~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#549 Pengantin Pesanan



Sinta (Li Su Cin) atau biasa dipanggil A Cin sedang mempertimbangkan tawaran ibunya, Bong Pai Yin, yang memintanya untuk menikah kembali. Bagaimanapun juga keluarga mereka yang tidak kaya mengandalkan Sinta sebagai tulang punggung. Ditambah dengan Angelina, anaknya dari suami pertamanya, dan Aloy adiknya, kehidupan mereka sungguh pas-pasan. Sebenarnya Sinta masih menyimpan trauma karena perpisahan dengan suaminya akibat KDRT. Padahal dahulu mereka menikah karena saling cinta. Sayangnya, kelahiran Angelina mematikan api cinta suaminya. Memiliki anak perempuan bukanlah harapan suaminya.

Meskipun tinggal di Jakarta, Sinta dan keluarganya berasal dari Singkawang. Ada semacam tradisi yag terjadi di Singkawang yaitu Pengantin Pesanan. Seorang calo atau agen akan mencari perempuan dari Singkawang untuk menjadi istri bagi pria dari Taiwan. Sebenarnya perempuan Indonesia bukan satu-satunya "incaran" pria Taiwan. Perempuan dari Vietnam atau Cina daratan juga sering menjadi target. Hanya saja keunggulan perempuan dari Singkawang adalah keuletan, rajin, dan tidak suka, sehingga amoy Singkawang lebih disukai. Keluarga perempuan akan menerima "uang susu" sebagai nilai tukar. Proses perkenalan sangat singkat, hanya hitungan hari atau minggu. Si perempuan akan mendapatkan foto pria Taiwan yang akan dinikahinya dari agen. Jika beruntung, pria itu akan datang ke Indonesia untuk menikah langsung. Jika tidak, menikahi selembar foto sudah cukup. 

Bagi pria Taiwan, mencari calon istri dari luar negeri adalah hal yang lumrah. Hal ini terjadi
karena persoalan demografis, dimana jumlah pria di atas usia 15 tahun jauh lebih banyak daripada jumlah perempuannya. Jika pria ini memiliki ekonomi mapan, tentunya tidak sulit mencari calon pengantin perempuan. Tapi bagi mereka yang hidupnya tergolong ekonomi menengah ke bawah akan kesulitan mendapatkan perempuan lokal. Karena itu mereka mencari perempuan di negara lain. Tentunya yang masih memiliki latar belakang budaya yang sama. Alasan ini juga yang mendorong Lu Kai Wei mencari calon istri seorang amoy  Singkawang. 

Sinta setuju menikah dengan Lu Kai Wei, pria asal Taiwan. Setelah menikah, dia langsung ikut suaminya ke Taiwan. Angelina ditinggalkannya bersama ibunya. Meskipun sedih, Sinta tahu kelangsungan hidup keluarganya ada di tangannya. Tiga bulan pertama biasanya menjadi "masa percobaan" bagi pengantin pesanan. Semua penghasilan suami akan ditahan oleh ibu mertua. Paspor dan surat berharga ditahan untuk jaga-jaga agar menantu perempuan ini tidak melarikan diri. Hal ini semata-mata untuk melihat kesungguhan untuk menjadi istri. Sinta cukup beruntung Kai Wei sangat menghormatinya. Meski kaku, Kai Wei selalu memperlakukan Sinta dengan baik. Sinta diminta membantu Lao Ma (ibu mertuanya) untuk bekerja di warung ban tiao milik keluarga Lu. Tidak butuh waktu lama, Sinta dipercayakan untuk menjaga warung itu sendirian. 

Di tangan Sinta warung ban tiao milik keluarga Lu cukup laris. Sinta bisa menyisihkan sedikit uang yang diberikan suaminya untuk dikirimkan kepada keluarganya. Namun kendala muncul ketika Sinta hamil. Tenaganya terkuras habis untuk menjaga warung, sementara di rumah sikap Lao Ma yang keras tidak memperbolehkannya untuk banyak beristirahat. Di sisi lain, Sinta merasa tertekan dengan harapan keluarga suaminya agar nantinya dia melahirkan anak laki-laki. Siapalah dirinya yang bisa menentukan jenis kelamin bayinya?

