~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#80 Beastly : Lindy's Diary


Judul Buku : Beastly : Lindy's Diary
Penulis : Alex Flinn
Halaman : 144 (ebook)
Penerbit : HarperCollins


Meski di Goodreads ditulis sebagai  Kendra Chronicles 0.5, tapi sebaiknya baca dulu Beastly (Kendra Chronicles 1) sebelum membaca novella ini. Soalnya novella ini ditulis dalam bentuk buku harian dan ada banyak bagian yang "hilang" (jika dibandingkan dengan novel Beastly). Dalam novella ini kita bisa melihat kisah Beauty and The Beast versi modern dari sudut pandang Lindy, si tokoh wanita.

Lindy adalah seorang gadis miskin yang berhasil bersekolah di SMA Tuttle berkat beasiswa. Di sekolah itu ada seorang siswa tampan bermata biru bernama Kyle Kingsbury yang menjadi idola banyak gadis, termasuk Lindy. Tapi Lindy cukup tahu diri dia tidak mungkin berpasangan dengan Kyle. Apalagi ada Sloane, gadis pemandu sorak yang cantik itu. Pemuda tampan akan selalu berpasangan dengan gadis cantik, kan?

Maka tidak heran jika Kyle dan Sloane datang berpasangan di pesta akhir tahun ajaran. Lindy juga datang, tapi sebagai gadis penjaga tiket. Tampaknya ada masalah ketika mereka berdua datang ke pesta itu, Sloane tidak mau menggunakan korsase mawar yang dibawa Kyle. Tiba-tiba Kyle memberikan korsase itu padanya. Lindy sangat senang, dia menyimpan korsase itu di salah satu bukunya. Aroma mawar putih itu akan selalu mengingatkannya pada Kyle.

Keesokan harinya, Kyle tidak mucul di sekolah. Begitupun hari-hari sesudahnya. Ada banyak spekulasi mengenai Kyle. Hingga suatu hari, ayah Lindy pulang dan mengatakan bahwa Lindy harus tinggal di rumah temannya. Ayahnya bilang dia meminjam sejumlah uang pada temannya, dengan syarat Lindy harus tinggal di rumah mereka untuk menemani putra teman ayahya itu. Betapa terkejutnya Lindy ketika dia tahu ayahnya berbohong, dan dia harus tinggal di rumah seorang monster.

Masa-masa hidup bersama Adrian, si buruk rupa adalah masa-masa yang indah dialami oleh Lindy. Meskipun awalnya dia sempat takut pada Adrian. Lambat laun dia mulai mencintai Adrian, apalagi Adrian mempunyai rumah kaca dengan koleksi mawar yang lengkap. Sekarang Lindy akan selalu mengingat Adrian setiap kali dia mencium aroma mawar. Selain mawar, koleksi buku yang disediakan oleh Adrian untuknya sangat lengkap. Adrian bahkan menyediakan sebuah e-reader.

Okey, seperti halnya review Beastly, saya tidak akan menceritakan semua kisahnya. Lagipula garis besarnya tidak berbeda dengan kisah klasik Beauty and The Beast. Tapi ada satu perbedaan yang saya temukan di novella ini. Lindy tidak menceritakan perihal gaun hijau yang mereka temukan di loteng apartemen mereka, sementara bagi Adrian gaun hijau itu salah satu hal penting yang bisa mengingatkannya pada Lindy. Di novella ini, Lindy juga menceritakan bahwa Kendra, si penyihir, beberapa kali datang dalam mimpinya. Tetapi di buku Beastly, Lindy terkejut ketika melihat Kendra pertama kalinya di akhir cerita. :)

Well, bagaimanapun senang bisa mengetahui kisah ini dari sudut pandang Lindy. Tiga bintang untuk Lindy dan diary-nya.


PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

#79 Sweet Nothings


Judul Buku : Sweet Nothings
Penulis : Sefryana Kharil
Halaman : 316
Penerbit : Gagas Media

Sejak membaca sneak peek mengenai novel ini di sini, saya ingin segera memiliki novel ini. Saya baru membaca satu novel lain karya Sefryana yaitu Coming Home. Dan ternyata masih ada hubungan antara tokoh di Coming Home dengan tokoh di Sweet Nothings ini. Amara (dari Coming Home) adalah adik dari Saskia,tokoh wanita utama di novel ini. Saskia adalah pemilik toko kue Sweet Sugar, yang membutuhkan seorang pastry chef untuk tokonya. Indira, bagian marketing di tokonya memperkenalkan adik sepupunya, Harsa kepada Saskia. Harsa sendiri sudah punya segudang pengalaman sebagai pastry chef di usianya yang tiga puluh tahun.

