~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#169 The Right Woman


Judul Buku : The Right Woman
Penulis : Linda Warren
Halaman : 304 (ebook)
Penerbit : Harlequin


Setelah lima tahun berusaha menata hidupnya kembali, Sarah Welch, kembali dihadapkan kepada kepahitan hidupnya di masa lalu. Saat ini Sarah bekerja sebagai seorang konselor yang menangani remaja-remaja yang menajdi korban perkosaan dan narkotika. Ketika dia melihat seorang remaja terbaring dengan tatapan kosong di rumah sakit, masa lalunya kembali menghantuinya. Dulu dia adalah korban dari sindikat narkotika. Tunangannya, Greg yang adalah polisi yang menyamar di klub tempatnya bekerja sebagai pelayan, ditembak mati oleh Rudy Boyd di hadapannya. Rudy Boyd juga yang memaksa dia menjadi stripper di klub tersebut. Untunglah Ethan Ramsey dan Serena, saudara kembarnya menemukan dirinya. Kini Rudy Boyd sedang menunggu hukuman mati di penjara.

Daniel Garrett, detektif yang dulu menangani kasusnya, juga hadir di rumah sakit itu. Sarah seketika menyadari bahwa gadis yang menjadi korban ini ada kaitannya dengan kasus narkotika. Sarah selalu merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat Daniel. Dia teringat saat dia ditemukan pingsan dengan nyaris tanpa pakaian di tubuhnya, Daniel-lah yang menolongnya. Tatapan Daniel yang selalu ingin memastikan apakah dirinya baik-baik saja, justru membuat Sarah berpikir Daniel selalu melihat Sarah sebagai seorang stripper. Karena itu Sarah menutup diri terhadap Daniel, karena dia tidak ingin diingatkan akan masa lalunya, terlebih lagi oleh seorang Daniel yang sudah menolongnya.

Tetapi ketika Sarah mendapatkan surat ancaman, orang pertama yang dia inginkan ada di dekatnya adalah Daniel. Dia tahu surat ancaman itu- entah bagaimana caranya- berasal dari Rudy Boyd. Dan orang yang tepat untuk menangani kasus ini adalah Daniel. Sekali lagi Sarah harus berada dalam perlindungan polisi, dan kali ini Daniel sendiri yang akan melindungi dirinya. Kedekatannya dengan Daniel membuat Sarah menyadari bahwa perasaannya untuk Daniel adalah rasa cinta. Somehow, Sarah mengetahui Daniel memiliki perasaan yang sama.

Dibandingkan dengan buku pertama, The Wrong Woman, kisah Sarah dan Daniel menurut saya lebih tersusun dengan baik. Mungkin karena saya sudah sedikit mengenal Sarah di buku pertama. Masa lalu Daniel yang membuatnya merasa "terikat" dengan kasus narkotika juga digambarkan dengan sempurna. Daniel mempunyai adik laki-laki yang mengalami keterbelakangan mental karena narkoba. Hatinya selalu sedih melihat seorang anak berusia 10 tahun di dalam tubuh Drew, adiknya yang berusia 35 tahun. Daniel bertekad untuk mengejar semua banda narkotika yang ada di Dallas demi adiknya. Di samping itu, Daniel juga mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan Sarah, wanita yang dikagumi dan dicintainya.

Kisah romantic suspense crime ini tidak hanya menguak sisi romantisme antara Sarah dan Daniel (yang mana porsinya lebih sedikit tetapi tetap terasa kuat) serta kejahatan narkotika saja, tetapi juga mengangkat sisi psikologis dari korban-korban kejahatan. Sarah yang adalah seorang konselor tetapi juga harus mengatasi masa lalunya adalah gambaran kontradiksi psikologis yang ingin diangkat oleh penulis. Linda Warren sendiri mengakui bahwa dia berusaha lebih keras untuk  membangun karakter tokoh dalam novel sekuel ini.


