~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Review 2017. Show all posts
Showing posts with label Review 2017. Show all posts

#523 Raindrops Serenade

Judul Buku : Raidrops Serenade
Penulis : Dya Ragil
Halaman : 264
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Siang itu, Risa sempat lupa dengan tanggung jawabnya sebagai panitia seksi acara PPA di kampusnya. Untungnya Luna, sahabatnya menelponnya dan mengabarkan bahwa dia mendapat tugas untuk menemani Luna bertemu dengan Lima Oktaf, band pengisi acara di PPA itu. Mendengar nama band-nya saja membuat Risa tidak semangat. Ada kejadian di masa lampau terkait dengan band itu yang membuaynya tidak menyukai band favorit Luna.

Tidak banyak yang tahu jika Risa bisa menciptakan sebuah lagu. Lima tahun yang lalu, dia dan Amel menulis sebuah lagu yang kemudian entah bagaimana lagu itu bisa menjadi hits populer band Lima Oktaf. Risa mencoba mengklarifikasi pada para personil band bahwa mereka melakukan plagiasi. Tapi tidak ada tanggapan dari band tersebut. Yang ada Risa di-bully  habis-habisan oleh para fans Lima Oktaf. Parahnya lagi, Amel meninggalkannya setelah merasa kecewa karena menganggap Risa yang membocorkan lagu itu ke band Lima Oktaf. Risa depresi dan mencoba bunuh diri. Untung saja, percobaan bunuh dirinya gagal. Namun, Risa tidak serta merta lepas dari masalah. Tidak lama kemudian, Pandu, tetangganya yang juga menjadi idolanya meninggal karena sakit jantung. Kehilangan bertubi-tubi terhadap Risa membuat orang tua Risa menjadi overprotektif pada anak gadis mereka satu-satunya itu.

Ide plagiarisme, copyright, sampai pada proses kreatif membuat sebuah lagu memang menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Belum lagi ada masalah cyberbullying yang dialami oleh Risa. Ramuan segala problematika itu dijadikan satu dalam novel Young Adult ini. Sayangnya saya kurang bisa "klik" dengan tokoh utamanya, Risa. Karakter Risa yang bitter, gampang mencurigai orang, nggak bisa percaya sama orang lain, sampai selalu menarik diri, malah membuat saya nggak bisa simpatik padanya. Iya, dia mengalami depresi yang parah sampai semua orang memperlakukannya layaknya porselen. Tapi apa harus dia jadi jutek sama semua orang? Bahkan sama Luna, sahabatnya sendiri, dia berbuat demikian hanya karena Luna fans dari Lima Oktaf.

Beberapa bagian dialog atau kalimat Risa juga terkesan dipaksakan dan berulang (novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama, Risa). Misalnya jika Risa dipeluk oleh orang lain, penggambarannya selalu 'pelukannya membuat badanku remuk' atau semacam itu. Mungkin mau memperlihatkan ringkihnya kondisi Risa. Atau penjelasan beberapa mata kuliah Fisika yang diambil oleh Risa seakan-akan Fisika itu sulit sekali. Sama adegan pertengkaran sinisnya dengan Amel yang digambarkan betapa Risa sangat membenci Amel dan sebaliknya.

Tapi... lirik lagu ciptaan Risa memang bagus sih. Kalimat-kalimatnya puitis. Juga pada sepertiga bagian akhir novel ini mampu membuat saya terjaga menyelesaikan bacaan ini. Mungkin karena segala misteri dalam hidup Risa akhirnya terungkap di bagian ini. Overall...saya memberikan bintang dua pada salah satu novel luaran Gramedia Writing Project ini.




#522 Sophismata


Judul Buku : Sophismata
Penulis : Alanda Kariza
Halaman : 272
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sudah kurang lebih tiga tahun lamanya Sigi menjadi staf administrasi Johar Sancoyo, seorang anggota DPR Komisi VI. Selain Sigi, ada Catra dan Gilbert yang adalah Tenaga Ahli dan bekantor di ruangan yang sama. Bukannya tidak menyukai pekerjaannya, Sigi hanya merasa sudah saatnya dia mendapatkan promosi. Terutama karena dia merasa mampu untuk bekerja dalam tim Johan sebagai Tenaga Ahli.

