~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

#62 Takdir Elir


Judul Buku :  Takdir Elir
Penulis : Hans J. Gumulia
Halaman : 265
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sebelumnya saya berterima kasih kepada Gramedia, mbak Melody Violine dan mbak Truly Rudiono yang sudah memberikan kesempatan kepada saya me-review buku ini dengan cara mendapatkan buku ini secara gratis.  Saya sendiri tergolong nekat mengajukan diri untuk me-review buku bergenre fantasy seperti ini. Soalnya genre fantasy bukanlah favorit saya. Tapi rasa penasaran saya begitu besar untuk membaca buku ini.

Ketika buku ini tiba dengan selamat di tangan saya, saya sempat mengintip isinya. Ada beberapa istilah yang membuat saya menjadi "takut" untuk memulai membaca buku ini. Apa itu frameless? Apa itu Vandaria? Akhirnya bukunya saya simpan selama hampir dua minggu. Selama waktu itu, saya mencari-cari informasi di internet mengenai dunia Vandaria dan sampailah di situs ini.  Segala penjelasan tentang Vandaria saya temukan di sana, yang ternyata Vandaria ini bukanlah hal baru bagi penggemar cerita fantasy. Jadi, saya memberanikan diri membacanya.  Kalau saya bisa "selamat" membaca tujuh seri Harry Potter yang tebal itu, harusnya saya juga bisa membaca buku tipis ini.  Dan sekiranya review yang saya berikan tidak begitu jelas dan memuaskan, maafkanlah pandangan orang awam ini :)

Sebelumnya, saya jelaskan dulu soal frameless. Frameless itu fisiknya seperti manusia, tapi punya kelebihan bisa merapalkan mantra sihir secara alami. Selain itu penampilan frameless biasanya mencolok dan asimetris. Warna mata kiri dan kanan selalu berbeda, warna rambut juga putih atau perak. Sehingga mereka bisa langsung dikenali. Nah separuh frameless itu perpaduan antara manusia dan frameless. Biasanya fisiknya seperti frameless (warna mata berbeda), tapi ada yang punya energi sihir alami dan dapat juga tidak. Nah, manusia digambarkan sebagai sosok yang biasa saja. Punya keterbatasan, tidak jelas apa maunya.

Benua Elir, salah satu benua di dunia Vandaria sedang mangalami konflik. Dua kerajaan besar yang ada di sana (Kerajaan Serenade dan Kerajaan Vandergaard) sedang terlibat konflik yang (sungguh) tidak jelas dimana letak permasalahan pemicunya. Kalau di buku ini disebutkan ada energi negatif dari seseorang bernama Gottfried Grandarius Serenade yang menyerahkan dirinya pada kekuatan jahat, dan dia membutuhkan peperangan untuk membangkitkan (kembali) kekuatan negatif itu.

Lima orang dipilih oleh Vanadis (dewa-dewa Vandaria) untuk menyelematkan Benua Elir. Mereka adalah Rozmerga (gadis frameless dari Ordo Vhranas/ Ksatria Valiant),  Liarra Valweyn Flavianus (gadis frameless dari marga suci Flavianus), Sigmar Arvhelon (pemuda separuh frameless dari Republik Highwind), Althor Rauzell Serenade (Raja Serenade), dan Xaliber Reginhild  (Raja Vendergaard).  Kelima orang ini (kecuali Rozmerga) ternyata masing-masing mendapatkan senjata yang menjadi kunci untuk menentukan Takdir Elir. Liarra dengan busur Valuminaire, Sigmar dengan belati Sylia, Xaliber dengan tombak Krieger, dan Althor dengan pedang Valdin. Jika ada dua atau lebih senjata bertemu (tentunya dengan pemilik masing-masing) maka mereka mendapatkan visi (penglihatan) mengenai Gottfried, sehingga mereka memahami apa tugas mereka sebenarnya.

