~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Dastan. Show all posts
Showing posts with label Dastan. Show all posts

#442 Heartsick


Judul Buku : Heartsick
Penulis : Chelsea Cain
Halaman : 436
Penerbit : Dastan


Tiga siswi ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Portland. Satu orang lagi masih dalam pencarian. Archie Sheridan, seorang detektif polisi, diminta untuk memimpin kasus pembunuhan tersebut. Archie dianggap mampu memimpin kasus ini karena sudah berpengalaman dengan kasus Pembunuh Cantik.

#260 Kill For Me


Judul Buku : Kill For Me (Mimpi Buruk Masa Silam)
Penulis : Karen Rose
Halaman : 524
Penerbit : Dastan

 Susannah Vartanian harus kembali ke kota kelahirannya dan menghadapi masa lalunya yang suram. Kematian kedua orang tuanya yang dibunuh oleh kakaknya sendiri, Simon Vartanian (sebelum Simon membunuh dirinya sendiri), memaksa Susannah berdiri di depan makam orang tuanya. Kali ini dia juga harus menjadi saksi atas kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya 13 tahun yang lalu. Pemerkosaan yang dilakukan oleh sekelompok pria kaya, yang salah satunya adalah kakaknya, Simon. Yang membuat keadaan semakin buruk pada masa lalu adalah kedua orang tuanya "menutup mata" atas apa yang dialaminya.  Mereka berdua lebih memilih menutup aib Simon. Sementara kakaknya, Daniel, memilih untuk pergi dari rumah. Susannah harus berjuang sendirian.

#184 Heartbreaker


Judul Buku : Heartbreaker (Penghancur Hati) (Buchanan #1)
Penulis : Julie Garwood
Halaman : 503
Penerbit : Dastan


Kehilangan harta warisan bahkan sebelum menerimanya, ditambah kabar mengenai kakaknya Tommy yang menderita kanker membuat Laurant Madden menemukan ketenangan dan kedamaian yang diidamkannya sejak lama ketika ia pindah ke kota kecil Holy Oaks. Sementara itu, agen FBI Nick Buchanan akan berlibur dari pekerjaannya yang penuh tekanan. Dia baru saja "terpaksa" menembak seorang wanita demi menyelamatkan anak kecil dan kasus itu membuatnya sangat tertekan.  Hanya saja, liburan kali ini dia harus berurusan dengan kasus yang menimpa sahabatnya, Tommy. Tommy mendapat ancaman dari seorang yang menyebut dirinya Heartbreaker, yang mengancam akan membunuh Laurant. Heartbreaker adalah seorang pembunuh berantai yang telah membunuh beberapa perempuan sebelumnya. Yang membuat Tommy terkejut adalah karena Heartbreaker menyebut nama Nick sahabatnya. Artinya pembunuh ini telah mengetahui tentang dirinya dan keluarganya.

Tommy segera menghubungi Nick, dan tentu saja Nick segeran mendatangi sahabatnya ketika mendengar kabar itu. Tommy meminta Nick secara khusus untuk menjaga Laurant, dan itu berarti Laurant harus bersama-sama dengan Nick sampai pembunuhnya tertangkap. Laurant yang tidak mau menunggu dalam ketakutan menawarkan dirinya menjadi umpan dalam jebakan untuk memancing Heartbreaker keluar dari persembunyiannya. Nick dengan tegas menolak rencana itu, tetapi atasannya tidak sependapat dengannya. Rencana pun disusun. Nick dan Laurant harus kembali ke Holy Oaks sebagai pasangan kekasih yang akan segera menikah.

Heartbreaker sendiri mulai melancarkan teror dan mengancam keselamatan Laurant. Dia tidak suka dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh Nick dan Laurant. Di sisi lain, Nick dan Laurant mulai menyadari bahwa perasaan mereka bukan hanya sekedar kepura-puraan saja. Nick tahu dia tidak bisa jatuh cinta pada Laurant, bukan hanya karena Laurant adalah adik sahabatnya yang harus dijaga, tetapi karena pekerjaannya yang penuh bahaya membuat Nick selalu hidup dalam kesendirian dan ia tidak mau mengambil risiko untuk menikah. Sementara Laurant tahu bahwa Nick adalah pria dingin dengan hidup penuh bahaya dan tidak menyukainya.