Sayangnya, Johan tidak berpendapat sama. Baginya keberadaan Sigi di bagian administrasi sangat membantu pekerjaannya. Lagipula Sigi hanyalah lulusan S1, sedangkan untuk menjadi Tenaga Ahli dibutuhkan kualifikasi minimal S2. Sesuai saran Gilbert, Sigi mencoba mencari jalan lain agar dipandang oleh Johan. Dia mulai membaca informasi tentang Koperasi dan Kewirausahaan mengingat proyek besar Johan berikutnya ada di bagian itu.Sigi bahkan sempat tampil cemerlang di hadapan Unit Staf Kepresidenan kala Johan dan timnya sedang mempresentasikan suatu proyek untuk memuluskan langkah Johan menjadi calon Menteri.

Di kesempatan terpisah, Sigi bertemu dengan Timur, kakak kelasnya di SMA yang mengagumi Johar sebagai seorang tokoh politik. Timur sendiri sedang mendirikan partai politik bersama sejumlah anak muda lainnya. Pertemuannya kembali dengan Sigi mengingatkannya pada rasa sukanya terhadap Sigi bertahun-tahun lalu saat masih SMA. Mungkin sekarang ada jalan bagi mereka untuk bisa bersama.

Sophismata is a proposition of which the truth value is difficult to determine, because it is ambiguous, puzzling or simply difficult to interpret.

Saya mencari arti dari kata Sophismata sebelum membaca novel ini, dan menemukannya di sini. Kata ini sangat cocok dengan apa yang dialami Sigi ketika dia berhadapan dengan dunia politik. Bagi Sigi yang senang membuat kue, politik itu bisa dianalogikan sebagai proses membuat kue. Perlu persiapan yang matang. Tapi semakin lama berkecimpung di dunia politik membuat Sigi semakin membenci politik. Dia melihat bagaimana Johar lebih mengutamakan peluangnya menjadi Menteri daripada mengurusi kepentingan orang banyak. Atau ketika Johar tersandung masalah affair dengan seorang perempuan muda. 

Hidup Sigi adalah hitam dan putih. Sementara politik banyak bermain di wilayah abu-abu. Sebagai pembaca, saya memahami kekesalan Sigi yang dianggap tidak mumpuni hanya karena dia seorang perempuan dan berijazah S1. Saya pernah mengalami perasaan itu sewaktu saya masih seorang sarjana, dan melihat kemampuan kolega saya yang pendidikannya jauh lebih tinggi tidak lebih baik daripada apa yang saya bisa lakukan. Sebenarnya kalau Sigi memang hanya ingin hitam dan putih, ya dia tinggal memilih untuk terus atau keluar dari arena politik itu.

Untungnya ada Timur, yang bisa membantu Sigi memahami dunia politik yang dicintai Timur itu. Tadinya saya berharap akan ada konflik tersendiri antara Sigi dan Timur yang memiliki pandangan terhadap dunia politik yang berbeda. Tapi ternyata harapan saya ketinggian. Timur bisa menerima Sigi yang tidak menyukai politik, dan Sigi meski awalnya mempertanyakan mengapa Timur menyukai dunia politik, toh tidak mengganggu Timur dengan partainya. Seakan-akan romansa Timur dan Sigi hanya pemanis saja.

Yang membuat saya bertanya-tanya adalah kenapa akhirnya Johar memberikan lampu hijau kepada Sigi sebagai Tenaga Ahli? Apakah itu hanya sebagai permintaan maafnya belaka? Apakah aturan bahwa seorang Tenaga Ahli harus S2 benar-benar ada atau bisa diakali oleh si anggota DPR ini?