Sebenarnya buku ini bercerita tentang perkenalan para tokoh dan bagaimana kelima orang ini bisa bertemu. Karena kisah Takdir Elir adalah sebuah trilogi, jadi tentu saja ceritanya tidak selesai di buku ini. Kisahnya dimulai dari pengutusan Rozmerga oleh Pendeta Agung Ordo Vhranas. Rozmerga sendiri adalah seorang frameless yang menjadi ksatria.  Tidak jelas mengapa Rozmerga yang terpilih. Mungkin Vanadis memilih secara acak. Sejauh saya membaca, tidak ada kelebihan Rozmerga yang bisa menjadi alasan terpilihnya dia. Mungkin karena perawakannya seperti laki-laki dan berwatak keras. Tapi perawakan dan wataknya itu tidak menolong dia ketika dia ditangkap oleh segerombolan penjahat di tengah hutan saat melintasi benua Elir. Dia kan bisa merapalkan sihir, kenapa ga disihir saja para penjahat itu? Dia malah ditolong oleh ular api yang diutus oleh Vanadis.

Kemudian ada Liarra. Gadis frameless yang kadang-kadang berkulit hijau, menguasai tumbuhan, dan terpilih untuk memegang busur panah Valuminaire. Saya paling suka dengan Liarra. Dia sih keren, bisa mengeluarkan panah secara magis, mengeluarkan tumbuhan bersulur, atau memerintahkan tumbuhan bekerja sesuai kehendaknya. Liarra juga vegetarian, hanya makan buah dan sayur. Ketika dia menyentuh (atau tersentuh oleh)  Valuminaire, tiba-tiba Liarra mengalami teleportasi ke gurun pasir.

Selanjutnya Sigmar, si petualang. Dia mendapatkan warisan dari neneknya sebuah batu berukir, katanya batu ini akan menjadi kunci untuk kuil kuno yang dicarinya di Gurun Pasir Tak Bernama. Dia juga yang menemukan Liarra yang terdampar di gurun pasir. Bersama Liarra, akhirnya mereka menemukan kuil yang dicari dan Sigmar menemukan senjata yang menjadi takdirnya. Kedua raja tidak banyak diceritakan asal-usulnya, kecuali mereka sempat bersahabat sewaktu kecil, tapi kemudian bermusuhan di saat dewasa dan memimpin kerajaan masing-masing.

Ketika kelima orang ini bertemu, dan senjata mereka dipersatukan, kelimanya terlempar ke waktu lain. Takdir mereka membawa mereka ke suatu tempat dan masa yang berbeda. Selanjutnya mereka tidak tahu apa yang akan dihadapi. Tapi mereka tahu bahwa nasib benua Elir ada di tangan mereka berlima. Ada yang sedikit aneh ketika mereka berpindah alam itu, mereka terkejut dengan kenyataan bahwa merekalah sebenarnya Pahlawan Elir itu. Lha sewaktu masing-masing melihat visi tentang Pahlawan Elir, apakah mereka tidak melihat diri mereka? Ataukah mereka melihat orang lain sebagai Pahlawan Elir  dalam visi mereka? Bagaimana mungkin Liarra dan Sigmar harus mencari tahu tentang Gottfried lagi? Padahal sebenarnya mereka "sudah bertemu" dengan Gottfried, ya kan?

Ada juga biodata singkat para tokoh utama lengkap dengan gambar ilustrasi di awal cerita. Illustrasi tokoh memang penting untuk membangun karakter, tapi apa perlu sampai memasukkan data makanan favorit, terpenting, yang tidak disukai dan ukuran tubuh? Saya jadi ingat waktu SD suka nulis-nulis biodata semacam itu di buku diary teman-teman (tentu saja ga pake ukuran tubuh segala... :D )

Setelah saya menghabiskan buku ini rasanya saya masih sangat penasaran. Bukan saja kelanjutan cerita benua Elir, saya jadi penasaran dengan Vandaria. Kabarnya Vandaria adalah sebuah dunia terbuka yang kompleks. Siapapun boleh berpartisipasi dalam dunia Vandaria yang sudah tertata oleh penemunya, Ami Raditya. Ada yang membuat komik, cerpen, bahkan novel berseri seperti Takdir Elir ini. Istilahnya "Mengkristal bersama Vandaria". Khusus untuk Vandaria Saga, sudah ada dua novel yang diterbitkan oleh Gramedia sebelum Takdir Elir yaitu Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun. Keduanya harus segeramasuk wishlist nih...

