~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#561 Early


Early sudah mempersiapkan segalanya untuk kabur dari rumah hari ini. Ranselnya berisi beberapa barang yang harus dia bawa. Kali ini rencananya tidak boleh gagal. Jika gagal, Early tidak tahu bagaimana masa depannya nanti. Syukurlah keberuntungan berpihak padanya, dia bisa kabur ke bandara Polonia. Early belum pernah naik pesawat sebelumnya. Tapi dia harus pergi sejauh mungkin dari Medan.

DI bandara itulah Early bertemu dengan Marco pertama kali. Early tidak sengaja menabrak Marco, dan ternyata mereka menggunakan pesawat yang sama menuju ke Batam. Dengan bantuan Marco, hidup Early berubah. Tujuh tahun kemudian Early sudah menjadi tangan kanan Marco mengurus sejumlah pembangunan mall di Indonesia. Salah satunya di Medan, kota yang ingin dihindari Early. Tapi Early tentu saja tidak bisa menolak saat diperintahkan Marco untuk berangkat ke Medan. Apa yang disembunyikan Early di masa lalunya?

Jarang sekali saya menemukan #novelMetropop yang mengambil setting kota di luar Jakarta. Novel ini terbit pertama kali di tahun 2013, saat bandara Medan masih di Polonia. Tema prostitusi menjadi benang merah dalam novel ini. Saya tertarik dengan konflik keluarga Early, terutama ibunya Asnia yang terpaksa harus menjual diri demi menghidupi dirinya atas desakan kakaknya. Dan betapa naifnya si paman ketika dia merasa masih bisa mengendalikan hidup Early yang sdah kabur selama 7 tahun darinya.

Ada juga kisah asmara antara Early dan Marco, yang sayangnya mulai dari awal sampai berakhirnya kisah dalam novel ini nyaris tidak mengalami perkembangan. Lalu ada juga pihak ketiga, Mitha, yang hanya sekadar tempelan. Padahal kalau konflik antara Mitha dan Early lebih dibangung bisa menjadi cerita yang menarik.

Early
Syafrina Siregar
200 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Juli, 2013


#560 Soulmate.com


Nadya tidak menyangka jika Dany pacarnya akan memutuskannya demi seorang wanita lain yang penampilannya biasa-biasa saja. Padahal Nadya termasuk perempuan yang punya segalanya. Cantik, cerdas, karir yang mapan. Rasa sakit hati dan kecewa yang dialami Nadya ditumpahkannya lewat tulisan-tulisan d blog. Ternyata ada satu orang pembaca setia blognya yang menanggapi kagalauannya.

Namanya Oka. Tinggal di Bali sebagai seorang desainer grafis dan juga musisi band. Berawal dari blog, kemudian beralih ke email, dan akhirnya chatting di YM (Yahoo Massenger) membuat keduanya menajdi dekat layaknya sahabat. Nadya tidak segan mengisahkan kehidupan percintaannya yang tragis pada Oka. Mulai dari pacarnya yang selingkuh, pacarnya yang posesif, dan masih banyak teman kencan lainnya. Oka pun tidak ragu memberikan semangat pada Nadya. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Sayangnya Oka menyimpan rahasia yang membuat Nadya mempertanyakan layakkah dirinya menikmati kebahagiaan dengan status sebagai selingkuhan.

Novel ini pertama kali terbit tahun 2006, termasuk #novelMetropop angkatan awal juga sepertinya. Jadi tidak heran jika di dalam novel ini percakapannya masih menggunakan aplikasi YM yang cukup populer di jamannya. Teknologi telepon genggam pun hanya sebatas bisa menelpon dan mengirimkan pesan singkat (SMS). Ada masa-masa dimana Nadya ataupun Oka menjadi galau karena salah satu dari mereka tidak sedang online, sementara SMS-nya pun pending. Mengangkat judul Soulmate.com, tadinya saya berpikir kisahnya seputar mencari jodoh melalui situs dating online. Ternyata bukan. Walaupun memang masih berhubungan dengan komputer dan teknologinya.