#168 An Abundance of Katherines


Judul Buku : An Abundance of Katherines
Penulis : John Green
Halaman : 272 (ebook)
Penerbit : Speak


Punya mantan 19 orang, itu mungkin hal yang biasa. Tapi kalau 19 orang itu semuanya bernama Katherine? That's amazing.  Tapi itulah yang dialami oleh Colin, seorang anak berbakat. Pada usia dua tahun Colin membaca headline pada surat kabar yang sedang dipegang ayahnya. Sejak saat itu, orang tuanya menyadari bahwa Colin adalah anak berbakat. "You're very special person", adalah hal yang ditanamkan oleh ayahnya pada Colin. Colin juga sempat "diajar" oleh rekan ayahnya, Krazy Keith, yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Katherine. Katherine inilah yang menjadi pacar pertama Colin, yang kemudian memutuskannya tiga menit kemudian.

Katherine II hadir dalam hidup Colins pada saat dia berumur 8 tahun, dan hanya bertahan 8 hari sampai Katherine memutuskan hubungan dengan Colin. Selanjutnya Katherine III sampai dengan Katherine XIX terus hadir sampai Colin diputuskan oleh Katherine XIX pada hari kelulusan dari SMA. Dalam kegalauan karena diputuskan oleh Katherine XIX, Colin dan sahabatnya Hassan melakukan perjalanan meninggalkan Chicago selama musim panas. Ketika mereka tiba di Gutshot, Tennessee, Colin menemukan ide untuk membuat suatu teorema matematika yang menjelaskan mengenai hubungannya dengan Katherine. Melalui theorema ini, Colin ingin memprediksi kapan dan berapa lama hubungannya dengan the next Katherine (atau gadis lain). Teorema ini disebut The Theorem of Underlying Katherine Predictability. Colin  bahkan membuat persamaannya sebagai berikut

untitled

Jangan tanya sama saya maksud dari persamaan di atas. Baca saja di bukunya. :D

Anyway... di Gutshot, Colin dan Hassan berjumpa dengan seorang gadis bernama Lindsey. Hollis, ibunya Lindsey, mengajak Colin dan Hassan tinggal di rumah mereka, dengan catatan mereka harus bekerja pada Hollis selama musim panas. Kerjanya ringan, mereka harus mewawancarai beberapa orang yang pernah bekerja di Gitshot Factory milik keluarga Lindsey. Ketika Lindsey mengetahui tentang teorema yang dikembangkan oleh Colin, dia menjadi tertarik untuk mencari tahu. Lindsey bahkan membantu Colin menemukan beberapa variabel untuk dimasukkan dalam persamaan di atas.

Ide cerita dari kisah Colin, si pemuda berbakat ini, pada dasarnya sederhana. Tetapi John Green membuatnya menjadi sangat tidak sederhana. Siapa coba yang pernah membuat persamaan logaritma dari pengalaman diputuskan pacar?  Selain mampu membuat teorema algoritma di atas, Colin juga jago sekali ber-anagram. Hampir setiap kata yang didengarnya bisa dibuat menjadi anagram olehnya.  Dan ohya, dia juga menguasai beberapa bahasa. Tidak heran jika kita menjumpai Colin mampu bercakap-cakap dalam bahasa Arab dengan Hassan (yang keturunan Arab). Interaksi persahabatan antara Colin dan Hassan juga menarik, meskipun ada banyak perbedaan di antara mereka. Dan tentu saja, kalimat cerdas, lucu, dan quoteable khas John Green tetap ada di novel ini.


#167 Pangeran Nan Bahagia dan Dongeng-Dongeng Lainnya


Judul Buku : Pangeran Nan Bahagia dan Dongeng-Dongeng Lainnya
Penulis : Oscar Wilde
Halaman : 114
Penerbit : Portico Publishing
Usia Kelayakan Baca : Semua Umur

Buku Pangeran Nan Bahagia ini adalah kumpulan dongeng klasik, yang mempunyai gaya bertutur yang unik, tapi penuh dengan pesan. Di dalamnya terdapat 5 cerita pendek, antara lain: Pangeran Nan Bahagia (The Happy Prince), Burung Bulbul dan Bunga Mawar (The Nightingale and the Rose), Raksasa yang Suka Mementingkan Diri Sendiri (The Selfish Giant), Teman Yang Setia (The Devoted Friend), dan Roket yang Hebat (The Remarkable Rocket).