Konflik antara Saskia dan Harsa dimulai sejak pertemuan pertama mereka. Sebenarnya bukan Harsa yang bermasalah, melainkan Saskia. Saskia menyadari dia memiliki rasa yang berbeda terhadap Harsa. Tapi hal tersebut bertentangan dengan logikanya.
Aku menyukaimu, aku membencimu. Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.
 Sudah tujuh tahun lamanya Saskia membangun benteng pertahanan di dalam dirinya yang pernah terluka oleh cinta. Pernikahannya yang pertama membuatnya belajar bahwa cinta saja tidak cukup untuk menjalani suatu hubungan, apalagi pernikahan. Mantan suaminya, Edo, yang dia kira mencintainya ternyata bukanlah pasangan hidup yang diharapkannya. Hanya Saskia yang berusaha menjadi penopang rumah tangganya, menghidupi Edo, Abi dan Tasya (kedua anak mereka).  Rasa lelah dan sakit hati karena pertengkaran dan tidak adanya dukungan dari suaminya mendorong Saskia untuk mengakhiri pernikahannya. Sayangnya, tiga hari setelah Saskia menggugat cerai Edo, Edo meninggal karena sebuah kecelakaan. Saskia bingung antara merasa lega dan sedih. Tapi yang pasti Saskia tidak merasa kehilangan Edo. Dia hanya kehilangan kepercayaan dirinya akan suatu hubungan. Baginya selama dia berusaha untuk yang terbaik untuk dirinya dan anak-anaknya itu sudah cukup.

Tapi semuanya berubah sejak Harsa hadir dalam hidupnya, apalagi ketika Harsa juga menunjukkan rasa yang sama. Saskia mati-matian menutup dirinya, berusaha membenci Harsa. Energi negatif yang dipancarkan Saskia dari tingkah lakunya terhadap Harsa membuat saya sebagai pembaca menjadi lelah. Saskia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, sehingga dia melupakan orang lain di sekitarnya, termasuk kebutuhan anak-anaknya akan seorang ayah.  Penokohan Saskia yang tenggelam dalam ketakutannya membuat saya teringat dengan Amirah, tokoh wanita di Coming Home. Dua-duanya punya sifat yang sama. Entah karena diceritakan bersaudara, sehingga Sefryana perlu mengulang karakter yang sama di kedua novelnya ini.

Harsa yang tidak putus asa mencoba meyakinkan Saskia, hingga akhirnya Saskia mulai membuka diri dan cintanya pada Harsa.  Hubungan antara dua koki ini manis sekali. Tapi manisnya tidak bertahan lama. Perbedaan umur dan status jandanya membuat Saskia kembali menutup diri ketika Harsa melamarnya untuk menjadi istrinya. Saskia tidak mau mengalami luka yang sama lagi, sehingga dengan sengaja dia melukai Harsa. Kembali Saskia masuk ke dalam "kotak" yang dibuatnya untuk melindungi hatinya.

Saya cukup menyukai tema kuliner yang diangkat pada novel ini. Apalagi ada resep dan tips-tips membuat kue yang bertaburan di halaman demi halaman novel ini. Quote-quote indah juga banyak dijumpai. Cover dan pilihan ornamen di bagian bab-nya yang lembut sangat pas menggambarkan suasana toko kue Sweet Sugar.   Dan yang paling sweet adalah tokoh Harsa tentunya. Pria yang bisa memasak selalu punya tempat istimewa dalam pandangan saya :)



#78 Kristalisasi


Judul Buku : Kristalisasi
Penulis : Alexia DeeChen dkk.
Halaman : 282
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Setelah Takdir Elir, Kristalisasi adalah buku kedua dari Vandaria Saga yang menjadi penghuni rak buku di kamar saya. Berbeda dengan Takdir Elir yang berupa novel berseri, Kristalisasi adalah kumpulan cerpen. Buku ini sendiri sudah masuk wishlist sejak dapat kabar dari Melody dan baca beritanya di Newsletter. Tapi baru berhasil saya baca dua bulan setelahnya. Penantian yang panjang rasanya :)

Saya bukan penikmat kumpulan cerpen, apalagi kalau genrenya fantasy. Baru saja imajinasi terbangun ketika membaca ceritanya, tiba-tiba harus berhenti setelah beberapa halaman. Rasanya kentang (kena tanggung) :D Tapi karena promosinya yang lumayan gencar di beberapa media sosial yang saya ikuti, jadinya saya benar-benar meniatkan harus baca buku ini.

