~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Pemenang BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop

Hari ini, tanggal 27 April 2013 adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh peserta BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop. Udah deg-degan bakal jadi pemenang di mana atau dapat buku apa. Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada 61 orang peserta Giveaway di blog desty baca buku.  Terutama untuk yang benar-benar melaksanakan satu demi satu persyaratan yang diminta.


Setelah saya memeriksa satu per satu entry yang masuk, ternyata hanya ada 30 orang yang melaksanakan semua syarat yang saya minta. Lalu bagaimana 31 yang lain? Ada yang tidak follow (terutama via email yang mungkin tidak melakukan klarifikasi yang dikirimkan ke emailnya), ada yang tidak meninggalkan komentar atau hanya meninggalkan satu komentar di postingan review (hanya meninggalkan komentar di postingan BBI 2n Anniversary Giveaway Hop). Dan kepada 31 orang tersebut, mohon maaf saya terpaksa menganggap keikutsertaan anda gugur dalam giveaway ini.


Lanjut... dari 30 orang peserta yang bertahan, ada 21 orang yang memilih Paket Biru, dan 9 orang yang memilih Paket Cokelat. Seperti yang saya bilang sebelumnya, undian untuk Paket Biru akan saya pisahkan dengan undian untuk Paket Cokelat. Selanjutnya tugas om random yang memilih pemenangnya.


Dan... yang beruntung mendapatkan buku Paket Biru adalah:


untitled


Yang beruntung mendapatkan buku Paket Cokelat adalah:


untitled2


Selamat kepada Viandari Maretty dan Melly. Saya akan menghubungi via email, twitter dan HP. Jika yang bersangkutan tidak memberikan konfirmasi dalam jangka waktu 2 x 24 jam, saya akan memilih pemenang baru.


Belum beruntung?? Coba cek di giveaway lainnya. Siapa tahu kamu penenangnya ;)



Close Up Interview Anggota Blogger Buku Indonesia



photo1



Masih dalam rangka ulang tahun BBI yang kedua, Divisi Event mengadakan event keren, yaitu Close Up Interview. Jadi anggota BBI mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu anggota lainnya. Setelah diundi, saya kebagian mewawancari Maya Floria Yasmin. Hwaa.... dulu Maya pernah menjadi Secret Santa saya di tahun 2011, di tahun yang sama di saat saya bergabung di BBI. Entah saya "berjodoh" dengan Maya atau gimana ya... :D

Saya pun mewawancari penggagas "Receh For Books" ini via email. Oon-nya saya, saya cuman minta foto timbunan-nya dia (dasar ordo penimbun, yang diingat timbunaannn aja), dengan pemikiran ntar comot fotonya via sosial media saja. Ternyataaa... saya cuman nemu foto gadis cantik ini di profil Goodreads-nya. :(

4881238

Jadi ini dia hasil wawancara saya dengan Maya...
Maya lahirnya kapan, dari berapa bersaudara, anak ke berapa?
Aku lahir di Banjarmasin tanggal 5 Mei 1993 (bentar lagii *kode), anak kedua, punya satu kakak cowok. Selisih umurku sama kakak lumayan jauh, sekitar 6 tahun. Dia juga suka baca buku terutama majalah sport, tekno, dan teenlit. Aku biasa ngubek-ngubek kamar dia buat minjem buku. Kakakku sih biasanya diem aja kalau bukunya aku ambil, hehe..


Sekarang kesibukan Maya sehari-harinya apa? Sekolah atau kerja?
Kesibukanku sekarang adalah kuliah semester 6 jurusan Psikologi, selain itu juga ada beberapa part time job.