Terlepas dari kekurangan yang ada, novel ini cukup informatif. Premis dunia politik, partai, anggota DPR menjadi satu daya tarik karena rasanya belum ada novel yang mengangkat latar belakang seperti itu. Novel ini juga mencoba memperkenalkan bagaimana kerjanya seorang anggota DPR lewat sudut pandang seorang staf administratif. Untuk itu novel ini layak diberi bintang tiga. 


#521 Misteri Bilik Korek Api


Judul Buku : Misteri Bilik Korek Api
Penulis : Ruwi Meita
Halaman : 240
Penerbit : Grasindo


Sunday ditemukan oleh Bu Martha di kota Ambon saat kerusuhan melanda kota itu. Sunday dibawa ke Klaten dan dibesarkan di panti asuhan. Setelah SMA, Sunday dipercaya oleh pengelola panti asuhan untuk membantu menjaga beberapa adik-adik yang masih kecil. Ketika Bu Martha menemukan sebuah rumah di Jogja, dia memindahkan sebagian anak-anak ke Jogja. Sunday dibawa serta, karena Sunday bersekolah di Jogja. Di antara beberapa anak yang ikut serta ke Jogja, salah satunya adalah Emola.

Emola adalah anak yang unik. Dia jarang bicara dan suka menyendiri. Karena sama-sama berasal dari Ambon, ibu Martha meminta Sunday untuk lebih dekat kepada Emola. Emola sering terlihat memegang bandul kalung yang digunakannya. Anak-anak lainnya tidak begitu menyukai Emola karena tidak mau bergaul dengan mereka.

Misteri mulai terasa ketika mereka menemukan satu bilik khusus di balik wallpaper di kamar baru mereka. Bilik korek api. Bilik itu memang dipenuhi dengan kotak korek api dan juga replika yang terbuat dari korek api. Rupanya pemilik sebelumnya adalah seorang filumeni (pengoleksi korek api). Di dalam bilik itu juga terdapat buku dongeng tentang gadis korek api. Kalau Sunday dan kelima adiknya senang dengan bilik rahasia itu, berbeda dengan Emola. Emola merasakan ada bahaya di dalam bilik itu. 

Diceritakan dari sudut pandang Sunday dan Emola, kisah ini saling melengkapi. Kalau Sunday menceritakan apa yang bisa dilihat di dunia nyata, Emola melihatnya dari dunia berbeda. Di mata Emola dunia ini dipenuhi binatang-binatang, sehingga terkadang dia tidak bisa membedakan mana yang nyata atau tidak. Emola yang menggunakan bahasa dan dialeh Ambon saat bercerita seperti cenayang dengan kekuatan mata batin yang hebat. Bagian kisah Emola ini yang membuat saya bergidik saat membacanya, dan ingin segera pindah ke bagiannya Sunday. Setidaknya ada Nugi yang so sweet yang membuat bagian Sunday lebih berwarna. Apalagi saya membacanya di malam hari... serem rasanya. Mau berhenti kok nggak bisa juga. 

Selain filumenis, saya tertarik dengan arsitektur rumah jengki yang digambarkan di dalam novel ini. Saat mencari gambar yang mana sih yang dimaksud rumah jengki, saya teringat kalau di sekitaran Stadion Mandala Krida Jogja, memang ada beberapa rumah tua Belanda. Padahal menurut penjelasan Nugi, rumah jengki ini adalah bentuk perlawanan terhadap kolonial Belanda lewat arsitektur. Keren deh...risetnya sampai ke situ.



#520 TwinWar


Judul Buku : TwinWar
Penulis : Dwipatra
Halaman : 296
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Hisa dan Gara, sepasang anak kembar identik yang sekarang duduk di bangku SMA kelas XII. Meskipun kembar identik, Hisa dan Gara tidak selalu bersama. Hisa bersekolah di SMA Praja, Gara bersekolah di SMA Pandu Karya (Pakar). Hisa lebih berprestasi di bidang olahraga, sementara Gara cemerlang di bidang akademik. Keduanya pun memilih untuk tidur di kamar terpisah karena Hisa lebih menyukai musik menghentak, sedangkan Gara buth ketenangan untuk belajar. 