Ketakutan saya bahwa saya tidak akan mengerti jalan cerita fantasi ini tidak terbukti. Saya menikmatinya. Saya bahkan ikut mengunduh Vandaria Newsletter untuk mencari tahu lebih banyak tentang Vandaria. Ternyata informasi tentang benua Elir dan frameless bisa didapatkan di Vandaria Newsletter 1. Saya berharap kelanjutan trilogi ini tidak terlalu lama terbitnya. Untuk Takdir Elir, saya kasih 3 bintang.




#61 Lelaki Penuh Luka


Judul Buku : Lelaki Penuh Luka (Envy)
Penulis : Sandra Brown
Halaman : 548
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Suatu hari saya melempar pertanyaan ke twitter.  "Apa judul buku karangan Sandra Brown yang paling bagus menurut kalian?". Yang jawab hanya seorang, dan dia menjawab "Envy". Segera saya mencari tahu tentang buku tersebut, dan saya beruntung bisa mendapatkannya via PinjamBuku.org (terima kasih mbak Endah Karyani). Buku ini sendiri diterbitkan ulang oleh Gramedia pada tahun 2004, sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1999. Dan memang benar buku ini menarik, karena tidak seperti novel Sandra Brown lainnya yang pernah saya baca. Masih berupa romantic suspense khas Sandra Brown, dengan berbagai twist di dalam alurnya.

Novel ini bercerita tentang Maris Matherly-Reed yang adalah seorang editor di Penerbit Matherly.  Selain menjadi editor, Maris juga Wakil Presiden di penerbit besar tersebut. Suaminya Noah Reed adalah seorang penulis buku laris The Vanquished yang setelah menikah dengan Maris kemudian menjadi CEO di perusahaan tersebut. Suatu hari Maris mendapat kiriman naskah novel berjudul Envy. Anehnya novel yang dikirim itu hanyalah prolog, tanpa keterangan yang jelas tentang penulisnya kecuali inisial P.M.E. Maris merasakan bahwa novel itu akan laku keras, dan ia bertekad mencari siapa P.M.E tersebut.

Singkat cerita, Maris berhasil menemukan Parker Evans, penulis novel Envy yang tinggal di sebuah pulau di Georgia. Penulis yang dia jumpai adalah seorang yang cacat, angkuh, dan keras kepala. Maris berusaha meyakinkan Parker untuk melanjutkan menulis novel tersebut. Tanpa Maris, sadari dia sudah masuk ke dalam "permainan" Parker. Sementara itu, Noah ternyata berkhianat baik terhadap istrinya maupun pada perusahaan. Pernikahan Noah dan Maris hanyalah alat bagi Noah meraih ambisinya untuk menjual perusahaan tersebut.

Seperti judul aslinya, Envy, yang berarti iri hati, hal tersebut menjadi benang merah dalam novel ini. Iri hati muncul karena adanya persaingan, yang dibiarkan demikian lama terpendam, hingga akhirnya membuat luka.

Yang menarik dari novel ini adalah pembaca diberikan kesempatan untuk membaca beberapa bab dari novel Envy tersebut. Bab-bab itu ditulis dengan jenis huruf yang berbeda, sehingga kita masih bisa mengetahui mana novel aslinya ataupun novel Envy yang ditulis Parker.  Lewat novel ini pembaca juga bisa mengetahui bagaimana tugas dari seorang editor. Dahulu saya berpikir editor hanya bertanggung jawab pada penulisan saja, tapi ternyata alur cerita juga bisa "diedit" oleh seorang editor. Ternyata menjadi seorang editor tidaklah mudah :)

Bukan Sandra Brown jika tanpa kejutan dalam novelnya. Sejak awal hingga akhir cerita, ada begitu banyak kejutan dari setiap tokohnya. Ada yang awalnya seperti tokoh yang jahat, ternyata tidak seperti itu di bagian akhirnya. Ada yang kelihatan "aman", ternyata menyusun "berantakan" di akhirnya. Semakin mendekati halaman akhir pembaca akan menyadari bahwa Envy bukan sekedar novel, melainkan sebuah kisah nyata menyangkut Maris, Noah dan Parker. Dan juga akan terkuak siapa yang dimaksud dengan lelaki penuh luka tersebut.