Pertama kali bikin blog buku kapan? Kenapa? Ada yang ajakin atau gimana?
Awalnya, blogku (Dear Readers) bukan blog buku. Aku iseng-iseng aja bikin blog biar nggak ketinggalan zaman, haha, isinya pun seputar kehidupan sehari-hari.. Terus aku liat blog review buku miliknya Huda Tula, disitu aku mulai memposting review buku dan menghapus postingan terdahulu yang tidak berhubungan dengan buku. Eh setelah aku mengubah blogku menjadi blog buku, pengunjungnya tambah banyak.. senang deh, tambah termotivasi buat baca buku terus. Akhirnya aku kenalan sama BBI (lupa kapan persisnya) melalui Goodreads. Nah, kemudian aku nge follow twitternya om htanzil.. dari situ ternyata banyak juga anggota BBI lainnya yang punya twitter.. dari situ lah mulai temenan sama anggota BBI yang lain :)

Masih ingat ga buku yang pertama kali direview di blog Dear Readers? Gimana rasanya setelah dapat komentar dari pengunjung blog?
Buku pertama yang aku review adalah Hikari No Michi, pada tahun 2010.. Buku ini bercerita tentang muslim yang tinggal di Jepang.

Dapat komentar dari pembaca blogku tentunya bikin aku tambah semangat buat nge-posting lagi.. Saat ini, kalau mau memberi komentar di blog-ku harus menunggu moderasi dulu dari aku.. maksudnya sih biar aku ngeh kalau ada komentar. Soalnya kalau ada yang ngasih komentar di postingan beberapa bulan yang lalu, kan nggak ketahuan kalau nggak di moderasi :) Selain itu juga untuk menghindari spam.

Pernah dapat sesuatu dari blog bukumu? Contohnya apa?
Hmm.. dapat sesuatu ya.. salah satunya adalah saat aku ikut #resensipilihan Gramedia.. buku yang aku ikutkan adalah The Time Keeper-Mitch Albom. Aku sukaaa banget buku itu, biasanya kan aku bikin review pendek-pendek, entah kenapa pas buku yang ini aku pengen bikin review yang agak panjang. Terus aku ikutkan #resensipilihan, eh ternyata terpilih.. hihi ^^

Berapa kali dalam sebulan kamu mengupdate review di blog bukumu?
Dalam sebulan, nggak tentu sih.. aku orangnya tergantung mood. Jadi kalau lagi pengen nulis, ya nulis.. kalau nggak, ya paling-paling aku blogwalking aja.. Iri juga sih sama blogger yang rajin banget update blognya.. *kapan ya aku begitu

Punya anggaran khusus untuk membeli buku ga? Berapa/bulan?
Anggaran khusus sih nggak ada, kalau ada buku yang pengen banget dibeli, pasti aku beli. Tapi kalau nggak benar-benar ngebet sama buku tersebut, biasanya aku pending dulu belinya. Kadang-kadang aku catat buku apa aja yang aku pengen.. dicicil belinya, hahaha. Akhir-akhir ini aku sering ke perpustakaan kota buat pinjam buku, soalnya disana nggak denda biarpun telat ngembaliinnya..

Rak bukunya Maya
Biasanya beli buku di mana? Online atau offline?
Berhubung aku tinggal di Banjarmasin, aku jarang beli online, soalnya mahal di ongkir kecuali lagi diskon besar-besaran. Itu pun aku bandingkan lagi sama harga disini, kalau selisihnya tipis, mending aku beli disini aja. Untuk buku-buku import, aku suka beli di periplus.

Ada yang pernah mengeluh soal hobby membaca-nya Maya? pacar misalnya... hehe..
Sejauh ini nggak ada yang mengeluh sih, paling-paling ditanyain "apa sih asyiknya membaca?". Aku paling nggak bisa baca buku kalau lagi ada orang disebelah aku, nggak bisa konsentrasi. Jadi kalau mau baca buku, aku pilih mojok ke kamar biar nggak ada yang gangguin..

Punya blog lain selain blog buku?
Ada, (anakayamciapciap.blogspotcom) isinya seputar kehidupan sehari-hari aku..

Ada harapan tertentu untuk BBI di ulang tahunnya yang kedua?
Harapanku buat BBI, semoga panjang umur, anggotanya tambah banyak, semoga semua kota di Indonesia punya perwakilan BBI, bisa masuk koran/tv, hihi.. BBI lebih sering lagi bikin event.. Happy Birthday BBI!