Tampilannya cover-nya menarik. Plus bonus sticker Vandaria-nya. Sebelum masuk ke dalam cerita, pembaca akan disuguhi pengantar mengenai apa itu Vandaria. Penulisan Daftar Isi juga tidak biasa, dengan peta Vandaria, dan petunjuk lokasi di mana kisahnya terjadi. Sayangnya tidak dilengkapi dengan nomor halaman, padahal ini kan kumpulan cerpen. Tidak semua orang membaca kumpulan cerpen secara berurutan dari depan ke belakang. Seperti kali ini, saya memilih cerpen secara acak untuk dibaca. Berikut adalah tanggapan saya atas sepuluh cerpen dalam Kristalisasi (menurut urutan yang saya baca).

Pentagon (Hans J. Gumulia)

Saya memilih membaca cerpen ini pertama kali karena iming-iming promosi di Newsletter Vandaria bahwa cerpen ini adalah pengantar dari kisah Takdir Elir. Memang iya sih... tapi ekspektasi saya ternyata berbeda. Tadinya saya berpikir akan menceritakan mengapa lima tokoh dalam Takdir Elir (Rozmerga, Sigmar, Liarra, Xaliber, dan Althor) terpilih sebagai penentu takdir benua Elir. Ternyata hanya menceritakan masa kecil mereka masing-masing.

Padamnya Bintang-Bintang Vaeran (Melody Violine)

Nama tokohnya Melviola (seperti nama penulisnya ya...), pemain violine yang bertugas menghibur para frameless di negeri Edenion. Awalnya dia adalah bintang berbakat, tapi kemudian Melviola mengalami patah hati. Sebagai manusia dia ingin menuangkan perasaan sedihnya dalam gubahan karyanya, dia ingin semua makhluk tahu apa yang dirasakannya. Namun, permainannya tidak lagi nikmat di telinga frameless. Berbeda dengan frameless yang tidak bisa memahami rasa seperti itu, Charnd (seorang penyair manusia) mengerti perasaan sahabatnya. Tetapi Vaeran Iervaanah berpendapat lain. Kedekatan antara Charnd dan Melviola dianggap sebagai penyebab pudarnya aura bintang Melviola. Saya suka dengan sentuhan sudut pandang cinta yang berbeda antara manusia, frameless dan penyihir. Good job, Mel :) Dan saya baru tahu dari @peri_hutan kalau cerita ini prekuel dari Harta Vaeran (salah satu novel Vandaria Saga).

Bisikan Sang Angin (Alevia DeeChen)

Twist yang menarik antara tokoh Evander dan Haleine. Dua orang pemimpin yang awalnya saling bertikai kemudian saling menolong. Ini dia salah satu cerpen kentang.. masih asyik dengan tokoh Evander dan Haleine, eh langsung diputuskan dengan berpisahnya kedua tokoh ini. I want more !!! :)

Batu Filsuf (Aryo Pratomo)

Awal baca cerpen ini saya langsung berpikir, kejam banget sih mengorbankan manusia hanya untuk mengambil jiwanya demi membuat batu filsuf. Sudah gitu batu filsufnya dihancurin semua lagi di akhir cerita. Sia-sia dong nyawa manusia itu.  Maaf,tapi ga begitu suka dengan cerpen yang ini.

Musim Gugur (Herbowoputra)

Ada tiga waktu berselang 500 tahun untuk tiga buah cerita yang berkaitan dengan nyawa si Naga Bening Kosai. Kosai adalah Ia Yang Tak Pernah Mati. Tubuhnya menjadi bening karena dalam kondisi sekarat. Kosai membutuhkan Cakram Pualam untuk menyembuhkannya. Cakram itu harus diberikan pada hewan yang tertidur atau hewan menari. Tapi pilihannya sulit, karena tidak seorangpun tahu hewan mana yang bisa menyelamatkan Kosai. Pilihan yang dibuat oleh Lena dan Yelen sih masuk akal, tapi oleh Ivan untuk apa? Hanya disebutkan untuk sebuah permainan, tapi permainan apa? Dan apa hubungannya dengan Kosai?