Ada dua issue utama yang diangkat dalam novel ini. Yang pertama adalah tentang perdagangan perempuan di balik modus pengantin pesanan. Meski sekarang model pernikahan semacam ini sudah jauh berkurang, tapi masih ada saja yang melakukannya. Tidak semua perempuan seberuntung Sinta yang mendapatkan suami yang mau menghargainya. Beberapa perempuan harus pasrah menerima takdir keluarga baru yang belum dikenalnya sama sekali. Belum lagi gegar budaya yang tentu jelas berbeda. Menikah dengan pria asing tidak lantas mengubah status ekonomi, karena terkadang pria yang dinikahi juga bukan berasal dari keluarga kaya. 

Issue kedua adalah kesetaraan gender. Bukan menjadi rahasia bahwa dalam budaya Tiongkok, keberadaan anak laki-laki jauh lebih bernilai daripada anak perempuan. Sinta mengalami hal itu. Sebagai anak perempuan dia selalu diminta bekerja keras, sementara adiknya Aloy sangat dimanja. Akibatnya Aloy tumbuh menjadi sosok pria yang kurang memiliki rasa tanggung jawab. Kebiasaannya berjudi membuat keuangan keluarga semakin sulit, dan Sinta yang harus berusaha mengatasinya. Bukan hanya itu, keluarganya sendiri berantakan karena dia melahirkan anak perempuan. Sekarang, keluarga barunya juga menuntut hal yang sama. Sinta seringkali berharap dia terlahir sebagai anak laki-laki.

Kedua issue tersebut sering diangkat berulang sepanjang novel ini, yang (mungkin) menjadi kelemahan dalam novel ini. Bisa jadi penulis ingin menekankan dua poin penting dari hasil risetnya, tapi bagi saya perulangan itu sedikit mengganggu. Tapi saya menyukai cara penulis menyelesaikan konflik yang dialami Sinta. Cukup adil dan realistis.

Saya sangat penasaran dengan tradisi Pengantin Pesanan ini, sehingga saya mencoba mencari literatur tentang itu. Ada beberapa berita dan jurnal ilmiah yang saya temukan,namun belum semuanya saya baca. Pengantin Pesanan rasanya seperti dua sisi mata uang. Ada untung dan ruginya. Yang pasti, novel ini menjadi sumber ilmu baru bagi saya.

Pengantin Pesanan
Mya Ye
336 halaman
Gramedia Pustaka Utama
November 2018

#548 [Blogtour & Giveaway] Tinderella


Ho...ho...ho.... Christmas is coming! Memasuki bulan Desember, aura natal sudah mulai terasa ya, apalagi kalau ke pusat perbelanjaan. Ada begitu banyak persiapan yang dilakukan oleh orang-orang yang akan merayakan natal. Begitu juga dengan enam orang penulis ternama yang menuliskan kisah-kisah seputar persiapan natal dalam kumpulan cerpen yang diberi judul Tinderella.

1. Tinderella by Stephanie Zen
Rachel masih terpukul dengan berita jadian kedua sahabatnya, Ralph dan Hailey. Seandainya Rachel tidak memendam rasa pada Ralph, tentunya berita itu akan dengan senang hati diterimanya. Sekarang Hailey mengundangnya untuk datang di acara natal, dan Rachel tidak punya pendamping untuk ke sana. Ide gila melibatkan aplikasi Tinder disampaikan oleh sahabatnya, Renata. Rachel menolak mencari pasangan lewat Tinder. Lebih baik dia berpura-pura sakit saja supaya tidak datang ke acara itu. Sayangnya, Rachel benar-benar tertimpa masalah. Dia mengalami kecelakaan sehingga kakinya harus di-gips. Bagaimana kalau pria yang menabraknya menawarkan diri menemaninya ke pesta natal?