Kisah Nick dan Laurant ini lebih terasa suspense thriller-nya daripada romance-nya. Romansanya cukup sederhana tapi terasa kuat. Meskipun demikian, saya menyukai humor yang disajikan Julie Garwood lewat percakapan-percakapan antara Nick, Laurant, Tommy dan Noah (rekan Nick yang ditugaskan menjaga Tommy). Julie juga mampu menggiring pembacanya lewat plot yang terbangun dengan baik (meski saya sudah bisa menduga siapa Heartbreaker itu sejak awal :mrgreen: ). Sepertinya saya akan mencoba membaca karya Julie Garwood yang lain.


#66 Indigo Blue (Luka Hati Indigo)


Judul Buku : Indigo Blue (Luka Hati Indigo)
Penulis : Catherine Anderson
Halaman : 428
Penerbit : Dastan Books


Indigo Blue merupakan salah satu buku historical romance dari Seri Comanche karya Catherine Anderson yang mengangkat topik perbedaan budaya antara suku Indian dan kulit putih di abad ke 19. Tokoh utama dalam buku ini adalah Indigo Wolf, anak perempuan Hunter Wolf (kepala suku Comanche) dan Loretta (seorang wanita kulit putih). Walaupun terlahir sebagai blasteran, Indigo dibesarkan dalam budaya Comanche yang kuat. Selain Indigo, tokoh utama lainnya adalah Jack Rand, pemilik perusahaan Ore-Cal Enterprise.

Kisah dibuka dengan menceritakan masa kecil Jack Rand yang harus kehilangan ibunya di usianya yang masih muda. Dengan keempat orang adiknya Jack harus bertahan hidup. Jack selalu menganggap bahwa ketidak pedulian ayahnya terhadap keluarga adalah penyebab kematian ibunya. Hidup mereka dalam kemiskinan, sementara ayahnya terus mencari emas di pertambangan. Jack berjanji pada adik-adiknya di depan makam ibunya bahwa dia akan menjadi kaya dan punya banyak uang untuk menmbahagiakan adik-adiknya.

Keinginan Jack terpenuhi, berkat emas yang ditemukan ayahnya. Bersama ayahnya Jack mengelolan Ore-Cal Enterprise. Mereka memiliki banyak perusahaan berkat kemampuan ayahnya melihat peluang bisnis. Hingga suatu ketika Jeremy Rand, adik Jack memberitahukan pada Jack bahwa selama ini ayah mereka melakukan kecurangan. Ayahnya melakukan segala cara untuk mendapatkan perusahaan yang diinginkannya, termasuk merugikan perusahaan tersebut dan tampil kemudian sebagai penolong.

Wolf’s Landing merupakan salah satu usaha pertambangan yang menurut Jeremy adalah korban ayah mereka berikutnya. Berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di sana, menurut Jeremy adalah ulah ayahnya, agar pertambangan tersebut bangkrut dan akhirnya akan membutuhkan pertolongan mereka. Jack berkeras untuk datang sendiri ke Wolf’s Landing untuk menyelidiki hal tersebut.

Di Wolf’s Landing, dia menemukan Hunter Wolf pemilik pertambangan itu terbaring di rumahnya dengan patah tulang di sekujur badannya. Jack Rand yang mengaku sebagai seorang yang mencari pekerjaan menawarkan dirinya menggantikan Hunter sebagai mandor di pertambangan. Karena Jack mengaku memiliki banyak pengetahuan di bidan pertambangan, akhirnya Hunter menerima tawaran Jack. Bagi Hunter itu adalah langkah terbaik daripada harus menjual pertambangan miliknya.

Indigo tidak menerima keputusan ayahnya. Tapi dia hanya menyimpan ketidak setujuannya itu di dalam hatinya. Bagi seorang wanita Comanche, menentang pemimpin keluarga adalah hal yang tabu dan tidak boleh dilakukan. Seorang wanita Comanche harus patuh pada apapun permintaan dan keputusan pemimpin keluarga. Ketika ayahnya meminta Indigo mendampingi Jack untuk mengenali pertambangan, Indigo menerima perintah itu sebagai sebuah keharusan.