BBI 1st Giveaway Hop



HAPPY BIRTHDAY, BeBI ...
HAPPY BIRTHDAY, BeBI...
HAPPY BIRTHDAY... HAPPY BIRTHDAY...
HAPPY BIRTHDAY, BeBI...

Blogger Buku Indonesia (akrabnya dipanggil BeBI) berulang tahun hari ini, 13 April 2012. Dan hari ini ulang tahun BeBI yang pertama lho... Masih imut ya :)

Tapi biarpun imut, BeBI mau bagi-bagi hadiah lewat para anggotanya lewat Giveaway Hop.

Apa itu giveaway hop?

Giveaway hop adalah beberapa blogger yang mengadakan giveaway dengan tema yang sama secara serentak, masing-masing memposting di blognya sendiri. Dalam giveaway hop biasanya ada host (penyelenggara). Kali ini yang menjadi host adalah blog Fanda's Historical FictionKumpulan Sinopsis dari Okeyzz danDear Readers

Hadiahnya tentu saja buku. Lewat blog ini, saya mau ngasih 1 buah buku bagi yang beruntung. Dan bukunya adalah....


Judul Buku : Luntang Lantung

Penulis : Roy Saputra

Terbit : 2011

Penerbit : Bukune
Zaman sekarang cari kerja memang nggak gampang. Banyak orang menghalalkan segala cara mendapatkannya. Ari Budiman-seorang sarjana pengangguran-tak henti berjuang mencari pekerjaan demi sesuap nasi, tempe, ayam, dan tahu. Bersama temannya, Togar dan Suketi, mereka dengan (tidak) gagah dan (tidak) perkasa berusaha melewati semua rintangan demi menjadi orang sukses. Sungguh sulit menentukan apakah cara yang mereka tempuh demi sukses itu cerdas, nekat, atau malah konyol?

Pencipta pepatah Jawa 'Mangan ora mangan sing penting ngumpul' tampaknya perlu bertemu dengan ketiga sarjana ini. Segera!

Cara mendapatkan bukunya gampang. Cukup jawab pertanyaan berikut ini di kotak komentar.

"Sudah pernah baca buku karangan Roy Saputra? Kalau ya, judulnya apa?"

Jangan lupa menuliskan email/twitter kamu bersama dengan jawabanmu. Waktu pelaksanaan giveaway ini sampai dengan tanggal 26 April 2012, dan pemenangnya akan diumumkan pada tanggal 27 April 2012. Pemilihan pemenang menggunakan random.orgJika pemenang tidak mengkonfirmasi selama 2x24 jam, akan dipilih pemenang baru. 

... dan yang beruntung mendapatkan buku Luntang-Lantung adalah....


ANA (@anadudunk)


Kepada pemenang, harap segera mengirimkan alamat lengkap ke email : destinugrainy@gmail.com

Cek juga siapa yang beruntung di blog lainnya di bawah ini :






1.
2.
 Baca Buku Fanda
   3. 
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.