2. Mireya - Dharmawati Chen
Pohon natal itu belum juga berdiri. Biasanya Ariella akan memasang pohon natal bersama ibunya dan anaknya, Mireya. Tapi akhir-akhir ini Mire suka marah-marah dan membantah. Satu-satunya orang yang didengar oleh Mire, hanya neneknya. Ariella meminta kepada ibunya untuk berbicara pada Mire. Bagaimana Ariella bisa meninggalkan Mire jika anak itu masih marah padanya?

3. Way Back Into You - Putu Felicia
Semua laki-laki memang tidak setia. Termasuk papanya dan Chris. Itulah sebabnya Lia menolak ketika Chris datang menjemput Lia untuk pulang ke Indonesia dan merayakan natal bersama keluarga. Setelah sekian tahun hidup sendirian di Kyoto, Jepang, Lia sudah bisa menata kembali hidupnya. Hanya saja memaafkan papa dan Chris yang sudah mengkhianatinya bukan perkara gampang. Apalagi ketika Chris mengatakan mau melamarnya dan menikah dengannya. Butuh 999 mawar dan perjalanan ke luar negeri baru Lia mau mempertimbangkan tawaran itu. 

4. Stella Maris - Donna Widjajanto
Jonathan dan Maris telah lama menikah. Sebelum menikah, keduanya sepakat jika mempunyai anak, salah satu dari mereka harus berhenti dari pekerjaannya. Tapi saat ini  Jonathan dan Maris sedang berada di puncak karir, dan keinginan untuk memiliki anak tidak lagi ada dalam agenda mereka. Maris yang seorang dosen, sedang mempersiapkan diri untuk lanjut S3, sementara Jonathan akan mendapatkan promosi. Jika pilihan karir itu membuat keduanya terpisah, apakah Jonathan dan Maris masih mengingat alasan mereka untuk menikah dulu?

5. Cicil Santa - Anjar Anastasia
Tahun ini Cicil ingin meminta kado natal jalan-jalan ke Raja Ampat kepada Sinterklas. Sebenarnya Cicil juga tahu siapa yang menjadi Sinterklasnya. Namun, saat natal semakin dekat, Siwi, sahabatnya tertimpa masalah. Kakak Siwi kecelakaan, dan ayahnya dipecat dari pekerjaannya. Rencana Siwi study tour ke Jawa Timur bisa batal. Siapa yang bisa menjadi sinterklas untuk Siwi? 

6. Notal - Theresia Ann
Mbah Uti selalu saja menyebut kata natal menjadi notal. Ella dan keluarganya sudah maklum dengan kelakuan Mbah Uti yang nyentrik. Termasuk saat Mbah Uti memaksa Ella mengundang pacarnya, James, yang tinggal di luar negeri untuk datang saat Mbah Uti dibabtis natal nanti. Ela sedih, James belum siap untuk bertemu dengan keluarganya. Tapi bukan Mbah Uti kalau dia tidak punya jalan keluarnya. Ella hanya berharap tahun ini ada keajaiban notal.. eh.. natal untuknya. 

***
Melihat sampulnya, sudah pasti bisa ditebak Kumpulan cerpen ini memang hadir untuk memeriahkan natal. Awalnya saya sempat berpikir kumpulan cerpen ini diperuntukkan untuk satu kalangan umur saja. Tapi ternyata isinya lints generasi. Dari anak-anak sampai kakek-nenek. Ide ceritanya juga bervariasi yang disajikan dengan gaya bererita masing-masing penulis. 

Meskipun berlatar belakang natal, bagi yang tidak merayakan natal juga dapat mengambil pelajaran dan pesan moral dari keenam kisah ini. Karena kisah-kisah di dalamnya berisi tentang kerelaan hati, memaafkan, mengampuni, dan pengharapan.

Tinderella
Stephanie Zen dkk
328 halaman


Gramedia Pustaka Utama
November 2018




And now...giveaway time!

 Ada satu eksemplar kumpulan cerpen Tinderella gratis buatmu yang beruntung. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 4-7 Desember 2018. Cara mendapatkan bukunya mudah saja. Cukup jawab pertanyaan berikut ini di kolom komentar:

Jika kamu merayakan natal, persiapan apa saja yang kamu lakukan menyambut natal? Jika tidak merayakan natal, apa persiapanmu menjelang akhir tahun?