Indigo bukanlah wanita yang lemah secara fisik dan mental. Tenaganya cukup kuat seperti seorang pria walaupun aura kecantikan tidak bisa diabaikan dari wajahnya. Sebagai blasteran Indian dan kulit putih Indigo memiliki banyak kelebihan pada fisiknya. Keanggunan Indian dan mata biru ibunya membuat Jack lengsung menyukai gadis tersebut. Indigo sendiri mampu berkomunikasi dengan hewan-hewan, dan menjalin persahabatan dengan seekor serigala jantan.

Dalam budaya abad ke-19 di daerah Wolf’s Landing,  hubungan antara pria dan wanita barulah bisa diterima masyarakat ketika mereka terlibat dalam pernikahan. Wanita yang kedapatan berjalan bersama seorang pria di malam hari bukanlah wanita baik-baik. Ketika terjadi suatu musibah yang mengharuskan Indigo dan Jack bermalam di hutan, Jack merasa harus bertanggung jawab demi harga diri keluarga Wolf. Jack menikahi Indigo agar Indigo tidak dipandang rendah oleh masyarakat. Sekali lagi Indigo harus menerima semua itu tanpa bantahan, walaupun di dalam hatinya sangat menentang semua itu.

Well… saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut kisah antara Indigo dan Jack tanpa menuliskan spoiler :D

Kisah ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan saya saat membacanya. Saya yang awalnya tidak menyukai Jack karena melarang adik perempuannya, Mary Beth, untuk kuliah bidang hukum hanya karena alasan tidak pantas, berubah menjadi jatuh iba pada Jack saat menghadapi Indigo. Ada hal yang cukup kontras dalam diri Jack. Di satu sisi Jack menentang kebebasan Mary Beth menentukan pilihan hidupnya, di sisi lain Jack keberatan dengan kepatuhan penuh dari Indigo. Jack menginginkan keterbukaan dalam pernikahannya. Di lain pihak, Indigo takut jika Jake akan merendahkannya seperti pria kulit putih lainnya. Sebagai seorang squaw (panggilan untuk wanita Indian), Indigo sadar statusnya itu tidak menjamin keberuntungan dirinya. Apalagi saat itu di dalam masyarakat kehadiran seorang Indian mulai dianggap rendah oleh orang-orang kulit putih. Indigo bahkan punya pengalaman buruk tentang pria kulit putih yang membuatnya memandang Jack sama dengan pria kulit putih lainnya. Krisis kepercayaan diri Indigo membuatnya menutup diri rapat-rapat akan cinta Jack.

Satu hal yang menarik adalah kegigihan Jack untuk membuat pernikahannya berhasil. Segala usaha dilakukannya, termasuk mengikuti beberapa adat Comanche mengenai pernikahan. Jack bahkan meminta nasihat pada Hunter, karena dia melihat pernikahan campuran antara Hunter dan Loretta berhasil dan harmonis. Bagi Hunter, pernikahan adalah sebuah perjalanan yang ditempuh bersama. Ada saat dimana dia harus menerima, tapi dia juga tahu kapan bertindak tegas untuk wanitanya.

Pilih jalanmu dengan hati-hati agar ia bisa berjalan di sampingmu. Dengarkan nyanyian di dalam hatimu. Di sanalah kau akan menemukan jawaban yang kau cari.
 Ohya, kisah Jack dan Indigo tidak selamanya serius, ada kisah lucunya juga. Beberapa di antaranya adalah ketakutan Indigo akan malam pertamanya, jimat batu di bawah ranjang untuk mendapatkan keturunan, dan kejadian mereka disemprot seekor sigung saat kencan di hutan yang menyebabkan mereka berdua muntah karena bau badan mereka. Sayangnya masih banyak typo dalam buku ini yang membuat saya terpaksa mengurangi satu bintang dari lima jatah bintang yang hendak saya berikan :mrgreen:


PS. Postingan untuk Name In A Book Challenge 2012