~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Sefryana Khairil. Show all posts
Showing posts with label Sefryana Khairil. Show all posts

#277 Tokyo: Falling ~ Secret Santa BBI 2013


Judul Buku : Tokyo: Falling
Penulis : Sefryana Khairil
Halaman : 338
Penerbit : Gagas Media

Perjalanan terakhir saya bersama STPC adalah di Bangkok. Kali ini saya mendapatkan "tiket" ke Tokyo dari Secret Santa. Terima kasih Santa... tahu aja Santa kalau saya pengen ke Tokyo. Di Tokyo ada Sefryana Khairil yang mendampingi dan berbagi kisah cinta tentang sepasang wartawan yang sedang bertugas di Tokyo.

#210 Coba Tunjuk Satu Bintang


Judul Buku : Coba Tunjuk Satu Bintang
Penulis : Sefryana Khairil
Halaman : 208
Penerbit : Gagas Media

Novella ini diawali dengan kisah Dio yang memilih meninggalkan Marsya demi mengejar impiannya menjadi ahli astronomi. Rencana pernikahan mereka tentu saja batal. Marsya tidak berbuat apa-apa selain berkata, "Aku tahu, mimpimu lebih berarti daripada apa yang udah kamu miliki." Kisahnya pun melompat 3 tahun kemudian. Meskipun Dio sudah berusaha mengejar mimpinya sampai ke Hamburg-Jerman, Dio menyadari kalau dia tidak bisa melupakan Marsya. Kalung dengan liontin bintang pemberian Marsya masih disimpannya. Ketika masa liburan tiba, Dio pulang ke Indonesia dengan harapan bisa mendapatkan kesempatan lagi dari Marsya.

Sementara itu, Marsya tenggelam dalam kegiatan melukisnya. Berbeda dengan 3 tahun yang lalu, lukisan Marsya saat ini menjadi suram. Marsya memutuskan untuk pergi menyendiri sejenak ke suatu tempat yang disebutnya sebagai pusat gravitasi bumi. Di sana dia bertemu dengan Andro, seseorang yang pernah dikenalnya dulu. Bersamaan dengan itu Dio kembali hadir di hadapannya. Merasa sakit hatinya belum sembuh, Marsya menghindari Dio dan tidak memberikan kesempatan bagi Dio untuk menjelaskan kepergiannya dahulu. Meskipun sahabat mereka, Rama dan Kimmy,  sudah turun tangan berusaha mempersatukan mereka, Marsya tetap menutup diri. Marsya justru menerima cinta yang ditawarkan oleh Andro, meski dengan hati yang bimbang.

Kisahnya masih berlanjut, masih ada tarik-ulur antara Dio dan Marsya ala sinteron kejar tayang.  Tapi saya malas menuliskannya, ntar tahu-tahu malah saya menceritakan isi satu buku. Kenapa saya bilang begitu? Ya karena novella ini memang singkat. Sudah gitu hurufnya gede-gede pula seperti bacaan anak-anak. Saya saja membacanya kurang dari 2 jam.

Yang saya ga mengerti kenapa Dion harus meninggalkan Marsya hanya untuk kuliah ke Jerman? Kerjaan Marsya kan pelukis ya... bisa kan melukis di Jerman? Kalau Dio memang segitu cintanya sama Marsya ya tentu dia memikirkan cara bagaimana bisa mendapatkan impian sekaligus cintanya.

Saya nyaris ga percaya kalau novella ini karya mbak Sefryana. Beberapa karya beliau sebelumnya jauh lebih bagus daripada yang ini. Yang satu ini terasa dangkal. Kalau bukan karena quotes tentang bintang-bintang di dalamnya, saya ga ragu ngasih bintang satu saja.

