~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Young Adult. Show all posts
Showing posts with label Young Adult. Show all posts

#664 Highly Unlikely

 

Raya adalah anak sulung dari dua bersaudara. Di rumah, Mama-nya selalu mengajarkan Raya dan adiknya, Rachel untuk memilah sampah dengan baik. Selain itu mereka juga membuat kompos sendiri dan lubang biopori di halaman rumahnya. Sebenarnya hal ini menangani limbah rumah tangga sudah mereka lakukan sejak Papanya masih hidup. Namun sejak kepergian Papanya, Mama semakin ketat mengawasi pengelolaan sampah di rumah. Hal ini membuat Raya sedikit merasa kewalahan. Apalagi Rachel seringkali ingkar dari tanggung jawabnya. Sebagai anak sulung, mau tak mau Raya mengambil alih tugas adiknya.

Sementara itu, karena pandemi masih berlangsung, maka perkuliahan harus dijalani Raya secara daring. Termasuk kali ini dalam mengerjakan tugas penelituan berkelompok. Raya digabungkan dengan Popon dan Kamal, dua sahabatnya. Namun orang keempat yang ada di kelompoknya membuat Raya tidak senang. Bergas adalah orang yang ingin dihindari oleh Raya. Dia punya pengalaman tidak menyenangkan dalam mengerjakan tugas dengan temannya yang juga food vlogger kondang itu. Di semester sebelumnya, Bergas selalu telat mengumpulkan tugas bagiannya, sehingga Raya harus mengambil alih dan mengerjakannya sendiri.

Kalau lagi bingung mau membaca apa, trus ketemu novel yang page turner itu rasanya sangat menyenangkan. Saya suka semua bagian dari novel ini. Pemilihan judulnya juga eye-catching menurut saya. Highly unlikely itu membuat orang akan bertanya-tanya, ada peristiwa apa sih yang akan dibahas dalam novel ini. Meski kondisi pandemi sudah berlalu, tapi pembaca tetap akan relate karena kita semua pernah menjadi bagian dari masa-masa tidak menyenangkan itu. Penelitian yang dikerjakan Raya dan teman-temannya terkait Ilmu Komunikasi bisa dicerna dengan baik oleh pembaca seperti saya yang awam dengan ilmu tersebut. Malah berasa mendapat ilmu baru. Ambisnya Raya tuh kerasa banget. Bersyukur dia punya sahabat seperti Popon dan Kamal yang bisa memahami dirinya yang rada bossy itu.Lalu ada perjalanan enemy-to-lover antara Raya dan Bergas yang bikin senyum-senyum, meringis, juga sedih. Trus yang juga bikin nambah ilmu itu adalah tentang penanganan kompos di rumah Raya. Sampai ada ilustrasi gambarnya juga.

Highly Unlikely
Aghnia Sofyan
256 halaman
Gramedia Pustaka Utama 
April 2024

#652 Mel, Melatiku

 


Amel adalah seorang atlet renang. Sejak kecil orang tuanya sudah mempersiapkan Amel agar bisa menjadi atlet, terutama Bundanya yang cukup ketat dalam mengatur jadwal latihan dan keseharian Amel. Amel sebenarnya menerima semua kondisinya itu, tapi ada kalanya dia merasa lelah dan bosan. Ketika Axel mendekati Amel, Amel mulai membuka diri. Bukan pertama kali sebenarnya Amel memiliki hubungan dekat dengan lelaki. Tantri, sahabat Amel tidak menyukai Axel. Karena menurut Tantri Axel bukan cowok baik-baik. Axel memang sering bolos, tapi Amel menganggap hal itu biasa saja.

Semakin hari Amel mulai menyadari hubungannya dengan Axel tidak mengarah ke hal yang baik. Amel memutuskan Axel. Ketika Amel mulai fokus dalam mempersiapkan diri menjelang PON, dia dikejutkan dengan beredarnya foto tak senonoh dirinya. Akibatnya sungguh fatal. Amel dikeluarkan dari sekolah dan juga tim PON. Amel menjadi depresi dengan segala pemberitaan tentang dirinya.

Tema kekerasan dalam berpacaran mungkin bukan hal baru di dunia novel remaja. Namun saya menyukai tokoh Amel di dalam novel ini. Dia jatuh, terpuruk, dan berusaha untuk bangkit. Selain itu konflik keluarga juga mewarnai kehidupan Amel. Memiliki bunda yang sangat menaruh harapan tinggi pada anak-anaknya menambah "kekacauan" dalam hidup Amel. Kehadiran Ega dan Serena dalam usaha Amel memulihkan jalan hidupnya digambarkan dengan baik. Meski ending-nya seperti dipercepat, namun saya suka dengan akhir yang ditawarkan penulis.