Siapa bilang saudara kembar nggak bisa perang?

Bibit peperangan antara Hisa dan Gara sudah terlihat sejak tiga tahun yang lalu. Entah kenapa seperti ada persaingan di antara keduanya. Gara seringkali merasa iri karena kedua orang tua mereka lebih memperhatikan prestasi Hisa di bidang olahraga. Sedangkan Hisa juga selalu merasa bodoh berada di dekat Gara yang memiliki nilai-nilai tinggi di semua mata pelajaran. Apalagi seperti saat ini menjelang musim try out di sekolah. Hisa harus menaikkan nilai-nilainya. Makanya dia memanfaatkan Gara untuk menggantikannya mengikuti ulangan matematika di sekolahnya. Gara jelas menolak, tapi kemudian bungkam ketika Hisa menunjukkan kartu As yang membuat Gara tidak berkutik. Foto Gara bersama seorang gadis menjadi senjata Hisa. Hisa dan Gara memang dilarang pacaran oleh kedua orang tua mereka sebelum mereka duduk di bangku perguruan tinggi. Bagi yang melanggar tentunya ada hukuman yang berat. 

Gara terpaksa menyamar menjadi Hisa. Tapi Hisa tidak fair. Di saat seharusnya Hisa hadir sebagai Gara di SMA Pakar, Hisa justru bolos. Akibatnya Gara terpaksa menerima hukuman dari sekolah. Gara yang sakit hati kemudian membalas perbuatan Hisa. Tidak mau terima, Hisa kembali membalas Gara. Begitu seterusnya hingga perang yang mereka sulut menjadi api yang menghancurkan satu sama lain.

Saya punya sepupu perempuan yang juga kembar identik. Tumbuh besar bersama mereka membuat saya mengamati hubungan yang terjalin di antara keduanya. Setahu saya, belum pernah kedua sepupu saya ini tidak kompak. Mereka saling mendukung apapun kondisinya. Hal ini membuat saya bertanya-tanya di awal membaca novel TwinWar ini, pasti ada pemicu utama sehingga Hisa dan Gara seperti jadi musuh bebuyutan.

Kalau boleh memilih, saya merasa lebih relate dengan Gara. Di mata saya Hisa ini bad boy-nya sementara Gara adalah good boy-nya. Hisa yang pemalas dan menghalalkan berbagai cara yang penting misinya menjadi pelari yang mewakili sekolahnya di Pekan Olahraga Pelajar terwujud. Kepada Gara, Hisa pun mengaku akan melakukan apa saja agar deretan trophy miliknya di ruang tamu bertambah.

Konflik yang muncul bukan hanya antara Hisa dan Gara saja. Ada juga masalah yang melatarbelakangi mengapa kedua orang tua mereka melarang mereka pacaran di masa SMA, hal yang memicu perang di antara Hisa dan Gara. Konflik lainnya yang menjadi favorit saya adalah antara Hisa dan Ollie, cewek yang naksir berat sama Hisa tapi selalu ditolak. Ollie adalah karakter favorit saya di novel ini. 

Saya suka dengan sisipan ilmu Biologi tentang pewarisan gen dan teori kembar di dalam novel ini. Hehe... maklum saya kan biologist, jadi senang rasanya bisa menemukan ilmu biologi di novel populer. Kemudian celetukan-celetukan dan candaan dari Danu dan Johan, sahabat Hisa juga menyegarkan. Bahkan hingga menutup halaman terakhir novel ini, saya jadi mengerti mengapa novel ini bisa menjadi juara I dalam Gramedia Writing Project Batch 3. Alurnya tertata baik, semua karakter terdeskripsikan dengan jelas, dan saya sepertinya tidak nemu typo dalam novel ini.

Terima kasih untuk Mas Utha yang sudah memberikan kepercayaan bagi saya untuk mengulas novel ini. Dan btw, ini novel teenlit GPU pertama yang saya baca dengan logo teenlit yang baru. Logonya keren, tagline logonya juga "Speak Up Your World". Dan habis membaca novel ini, saya jadi kepikiran untuk bikin proyek pribadi membaca semua karya Gramedia Writing Project yang sudah terbit. 


