~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Lauren Oliver. Show all posts
Showing posts with label Lauren Oliver. Show all posts

#84 Hana : A Delirium Short Story


Judul Buku : Hana : A Delirium Short Story
Penulis : Lauren Oliver
Halaman : 144 (ebook)
Penerbit : Hodder & Stoughton Ltd.


Bagi yang sudah pernah membaca novel fantasy Delirium, tentunya mengenal Hana Tate, sahabat Lena Haloway. Pada Delirium, Hana digambarkan sebagai sosok yang memiliki fisik sempurna serta tidak mengenal rasa takut. Dia pula yang mengenalkan dunia yang berbeda kepada Lena untuk pertama kalinya. Melalui novella yang diterbitkan dalam bentuk ebook ini kita akan mengenal Hana lebih dekat, dan melihat kisah Delirium dari sudut pandang Hana.

Seperti hal-nya Lena, Hana juga harus melalui proses evaluasi sebelum penyembuhan. Hana juga sempat khawatir dengan masa-masa yang dialaminya nanti setelah dia melalui proses penyembuhan. Setelah melalui evaluai dengan skor yang bagus, Hana kemudian dijodohkan dengan pemuda pilihan. Dan pemuda itu adalah Fred Hargrove, anak walikota Portland tempat mereka tinggal. Sayangnya hati Hana sudah tertambat pada Steve Hilt.

Ya, Hana terjangkit amor deliria nervosa setelah dia bertemu dengan Steve Hilt pada pesta underground yang diikutinya dengan Angelica. Bagaimana mungkin dia bisa menyukai Fred sementara dia hanya bisa mengingat ciuman dan sentuhan Steve di tubuhnya? Jauh dalam hatinya, dia cemburu pada Lena yang bisa hidup "lurus". Yang tidak akan menyimpang dari aturan yang sudah berlaku di negara ini. Lena tidak perlu merasakan kegundahan seperti yang dia alami saat ini. Dia mencintai Steve, tapi apakah Steve juga mencintainya?  Tentu saja Hana tidak bisa menghentikan keinginannya pergi menemui Steve lagi. Dan untuk itu dia harus pergi ke pesta-pesta terlarang itu lagi.

Kali ini pesta diadakan di Deering Highland, dan seperti biasa dia akan ke sana bersama Angelica. Akhir-akhir ini Lena seperti semakin jauh darinya. Di pesta itu, dia bertemu dengan Steve. Sentuhan dan ciuman Steve membuatnya mabuk oleh cinta. Tapa apakah Steve mencintainya? Pertanyaan itu terus terbayang di benaknya. Apakah Steve akan memilihnya untuk hidup bersama melanggar semua aturan ini? Hana memberanikan dirinya bertanya pada Steve, dan ternyata Steve hanya menyukainya karena kecantikannya. Steve sama sekali tidak mencintainya.

Tepat setelah mendengar pengakuan Steve, tiba-tiba terjadi razia. Para regulator menyerbu tempat itu. Orang-orang berlarian menghindari anjing-anjing penjaga itu. Hana dengan segala kekalutannya ikut berlari dan bersembunyi di salah satu pojok rumah tempat pesta yang suda porak poranda. Dia teringat akan Lena, sahabatnya, yang tentunya tidur di rumahnya malam ini. Terhindar dari segala kekacauan ini. Lena benar, cinta itu menyakitkan. Cinta itu penyakit. Dia tidak akan mengorbankan kehidupannya demi cinta. There is no love, only disorder.

Novella ini singkat, saya habiskan di sela-sela kesibukan di kampus (hehe... sempat-sempatnya). Tapi membaca novella membuat Delirium terasa lengkap. Saya sangat menyarankan pembaca Delirium untuk membaca Hana, sebelum melanjutkannya ke Pandemonium. Karena di novella ini Hana mengungkap misteri perpisahan Lena dan Alex :)

Ohya, saya suka dengan cover yang ini (karena ada dua versi cover yang saya lihat di Goodreads). Hana memang cantik ya dengan rambut pirangnya itu.  Tiga bintang deh untuk Hana.



PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012

#83 Delirium


Judul Buku : Delirium
Penulis : Lauren Oliver
Halaman : 518
Penerbit : Mizan Fantasy

Setelah membaca beberapa review di blog teman-teman BBI tentang buku ini plus hebohnya buku ini di dunia fantasy YA (Young Adult) beberapa waktu lalu, membuat saya memasukkan buku ini ke dalam wishlist.  Dan seorang teman (mbak @asdewi) mewujudkan wishlist saya itu dengan meminjamkan buku ini. Kebetulan (lagi) bulan ini ada baca bareng fiksi fantasy bersama teman-teman BBI. Klop sudah.