Sebenarnya masih pengen nanya lagi yang banyaaakk ke Maya. Kamu yang baca juga pasti masih penasaran sama gadis cantik ini... Follow aja twitternya di @myfloya atau kunjungi blognya yang anakayamciapciap itu. Tulisannya keren-keren lho *takjub*

Ohya, saya juga diwawancari sama @asdewi. Feel free to click this link.

#190 Vision in White


Judul Buku : Vision in White (Bride Quartet #1)
Penulis : Nora Roberts
Halaman : 352 (ebook)
Penerbit : Jove Books

Mackensie, Parker, Emma, dan Laurel adalah empat orang sahabat yang sudah bersama-sama sejak mereka masih kecil. Keempatnya tergabung dalam sebuah usaha EO (event organizer) untuk pernikahan bernama Vows. Usaha ini berangkat dari kegemaran mereka melakukan  permainan "Wedding Days" sejak masih kecil. Masing-masing dari mereka memiliki keahlian yang membuat usaha ini bisa sukses. Mac sebagai fotografer, Emma dengan bunga dan dekorasi, Laurel dengan keahlian membuat wedding cake serta Parker, the boss, di bagian administrasi dan urusan lainnya. Kehidupan Mac bersama teman-temannya di rumah milik Parker begitu menyenangkan meskipun kesibukan mereka seperti tidak berhenti. Tapi setiap kehidupan punya sisi gelapnya, tidak terkecuali bagi Mac.

Orang tua Mac telah bercerai sejak Mac berusia 4 tahun. Sejak saat itu Mac hidup bersama ibunya yang selalu berganti-ganti pasangan. Bukan saja kehidupan yang tidak stabil yang dialaminya, ketika Mac bisa mendapatkan penghasilan sendiri, ibunya berkali-kali merongrong Mac untuk meminta sejumlah uang darinya. Uang itu akan dipakainya untuk bersenang-senang dengan berbagai alasan. Mac letih dengan sifat ibunya yang drama queen  itu, tapi dia tidak bisa lepas tangan terhadap ibunya. Mac tumbuh dengan ketidakpercayaannya akan sebuah hubungan pernikahan, hal yang sangat kontras jika mengingat dia hidup dari bisnis yang sama.

Masalahnya muncul ketika dia bertemu dengan kawan lamanya, Carter, yang juga kakak dari kliennya. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Carter, Carter kembali ke Greenwich untuk mengajar di SMA tempat mereka sekolah dulu. Menyadari dirinya jatuh cinta pada Carter yang memiliki hidup yang teratur dan (nyaris) membosankan (but hey.. he's a good kisser), yang berbeda dengan kehidupannya yang dinamis dan berwarna, membuat Mac berusaha membangun pertahanan diri terhadap Carter. Mac yang dibayang-bayangi kegagalan rumah tangga kedua orang tuanya dihadapkan pada dilema saat Carter menyatakan cintanya pada Mac.

Ada begitu banyak kontras yang dihadirkan oleh Nora Roberts dalam kisah ini. Hidup Mac yang rapuh terlihat solid ketika dia berada bersama-sama dengan ketiga sahabatnya. Carter dan Mac yang mempunyai sifat berbeda bisa saling mendambakan kehadiran satu sama lain. Kontras juga hadir dalam bisnis Mac dan rekannya ketika mereka harus mengatasi semua detail, kepanikan, keributan sebuah pernikahan, dibungkus rapi menjadi pernikahan yang indah. Semua itu semakin kuat dengan pemilihan karakter Mac yang adalah seorang fotografer. Ada satu kalimat yang diyakini Mac sebagai fotografer yang saya sukai.



Maybe happy ever after was bull, but she knew she wanted to take more pictures of moments that were happy. Because then they were ever after.


Well, suatu hubungan pada umumnya (atau pernikahan pada khususnya) bisa saja merupakan kumpulan kejadian-kejadian kontras. Orang luar yang melihat potret hidup kita seringkali hanya menangkap satu momen saja, tanpa perlu melihat keseluruhan kisahnya. Mungkin ini yang ingin disajikan oleh Nora Roberts. Terlepas dari itu, saya jadi tidak sabar ingin mengetahui kisah dari Emma, Laurel dan Parker dalam serial Bride Quarter ini.