2 stars

Postingan ini ditulis untuk #UnforgotTEN Project No.3

banner

#79 Sweet Nothings


Judul Buku : Sweet Nothings
Penulis : Sefryana Kharil
Halaman : 316
Penerbit : Gagas Media

Sejak membaca sneak peek mengenai novel ini di sini, saya ingin segera memiliki novel ini. Saya baru membaca satu novel lain karya Sefryana yaitu Coming Home. Dan ternyata masih ada hubungan antara tokoh di Coming Home dengan tokoh di Sweet Nothings ini. Amara (dari Coming Home) adalah adik dari Saskia,tokoh wanita utama di novel ini. Saskia adalah pemilik toko kue Sweet Sugar, yang membutuhkan seorang pastry chef untuk tokonya. Indira, bagian marketing di tokonya memperkenalkan adik sepupunya, Harsa kepada Saskia. Harsa sendiri sudah punya segudang pengalaman sebagai pastry chef di usianya yang tiga puluh tahun.

Konflik antara Saskia dan Harsa dimulai sejak pertemuan pertama mereka. Sebenarnya bukan Harsa yang bermasalah, melainkan Saskia. Saskia menyadari dia memiliki rasa yang berbeda terhadap Harsa. Tapi hal tersebut bertentangan dengan logikanya.
Aku menyukaimu, aku membencimu. Aku tak bisa menerima setiap perubahan yang terjadi dalam diriku saat bertemu denganmu.
 Sudah tujuh tahun lamanya Saskia membangun benteng pertahanan di dalam dirinya yang pernah terluka oleh cinta. Pernikahannya yang pertama membuatnya belajar bahwa cinta saja tidak cukup untuk menjalani suatu hubungan, apalagi pernikahan. Mantan suaminya, Edo, yang dia kira mencintainya ternyata bukanlah pasangan hidup yang diharapkannya. Hanya Saskia yang berusaha menjadi penopang rumah tangganya, menghidupi Edo, Abi dan Tasya (kedua anak mereka).  Rasa lelah dan sakit hati karena pertengkaran dan tidak adanya dukungan dari suaminya mendorong Saskia untuk mengakhiri pernikahannya. Sayangnya, tiga hari setelah Saskia menggugat cerai Edo, Edo meninggal karena sebuah kecelakaan. Saskia bingung antara merasa lega dan sedih. Tapi yang pasti Saskia tidak merasa kehilangan Edo. Dia hanya kehilangan kepercayaan dirinya akan suatu hubungan. Baginya selama dia berusaha untuk yang terbaik untuk dirinya dan anak-anaknya itu sudah cukup.

Tapi semuanya berubah sejak Harsa hadir dalam hidupnya, apalagi ketika Harsa juga menunjukkan rasa yang sama. Saskia mati-matian menutup dirinya, berusaha membenci Harsa. Energi negatif yang dipancarkan Saskia dari tingkah lakunya terhadap Harsa membuat saya sebagai pembaca menjadi lelah. Saskia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, sehingga dia melupakan orang lain di sekitarnya, termasuk kebutuhan anak-anaknya akan seorang ayah.  Penokohan Saskia yang tenggelam dalam ketakutannya membuat saya teringat dengan Amirah, tokoh wanita di Coming Home. Dua-duanya punya sifat yang sama. Entah karena diceritakan bersaudara, sehingga Sefryana perlu mengulang karakter yang sama di kedua novelnya ini.

Harsa yang tidak putus asa mencoba meyakinkan Saskia, hingga akhirnya Saskia mulai membuka diri dan cintanya pada Harsa.  Hubungan antara dua koki ini manis sekali. Tapi manisnya tidak bertahan lama. Perbedaan umur dan status jandanya membuat Saskia kembali menutup diri ketika Harsa melamarnya untuk menjadi istrinya. Saskia tidak mau mengalami luka yang sama lagi, sehingga dengan sengaja dia melukai Harsa. Kembali Saskia masuk ke dalam "kotak" yang dibuatnya untuk melindungi hatinya.

Saya cukup menyukai tema kuliner yang diangkat pada novel ini. Apalagi ada resep dan tips-tips membuat kue yang bertaburan di halaman demi halaman novel ini. Quote-quote indah juga banyak dijumpai. Cover dan pilihan ornamen di bagian bab-nya yang lembut sangat pas menggambarkan suasana toko kue Sweet Sugar.   Dan yang paling sweet adalah tokoh Harsa tentunya. Pria yang bisa memasak selalu punya tempat istimewa dalam pandangan saya :)