Judul Buku : Fifty Shades of Grey (Fifty Shades #1)
Penulis : E.L. James
Halaman : 356 (ebook)
Penerbit : The Writer's Coffee Shop Publishing House
Pertama kali "terlibat" dalam kehebohan buku ini adalah ketika timeline di twitter ngomongin soal buku kipas terlaris saat ini. Diriku yang penasaran segera mendaftarkan diri untuk dikirimin ebook-nya sama mbak @daneeollie. Tapi begitu lihat jumlah halamannya, saya berpikir ulang buat membacanya. Apalagi kabarnya buku ini laris karena adegan BDSM-nya. Jadilah si ebook dengan setia menghuni folder "to read" di laptopku. Akhir bulan lalu, lewat percakapan twitter juga, beberapa anggota BBI (@daneeollie, @asdewi, @alvina13, @r3n87, @esf2369, @destinugrainy) sepakat buat baca bareng buku ini di bulan Juli. Nah... kalau ada temannya saya mau baca... Kalau kata @r3n87, biar "tersiksa" bareng juga gara-gara baca buku ini. Dan terbentuklah #50united di twitter :D Kebetulan lagi, kesampaian juga punya tablet buat baca ebook. Yak... serasa alam semesta mendukung, dimulailah "perjuangan" membaca buku ini. :mrgreen:
Anastasia Steele, mahasiswa tingkat akhir jurusan literatur, dengan terpaksa menggantikan temannya Kate Kavanagh untuk mewawancarai donatur utama dari universitas tempat mereka bersekolah. Si milliuner ini bernama Christian Grey. Dari wawancara itu, Ana menyimpulkan bahwa Mr. Grey ini adalah orang yang arogan, penuh percaya diri, tetapi sekaligus orang tertampan yang pernah dijumpainya. Sejak pertemuan pertama mereka, Ana sudah merasakan perasaan "aneh" pada Christian. Begitupun dengan Christian. Dan pada pertemuan ketiga, Ana tahu dia jatuh cinta pada Christian. Sayangnya Christian mengatakan pada Ana bahwa dia bukan orang yang tepat buat Ana. Merasa ditolak, Ana mencoba melupakan Christian.
Ternyata Christian berubah pikiran, dan mulai "mengejar" Ana. Dimulai dengan hadiah berupa edisi pertama buku Tess of The D'Urbervilles, ditolong ketika mabuk berat di sebuah kafe, ciuman panas di elevator, hingga diajak ke Seattle dengan helikopter pribadi milik Christian. Perlakuan yang diterima oleh Ana membuatnya merasa yakin akan menyerahkan dirinya pada Christian. Sesampainya di rumah mewah milik Christian di Seattle, Ana terkejut ketika Christian menyerahkan sebuah kontrak perjanjian untuk ditanda tangani oleh Ana, sebelum mereka memulai hubungan di antara mereka. Dan lebih terkejut lagi ketika Christian memperlihatkan "Red Room of Pain" pada dirinya. Christian Grey ternyata hanya mengenal hubungan Dominant-Submissive. Tentu saja dirinya menjadi si Dom, dan wanita-nya (dalam hal ini Ana) adalah si Sub. Dan dalam menjalankan hubungannya, Christian mengikat pasangannya dalam sebuah kontrak yang diketahui oleh pengacaranya. Christian menginginkan Ana hanya dengan caranya sendiri, dengan kontrol penuh darinya. Yang Ana harus lakukan hanyalah mematuhi apapun yang diminta oleh Christian tanpa bantahan. Tapi jangan salah, Ana ini bukan orang pertama yang jadi Sub-nya Christian. Sebelumnya udah ada 15 orang. Hanya Christian bilang baru kali ini dia jatuh cinta sama Sub-nya.