Sertakan juga nama, email dan akun media sosialmu (twitter/facebook/instagram). Silakan membagikan informasi tentang blogtour dan giveaway ini ya. Dan jangan lupa mengunjungi blog Toples Aksara  ya.

Good luck!

***
Hai semuanya!! Terima kasih sudah berpartisipasi dalam blogtour dan giveaway ini ya. Ada kabar baik buat kalian, karena saya akan memberikan 2 (dua) buah buku untuk yang beruntung. Dan mereka adalah....

Valdo Gabriel Saragih
Devi Juliyanti

Selamat untuk kalian berdua. Saya akan menghubungi kalian untuk mendapatkan informasi alamat pengiriman. Dan buat yang lain....masih ada kesempatan mendapatkan novel ini di Toples Aksara ya...Go grab it fast!


#547 Purple Prose


"Karma itu seperti asap, Ya. Dia selalu ada di udara, walaupun tidak terlihat. Ketika waktunya tiba, dia akan datang untuk menagih pertanggungjawaban."

Galih bimbang saat atasannya mengatakan bahwa dirinya akan dimutasi ke kantor di Bali. Tujuh tahun yang lalu, dia meninggalkan Bali setelah kematian sahabatnya, Reza. Tapi Galih juga merasa ada masa lalu yang harus diselesaikannya di Bali. Meskipun mamanya melarang, Galih akhirnya setuju bertugas di Bali. 

Sebagai seorang supervisor, tentunya Galih akan memiliki banyak bawahan di kantornya. Salah satunya adalah Roya, seorang gadis pendiam yang sepertinya selalu menjadi sasaran kemarahan rekan-rekannya yang lain. Roya kadang terlihat kikuk, dan selalu meminta maaf. Satu lagi kebiasaan Roya yang dijumpai Galih, gadis itu suka membakar dupa. Roya memang tidak cantik, tapi dialah yang menarik perhatian Galih. Terutama ketika Roya dengan berani mau menolong Galih saat bertemu dengan orang-orang di masa lalunya.

Baik Galih maupun Roya terjebak dalam kungkungan masa lalu. Galih dahulu pernah terjerumus dalam dunia narkoba bersama Reza dan Roy. Narkoba itu pula yang merenggut nyawa Reza, sementara Roy menghilang entah kemana. Sementara Roya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Tujuh tahun yang lalu, Roya meminta adiknya Kanaya pergi membelikan es campur untuknya. Bukan es campur yang dibawa Kanaya, tetapi luka fisik dan batin akibat diculik dan diperkosa oleh orang yang tidak dikenalnya. 

Saya tidak mempersiapkan diri saat membaca novel ini, tidak memasang ekspektasi apa-apa. Saya memilihnya sebagai bacaan menjelang tidur dari Gramedia Digital. Novel ini kemudian menahan saya dari kantuk, dan dibuat terpana hingga halaman terkahir. Bukan sebuah novel metropop biasa.

Purple prose atau prosa ungu adalah kalimat berlebih yang sering muncul di sebuah buku atau novel. Kalimatnya boros kata, bertele-tele, seakan-akan menarik pehatian pembaca. Galih menggunakan analogi purple prose untuk menggambarkan kondisinya dan Roya yang terjbak dalam kesalahan di masa lalu. Berlembar-lembar kehidupan mereka terus dipenuhi kesalahan itu, membuat mereka tidak bisa memafkan diri sendiri. Perasaan senasib inilah yang membuat Roya akhirnya bisa membuka diri pada Galih. Tapi ketika keduanya mencoba membuka lembaran baru, karma dari masa lalu datang menuntut pertanggungjawaban.

Latar belakang pulau Bali yang masih mempercayai mistis semakin mengentalkan kehadiran karma ini. Beberapa kali Galih merasakan ada kehadiran 'sosok' di sekitarnya. Cara Roya mengusir kegundahan hatinya dengan menyalakan dupa juga membuat suasana mistis semakin terbangun. 