Mel, Melatiku
Ken Terate
384 halaman
Gramedia Pustaka Utama
February, 2024


#648 Remedies

 


Gerry masih belum bisa menerima kematian Ibunya. Apalagi kala itu dia dan ibunya juga ditinggal pergi oleh Ayahnya. Gerry berharap Ayahnya akan datang pada saat Ibunya dimakamkan, tapi ternyata yang diharapkannya tak kunjung terjadi. Gerry bahkan meninggalkan polo air, olahraga yang menjadi passionnya dan sempat ditekuninya dengan serius.

Di sekolah, Gerry memiliki sahabat bernama Farhan dan Niko. Keduanya paham, Gerry sensitif pada dua hal. Polo air dan keluarga. Namun berbeda dengan Retha, yang terus saja mengusik Gerry perihal polo air. Gerry bahkan kesal dengan teman sebangkunya yang baru pindah itu.

Novel ini terasa suram sekaligus membuat hati teriris. Membayangkan kondisi Gerry yang harus menghadapi keegoisan kedua orang tuanya sehingga membuat hidupnya nyaris hancur. Beruntung Gerry masih memiliki tante dan omnya yang mendampinginya menjalani hari-hari berat itu. Perasaan bersalah dan marah terhadap ibunya, serta benci pada ayahnya membuat Gerry hidup dalam masa lalu yang menyakitkan.

Saya suka dengan pengembangan karakter Gerry. Interaksi dengan teman-temannya, humor dan bercandaan dengan Farhan, Niko dan Retha juga menjadi penyeimbang bagi jalan cerita yang cukup dark ini. Open ending yang menjadi pilihan penulis pun cukup adil buat Gerry.


Remedies
Trissella
264 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Oktober, 2023



#645 The Girl Who Fell Beneath the Sea



Ketika Shim Cheong terpilih sebagai pengantin Dewa Laut, Mina berupaya menghalangi pengorbanan yang akan terjadi pada Cheong. Pasalnya, Cheong adalah wanita yang dicintai oleh kakaknya, Joon. Mina tahu Joon akan melakukan apapun untuknya, oleh karena itu kali ini Mina juga akan melakukan apapun untuk Joon. Mina memilih mengorbankan dirinya terjun ke laut menggantikan Cheong. 

Seorang wanita dipilih untuk menjadi pengantin Dewa Laut, yang bertujuan untuk meredam amarah Dewa Laut. Bertahun-tahun desa tempat tinggal Mina dilanda bencana. Masyarakat percaya, Dewa Laut sedang murka. Tidak terhitung lagi banyaknya wanita yang berkorban dan atau dikorbankan. Ketika Mina mengambil alih peran sebagai pengantin Dewa Laut, dia memiliki misi untuk membujuk Dewa Laut yang telah melupakan manusia yang memujanya. Mina menyadari dirinya tidak secantik para pengantin terdahulu, tetapi dia akan berjuang demi dirinya sendiri. 

Petualangan Mina di dasar laut, melewati dunia arwah, dan bertemu dengan para dewa dan makhluk mitos adalah cerita yang menarik untuk diikuti. Salah satu dewa yang ditemuinya adalah Shin, yang justru memutus Benang Merah Takdir antara Mina dan Dewa Laut. Hal itu semata-mata dilakukan Shin agar Dewa Laut tetap terlindungi. Shin percaya bahwa bencana yang dialami oleh masyarakat desa di daratan adalah akibat ulah mereka sendiri. Mereka yang merusak lingkungan, sehingga dewa-dewa pelindung alam berpaling karena tidak ada lagi yang bisa dilindungi. Yang tidak diduga selanjutnya adalah ketika Benang Merah Takdir justru menghubungkan Mina dengan Shin.

Dari segi fantasy, cerita ini memang menarik. Meski romansa antara Shin dan Mina nyaris terasa garing. Mina sendiri seringkali tergerak untuk melakukan banyak hal padahal dia punya misi utama dengan Dewa Laut. Akhir kisah antara Mina, Dewa Laut dan Shin itu sendiri terkesan dipaksakan menurut saya. Konon, kisah ini didasari oleh Legenda Shim Cheong. Untuk yang tertarik, bisa membacanya di sini. Novel ini sendiri terpilih sebagai  Best Young Adult Fantasy & Science Fiction (2022)  oleh Goodreads Choice Awards. Gambar covernya juga bagus banget, pas jadi bacaan di masa Imlek.  