#60 The Girl With The Dragon Tattoo


Judul Buku : The Girl With The Dragon Tattoo
Penulis : Stieg Larsson
Halaman : 783
Penerbit : Qanita


Saya sudah lama memasukkan buku ini dalam TBR saya. Tapi ga pernah dibaca karena bukunya yang berbentuk ebook plus berbahasa Inggris pula. Lihat halamannya yang sampai ratusan semakin mengurungkan niat saya. Padahal saya dapat ebook lengkap triloginya lho. Dan ketika Mizan grup mengeluarkan daftar buku yang didiskon sampai 40%, saya langsung membeli triloginya *kalap*. Tapi begitu bukunya datang, ga langsung dibaca juga. Keburu dibaca duluan sama suami :)

Hingga akhirnya kesampaian juga saya membaca buku ini. Halaman pertama sangaaaat membosankan. Dialog antara dua orang tentang segala istilah perekonomian di Negara Swedia sana membuat saya tambah pusing. Belum lagi nama-namanya yang sulit dilafalkan, dan ada begitu banyak nama. Sempat saya tinggalkan dan membaca buku lain yang lebih tipis. Tapi mau tidak mau buku ini harus saya bereskan.

Kali ini saya tidak akan mereview isi ceritanya. Silahkan baca di sini, sini, dan sini untuk mengetahui jalan ceritanya. Lagipula filmnya sudah banyak yang nonton, walaupun saya sendiri belum nonton. Kali ini saya akan mengulas bintang demi bintang yang saya berikan untuk buku gadis bertatto ini.

Bintang pertama untuk Lisbeth Salander, tokoh utama dari Trilogi Millenium. Tidak bisa saya pungkiri bahwa karena saya sangat penasaran dengan karakter “canggih” ini makanya saya nekat membeli 3 buku sekaligus. Lisbeth digambarkan sebagai gadis berpenampilan nyentrik, dengan banyak tattoo dan dua tindikan di tubuhnya. Kemampuannya sebagai hacker sangat menakjubkan. Belum lagi ingatan fotografisnya. Saya suka dengan adegan dimana dia menjebak pengacara/walinya yang sudah menganiaya dia secara seksual. Kemudian ketika dia menyamar sebagai asisten Wennerström, dengan tampil sebagai wanita pirang, kaya, dan seksi.  Cerdas dan tidak terduga. Menurut saya Lisbeth selalu satu langkah di depan Blomkvist.

Bintang kedua untuk Blomkvist. Agak-agak ga rela sih ngasih bintang buat Mikael Blomkvist ini, karena dia mau tidur dengan perempuan mana saja yang mengajaknya tidur bersama. Tapi kejeliannya menyelesaikan kasus Harriet Vanger membuat saya merelakan satu bintang untuknya. Kok bisa sih dia tahu bahwa Harriet masih hidup? *spoiler detected*

Bintang ketiga untuk plot ceritanya yang mengangkat tentang kekerasan seksual pada wanita Swedia. Suatu topik yang masih dianggap tabu untuk dibicarakan. Tetapi penulis berhasil meramunya sedemikian rupa, sehingga alur ceritanya bisa diikuti. Memang sih adegan-adegan kekerasan banyak bertaburan di buku ini, sadis malahan.

Bintang keempat untuk ketekunan sang penulis menceritakan segala macam detail di buku ini. Seingat saya, inilah buku fiksi pertama yang sangaaaat detail yang pernah saya baca. Salut. Dari buku ini kita bisa belajar tentang sejarah perekonomian di Swedia, aliran sekte yang menggunakan ayat-ayat Alkitab sebagai pembenaran atas perbuatan keji yang dilakukan, dan juga teknik hacking pun diulas secara detail.

Sudah empat bintang ya? Tapi…. Bintangnya terpaksa saya kurangi karena beberapa hal. Pertama, masih ada typo. Bahkan ada yang fatal. Seharusnya tertulis Anne Vanger malah tertulis Anne Blomkvist. Kedua, detail yang cukup banyak membuat saya bosan di awal cerita. Ketiga, kasus Wennerström di awal dan akhir cerita, walaupun ada hubungannya, tapi menurut saya seperti buat nambah-nambah halaman saja. Ga tahu ya di filmnya, kasus Wennerström ini masih ada apa nggak. Tapi ibarat sudah anti klimaks, eh dipaksain anti klimaks lagi :mrgreen:

Jadinya… cukup tiga bintang untuk seri Millenium pertama ini. Btw, kabarnya buku kedua lebih seru ya?