Pangeran Nan Bahagia bercerita tentang sebuah patung yang dikenal dengan nama Pangeran Nan Bahagia. Tubuh patung bersalut emas, dengan mata dari batu nilam langka dan pedang yang memili hiasan permata  delima. Semua orang mengagumi patung itu. Suatu waktu ada seekor burung layang-layang yang tertinggal dari kawanannya menumpang di kaki patung itu untuk beristirahat. Ternyata patung yang bahagia itu sedang menangisi berbagai kemalangan yang dialami oleh masyarakat kota. Dia ingin membantu, tetapi tidak bisa berpindah tempat. Dia meminta burung layang-layang membantunya, meskipun itu membuat penampilan si patung akan berubah. Banyak yang mengatakan bahwa kisah Pangeran Nan Bahagia ditujukan kepada pemerintah dan ketidaksetaraan yang terjadi di dalam masyarakat. Seharusnya pemerintah mampu membantu masyakarat yang kekurangan dan membutuhkan pertolongan.

Burung Bulbul dan Bunga Mawar bercerita tentang kesetiaan dan pengorbanan. Demi seorang pemuda yang ingin mempersembahkan setangkai mawar merah kepada seorang gadis, seekor burung bulbul rela mengorbankan nyawanya. Tetapi ketika gadis itu menolak bunga pemberian pemuda tadi, bunga mawar tadi berakhir di jalan dan terinjak-injak oleh kendaraan yang lewat.

Raksasa yang Suka Mementingkan Diri Sendiri mempunyai sebuah taman dengan bunga-bunga yang cantik. Anak-anak suka bermain di sana. Tetapi raksasa itu tidak ingin tamannya rusak sehingga dia mengusir anak-anak itu dari tamannya. Musim dingin pun datang dan tidak mau pergi, tamannya menjadi tidak indah lagi. Raksasa merindukan musim semi. Suatu waktu dia mendengar ada nyanyian yang datang dari tamannya. Raksasa berpikir musim semi sudah datang. Ternyata disana ada banyak anak-anak. Raksasa kemudian menyadari keegoisannya dan menyadari bahwa anak-anaklah yang akan datang membawa musim semi. Kisah ini mengajarkan tentang berbagi dan tidak menutup diri dari orang lain. Karena kebahagiaan bisa saja berasal dari orang-orang di sekitar kita.

Teman yang Setia adalah kisah yang paling saya sukai. Menceritakan tentang seorang lelaki kecil yang jujur bernama Hans dan seorang juragan giling. Juragan giling ini sering sekali bercerita tentang persahabatan, dan semua ceritanya dinikmati oleh Hans. Hans sampai percaya akan kebaikan tuan juragan giling. Sayangnya Hans selalu diperdaya oleh juragan giling yang sifatnya tidak bersahabat sama sekali. Kisah ini mengajarkan bahwa sifat baik itu bukanlah dari kata-kata tetapi dari tindakan sekecil apapun itu.

Roket yang Hebat adalah kisah terakhir yang menceritakan tentang sebuah roket yang sombong. Di antara kembang api dan mercon lainnya, roket ini paling banyak bicara. Tetapi pada malam pertunjukan dia tidak digunakan karena bubuk mesiu-nya basah. Hingga akhirnya dia hanya menjadi mainan anak-anak dan bukan digunakan untuk pertunjukan akbar. Pesan moralnya adalah bahwa banyak bicara tanpa melakukan tugas adalah hal yang sia-sia.

Kisah-kisah dari Oscar Wilde adalah contoh tentang bagaimana sastra anak tidak harus kekanak-kanakan. Oscar Wilde mampu menanamkan pesan moral dalam ceritanya, tapi tidak secara terbuka.  Bahkan ketika telah berusia ratusan tahun, kisah-kisah ini tetap populer dan bisa terus hadir dari generasi ke generasi.