The Girl Who Fell Beneath The Sea
Axie Oh
290 halaman
Elex Media Komputindo
Maret 2023



 

#637 The Privileged Ones

 


Rara, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pandawa, mempersiapkan kanal Youtube dengan konten bermanfaat yang harus bisa mengimbangi gempuran konten sampah yang beredar di masyarakat. Bersama kedua sahabatnya, merke bukan hanya sekadar mengerjakan tugas akhir mata kuliah Publisitas itu untuk mendapatkan nilai terbaik. Rara punya harapan besar dengan hadiah yang dijanjikan dari kompetisi bergengsi kolaborasi kampusnya dengan Change TV.

Terlahir dari keluarga miskin, Rara memutuskan untuk kuliah di Jakarta, meski kedua orang tuanya tidak merestuinya. Dukungan Indah, kakaknya yang juga tinggal di Jakarta, menjadi dorongan kuat bagi Rara. Indah membantu Rara untuk kebutuhannya di Jakarta, disamping beasiswa yang diperoleh Rara dan juga pekerjaan paruh waktu yang dilakukannya. Jika chanel Soul Diary yang digagasnya bisa menang, masalah keuangan bisa teratasi. Namun saingan terberat mereka adalah chanel milik DIva, teman sekelasnya, yang memiliki keluarga kelas sosialita. Diva jelas memiliki semua sumberdaya yang bisa mendukungnya. Jika dibaratkan lomba lari, Rara dan Diva tidak berangkat dari garis start yang sama.

Rara memilih mengangkat tema kesehatan mental di dalam chanel Youtubenya. Dia dibantu oleh seorang psikolog muda bernam Giri. Berbagai kasus mereka tayangkan untuk memberikan edukasi pentingnya memeprhatikan kesehatan mental seperti halnya kesehatan fisik. Tanpa Rara sadari, dirinya sendiri tengah bergelut dalam insecurity akan kemiskinannya. Sementara itu, Indah juga sedang bergumul dengan konflik rumah tangganya. Apakah impian mereka untuk bisa memiliki lebih banyak pilihan dalam hidup tidak bisa mereka raih?

Novel ini sangat bergizi. Ada tiga topik utama yang bisa saya pelajari dari novel ini. Yang pertama tentang sisi psikologis dan kesehatan mental. Bukan hanya satu contoh kasus yang dialami oleh tokoh utama, tapi ada beberapa kasus lainnya yang juga diangkat dalam novel ini. Yang kedua, tentang privilese, seperti judulnya. Seringkali kita memahami privilese itu sebatas ketersediaan materi dan sumber daya. Padahal setiap orang pasti terlahir dengan privilese-nya masing-masing. Kita sering terjebak memandang kelebihan orang lain dan hal-hal di luar kuasa kita, lalu mengecilkan privilese yang kita punya dan tidak berbuat apa-apa, padahal hal itu ada dalam kendali kita. Yang ketiga, bahwa tiap orang punya lintasan pertandingannya masing-masing. Saya mengutip paragraf terakhir dalam novel ini yang bisa kita jadikan pelajaran.

Siapa pun kita, hidup tak akan pernah mudah. Namun, semesta selalu membuka celah bagi mereka yang menolak menyerah.

Meski berada pada lini Young Adult, saya rasa novel ini bisa juga dibaca untuk orang dewasa. Bahkan oleh orangtua muda, karena ada ilmu parenting yang bisa diterapkan di dalamnya. Ini salah satu novel terbaik yang saya baca di tahun 2022.

The Privileged Ones
Mutiarini
248 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Maret, 2022



#635 Chasing The Blue Flames



Lulu tahu hubungannya dengan Damar sulit untuk diteruskan karena perbedaan di antara mereka. Damar juga menyadari itu. Damar pun merencanakan untuk memberikan kenangan terbaik bagi Lulu, supaya perpisahan di antara mereka tidak terlalu menyakitkan. Tapi Lulu tidak sependapat. Terpuruk karena perpisahan mereka membuat Lulu memutuskan untuk melakukan trip ke Kawah Ijen. Di sana, ada fenomena blue flames yang konon bagi siapa yang melihatnya maka permohonannya akan terkabul. Lulu berharap dia bisa menyaksikan langsung cahaya biru itu, agar dia bisa kembali ke masa lalu. Mungin jika dia tidak pernah bertemu dengan Damar, hatinya tidak akan sesakit saat ini. Permohonan Lulu terkabul. Dia kembali ke masa kuliahnya saat pertama kali bertemu dengan Damar.