Nyanyian Alam (Andry Chang)

Cerita yang ini paling ringan dibandingkan dengan sembilan cerita lainnya. Pesan moralnya juga mengena. Bercerita tentang seorang gadis separuh frameless bernama Fyanei yang mampu berkomunikasi dengan  tumbuhan. Fyanei berusaha mencegah masyarakat di desanya yang suka menebang pohon sembarangan. Saya suka dengan semua usaha yang dilakukan oleh Fyanei, termasuk ketika akhirnya dia memilih pergi agar kemampuannya tidak disalah gunakan. Btw, Fyanei cocok ya jadi duta Lingkungan Hidup :D

Padang Hijau Atap Merah (Pratama Wirya)

Sepertinya  saya pernah baca ceritanya di salah satu Newsletter Vandaria. Hanya saja cerita yang termuat di Newsletter itu ga selesai. Akhirnya bisa tahu ending-nya di sini. Ceritanya lucu, begitu juga tokohnya. Si Gael ngotot pengen belajar sihir, sampai harus menjadi kelinci percobaan Aedon si penyihir. Ketika Gael disuruh mencari jantung naga, malah sama si Naga dikasih tongkat yang sudah dikencingi... hehe. Kira-kira gimana nasib Gael selanjutnya setelah dia bisa dapat ilmu sihir ya?

Relik Agung Gallizur (Rynaldo C. Hadi)

Alianor, Rowan dan Terrowin adalah tiga orang Sang Pencari yang melakukan pencarian tiga relik agung Gallizur.  Suatu waktu mereka menemukan pedang Angheu Glas yang tertimbun salju bersama seorang pria. Pria yang amnesia ini diberi nama Athalos. Akhirnya mereka berempat melanjutkan pencarian relik agung. Saya juga suka dengan kejutan pada cerpen ini. Sepertiga bagian akhir cerpen ini memberi kejutan yang membuat saya terus bertanya-tanya apakah akan ada peperangan besar lagi antara kejahatan dan kebaikan?

Di Bawah Bulan Separuh (Iris Aegis)

Ini cerpen yang paling cepat saya baca. Soalnya saya asli tidak mengerti jalan ceritanya, jadi banyak bagian yang saya skip. Setelah membaca semua cerpen saya mencoba membaca ulang bagian yang satu ini. Tapi yang saya tangkap hanya seorang pemuda miskin, kurus, yang berusaha mempertahankan hidupnya, nemu kristal, trus mati. Seperti akhirnya yang gelap, saya juga ga bisa menemukan maksud dai cerpen ini.

Beri Kami Damai (Ami Raditya)

Saya sengaja memilih cerpen ini sebagai penutup, karena saya berharap sebagai founder Vandaria, Ami Raditya akan menyuguhkan cerita yang tidak biasa. Benar juga. Ide cerita tentang Arwena, si penyair yang suka membual cukup mengesankan untuk menjadi pamungkas dalam buku Kristalisasi yang saya baca. Tapi tokoh Abel porsinya kurang... sosok misterius dan pendiamnya itu bikin penasaran. Pesan moralnya juga dapat, tidak ada keuntungan sama sekali dari peperangan. Yang ada hanya kesedihan, kehilangan, dan luka yang dalam.

Di setiap cerita juga disertakan ilustrasi. Tapi ga berwarna. Tapi sepuluh kisah yang ada di dalamnya cukup membuat saya lebih tertarik lagi untuk membaca Vandaria Saga lainnya.

Tiga zaman, tiga benua, tiga bintang untuk Kristalisasi.



#77 A Lady's Pleasure


Judul Buku : A Lady's Pleasure
Penulis : Renee Bernard
Halaman : 367
Penerbit : Gagas Media


Saya sebenarnya bukan penggemar novel Historical Romance. Tapi sejak buku yang diberi julukan "Lilin Ungu" ini ramai dibicarakan sebagai "buku kipas" di timeline twitter, saya jadi penasaran. Terima kasih untuk mbak @asdewi yang sudah meminjamkannya :)

Merriam Everett, seorang wanita pemalu dan penurut, tidak menolak ketika ayahnya menjodohkannya dengan seorang bangsawan. Namun, sampai suaminya meninggal dunia Merriam tidak pernah merasakan pernikahan yang sesungguhnya. Dia hanya ditemui oleh suaminya dua kali dalam setahun. Ketika Merriam menjadi janda, dia bahkan dijuluki si janda pucat oleh Julian Clay, Earl of Westleigh. Merriam sakit hati mendengar julukan itu dan dia berniat membalas dendam. Dia akan membuat Julian tergila-gila padanya dan Merriam akan meninggalkanya segera. Rencana mulai disusun, dan di pesta topeng Lord Milbank adalah tempat yang tepat bagi Merriam melancarkan aksi balas dendamnya. Dia mau tampil sebagai kucing, bukan lagi sebagai tikus.