Saya bisa mengatakan novel ini ditulis dengan baik, tertata dalam tempo yang teratur. Satu per satu masa lalu yang mengungkung Galih dan Roya diurai dan diselesaikan. Sebuah plot twist (yang sebenarnya bisa saya tebak) dilemparkan di saat Galih dan Roya menyadari masa lalu mereka berhubungan. Dan kemudian penulis menyajikan penutup yang adil dan realistis. Saya sempat bertanya-tanya mengapa penulis seperti bermain aman tidak ingin melibatkan hukum dalam kasus Galih dan Roya. Tapi saya pun menyadari sebenarnya sanksi sosial sudah lebih dari cukup membuat kedua tokoh ini menderita. Saya percaya dengan karma. Dan novel ini menggambarkan karma itu dengan sangat baik. Ketika kamu bisa belajar dan menemukan nilai kehidupan dalam sebuah novel fiksi, percayalah novel itu layak mendapatkan bintang sempurna.

Purple Prose
Suarcani
304 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober 2018





#546 Kelly on the Move



Sudah dua tahun sejak Kelly Nahm diputuskan sepihak oleh kekasihnya, Bobby. Selama dua tahun itu pula Kelly masih mengikuti gerak-gerik Bobby di media sosial. Kelly bahkan membuat akun palsu untuk itu. Ada perasaaan tidak rela dan ikhlas melihat Bobby yang kini sudah memiliki kekasih dan sedang mempersiapkan pernikahan. Sepuluh tahun Kelly mendampingi Bobby dalam masa sulitnya, sekarang setelah Bobby sukses dengan karirnya justru gadis lain yang dipilihnya? Apa kekurangan Kelly sampai Bobby tidak menjadikannya pendmaping hidup?

Kelly pintar dan hidup mapan. Tidak sekaipun dia menyusahkan Bobby. Di usia 28 tahun, dia sudah menjadi dosen di sebuah universitas swasta. Pekerjaannya inilah yang membantu Kelly agar dunianya tidak berfokus hanya pada patah hatinya. Di kampus, dia memiliki track record  yang bagus. Tidak heran dalam pementasan teater musikal tahunan yang akan diselenggarakan oleh fakultasnya, Kelly ditunjuk sebagai ketua panitia.

Kegiatan ini membawanya berkenalan dengan Assen Hristand. Seorang bintang film yang kini lebih menekuni dunia balik layar sebagai seorang sutradara. Assen diminta oleh Prof. Rengga untuk menggantikan dirinya mengawasi latihan teater. Sebagai ketua panitia, tentunya Kelly harus sering berhadapan dengan Assen. Awalnya Kelly tidak mengenali Assen sebagai seorang public figure. Wajar saja, tontonan Kelly lebih banyak sinema Korea dibandingkan sinema Indonesia. Sikap Kelly yang menganggap Assen bukan seorang yang penting menarik perhatian Assen. Dia bertekad untuk mendekati ibu dosen itu.

Karakter Kelly ini menarik. Mandiri, sukses, dan tegas dalam dunia pekerjaan. Saya suka dengan cara Kelly berinteraksi dengan rekan kerja dan mahasiswanya.Tapi kalau urusan cinta, Kelly seperti pasir yang rapuh. Kelly sulit sekali untuk move on dari masa lalunya. Bahkan dia cenderung menyiksa diri dengan mengikuti semua perkembangan mantannya. Ketika Assen mencoba mendekatinya dengan terang-terangan Kelly menolak. Untungnya Assen tidak mudah menyerah. Kelly sempat membuat saya sebal dengan tingkahnya yang sulit move on, seakan masa depannya berakhir hanya karena putus dari pacarnya. Tapi memang kenyataannya karakter seperti ini bisa kita jumpai di dunia nyata. 