Bukan hanya Damar saja. Lulu juga bertemu kembali dengan Sarah, sahabatnya yang sekarang sudah tak ada kabarnya. Juga Dewa, kakak tingkat yang pernah ditaksirnya. Lulu menjalankan misinya untuk menghindari Damar, tapi ternyata itu sulit untuk dilakukan. Meski dijalani sekali lagi, jika takdir sudah berkehendak, maka hasil akhirnya tidak akan berubah.

Mengusung konsep time travel, novel ini menceritakan tentang takdir dan bagaimana menyikapinya. Waktu yang sudah dilalui bukan hanya berisi kenangan indah saja, tetapi juga banyak hal-hal yang tidak menyenangkan yang mengikutinya. Lulu mencoba menjalani tiga bulan di masa lalu membenahi hal yang dianggapnya perlu dibenahi. Ada satu hal yang berkesan dari novel ini yang saya tangkap. Kenangan itu akan menghampiri pas lagi benar-benar butuh. Tidak masalah mengenang masa lalu ketika muncul rasa kangen. Setidaknya kangen itu akan memberikan kehangatan.

Terima kasih GPU atas buntelan bukunya.

Chasing The Blue Flames
Saufina
304 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Agustus, 2022



#628 Words in Deep Blue

 



Mengawali tahun 2022, BBI Joglosemar membuat tantangan membaca dengan tema babat timbunan. Maklumlah, sebagian besar penghuni BBI Joglosemar memang anggota Ordo Timbunan. Timbunan buku yang dimaksud bukan hanya secara fisik (printed) tapi juga versi digital (ebook). Saya memutuskan membaca buku ini yang pernah saya beli versi digitalnya di Google Playbook di tahun 2020 lalu. Dan ternyata buku ini membuat saya mencari lebih banyak buku untuk ditimbun dibaca.

Rachel kehilangan adiknya, Cal, yang tenggelam saat berenang di laut. Laut yang pernah sangat dicintai oleh Rachel ternyata merengut kebahagiaannya. Rachel yang dulunya siswa dengan prestasi sains cemerlang, kini tidka sanggup menyelesaikan kelas 12. Bukan hanya Rachel, ibunya juga mengalami depresi. Rachel memutuskan untuk pindah kota, kembali ke Gracetown meski dia menyadari akan menemui kesulitan yang lain di sana. 

Tiga tahun yang lalu Rachel pernah tinggal di Gracetown, sebelum dia dan adiknya mengikuti Ibunya pindah ke kota lain. Sesaat sebelum pindah, Rachel menuliskan surat pernyataan cinta-nya untuk Henry, sahabatnya, dan diselipkan di sebuah buku kesukaan Henry. Sepertinya Henry tidak membaca surat itu, karena kabar yang diketahui oleh Rachel adalah Henry berpacaran dengan Amy. Lambat laun, korespondensi antara Rachel dan Henry terputus sejak Rachel memutuskan tidak lagi membalas surat-surat dari Henry. 

Henry tinggal di sebuah toko buku bekas milik kedua orang tuanya yang bernama Howling Books. Sepanjang hidupnya dipenuhi oleh buku-buku. Dia bahkan memiliki tempat tersendiri di sebuah sudut toko buku itu untuk menghabiskan waktu bersama Amy. Ketika Amy memutuskan hubungan mereka, Henry berusaha mempertahankannya. Dia bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab keretakan hubungan mereka. Di saat bersamaan, dia mendapat kabar dari Ibunya bahwa toko buku itu akan dijual. Rachel yang sedang mencari pekerjaan di Gracetown, kemudian dipekerjakan oleh Ibunya untuk mendata buku-buku yang ada di sana. 

Pertemuan kembali antara Rachel dan Henry membuka kisah di antara mereka. Rachel yang masih terkungkung dalam depresi pasca kehilangan adiknya, sekali lagi berhadapan dengan Henry yang patah hati ditinggalkan Amy. Masing-masing mereka membuat batasan yang mendefenisikan diri mereka saat ini. Rachel menganggap kata-kata tidak berarti, sementara Henry melihat dirinya dalam eksistensi hubungannya bersama Amy. Hanya lewat buku-buku di Perpustakaan Surat, yang akhirnya bisa menjembatani keduanya dan melihat realita. 

Saya suka dengan konsep Perpustakaan Surat, dimana buku-buku di dalamnya menjadi media orang-orang saling berhubungan. Ada yang menuliskan catatan-catatan di pinggiran buku, atau sekadar menandai bagian kalimat yang berarti bagi mereka. Ada juga yang menyelipkan surat di antara halaman buku, seperti yang dilakukan oleh Rachel dan Henry, juga George (adik Henry) dengan seorang pria pengagumnya.
 