Sayangnya, Merriam salah sasaran. Dia justru menggoda Drake Sotherton, Duke of Sussex. Hubungan intim yang singkat pada malam pesta topeng itu justru membuat keduanya saling tertarik. Drake pun meminta Merriam untuk menjadi kekasihnya selama musim perjodohan, dengan janji akan memberikan kepuasan penuh bagi Merriam selama semusim itu. Keinginan Drake menjadikan Merriam sebagai kekasihnya bukan semata-mata karena ketertarikan fisik saja, tapi ada niat lain di belakangnya. Drake berpikir bahwa Merriam adalah kaki tangan Julian Clay, orang yang membunuh istrinya.

Delapan tahun yang lalu, Lily, istri Drake ditemukan tewas di rumahnya. Saat itu Julian ada bersama istrinya. Drake sebenarnya tahu akan perselingkuhan Julian dan Lily, bahwa Julian selalu merebut apapun miliknya termasuk istrinya sendiri. Di pihak lain, Julian menganggap Drake mengirimkan seseorang untuk membunuh Lily agar tidak bisa dimiliki oleh Julian. Ketika Merriam hadir dalam kehidupan Drake, persoalan masa lalu itu kembali muncul di permukaan.

Saya tidak tahu apa yang membuat buku ini menjadi Romantic Times Award Winner of  'Best First Historical Romance' (2006). Mungkin karena banjir adegan kipas kali ya antara Drake dan Merriam. Dialog antara Drake dan Merriam sendiri tidak terbangun dengan baik, malah nyaris membosankan dan membingungkan. Sampai akhir cerita (dengan twist di bagian akhir) saya tidak menemukan gregetnya konflik antara Drake, Julian dan Merriam.

Trus... saya kok menangkap ada kesan jablay pada tokoh Merriam. Demi memuaskan rasa ingin tahunya terhadap gairah dan hasrat yang dirasakannya terhadap Drake, dia sampai "menyerahkan" dirinya pada Drake. Bahkan Merriam sampai mimpi threesome dengan Julian dan Drake :D.   Walaupun pada akhirnya Merriam berhasil mengubah image tikus yang melekat padanya menjadi kucing. Tapi rata-rata cerita romance memang berawal dari ketertarikan fisik untuk kemudian berubah menjadi cinta sejati.

So far... saya mau ngasih bintang dua untuk ceritanya. Tapi karena sampulnya bagus dan warna ungu-nya eye catching, saya tambahkan satu bintang lagi deh... :)



#76 Kisah Langit Merah


Judul Buku : Kisah Langit Merah
Penulis : Bubin Lantang
Halaman : 318
Penerbit : Gagas Media

Petualangan adalah candu. Sekali kau mulai, bahkan dirimu sendiri tak bisa menghentikan hasrat bertualangmu. Jika kamu membenci kegelisahan dan menyukai hidup yang tenang, jangan pernah memulai petualanganmu karena petualangan adalah sarang kegelisahan yang sengaja kau cari.
tidak
Petualangan bukanlah sekadar pergi dari satu tempat ke tempat lain, mengunjungi tempat-tempat jauh dan menyaksikan hal-hal baru. Petualangan bukan sekadar mengajak derap langkahmu menuju tempat-tempat asing yang kau idamkan. Petualangan adalah pergi tanpa titik tujuan, membiarkan dirimu tersesat, mencari, dan memilih; dan kamu tak tahu kapan harus pulang.


Jangan bertualang. Cukupkan dirimu pada pelesir ke tempat-tempat indah yang belum pernah kau kunjungi, dan tetapkan sebelum pergi kapan kamu harus pulang….

Oke. Membaca bagian belakang sampul buku ini membuat saya sangat tertarik untuk membacanya. Dalam bayangan saya buku ini berkisah tentang seseorang yang bertualang, dari satu kota ke kota lain untuk mencari sesuatu. Ternyata setelah membaca buku ini apa yang saya bayangkan sangat berbeda.