#519 Sirkuit Kemelut


Judul Buku : Sirkuit Kemelut
Penulis : Ashadi SIregar
Halaman : 279
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Alex dikenal oleh teman-teman se-SMA-nya sebagai pemuda yang sulit sekali didekati oleh perempuan. Sebenarnya ada alasan mengapa Alex tidak mau membuka diri pada perempuan. Alex ditinggalkan oleh ibunya yang kawin lari dengan pria lain. Ayahnya selalu menyalahkan dirinya sebagai anak wanita sial pengkhianat. Bagaimana jika gadis-gadis itu mengetahui siapa dirinya sebenarnya? Tentunya mereka akan semakin mencemooh dirinya.

Teman-teman Alex sampai gerah melihat Alex tidak mempunyai pacar. Mereka akhirnya menyusun rencana untuk Alex. Joice, seorang gadis yang selalu menghindari Alex mereka ajak bergabung dengan mereka di suatu siang. Joice diperdaya hingga tidak sadarkan diri. Alex pun mereka suruh untuk menggauli Joice, agar Joice tidak bisa menolak untuk dijadikan pacar. Tapi yang ada Alex malah menjadi bual-bualan keluarga Joice. Dia dihajar habis-habisan. Lebih sialnya Alex diusir dari rumah oleh ayahnya. Karena terlibat perkelahian dengan tukang parkir dia akhirnya dijebloskan ke penjara.

Kehidupan Alex yang penuh drama terus berlanjut. Setelah dibebaskan dari penjara, Alex berakhir menjadi montir di sebuah bengkel milik keturunan Tionghoa. Di situ dia bertemu dengan Tante Liana, yang ternyata mengenal siapa mamanya Alex. Perjumpaan dengan Tante Liana membuka babak baru dalam hidup Alex. Perlahan dia mulai jatuh cinta dengan Tante Liana. Sayangnya Tante Liana sudah menikah. Liana sendiri merasakan keterikatan dengan Alex. Mungkin karena dulu dialah yang menghasut agar mamanya Alex meninggalkan keluarganya. Jika dulu Liana tidak berbuat demikian tentunya hidup Alex tidak akan sepahit sekarang ini.

Sirkuit Kemelut ini memuat kisah romansa dengan konflik yang kompleks. Mulai dari pengkhianatan seorang istri, jiwa terluka seorang pemuda, keluarga yang broken home, sampai kasih tak sampai antara dua orang yang terpaut umur yang jauh.  Saya menemukan novel ini di SCOOP, yang ternyata cetak ulang dari novel berjudul sama yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1974 oleh Gramedia. Novel ini bisa dibilang metropop-nya jaman itu. Kisah pemuda yang hidup di kota metropolitan dengan gaya hidup high class. Isi novelnya saya rasa tidak ada yang berubah. Ada beberapa istilah yang saya tidak pahami, misalnya kelas dua Pas-pal (yang belakangan setelah saya googling kelas Pas-pal itu adalah kelas ilmu pasti dan pengetahuan alam), mata pelajaran genoe, dan krosboi. Beberapa brand seperti parfum Avon, merk rokok Lima-Lima dan Dunhill juga disebut-sebut dalam novel ini.

Meski penuh konflik, saya merasa novel ini datar. Tidak ada klimaks yang mengejutkan. Mungkin karena banyaknya konflik yang dialami oleh Alex itu. Endingnya juga seakan berhenti begitu saja dengan ungkapan cinta Alex pada seorang wanita. Dan ohya, saya sempat bingung karena blurb di bagian belakang sampul menyebutkan nama tokohnya adalah Lexi. Ternyata itu adalah nama samarannya Alex yang baru terungkap di pertengahan cerita. 

Ini adalah karya Ashadi Siregar pertama yang saya baca. Beliau adalah penulis novel legendaris Cintaku di Kampus Biru dan beberapa novel romansa lainnya. Saya memberikan bintang dua untuk novel ini. Lumayanlah untuk menambah referensi bacaan literatur Indonesia. 