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ada banyak buku yang disebutkan di dalam buku ini disertai sedikit gambaran mengenai buku tersebut. Buku di dalam buku, tepatnya. Saya yang penasaran dengan puisi The Love Song of J. Alfred Prufrock oleh T.S. Elliot langsung mencari puisi itu, karena sepenggal kalimat yang disukai oleh Rachel.

Do I dare..
Disturb the universe?
In a minute there is time
For decisions and revisions which a minute will reverse.

Words In Deep Blue
Cath Crowley
358 halaman
Noura Books
Mei, 2018





#616 Dry


California Selatan mengalami kekeringan. Pemerintah setempat mengumumkan status Keran-Mati (Tap-Out)karena kemarau yang sudah berlangsung lama. Krisis air mulai terjadi, dimana air untuk diminum menjadi langka. Alyssa Morrow dan adiknya Garret bahkan hanya kebagian es batu di pusat perbelanjaan. Mereka membawa pulang berkantung-kantung es batu untuk dijadikan air minum. Saat cadangan air mereka mulai menipis, kedua orang tua mereka berinisiatif pergi ke pantai, karena mereka mendengar ada tanki yang dapat memproses air laut untuk menjadi air yang dapat diminum.

Waktu berlalu, dan kedua orang tua Alyssa tidak juga kembali. Alyssa memutuskan untuk pergi mencari orang tuanya. Kelton McCracken, tetangga mereka, ikut membantu. Sebenarnya keluarga McCracken tidak mengalami krisis seperti warga lainnya. Ayah Kelton telah mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis jauh sebelumnya. Mereka memiliki semua hal yang diperlukan untuk bertahan hidup. Namun McKracken tidak mau berbagi dengan yang lain. Dalam perjalanannya menuju pantai, Alyssa menyaksikan sisa-sisa kekacauan. Sesuatu telah terjadi, dan mereka tidak bisa menemukan orang tua mereka. 

Saat itulah mereka bertemu dengan Jacqui, seorang gadis yang unik dan pemberani, yang menyelamatkan mereka dengan imbalan mendapatkan antibiotik untuk luka di lengannya dari Kelton. Kelton membawa mereka kembali ke rumah McKracken, dan membuat Alyssa, Garret dan Jacqui terkagum-kagum dengan isi rumah Kelton. Namun, Alyssa membuat satu langka keliru dengan membagikan air minum botolan yang diambilnya dari persediaan keluarga McKracken kepada warga di sekitar. Tidak perlu menunggu waktu lama, rumah keluarga McKracken diserbu oleh warga.

Perjalanan Alyssa, Garret, Kelton dan Jacqui mencari air merupakan inti dari kisah dalam novel ini. Dari keempat tokoh itu, saya paling menyukai Garret. Dia bukan tokoh utama, tapi keberadaannya seringkali menyelamatkan situasi. Saya tidak suka dengan Alyssa, yang menurut saya terlalu naif, meskipun dia, di antara tokoh lainnya, memang yang berpikir jernih dan bertindak secara rasional. 

Membaca beberapa halaman pertama membuat saya berpikir tidak akan mudah menyelesaikan novel ini. Kekeringan yang dinarasikan di dalam novel ini begitu terasa, sampai membuat saya berkali-kali menghentikan membacanya. Saya punya pengalaman kekurangan air di masa lalu, sampai membuat saya dan teman-teman harus mencari sumber air untuk mendapatkan air bersih. Meski tentu saja yang saya alami tidak separah apa yang dialami oleh Alyssa di dalam novel ini, tapi kondisi itu membuat saya sangat menghargai pentingnya air bersih. Saat kran air di rumah tidak mengalirkan air, saya menjadi frustasi. Menempatkan diri dalam kondisi di buku ini, sampai ada orang-orang yang rela melakukan apa pun demi air, sungguh membuat depresi.

Novel ini hanya salah satu dari sekian banyak buku yang membahas tentang perubahan iklim. Bahkan pembaca juga bisa menemukan climate fiction lain yang mengangkat topik berbeda. Pemanasan global dan perubahan iklim menjadi issue penting yang seharusnya bisa dipahami dengan baik oleh semua orang. Bahwa perubahan itu memiliki dampak yang menghancurkan. Menampilkannya dalam bentuk fiksi bisa menjangkau lebih banyak orang. Untuk young adult, novel ini bisa menjadi pilihan. 

Dry (Kering)
Neal Shusterman & Jarod Shusterman
456 halaman
Gramedia Pustaka Utama
Mei, 2020