Kesan pertama yang mucul di benak saya saat membaca buku ini adalah:  "Gila ya... ini dunia siapa yang bikin sih? Menyedihkan sekali hidup di dalamnya. Jangan-jangan yang mencetuskan ide dunia ini pernah galau berkepanjangan".  Antara bosan dan emosi sama settingan dunianya, saya mencoba terus membaca setiap halamannya. Tapi begitu tiba di kisahnya Lena-Alex rasa bosannya hilang. Sayangnya bagian Lena-Alex porsinya kurang menurut saya. Di samping itu, sepertinya ada beberapa bagian terhilang di novel terjemahan ini. Mungkin karena di satu bagian alurnya menjadi cepat, di bagian lain alurnya melambat. Cover pada novel Delirium versi terjemahan ini juga sempat membuat saya tidak tertarik untuk membaca kisah fantasy ini. Saya lebih suka dengan cover versi aslinya, yang memperlihatkan wajah Lena.

Lena adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang belum disembuhkan dari penyakit amor deliria nervosa a.k.a. cinta. Seperti prosedur pada umumnya nanti saat dia berusia 18 tahun barulah dia disembuhkan. Sebelum menjalani prosedur, Lena harus melewati evaluasi (semacam ujian). Yang membuat Lena khawatir adalah karena latar belakang keluarganya yang pernah bermasalah mungkin akan menggagalkan evaluasi-nya. Ibunya Lena, adalah seorang yang tidak bisa disembuhkan dari penyakit cinta ini. Setelah melalui serangkaian pengobatan, beliau memilih untuk bunuh diri demi mempertahankan cintanya. Kasus ibunya ini tentu menambahkan cacat di riwayat hidup Lena. Selain ibunya, kakaknya,Rachel, juga pernah mengalami penyakit cinta itu. Untungnya dia berhasil disembuhkan setelah melewati prosedur.

Ketika menjalani evaluasinya, ada insiden yang terjadi di laboratorium tempat evaluasi diadakan. Di saat insiden itulah Lena melihat Alex untuk pertama kalinya. Karena insiden itu evaluasinya dibatalkan. Suatu waktu Lena dan sahabatnya Hana melakukan kebiasaan mereka, lari di sore hari, tanpa sengaja mereka bertemu lagi dengan Alex. Pertemuan ini kemudian menjadi rutin dan tanpa sadar menumbuhkan benih-benih penyakit cinta pada Lena.

Alex ternyata adalah seorang Invalid (pemberontak yang hidup di luar kota dan menolak disembuhkan). Bersama Alex, Lena mulai mengenal kebebasan, cinta, dan petualangan di Alam Liar. Namun di sisi lain, Lena belum berani meninggalkan dunia yang sudah dikenalnya selama ini. Tetapi  perjalanannya ke penjara Kriptus mengubah segalanya. Rahasia terbesar yang disembunyikan darinya membuat matanya terbuka akan dunia yang penuh kebohongan tempat tinggalnya selama ini.

Di saat novel-novel YA lainnya mengagungkan cinta sebagai hal yang mulia, ide cerita yang mendeskripsikan cinta sebagai penyakit  membuat Delirium menjadi novel yang berbeda. Ide ini diperkuat oleh penulis dengan memasukkan beberapa tulisan di awal bab yang menjelaskan mengenai fenomena penyakit amor deliria nervosa itu. Membaca defenisi dan gejala penyakit cinta ini membuat saya berpikir kalau sebenarnya yang mereka mau basmi itu hanya gejalanya saja (susah makan, sulit konsentrasi, membangkang dansebagainya) . Tapi daripada repot, mereka memiliki untuk memusnahkan saja cintanya.

Cinta akan membunuh sekaligus menyelamatkanmu.

 Kalau boleh ngasih sedikit spoiler, kalimat di atas pas banget untuk  happy ending yang sedih dari novel ini :) Bikin penasaranlah pokoknya. Sambil menunggu lanjutannya di Pandemonium (Delirium #2), saya mau membaca kisah tentang Hana (Delirium @1.5) yang diterbitkan dalam bentuk ebook novella.