkan mengulas tentang parenting di Instagramnya. Kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, Arin seringkali tidak memperhatikan kedua anaknya. Namun Arin berkilah apa yang dilakukannya untuk membantu Bima, suaminya menafkahi keluarga mereka. Saat Karen anaknya jatuh sakit, Bima meminta Arin untuk mempertimbangkan kembali prioritasnya. Arin marah dan mengeluarkan kata-kata yang menyinggung Bima. 

***
Benang merah dari keenam cerita di atas sebenarnya bukan topik baru. Seorang ibu muda dengan ambisi tinggi, baik itu berkarir maupun merancang yang terbaik untuk anak-anaknya, seringkali terjebak dalam impiannya sendiri. Butuh satu momen, atau langkah mundur untuk bisa melihat lebih jelas. Saya sendiri kadang masih terjebak dalam situasi seperti itu, walaupun tentu saja saya menanamkan dalam pikiran saya, anak saya adalah hal yang utama. 

Cerita favorit saya adalah karya Ruwi Meita. Meski temanya tentang kehidupan berkeluarga tapi beliau masih bisa menyisipkan nuansa misteri. Cerita yang lain juga bagus, ada nilai moral yang bisa didapat dari masing-masing kisah. Karena belajar bukan hanya dari pengalaman sendiri kan? 

Recommended untuk mamah muda. 

Langkah Kaki Kecil
Lea Agustina Citra dkk.
312 halaman
Gramedia Pustaka Utama
September, 2019

#586 Walk On Memories



Proyek Revitalisasi Kota Tua adalah segalanya bagi Asha. Dia sangat menanti-nantikan momen ini. Ada yang ingin dia buktikan kepada seseorang lewat keikutsertaannya pada proyek ini. Tapi begitu tahu bahwa Aaron dipilih untuk menjadi partnernya dalam proyek ini, membuat kebahagiaan Asha sedikit pudar. Di sisi lain, Aaron juga tidak begitu senang dipasangkan dengan Asha dalam proyek besar ini. Perempuan angkuh dan arogan, yang pernah menggagalkan aksinya dengan gadis incaran di toilet tak terpakai itu, sangat sulit diajak kerjasama. Namun Ethan, atasan mereka memaksa mereka harus bersama-sama menggarap proyek tersebut.

Selama menggarap proyek, sedikit demi sedikit ketegangan antara Asha dan Aaron mulai mencair. Setidaknya mereka bisa mulai sejalan mengeluarkan ide dan kerja keras mereka, sehingga proyek itu diterima dengan baik oleh atasan mereka. Kedekatan mereka membuat Aaron mulai melihat Asha dari sudut pandang berbeda, dan tanpa sadar dia mulai menyukai gadis itu. Masalahnya Asha menyukai Salman, seorang arsitek dari kantor saingan mereka, yang juga ikut dalam tender proyek yang sama. Aaron jadi cemburu, karena obsesi Asha terhadap Salman.

Asha sudah lama mencintai Salman. Dia bahkan mengikuti semua perkembangan tentang Salman, baik karir maupun kehidupan pribadinya. Semua tentang Salman menarik perhatian Asha. Padahal awalnya dia mencari pria itu hanya karena ingin mengetahui tentang orang yang telah menyakiti hati ibunya. Rasa cintanya pada Salman begitu besar sekaligus salah.

Novel ini menjadi novel kedua dari penulis yang saya baca. Pada bagian kata pengantar, penulis menyebutkan bahwa tantangan menuliskan "novel dewasa" merupakan hal yang baru dan berusaha dijawabnya lewat novel ini. Saya rasa penulis berhasil. Karakter Aaron yang player, dan interaksi antara Aaron dan Asha lumayan merepresentasikan tantangan tersebut. Porsinya pas dan tidak berlebihan. Soal unsur arsitektur dalam novel ini rasanya sudah jadi makanan sehari-hari buat penulis yang memang memiliki latar belakang pendidikan dari Teknik Arsitektur.

Saya suka dengan pilihan judul Walk On Memories, yang sangat menggambarkan tentang kehidupan Asha. Frase yang sama juga digunakan oleh penulis sebagai tema desain yang diangkat oleh Asha dan Aaron dalam Proyek Revitalisasi Kota Tua yang mereka garap. Saya suka dengan detail arsitekturnya yang membuat saya tertarik ingin mencari tahu lebih banyak. Nice metropop. 

#585 Vio: Don't Mess Up


Vio adalah siswi yang bermasalah. Sering bolos, suka ngutang gorengan di kantin, dan nilai-nilainya dibawah nilai rata-rata. Akhirnya Kepala Sekolah turun tangan, mencarikan mentor untuk Vio. Joshua alias Jo dipilih sebagai mentor. Terpaksa Vio harus berhadapan dengan Jo si kaku yang seperti robot.

Sebenarnya Jo punya alasan berlaku seperti anak nakal. Mama meninggalkannya saat dia berusia sembilan tahun. Dua tahun kemudian Papanya menikah lagi dengan seorang wanita yang harus dipanggilnya sebagai Bunda. Lalu, abangnya Cello harus pergi melanjutkan studi ke Belanda. Vio berpikir jika dia menjadi anak nakal, Mama akan kembali datang kepadanya.

Pertemuan Vio dengan Jo lambat laun membuat diri Vio berubah. Setidaknya nilai-nilainya menjadi lebih baik. Vio bahkan mulai menantikan saat-saat belajar bersama dengan Jo. Di lain sisi, Jo juga terbebani dengan masa lalunya. Vio mirip sekali dengan Re, seorang perempuan yang membuatnya harus menjadi kaku dan menjaga jarak dari teman-temannya. Berada di dekat Vio membuat Jo harus mengorek kembali luka lamanya.

Saya memasukkan novel teenlit ini dalam daftar bacaan saya karena nama Vio yang mirip dengan nama sepupu saya. Dan ketika melihat novel ini adalah debutan dari Shania Kurniawan, cocok sekali untuk dibaca untuk Tantangan Baca Goodreads bulan ini. 

Konflik yang diangkat sebenarnya bukan hal yang baru, tapi cara penulis menceritakannya dari sudut pandang orang ketiga melalui Vio dan Jo membuat saya bisa memahami kegundahan hati keduanya. Saya tadinya berharap Rio, saudara tiri Vio akan membawa kejutan, minimal soal cinta terlarang atau apalah. 

Kesimpulan saya, sebagai karya pertama novel ini mendapatkan apresiasi dari saya karena cerita yang mengalir dan enak dibaca. Kekuatan karakter kedua tokoh utama adalah nilai plus dari novel ini. Semoga dalam waktu tidak lama, penulis akan mengeluarkan karya terbarunya ya.

Vio: Don't Mess Up
Shania Kurniawan
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama
April, 2019