4 stars

#189 Breath of Scandal


Judul Buku : Breath of Scandal ( Luka Masa Lalu)
Penulis : Sandra Brown
Halaman : 680
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Jade Sperry dan Gary Parker adalah sepasang kekasih sekaligus dua siswa berprestasi di Palmetto. Keduanya sedang menantikan beasiswa yang akan membawa merekakeluar dari tempat itu. Di sisi lain, gairah asmara di antara keduanya semakin hebat, tetapi sebagai seorang Kristen yang taat, baik Gary maupun Jade saling menghormati kesucian mereka. Berbeda dengan Neal Patchett, anak orang terkaya di Palmetto, yang selalu mengumar nafsunya pada banyak perempuan. Neal sendiri tertarik untuk "menaklukkan" Jade yang selalu jual mahal padanya. Di suatu malam, Neal mendapatkan kesempatan itu. Bersama dua orang rekannya, Hutch Jolly dan Lamar Griffith, mereka memperkosa Jade. Jade berusaha mendapatkan keadilan dengan melaporkan perkosaan yang dialaminya pada yang berwajib. Sayangnya Sheriff Jolly berada di bawah pengaruh Ivan Patchett (ayah Neal), dan tentunya dia ingin melindungi anak laki-lakinya. Bahkan sahabat Jade sendiri, Donna Dee, mengkhianati persahabatan mereka dengan menyangkali kejadian itu.

Bukan hanya tidak mendapatkan keadilan, kematian Gary karena bunuh diri akibat mengetahui kondisi kekasihnya, membuat Jade memutuskan untuk meninggalkan Palmetto. Untungnya dia bisa memanfaatkan beasiswanya. Dengan bantuan Mitch (dosen di universitas tempat Jade kuliah) dan Cathy istrinya, Jade bisa melanjutkan hidupnya. Bersama anaknya, Graham, Jade mewujudkan ambisinya memperoleh hidup yang layak agar dia bisa kembali menuntut keadilan.

Nasib membawa Jade bertemu dengan Dillon Burke, insinyur andal dan jujur yang telah kehilanga anak dan istrinya. Dillon menjadi mandor yang menanganai proyek milik Jade yang berlokasi di Palmetto. Dillon pula yang bisa menyembuhkan luka masa lalu yang dialami oleh Jade, memperbaiki hatinya dari fisiknya yang takut akan sentuhan pria. Apalagi Dillon bisa merebut hati Graham. Sayangnya kepulangan Jade ke Palmetto tetap mendapatkan tantangan, khususnya dari orang-orang yang dulu mengkhianatinya.

Entah mengapa saya merasa tidak ada yang istimewa dari novel criminal suspense romance karya Sandra Brown kali ini. Alur ceritanya bisa ditebak, nyaris tidak ada misteri yang biasanya menyertai novel suspense Sandra Brown. Too much detail membuat kisah ini memakan tempat berlembar-lembar hingga jumlah halaman menjadi banyak. Sisi positifnya adalah tokoh Jade yang digambarkan sebagai perempuan tangguh, dan sangat menyanyangi anaknya meskipun dia sendiri tidak tahu siapa ayah dari anaknya.

3 stars

#188 Time Will Tell


Judul Buku : Time Will Tell
Penulis : Okke 'Sepatumerah' & Riri Sardjono
Halaman : 276
Penerbit : Gagas Media

Begitu membaca twit yang mengabarkan kalau Okke 'Sepatumerah' melahirkan sebuah novel lagi, saya langsung berniat membeli bukunya. Ketika tahu dia akan berduet dengan Riri Sardjono, sekedar niat tidak cukup. Saya langsung memesan bukunya via bukabuku.com.  Bukan promosi, tetapi hanya di toko buku online itu buku terbitan Gagas Media didiskon sampai 20% :)

Begitu lihat covernya, saya agak ragu kalau buku ini masuk dalam kategori Gagas Duet. Kebanting banget deh dengan cover Gagas Duet lainnya yang cantik itu. Saya kira hampir semua pembaca menyetujui kalau Gagas Media jagonya bikin cover yang cantik dan eye catching. Tapi untuk yang satu ini sangat minimalis. Maafkan saya kalau untuk cover saja sudah mengurangi satu poin dari buku ini.