"Seharusnya orang yang elo cintai bisa membuat elo bebas merdeka mengekspresikan diri. Bukan dengan sembunyi-sembunyi. Saat elo susah, galau, gembira, bahagia, dia orang pertama yang harus hadir dalam hidup lo, bukan orang lain."

Novel ini menitikberatkan pada perjalanan Nadya mencari seseorang yang bisa dijadikan soulmate-nya. Sempat Oka berkelakar bahwa soulmate itu adalah soul that never met, yang ditanggapi Nadya sebagai gurauan. Padahal mungkin saja saat itu, Oka sedang menyuarakan apa yang ada di hatinya. Karakter Nadya ini memang bikin gregetan. Sebagai perempuan yang mengaku punya segalanya dan mandiri, dia tetap tertatih-tatih dalam urusan logika menghadapi cinta. Yah memang sih cinta itu didominasi perasaan, tapi kegalauan Nadya terasa berlebihan. 

Bagi yang pernah mengalami masa-masa seperti Nadya, ketika chatting di dunia maya tidak secanggih saat ini, mungkin bisa "klik" dengan kisah Nadya ini. Perselingkuhan yang bisa terjadi karena merasa cocok dengan seseorang yang dikenal di dunia maya mungkin masih ada sampai saat ini. Pilihan diksi yang cenderung nyastra membuat novel ini menarik untuk dibaca. Hanya saja, penyelesaian akhirnya terasa datar menurut saya.

Soulmate.com
Jessica Huwae
240 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November 2013 (cetak ulang)

#559 [Blogtour & Giveaway] Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga



"Karena sesungguhnya, pulang sejati hanyalah menuju pada hati yang tenang"

Gunawan Tri Atmodjo kembali mengeluarkan kumpulan cerpen terbaru dengan judul "Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga". Sesungguhnya, judul ini adalah salah satu dari cerita yang ada di dalamnya, tapi setelah membaca keseluruhan isi bukunya, saya sependapat jika isi kumpulan cerita ini menyerupai dongeng yang membuat bahagia pembacanya. 

Ada 17 cerita pendek dalam kumpulan cerpen ini yang ditulis dalam rentang waktu 2005 s.d 2015. Dan saya menangkap ada satu benang merah dalam ketujuhbelas cerita ini, yaitu kesedihan. Tidak salah jika kumcer ini diawali sebuah quote dari Agus Bambang Wiyanto, "Tidak ada kesedihan yang diciptakan sempurna". 

Seperti pada cerita pertama yang juga merupakan favorit saya, berjudul Sunyarunyi. Diceritakan seorang gadis buruk rupa bernama Sunyarunyi, yang sehari-hari hanya berkeliaran di kuburan. Dia dianggap sebagai pembawa sial dan hampir semua warga menghindarinya. Terkecuali si juru kunci makam, itupun dalam keadaan mabuk. Sayangnya Sunyarunyi yang rindu ingin berinteraksi dengan manusia tidak menyadari niat si juru kunci yang ingin melampiaskan nafsunya.

Begitupun dengan cerita Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga yang bercerita tentang gadis yang cacat pada telinga kirinya. Meskipun tampangnya rupawan, tapi semua lelaki yang mendekatinya lari menjauh saat melihat kondisi telinganya. Hingga datanglah satu orang pria yang tidak pergi setelah Prosesi Jati Diri yang dilakukan gadis ini.

Cerita lainnya yang menarik perhatian saya adalah yang berjudul Sebuah Kecelakaan Suci. Sepertinya kisah ini diilhami dari persembahan Kain dan Habel dimana hanya persembahan Habel yang berupa daging sembelihan yang diterima oleh Sang Kuasa. Cerita ini lucu dengan caranya sendiri, tapi tetap saja ada kesedihan di dalamnya.