#59 Rayuan Sang Bos


Judul Buku : Rayuan Sang Bos
Penulis : Sharon Kendrick
Halaman : 256
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Megan Phillips bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi software komputer.  Dia menjadi asisten pribadi Dan McKight. Megan menilai Dan sebagai seorang yang cool, tegas, dan tidak menarik. Begitupun Dan menilai Megan sebagai gadis yang banyak bertanya, tidak cantik sehingga dia tidak khawatir akan terlibat affair  dengan rekan kerjanya. Bagi Dan masalah pribadi harus berada sejauh-jauhnya dengan urusan pekerjaan.

Dalam beberapa hari terakhir, Dan selalu mendapatkan surat dengan amplop pastel, yang bisa dipastikan oleh Megan sebagai surat pribadi. Seandainya surat seperti itu tidak sering datang ke kantor mereka, mungkin Megan tidak akan menaruh curiga pada Dan. Apalagi ketika ada seorang perempuan yang tidak mau menyebut namanya menelpon mencari Dan. Rasa ingin tahu Megan mendorongnya untuk menanyakan mengenai surat tersebut kepada Dan. Seperti yang diduga oleh Megan, awalnya Dan tidak mau menjawabnya. Tapi lama kelamaan akhirnya Dan mau bercerita.

Ada seorang wanita bernama Katrina, yang merupakan anak baptis dari ibu Dan. Katrina berusia 13 tahun lebih muda daripada Dan, tetapi Katrina jatuh cinta pada Dan. Walaupun Dan sudah memberikan isyarat bahwa dia hanya menganggap Katrina sebagai seorang adik, Katrina tidak perduli. Dia bahkan menuliskan surat cinta pada Dan, yang datang ke kantor Dan. Yang menjadi masalah adalah di akhir pekan nanti, kakaknya Dan mengadakan perjamuan makan di rumah mereka dalam rangka merayakan pertunangannya. Dan harus hadir, dan tentunya di sana dia akan bertemu dengan Katrina. Membayangkannya saja sudah membuat Dan merasa tidak nyaman.

Megan mengusulkan agar Dan membawa seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih Dan, agar Katrina bisa menjauh darinya. Dan yang tidak mempunyai kekasih meminta Megan mewujudkan usulnya. Tentu saja Megan menolak. Tapi akhirnya permintaan Dan disetujui oleh Megan ketika diming-imingi akan bertemu dengan seorang aktor ternama yang menjadi kawan lama Dan (yang akan hadir juga di perjamuan itu). Sandiwara Dan-Megan berlanjut, dan membuat mereka akhirnya terjebak dalam sebuah hubungan yang lebih dari sekedar partner kerja.

Seperti halnya cerita romance Harlequin, kisah ini akan berakhir manis. Ending-nya pun mudah ditebak. Tapi, kali ini saya tidak merasa puas membacanya. Pertama, terjemahannya menurut saya tidak begitu baik. Beberapa pemilihan katanya kurang tepat, misalnya pada halaman 31

"Dulu Katrina dan ibunya tinggal berdekatan dengan kami. Ibuku adalah ibu permandiannya, dan aku telah mengenal Katrina hampir seumur hidupnya"

Daripada menggunakan kata ibu permandian, rasanya lebih familiar menggunakan kata ibu baptis.

Kedua, akibat pemilihan kata-kata yang mungkin terlalu baku, jalan cerita jadi tidak mengalir. Banyak hal yang membingungkan. Ketiga, penempatan tokoh Jake, si aktor kenamaan itu terasa dipaksakan hadir. Kalaupun dia dijadikan sebagai orang ketiga dalam hubungan Dan-Megan, haruskah digambarkan sebagai aktor kenamaan? Well, overall, saya hanya memberikan 2 bintang untuk Koleksi Istimewa Harlequin ini. Itupun, karena covernya lumayan bagus menurut saya. Yang cowok dan cewek cakep dan serasi, ditambah warna emas dan hijau pupus. Cantik :)

Terima kasih pada aurora, yang sudah meminjamkan buku ini via PinjamBuku.org