#518 Laut Bercerita


Judul Buku : Laut bercerita
Penulis : Leila S. Chudori
Halaman : 389
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Sebelum saya lebih jauh mengulas isi bukunya, satu bintang telah saya sematkan terlebih dahulu khusus untuk gambar sampul yang memukau. 

Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris UGM, bertemu dengan Kasih Kinanti yang kemudian mengajaknya bergabung dengan Winatra dan Wirasena, sekelompok pemuda yang mulai "terusik" dengan rezim Orde Baru. Mereka berkumpul dan berdiskusi, menyusun rencana untuk membela masyarakat golongan bawah. Laut berkenalan dengan Daniel, Alex, dan beberapa mahasiswa lainnya yang sama-sama menginginkan Indonesia berubah. Beberapa kali mereka melakukan aksi, hingga akhirnya "tercium" oleh aparat. Laut dan kawan-kawannya dianggap sebagai orang-orang yang menginginkan presiden digantikan. Laut ditangkap, diinterogasi, disiksa, dan masih banyak perlakuan keji lainnya yang diterimanya dengan tujuan menghancurkan mental dan jiwa mereka.

Saya masih duduk di bangku SD pada tahun 1990-1993. Seperti yang diceritakan dalam buku ini, otoritas pemimpin negara di masa Orde Baru mungkin tidak terlalu terasa di luar Pulau Jawa. Namun saya masih ingat sekitar tahun 1997-1998, kerusuhan mulai merambah ke pulau Sulawesi. Banyak perjuangan-perjuangan yang dicetuskan oleh mahasiswa yang kemudian berbuah lengsernya presiden saat itu. Saya sendiri tidak begitu mengikuti sepak terjang mahasiswa, karena saya masih SMA. Namun setelah membaca buku ini, ada pencerahan baru yang saya peroleh.

Buku ini terbagi dalam dua bagian. Kisah dari sudut pandang Biru Laut, dan kisah dari sudut pandang Asmara, adiknya. Laut menceritakan bagaimana mahasiswa yang ikut bergerak menginginkan perubahan mendapatkan perlakuan di luar batas kemanusiaan. Sementara Asmara menceritakan kesedihan dan hilangnya harapan ketika ada anggota keluarga yang dinyatakan hilang tanpa kabar.

Karena di awal buku kisah Laut dibuka dengan kematiannya, maka porsi Laut dikisahkan dalam alur mundur. Hanya saja, saya sempat bertanya apa nilai penting seorang Laut dalam proses ini. Berbeda dengan Kinan dan Bram yang bisa dibilang "otak" dari pergerakan mahasiswa saat itu, Laut hanyalah salah satu dari pelaksana. Laut sendiri diceritakan sempat mengalami kegalauan, keresahan bagaimana jika dia mati. Bukan kematiannya yang dianggap berat, tapi apakah pengorbanannya setimpal dengan hasil yang akan diperoleh? Kemudian saya mendapatkan jawabnya melalui Kinan,
Yang penting kita ingat.... setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak, apakah terasa atau tidak, adalah sebuah kontribusi. Sebuah baris dalam puisimu. Sebuah kalimat pertama dari cerita pendekmu
Laut bercerita bukan hanya soal perjuangan, tapi juga pengkhianatan, kasih sayang, kehilangan, perubahan, pengorbanan. Laut bercerita memberikan harapan bahwa sekecil apapun usaha kita untuk sebuah perubahan, tetap terhitung sebagai kontribusi. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh kamu yang mengaku aktivis kampus :)


#517 Cinder Ana On Duty


Judul Buku : Cinder Ana On Duty
Penulis : Sofi Meloni
Halaman : 280
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Siapa tak kenal dengan kisah cinta legendaris Cinderella? Gadis sederhana yang bertemu dengan pangeran tampan. Dengan mudah kita bisa menjumpai berbagai adapatasi kisah Cinderella. Kali ini Sofi Meloni meramu cerita remaja atau teenlit dengan merujuk ke kisah legendaris Disney tersebut.