Bagi beberapa orang patah hati tak sesederhana itu. (hlm 224)

Persahabatan Kelly dengan Tere (teman sekamarnya), Cris (pacar Tere sekaligus rekan kerja), Inez (rekan seruangan di kampus) dan Erni (staf administrasi di kampus) menambah kemeriahan dalam novel ini. Banyak adegan lucu yang terjadi ketika mereka berkumpul. Meski begitu, mereka nggak hanya hadir dalam suka saja, saat Kelly terpuruk berkali-kali teman-temannya ini membangkitkan semangat Kelly. 

Profesi Kelly yang seorang dosen mungkin membuat saya lebih merasa 'related' dengan novel ini. Bagaimana Kelly berusaha membangun karirnya meski passion awalnya tidak mengarah ke profesi tersebut. Hanya saja, ibu dosen ini mungkin terlalu ambisius dengan rencana S3-nya yang hanya dua tahun saja. Duh...bakal membuat iri para calon doktor di dunia nyata deh.

Kelly on the Move adalah bacaan saya yang ke-150 di tahun ini, sekaligus merampungkan 2018 Goodreads Reading Challenge. Leganya bisa menyelasaikan tantangan ini.

Kelly on the Move
Seplia
296 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober 2018




#545 Too Cold To Handle


Judul Buku : Too Cold To Handle
Penulis : Sofi Meloni
Halaman : 288
Penerbit : Elex Media Komputindo


Apa salahnya dengan mimpi menikah, menjadi istri, dan punya anak kembar? Nggak ada. Terdengar aneh memang di jaman milenial sekarang jika seorang perempuan muda dengan peluang berkarir punya mimpi seperti itu. Tapi bagi Cantika, mimpinya itu harus bisa terwujud bersama seseorang. Gunawan, cinta pertamanya yang akhirnya bisa ditemukannya kembali.

Tika pun mendesak kedua orang tuanya dan ayahnya Gun agar diberi kesempatan berkenalan lebih dekat dengan Gun. Tika sampai bela-belain pindah ke apartemen di gedung yang sama dengan apartemen Gun. Tika meminta kunci apartemen Gun agar dia bisa sering datang mengunjungi Gun. Sayangnya, cinta ini sepertinya hanya sepihak saja. Gun yang dingin seolah-olah tidak memiliki perasaan apa-apa. Tika tidak putus asa, dia melakukan apa saja untuk empat bulan masa perkenalan sebelum perjodohan mereka ditentukan. Empat bulan untuk menaklukkan hati Gun.

Novel ini judulnya Too Cold To Handle, tapi kenapa pas bacanya bikin hati jadi hangat ya?

Perkembangan karakter Tika dalam novel ini digambarkan dengan jelas dan baik. Tika yang awalnya hanya berfokus pada diri dan keinginannya sendiri, mengabaikan pekerjaan yang didapatkannya dari koneksi ayahnya, akhirnya bisa menjadi sosok yang berubah. Membaca perjuangan Tika mengejar cintanya ini membuat hati menjadi hangat. Saya bisa ikut sedih dengan penolakan dan kekakuan Gun, meski kadang bergumam 'duh...Tika kok kamu nggak nyadar juga sih?'. Salut sama Tika yang memiliki cinta begitu besar untuk Gun. Keberadaan Sarah, sahabat Tika, dengan problemanya juga menambah bumbu kisah novel ini. Sedikit banyak kehadiran Sarah membuat perkembangan karakter Tika menjadi berarti. 

Tapi cowok kayak Gun memang menggemaskan ya? Dengan hanya menggunakan POV orang pertama (Tika), misteriusnya Gun makin terasa. Penulisnya ini memang kayaknya sengaja bikin pembaca makin gregetan sama Gun. Dengan segala perhatian yang diberikan oleh Tika, hati Gun yang terbuat oleh es rasanya tak tersentuh.

Tentu saja ada klimaksnya dan membuat akhirnya Tika menyadari kekeliruannya menyandera Gun dalam segala perhatiannya. Dan saat Tika mulai melepaskan Gun, mengapa justru dia semakin sulit move on karena perlakuan Gun pada dirinya? Hehe....penasaran kan? Baca novel ini segara dan biarkan hatimu menghangat.

Ditunggu karya berikutnya ya, mbak Sofi.... :)