Meskipun bertemakan kesedihan, jangan kuatir dengan ending-nya. Hampir semuanya bahagia. Bukankah memang dongeng seperti itu adanya? Dan berbicara soal dongeng, membaca buku ini rasanya memang seperti didongengi, soalnya minim dialog di dalamnya. 

Pertama kali mengenal karya Gunawan Tri Atmodjo adalah lewat kumpulan cerpen berjudul Pelisaurus dan Cerita Lainnya. Sayangnya kumpulan cerpen ini ditarik dari peredaran karena dianggap memuat konten yang tidak ramah anak. Satu ciri khas dari cerpen Gunawan adalah gaya bercerita yang unik, kadang nyeleneh, tapi tetap menarik untuk diikuti. 

Dongeng Bahagia dari Sebelah Telinga
Gunawan Tri Atmodjo
144 halaman
Diva Press
Desember 2018



Waktunya Giveaway...Syaratnya mudah saja:

1. Berdomisili di Indonesia atau memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun twitter @destinugrainy dan @diva_fiction atau fanpage fb "Penerbit DIVA Press" atau akun IG @fiksi.diva.
3. Share giveaway ini di twitter atau di story IG kamu dan jangan lupa mention akun kami.
4. Jawab pertanyaan berikut dengan format: nama | nama akun | link share | jawaban

"Kapan terakhir kali kamu membaca dongeng? Dongeng apakah itu?"

Saya tunggu jawabannya sampai tanggal 17 Maret 2019 ya. Pengumuman akan disampaikan via postingan ini pada tanggal 18 Maret 2019. 

******
Hai... Terima kasih untuk yang sudah berpartisipasi dalam Giveaway ini. Ada 6 orang peserta (sesuai urutan komentar). Jadi, biar adil, saya minta bantuan di random.org untuk mengundi. Dan inilah hasilnya


Selamat untuk Nike Rasyid. 

Mohon konfirmasi alamat pengiriman ya. Nanti akan saya hubungi via email/twitter. Untuk yang belum beruntung masih ada kesempatan di blognya Mbak Lila

Sampai jumpa di GA berikutnya. 

#558 Special Order


Kanaya Wibisono mencoba mengikuti kata hatinya untuk menjadi koki, meski harus disambi menunaikan amanat ayahnya. Ayahnya menginginkan dia menjadi seorang guru, tapi dalam hati Naya dia ingin seperti ibunya bekerja di restauran. Kesempatan akhirnya datang lewat pasangan Satria dan Anaya yang mengizinkannya masuk ke dapur The Golden Dish sebagai kitchen assistant. 

Meski sering lelet dan ceroboh, Naya seorang pekerja yang tekun. Tapi keadaan berbeda ketika TGD kedatangan seorang chef yang baru bernama Nando. Naya terkejut melihat Nando, karena dua pertemuan mereka sebelumnya tidak begitu bagus. Naya pernah manabok pipi Nando di kereta dan juga menuduhnya berpikiran asusila padanya. Ketika Naya tidak berhenti membuat kesalahan, Nando semakin marah dan akhirnya memecatnya.

Apakah karir Naya di dunia kuliner berakhir? Tidak juga.... Singkat cerita Nando juga yang membawanya kembali ke dapur TGD. Meski dengan kembalinya, Naya berhutang banyak pada Nando. Hanya saja sikap Nando yang panas dingin dan selalu berubah-ubah membuat Naya bingung. Apalagi saat Naya dekat dengan Nizar, cowok yang ingin diperkenalkan Anaya padanya. 

Debut Alifiana Nufi dalam label Metropop cukup berhasil. Dengan mengambil segmen khusus dunia kuliner, penulis mencoba menggambarkan bagaimana dua orang tokohnya berusaha mencapai mimpi mereka meski tidak didukung oleh keluarganya. Ya, sama dengan Naya, Nando juga pada awalnya diminta bersekolah aristektur oleh ayahnya. Namun, di tengah jalan dia berbelok arah menjadi chef. Ayahnya marah besar dan tidak mau mengakui Nando sebagai anak. 