#166 L


Judul Buku : L
Penulis : Kristy Nelwan
Halaman : 394
Penerbit : Grasindo

Novel ini adalah novel dengan judul tersingkat yang pernah saya baca. L. Dari judulnya saja sudah membuat saya penasaran. Nyari bukunya juga susah. Ketemunya justru pada saat sebuah toko buku besar mengadakan obral. Setelah saya beli, novel ini sempat tersimpan lama. Dan kemarin, di saat saya meluangkan waktu untuk istirahat atas anjuran dokter, saya memilih buku ini untuk menemani istirahat saya. Tetapi isinya seperti naik rollercoaster. Menarik, nyaris membosankan, lalu mengejutkan.

Ava Torino, seorang produser TV di Bandung mempunyai obsesi yang aneh. Dia ingin mengumpulkan "koleksi" mantan cowok dengan nama berdasarkan huruf abjad sebelum berusia 27 tahun. Armand, Benny, Coki, Dafa, Egi, Frans, Gail, Hendra, Iman, Jay, Krisna, Medi, Nino, Okan, Pras, Que, Rendi, Samuel, Teddy, Uli, Valent, Wiki, Xi Men, Yuri, Zul. Kesan pertama, gila ini cewek. Player banget ya.. Tinggal satu huruf yang tersisa. L. Menurut analisis Ava, L yang berarti "Last" atau "Love", mungkin memang harus menjadi pelabuhan terakhir.

Pencarian akan si cowok L dimulai. Berawal dari liburan Ava bersama Kim, Jenna, dan Cardo sahabatnya ke Jogja. Saat berkunjung ke Borobudur, hanya Ava yang mampu meraih patung Buddha di dalam stupa, dan dia pun mengucapkan keinginan untuk segera mendapatkan huruf L-nya. Kejadian berlanjut di sebuah warung nasi goreng, Ava bertemu dengan seorang cowok yang menarik perhatiannya. Bukan hanya secara fisik, Ava juga menikmati percakapan di antara mereka. Sayangnya nama cowok itu Rei, bukan Lei. Ava pun menceritakan mengani obsesinya pada Rei, yang ditanggapi Rei dengan mengatakan kalau dia cewek gila. Percakapan mereka berhenti karena Ava ditelpon oleh Kim yang meminta Ava segera datang ke hotel. Kim sedang galau, dan ingin berkeluh kesah kepada Ava. Saat mereka asyik ngobrol, tiba-tiba seorang pria, kenalan Kim, datang mendekati mereka. Namanya Ludi. Yup. Ava menemukan L-nya. Doa di Borobudur terbukti ampuh.

Ludi adalah sosok ideal untuk dijadikan pacar. Cakep, penghasilan lumayan, pekerjaan tetap, perhatian, romantis. Calon menantu idaman. Hubungan antara Ava dan Ludi berjalan mulus. Hingga mereka merencanakan pernikahan. Biasanya ketika merencanakan sebuah pernikahan ada saja godaan yang datang bagi calon pengantin. Kali ini yang merasakan godaannya adalah Ava, dan godaan itu adalah Rei. Kehadiran Rei yang bawel, sering berantem, melarang Ava merokok (sampai menyembunyikan kotak rokok dan lighter-nya) justru membuat hari-hari sibuk Ava menjadi berwarna. Meskipun Ava mulai ragu apakah dia mencintai Rei atau tidak, Ava masih yakin Ludi adalah calon suaminya. Tidak mungkin Ava memutuskan pertunangan mereka hanya karena seorang Rei. Ludi adalah si L. Tetapi ketika Ava mengetahui hidup Rei tidak panjang, Ava mulai takut kehilangan Rei.