Langit Merah terlahir dalam keluarga kurang mampu. Bersama adiknya Trang Matahari (yang awalnya saya kira seorang perempuan) mereka harus menjalani fase hidup dalam serba kekurangan. Dalam buku ini digambarkan Langit dan Ari berbagi satu butir telur asin sebagai lauk, atau membuat air es plus essence jeruk pengganti limun. Ditambah lagi dengan mata sipit, makin lengkaplah ketidak beruntungan mereka. Seringkali mereka "dicina-cinakan" baik oleh teman maupun guru sekolah mereka. Dengan segala kekurangan itulah yang membuat Langit tumbuh sebagai pemuda penuh ambisi.

Cita-cita Langit adalah menjadi seorang wartawan. Langit berhasil menggapai cita-citanya, bahkan dengan pekerjaannya itu dia bisa melanjutkan studi master di Belanda. Langit juga digambarkan sebagai wartawan jujur dan lurus. Ketika sebagian besar teman-temannya terlibat korupsi dan menerima suap, Langit tidak bergeming. Hingga akhirnya Langit harus kehilangan pekerjaan karena sikap jujurnya itu.
Kisah Langit Merah adalah cermin tentang mimpi, benci, sakit hati, pengkhianatan, sekaligus mengajarkan keberanian untuk terus melangkah
 Bagian mimpi dan keberanian melangkah sudah jelas. Demikian juga soal pengkhianatan dan sakit hati. Tapi pengkhianatan dan sakit hati Langit bukan semata-mata karena pekerjaannya, tapi juga dalam urusan cintanya. Langit mencintai Daria, cinta pertama sekaligus cinta sejatinya. Sempat terucap janji setia antara Daria dan Langit.

"Seberapa besar cinta kamu buat aku, Day?' Memeluknya dari belakang, bertanya Langit kepadanya.


"Seberapa besar? Hmm.... Begini. Seandainya, ini seandainya saja, aku diperhadapkan pada dua pilihan, Bapak atau kamu, dan aku nggak bisa untuk nggak memilih satu dari kedua pilihan itu, barangkali aku akan memilih kamu. Sebesar itulah."
 Ya, hubungan Daria dan Langit memang tidak direstui oleh ayah Daria. Tapi ketika ayahnya berada di ujung maut, Daria mengingkari janji yang pernah dibuatnya. Daria memilih ayahnya dan menikah dengan lelaki pilihan ayahnya. Lelaki yang akhirnya juga mengkhianati Daria di kemudian hari.

Sebenarnya sudah lama saya mencari buku ini sejak dipromosikan sama seorang teman yang memberikan bintang lima untuk buku ini. Ketika akhirnya mendapatkan buku ini dan membacanya, saya hanya bisa ngasih dua bintang saja. Entah kenapa, saya tidak bisa menikmati jalan cerita buku ini. Ide ceritanya memang menarik, apalagi mengungkap mengenai karier seorang wartawan. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya mengurangi banyak bintang untuk buku ini.

Pertama, penggalan dialog antara Lintang dan Daria di atas. Itu hampir ditemukan di tiap bab. Bahkan ada yang baru habis satu kalimat eh dialognya  muncul lagi. Bosan banget bacanya. Seakan ingin menegaskan pengkhianatan, tapi yah itu malah membosankan. Kedua, penggunaan huruf cetak miring yang menurut saya tidak teratur. Kadang sebagai pembeda antara bahasa asing dan bahasa Indonesia, kadang sebagai penggalan kenangan masa lalu. Ketiga, antara satu bab ke bab lain ga beraturan timing-nya. Begitu juga POV-nya, melompat-lompat ga beraturan. Keempat, terlalu banyak permasalahan yang diangkat:  korupsi, pekerjaan Langit dari wartawan hingga menjadi buruh di negeri orang, kisah cinta Langit, pengkhianatan, kegelisahan Ari. Dan semuanya nanggung, ga selesai, dan mendapat porsi sama.

Satu hal yang saya suka adalah penggunaan nama Langit Merah dan Trang Matahari. Walaupun ga jelas juga kenapa nama mereka seperti itu, tapi kedengarannya keren. Mungkin karena tidak umum digunakan. Ohya, ada juga beberapa ilustrasi seperti gambar cat air di beberapa halaman menambah poin untuk buku ini.



PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012