Kisahnya diawali dengan pertemuan Ana dengan seorang pemua berpakaian serba hitam di lift sebuah mall. Keduanya terjebak di dalam lift yang macet karena listrik yang padam. Awalnya Ana tidak menyadari bahwa pemuda itu adalah Kent Adrian, seorang artis muda yang sedang naik daun. Tapi tingkah Kent yang sangat menyebalkan di mata Ana membuatnya merasa sial terjebak bersama Kent. Kent memarahi Ana yang berteriak-teriak minta keluar dari dalam lift, sementara Ana menyebut Kent sebagai artis kacangan. 

Sayangnya kesialan Ana harus berlanjut. Kent ternyata sedang menjalani syuting reality show Back To School di SMA Garuda tempat Ana bersekolah. Namanya juga artis, Kent menjadi pusat perhatian siswa-siswa di sekolah itu. Ketika Kent bertemu dengan Ana di parkiran, keduanya kembali terlibat pertengkaran yang tidak berlangsung lama karena para fans Kent segera datang menyerbu. Kent langsung menarik Ana naik ke mobilnya dan segera tancap gas. Ketika sadar bahwa Ana ikut naik di mobilnya, Kent lantas menyuruh Ana segera turun. Setelah berjalan cukup jauh hingga mendapatkan halte bus, lagi-lagi Kent datang menemui Ana untuk mengembalikan telepon genggam Ana yang tertinggal di mobil. Belum sempat berpindah tangan, telepon genggam milik Ana itu dijambret oleh seorang preman. Kent mencoba melawan namun justru mendapatkan luka sayatan di tangan. Belum cukup sampai di situ, Kent malah menyeret Ana ke kantor manajemennya untuk meminta ganti rugi karena tangannya yang luka. Kejadian itu berakhir dengan ditunjuknya Ana sebagai asisten Kent selama melakukan syuting di SMA Garuda.

Tugas Ana sebagai asisten antara lain menyiapkan makan siang Kent dan mengantarkannya ke mobil pada jam istirahat, menemani Kent dalam semua aktifitas Kent, mengerjakan tugas-tugas sekolah Kent dan masih banyak lagi. Semua itu dilakukan Ana sebagai misi khusus, karena Ana terikat dalam kontrak yang menyatakan bahwa Ana harus merahasiakan identitasnya sebagai asisten Kent. Tidak mudah bermain kucing-kucingan apalagi dengan kedua sahabatnya Lika dan Juli yang nge-fans berat pada Kent. Apalagi Kent adalah artis yang arogan, tidak pernah mau meminta maaf, selalu memarahi Ana, dan menganggap Ana sebagai anak kecil. Ana sendiri tidak jarang beradu mulut dengan Kent, meski dia tetap tahu diri harus melaksanakan tugasnya sebagai asisten.

Saya cukup terkejut ketika melihat informasi di akun Instagram milik Gramedia tentang novel terbaru karya Sofi Meloni yang bergenre teenlit. Tentunya saya penasaran, karena empat buku karya Sofi sebelumnya adalah novel romance dewasa. Dan saya ternyata sangat suka dengan tulisan terbaru Sofi ini. Sosok Ana yang terasa real berhadapan dengan figur Kent yang too good to be true. Ditambah dengan karakter-karakter tambahan seperti Lika, Juli dan Asep (asisten Kent) yang lucu dan menggemaskan. Saya juga suka dengan pelajaran sosial yang disampaikan Ana lewat pidatonya, tentang bagaimana Kent sebagai sosok idola adalah juga remaja yang merindukan kehidupan orang biasa. 

Kisah Cinderella tidak lengkap tanpa pesta dansa dan batasan waktu yang diberikan oleh ibu peri. Sofi Meloni menyelipkannya dalam bentuk prom night yang awalnya ingin dihindari oleh Ana karena dia tidak punya pasangan ke acara itu. Bagian prom night ini juga yang menjadi klimaks kisah Cinder Ana. Lantas apakah Ana menemui kebahagian selama-lamanya seperti Cinderella? Hehe.... baca sendiri ya bukunya. Kisah yang manis menghangatkan hati ini dijamin membuatmu akan mengenang kembali masa-masa indah di SMA.