Pada dasarnya, ide cerita yang diangkat dalam novel ini menarik. Ada pesan masyarakat-nya juga tentang bahaya merokok. Hanya saja bagian tengah buku ini nyaris membosankan, karena penulis berusaha memasukkan semua konflik yang dialami oleh sahabat Ava, serta melibatkan seluruh anggota keluarga dan rekan kerja Ava untuk menunjukkan siapa Ava sebenarnya. Namun mendekati bagian akhir, barulah ada beberapa kejutan yang muncul. Salah satunya adalah saat Ava dan Rei membahas mengenai buku Tuesday With Morrie karya Mitch Albom untuk mengatasi ketakutan mereka akan kematian. Dan saya menyukai endingnya, terutama bagian surat yang dituliskan oleh Rei kepada Ava.


#165 Noda Tak Kasatmata


Judul Buku : Noda Tak Kasatmata
Penulis : Agnes Jessica
Halaman : 192
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Novel ini mengambil setting tahun 1998, masa di mana era Reformasi menggantikan Orde Baru. Sarah, seorang mahasiswa jurusan Sejarah, ingin melakukan penelitian mengenai penumpasan PKI pada tahun 1965 silam. Menurut Sarah, runtuhnya Orde Baru adalah momentum yang pas untuk mengangkat kebenaran tentang pelaku dan korban penumpasan PKI. Untuk itu Sarah memilih desa Karya, Jombang, salah satu basis PKI pada tahun 1965, sebagai lokasi penelitiannya. Untungnya, dosennya punya kenalan yang tinggal di desa itu dan siap menampung Sarah selama penelitian.

Tentu saja penelitian Sarah tidak berjalan dengan mulus. Tidak ada yang mau menjadi narasumber untuk membuka luka lama di kota itu. Lastri, anak dari kepala desa Karya, membantu Sarah dengan mengenalkannya kepada beberapa penduduk desa. Temasuk juga kepada Surya, pria yang dicintainya, anak salah seorang anggota PKI yang ikut tewas dalam penumpasan anggota PKI. Selama puluhan tahun Surya dan keluarganya merasakan susahnya hidup gara-gara label anggota PKI. Padahal ayahnya dulu ikut partai PKI dengan alasan yang sama dengan kebanyakan penduduk desa lainnya. PKI menawarkan kesamaan derajat pada anggotanya. Tidak ada yang kaya dan miskin, semua sama. Berkecukupan dan tidak kekurangan, sebagaimana paham komunis yang mereka ketahui. Semua petani dan buruh ikut PKI, yang makin lama makin besar. Dan ketika PKI ditumpas, banyak sekali petani dan buruh yang dibantai tanpa hukum yang jelas.

Awalnya Surya tidak mau memberikan keterangan apapun kepada Sarah. Tetapi, karena kegigihan Sarah, akhirnya Surya melunak. Dalam waktu 3 hari Sarah dan Surya menyadari bahwa mereka saling mencintai. Tentu saja Lastri yang sudah menaruh harapan lama kepada Surya merasa sakit hati. Bantuan yang diberikannya kepada Sarah  justru dibalas Sarah dengan mengambil kekasihnya.

Alur cerita dalam novel ini cukup sederhana, dan hampir terkesan seperti tidak berkembang dengan baik. Seorang gadis yang seorang diri pergi meneliti tentang PKI pada akhir masa Orde Baru, dan hanya dilakukan dalam waktu kurang dari seminggu, dengan metode wawancara pada beberapa orang, rasanya terlalu gampangan. Apalagi penelitiannya untuk skripsi. Bahkan kepala desa tidak berperan apa-apa, misalnya memberikan pengarahan sebelumnya kepada masyarakatnya atau apalah untuk membantu seorang mahasiswa yang mencari data di desanya. Penelitian yang dilakukan oleh Sarah terkesan tidak resmi. Belum lagi kisah cinta Sarah dan Surya yang kilat, hanya 2-3 kali bertemu mereka sudah jatuh cinta. Saya malah lebih suka dengan kisah Dewi, kakak Surya, yang bisu gara-gara menjadi saksi mata pembantaian ayahnya, dan selama bertahun-tahun memendam cintanya pada Arif, anak seorang pemimpin tim penumpas PKI.