Saya suka dengan konsistensi karakter Nando yang punya kadar percaya diri tinggi dan juga jutek. Begitupun dengan Naya yang selebor, lelet, tapi bisa memahami Nando. Adegan jadian mereka yang nggak ada romantisnya itu justru manis apa adanya. Juga ketika Naya berusaha memberikan pemahaman kepada Nando mengenai pentingnya keluarga. 

Memang masih ada beberapa plothole dalam novel ini, tapi overall ceritanya menarik dan enak diikuti. Apalagi ada chef-chef  Teletubbies abang-abangnya Naya di dapur TGD yang selalu membuat suasana menjadi meriah.

Special Order
Alfiana Nufi
272 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari 2019




#557 Nagra & Aru



Nagra dan Aru teman sekelas di SMA Grafika. Sudah sejak awal masuk sekolah ini, Aru jatuh cinta pada Nagra. Dan dia bertekad akan menjadi pendamping Nagra di masa akan datang. Untuk itu Aru melancarkan berbagai pendekatan pada Nagra, yang sayangnya ditolak mentah-mentah oleh lelaki jangkung itu. Namun Aru tidak berhenti, dia yakin suatu saat nanti perasaan Nagra akan berubah.

Sebenarnya Nagra bukannya tidak gerah melihat kelakuan Aru, tapi dia berpikir suatu waktu Aru akan menyerah sendiri. Lagipula Nagra masih menyimpan perasaan pada seorang gadis yang tiba-tiba saja pergi meninggalkan dirinya dua tahun yang lalu. Kalaupun Nagra sering modus ke beberapa cewek di SMA Grafika, hanya sebatas itulah yang dilakukan Nagra.

Kemudian ada Igo, pentolan SMA Grafika. Hanya Nagra dan seorang temannya, Alex, yang tahu kalau Igo sering menggunakan narkoba. Dahulu Nagra dan Igo bersahabat dan ingin masuk ke kelompok pentolan SMA Grafika supaya lebih terkenal. Namun Nagra meninggalkan kelompok itu sebelum lebih jauh terlibat di dalamnya, sementara Igo terjerumus bersama obat-obatan yang dicekoki oleh kelompok tersebut. Nagra yang merasa bertanggung jawab pada Igo mencoba menyelamatkan Igo berkali-kali. Namun saat Igo mulai mendekati Aru, mengapa ada perasaan tidak rela yang dirasakan Nagra?

Inggrid Sonya dan Jenny Thalia Faurine berkolaborasi bersama menghidupkan kisah anak SMA lewat tokoh Nagra dan Aru. Kisah ini pertama kali hadir dalam format instagram di IG Nagra dan Aru. Kemudian diadaptasi ke bentuk buku. Yang bikin tidak bisa melepaskan buku ini sampai selesai adalah guyonan receh yang banyak bertebaran di dalam buku ini. Dan hampir semua karakternya begitu. Baik itu Nagra, Aru, Igo bahkan karakter pendukung lainnya. Satu SMA isinya kayaknya bodor semua deh.

Dengan banyaknya recehan guyonan itu, novel ini memang terasa panjang. Apalagi dikisahkan bergantian dari sudut pandang Nagra dan Aru yang kadang timeline-nya tumpang tindih. Memang sih memudahkan pembaca mengetahui pemikiran dua tokoh utama pada konflik yang sama, hanya ya itu...rasanya jadi sengaja dipanjang-panjangkan. Terutama begitu mendekati akhir, temponya menjadi lebih cepat, seperti ingin segera diselesaikan saja.

Tapi overall... novel ini menghibur. Apalagi untuk yang kangen dengan karyanya Jenny Thalia Faurine. Dan Shelia on 7 itu memang membangkitkan nostalgia banget ya.

Nagra & Aru
Inggrid Sonya & Jenny Thalia Faurine
360 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Februari 2019



**diikutkan dalam Tantangan Baca Goodreads 2019 bulan Maret dengan tema Buku yang Ditulis Oleh Dua Penulis Perempuan