#516 The Chronicle of a 35-Year-Old-Woman


Judul Buku : The Chronicle of a 35-Year-Old-Woman
Penulis : Kincir Mainan
Halaman : 245
Penerbit : Bhuana Sastra

Kikan, seorang gadis berumur 35 tahun dengan karakter work hard play hard. Dalam usianya yang berada di pertengahan tigapuluhan dia masih melajang. Bukannya tidak ada yang menjadi kekasihnya, dia hanya belum menemukan lelaki yang sesuai. Hingga seorang Prasetyo, junior copywriter di kantornya melamarnya dengan sebuah cincin mutiara. Saat dia sedang melamunkan nasibnya, tiba-tiba muncullah "Si blasteran siluman anjing pemburu" alias Andreas di hadapannya. Seketika Kikan langsung ilfil.

Andreas adalah kekasih Kikan 8 tahun yang lalu. Dia mencintai Andreas hanya dalam waktu singkat. Namun Andreas memang penjahat kelamin. Saat dia menghabiskan weekend di kamar hanya berdua dengan Kikan, ternyata Andreas masih berhubungan dengan wanita lain. Kikan menemukan sex tapes mereka di handycam milik Andreas. Kikan lantas meninggalkan Andreas begitu saja, terluka, dan sejak itu dia memilih untuk melajang. 

Sekarang Andreas datang, dan menyerbu masuk dalam kehidupan Kikan. Bukan hanya menyalahkan Kikan yang dulu pergi meninggalkannya, Andreas ternyata juga bekerja di kantor Kikan. Dan lebih parahnya, Andreas adalah saudara tirinya Pras. Ada sesuatu yang terjadi di antara Pras dan Andreas, sesuatu yang membuat keduanya bagai musuh bebuyutan.

Pras sendiri tahu Andreas akan bekerja di kantor yang sama dengannya dan Kikan. Makanya dia segera melamar Kikan. Dia tidak ingin Andreas merebut kembali wanita yang dicintainya. Tidak lagi sejak peristiwa yang dulu. 

Novel ini menarik perhatian saya karena judulnya. Dan saya pun membacanya tanpa ekspektasi apa-apa. Jujur saja, tidak ada satupun karakter utama (Kikan, Andreas dan Pras) yang mendapatkan simpati dari saya. Bahkan Pras, yang sepertinya menjadi "korban" di sini juga tidak. Pras yang terlihat alim, pendiam, dan berwibawa, ternyata punya sisi nakal juga. Sehari setelah jadian dengan Kikan (dan malam itu berakhir dengan suasana tidak menyenangkan), besoknya dia make out di storage room pantry dengan Kikan. Kikan sendiri wanita dengan gaya hidup bebas yang juga menginginkan kebutuhannya terpuaskan. Di sisi lain, Pras menuntut kesetiaan dari Kikan sementara dia sendiri tidak mau berbagi masa lalunya yang menghantui hubungannya dengan Kikan. Kalau Andreas, yah...dia memang tokoh antagonis yang nggak ada sejak awal "diciptakan" penulis dengan segala kelakuan jahatnya. Tapi klimaksnya, ketika hubungan Kikan dan Pras seperti menemukan jalan buntu, Kikan malah memilih menghabiskan malam itu dengan Andreas, yang jelas saja tidak ingin melepaskan kesempatan mencicipi tubuh Kikan seperti delapan tahun yang lalu. *sigh*

Tapi.... I'm quite enjoying reading this novel.  Entah...alur ceritanya seakan menyihir saya yang penasaran ingin mengetahui akhir kisah cinta segitiga ini. Dan saya merelakan waktu istirahat malam saya untuk menamatkan novel ini. Setelah sebulan lebih saya tidak mendapatkan "me time" untuk membaca novel, novel ini adalah pelipur lara untuk saya.