*sigh*
Ini pengalaman pertama saya membaca buku bertemakan romance- BDSM. Mengejutkan sekaligus melelahkan. Yang membuat saya terkejut adalah beberapa hal mengenai hubungan BDSM yang dipaparkan secara jelas lewat kontrak antara Christian dan Ana. Saya sempat berpikir buku ini bisa saja jadi semacam panduan saking eksplistnya aturan-aturan yang tertulis dalam buku ini (tapi menurut beberapa info, adegan slap-slap-an di buku ini belum seberapa dan ga bisa dijadikan panduan). Trus bagian melelahkannya lebih banyak lagi misalnya repetisi yang terjadi di beberapa bagian buku ini, antara lain: (1) Ana yang mengigit bibirnya kemudian dilarang oleh Christian karena itu membuatnya terangsang, (2) Beberapa versi Holy dan crap yang diucapkan oleh Ana, dan (3) tulisan CEO, Grey Enterprises Holdings Inc. di akhir setiap email yang dikirimkan oleh Christian pada Ana. Bagian melelahkan berikutnya adalah the subconscious dan the inner goddess-nya Ana yang sering muncul ketika Ana sedang memikirkan apa lagi yang dilakukan oleh Christian (btw, di sini sampai ngitung ada 80 bagian Ana’s subconscious dan 59 bagian Ana's inner-goddess) :D
Ngomong soal email, bagian email-email-an antara Ana dan Christian adalah bagian yang menarik buat saya (kecuali signature-nya Christian). Kalimat-kalimat mereka lucu, dan di situ kelihatan kalo Christian benar-benar perhatian sama Ana. Walaupun ada bentuk perhatian lain yang diberikan oleh Christian lewat Macbook Pro, Blackberry atau Audi sport berwarna merah, tapi bagi Ana hadiah-hadiah itu hanya memperlihatkan kalau Christian adalah orang kaya yang mau membeli tubuhnya dengan hadiah mahal.
Kalau ada yang bertanya, "semua adegan kipas-nya penuh kekerasan gitu ya?", jawabannya ga juga. Christian bisa juga vanilla-style :) Tapi ya gitu deh... dia tetap aja ngakunya hanya tahu yang Dom-Sub. Memang Christian ego-nya tinggi, konon katanya itu disebabkan karena masa lalunya yang suram. Ada apa dengan masa lalunya masih jadi misteri di buku ini, dan sepertinya baru terungkap di buku kedua, Fifty Shades Darker. Yang bikin saya bertanya-tanya... Fifty Shades itu maksudnya apa? Kalo kata om Google artinya lima puluh nuansa. Nuansa apa? Satu-satunya keterangan dari si Mr. Grey hanya pas dia bilang, " ..because I am Fifty Shades of fuc*ed-up". Nah lho!! :D
Sebenarnya ya, menurut saya, kisah cinta antara Christian dan Ana menarik juga. Christian tertarik dengan "keluguan" Ana, dan juga Christian belum pernah diinginkan sebagaimana Ana menginginkan dirinya. Karakter Christian ini antara loveable dan hateable. Dari sisi Ana sendiri, walaupun dia cinta banget sama Christian, dia masih punya "standar". Dia tidak langsung silau sama hadiah, tampang, kekuasaan Christian. Dia bahkan mau mempelajari kontraknya dan mau mencoba hal yang baru. Dia mau tahu kenapa Christian menyebut dirinya sebagai fifty shades of fuc*ed-up. Apakah karena masa lalunya sampai Christian ga mau disentuh oleh Ana. Ada ketergantungan dan hubungan yang saling mengikat antara Christian dan Ana. Di sinilah love story-nya. Tapi... berhubung buku ini sudah dikenal karena BDSM-nya, banyak pembaca (dan media) yang lebih fokus ke sana. Akhirnya banyak yang ga suka, kontra dan sebagainya. Ga tahu ini ada hubungannya atau nggak, setelah buku ini booming saya perhatikan di Goodreads dan beberapa media sosial banyak bermunculan fiksi-fiksi romance (khususnya dari luar) yang mengusung tema serupa (dalam hal ini kisah romance BDSM, trisum, menage, abuse, etc).
Buku ini akan diterjemahkan oleh Gramedia dan akan terbit tahun ini juga. Yah... mengingat buku ini laris sedunia, wajarlah kalau Indonesia "harus" ikut ambil bagian di dalamnya. Ada begitu banyak kontroversi mengenai penerjemahan buku ini ke bahasa Indonesia mengingat material ceritanya yang tidak biasa. Saya sendiri ga yakin mau membaca terjemahannya, bukan karena materi ceritanya, tapi lebih ke "feel"nya yang akan berbeda kalau sudah diterjemahkan. Tapi lihat nanti saja :mrgreen: Saya membayangkan buku ini bakal masuk dalam kategori metropop (romance ada, merk-merk juga bertaburan). Yang pasti saya mau melanjutkan membaca sekuelnya, tapi tetap baca bareng #50united dong....
Karena laris manis, buku ini bakal difilmkan. Konon E.L.James terinsipirasi dari kisah Bella-Edward sampai bikin trilogi Fifty Shades ini (walaupun saya sendiri bingung, bagian mana di Twilight yang menginspirasi beliau). Tapi beliau kabarnya menolak Kirsten Stewart dan Robert Partinson buat jadi pemeran utama. Kira-kira kalo filmnya bakal masuk ke Indonesia ga ya?
PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012