Ada dua cerita di dalamnya, The Reunion oleh Okke dan 15 to Love oleh Riri Sardjono.  Jumlah halamannya tidak sebanding. The Reunion mengisi 91 halaman, dan sisanya untuk 15 to Love.  Soal layout isi bukunya, lebih menolong (dalam artian dibandingkan dengan covernya). Saya juga suka dengan pilihan kalender Januari dan Desember yang adalah bulan awal dan akhir dalam satu tahun. Pas banget menggambarkan tentang waktu yang akan mengungkapkan semuanya.

The Reunion berkisah tentang 3 orang wanita. Kanya - wanita karier, punya satu anak, bermasalah dengan mertua; Arlita - ibu rumah tangga, punya satu anak, ga pernah gaul lagi setelah menikah; Ade - penyanyi cafe, lajang, benci acara kumpul keluarga. Ketiganya memutuskan untuk berkumpul kembali mengadakan reuni setelah sekian lama terpisah karena kesibukan masing-masing. Ketiganya butuh perjuangan buat bisa reunian. Kanya harus "mengatasi" mertuanya, Arlita memohon izin dari suaminya, Ade yang menyiasati ibunya demi ga ngumpul di reuni keluarga tapi reunian dengan teman-temannya. Tetapi setelah berkumpul, ternyata rasanya berbeda dengan yang mereka harapkan. Ade merasa Arlita terlalu banyak bercerita soal anaknya, sementara Arlita sendiri ga ngerti dengan gaya hidup wanita karier seperti Kanya dan Ade. Meski demikian, ketiganya masing-masing menyimpan kecemburuan terhadap hidup sahabat-sahabat mereka.

Saya sendiri bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Arlita atau Ade. Terkadang kalau ada acara reuni dengan teman-teman SMP, SMA atau teman kuliah sepertinya ada yang ga pas aja. Ikatan yang tadinya terasa kuat antara sahabat, dengan janji tidak akan saling melupakan, jadi berasa "longgar" dan seperti tidak saling mengenal.  Bukan berarti mereka bukan sahabat lagi, tetapi mungkin lebih tepat bukan masanya lagi segala sesuatu harus tetap sama.
The only thing that never changes is that everything changes - Louis L'Amour
 Satu yang ga berubah adalah gaya bercerita Okke. Masih sama seperti pada novel sebelumnya. Hanya saja, dalam The Reunion karena ada tiga tokoh, saya yang tadinya mengira kisah ini berpusat di Kanya ternyata nggak begitu mendapatkan feel-nya novel ini.

15 to Love juga sangat berasa Riri Sardjono. Percakapan yang ringan, sarkastik, tapi lucu antara dua tokoh utama (Giwang dan Nara) adalah kekuatan dari novel ini. Sejak awal mereka bertemu, Nara jatuh cinta pada Giwang. Tetapi Giwang butuh waktu 15 tahun untuk bisa menyadari kalau dia juga mencintai Nara. Awalnya Giwang hanya membutuhkan Nara sebagai sahabat. Tarik ulur antara Nara dan Giwang seperti karet kolor yang ga bisa putus. Sempat membosankan karena konfliknya berulang seputar Giwang yang jatuh cinta sama cowok, tapi cowok itu malah suka sama temannya Giwang, sementara Nara yang berusaha membuktikan dirinya yang pantas untuk Giwang ga juga diterima sebagai pacar. Bayangkanlah 150-an (lebih) halaman hanya seputar itu.
The only truth is love beyond reason - Alfred De Musset
 Konflik sederhana tetapi diramu dengan dialog yang menyenangkan membuat novel ini ga berasa cheesy. Dibandingkan The Reunion, memang lebih dapat feel-nya, karena penokohan Nara dan Giwang yang kuat.

Overall, buku ini mengobati kerinduan saya sama karyanya Okke dan Riri. Kata beberapa orang ada banyak typo, kali ini saya ga begitu memperhatikan karena begitu excited akan kehadiran buku ini. Untuk pengobat rindu ini saya berikan tiga bintang.

3 stars