~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Classic. Show all posts
Showing posts with label Classic. Show all posts

#615 1984


Saya mungkin termasuk dalam sekian orang yang belum pernah membaca karya fenomenal dari George Orwell ini. Namun tidak ada kata terlambat untuk membaca sebuah buku, kan? Lewat agenda #Baca1984Bareng yang digagas oleh @hzboy, saya mulai membaca novel 1984. Saya membaca versi digital terbitan Bentang Pustaka, yang saya beli lewat Gramedia Digital. 

Winston Smith adalah seorang anggota partai Sosing yang bekerja di Kementrian Kebenaran. Salah satu tugas Winston adalah melakukan revisi terhadap dokumentasi yang pernah terbit di negara Oceania. Revisi dilakukan agar pikiran masyarakat tetap terkendali sesuai dengan visi partai. Winston bekerja dengan taat, namun lama kelamaan dia menyadari bahwa realitas di masyarakat menjadi kabur karena ketatnya pengawasan partai. Poster dari Bung Besar dengan tulisan "BUNG BESAR SEDANG MENGAWASI SAUDARA" seperti mata-mata yang mengontrol perilaku setiap anggota masyarakat. Kegelisahan Winston mulai dituangkannya lewat tulisan pada buku catatan yang diperolehnya secara ilegal.

Pertemuan Winston dengan Julia, salah seorang anggota partai yang bertugas di Departemen Fiksi, menjadi titik balik upaya pemberontakan Winston. Pertemuan pertama mereka adalah di Acara Dua Menit Benci yang diselenggarakan untuk menayangkan propaganda kebencian terhadap Emmanuel Goldstein, musuh rakyat dan pengkhianat negara. Saat pertama bertemu, Winston membenci Julia. Dia bahkan ingin melakukan hal yang kasar terhadap Julia di dalam benaknya. Tapi saat Julia memberikan selembar kertas yang bertuliskan "I Love You" kepada Winston, pemikiran Winston mulai berubah. Pertemuan rahasia bersama Julia membuat Winston merasa menjadi orang yang baru. Pemikirannya terbuka, apalagi seperti Winston, Julia juga membenci tindakan-tindakan otoriter yang dilakukan oleh partai. 

Novel ini ditulis pada tahun 1949, yang menggambarkan kondisi dystopia Inggris di tahun 1984. Ada istilah yang pernah saya baca mengenai timeline novel ini : sebuah kisah di masa depan yang sudah lewat. Menarik bahwa kondisi dystopia yang digambarkan di dalam novel ini banyak diasosiasikan dengan kondisi saat ini. Misalnya penggunaan "telescreen" untuk mengawasi rakyat di dalam novel 1984, diasosasikan dengan upaya pemerintah saat ini mengontrol pemakaian internet dan penyebaran berita. Saya sempat menelusuri beberapa jurnal ilmiah terkait novel 1984, dan menemukan ada begitu banyak aspek yang bisa ditelaah dari novel ini. 

Namun, sebagai pembaca romance garis keras (hehe...), saya ingin membahas tentang hubungan antara Winston dan Julia. Banyak yang tidak setuju jika novel 1984 ini disebut sebagai sebuah love story. Kayaknya isu ini menguak saat Kristen Stewart membintangi film Equals yang disebut sebagai remake dari 1984. Tapi kenyataannya, kisah hubungan antara Winston dan Julia mengambil 1 bagian sendiri (Bagian 2) di dalam novel ini.

Winston dan Julia melakukan hubungan terlarang. Mengapa? Winston sebenarnya sudah pernah menikah dengan seorang wanita bernama Katherine. Pernikahannya dengan Katherine hanya bertahan 15 bulan setelah mereka tidak mendapatkan keturunan. Mereka berpisah namun tidak bercerai, karena perceraian dilarang oleh partai. Berhubungan dengan wanita di luar pernikahan juga adalah hal terlarang. Julia tertarik pada Winston karena dia menganggap Winston seorang yang memiliki pemikiran melawan partai. Winston tertarik pada Julia karena keberanian Julia. Keduanya harus mengatur sedemikian rupa waktu dan tempat untuk bertemu dan berkencan. Aksi Winston dan Julia ini bisa dihitung sebagai pemberontakan. Pertemuan dan interaksi intens antara keduanya membuat Winston memberanikan diri bertemu dengan O'Brien, salah satu tokoh partai yang menurut Winston juga seorang pemberontak. Winston menyatakan kesanggupannya untuk melakukan pemberontakan.

Baik Winston dan Julia mengalami perkembangan karakter yang menarik untuk diikuti. Cinta yang tumbuh diantara Winston dan Julia bukan semata-mata karena nafsu, tapi juga dilandasi rasa senasib sepenanggungan. Kehadiran Julia menyuntikkan keberanian pada Winston, mengubahnya menjadi seorang yang taat pada Bung Besar menjadi pemberontak. Meski dalam proses penghakimannya, baik Winston dan Julia merasa bahwa mereka mengkhianati satu sama lain.

Penggambaran dystopia di dalam novel ini benar-benar membuat depresi. Tekanan partai, aturan-aturan yang keras, juga hukuman yang dijalani oleh pemberontak. Kalian bisa memantau pendapat pembaca lainnya yang ikut #Baca1984Bareng di sini

1984
George Orwell
390 halaman
Bentang Pustaka
2014

#399 Tess of The D'Urbervilles


Judul Buku : Tess D’Urbervilles
Penulis : Thomas Hardy
Halaman : 301 (ebook)
The Project Gutenberg eBook



Di penghujung tahun ini, saya memberanikan diri untuk mengikuti sebuah tantangan membaca yang diadakan oleh Bacaan B.Zee. Pemilik blog itu akan memilihkan satu buku yang “out of my comfort zone” untuk dibaca dan direview. Dan saya kebagian buku klasik yang berjudul Tess D’Urbervilles (disertai keterangan biar tahu kenapa Ana di FSOG suka sama buku ini). Baiklah… prepare yourself. This is gonna be a long review :) 

#370 Little Women


Judul Buku : Little Women
Penulis : Louisa May Alcott
Halaman : 376
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Empat orang bersaudara (Meg, Jo, Beth dan Amy) hidup bersama ibu mereka Marmee March di Concord, Amerika Serikat. Ayah mereka sedang ditugaskan ke medan perang. Tanpa seorang ayah di sisi mereka, kehidupan keluarga March tergolong sederhana. Namun demikian, pembawaan keempat gadis ini tetap membuat hari-hari mereka berwarna. 

#322 Dua Belas Pasang Mata


Judul Buku : Dua Belas Pasang Mata (Nijushi No Hitomi)
Penulis : Sakae Tsuboi
Halaman : 248
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Baca dan Posting Bareng BBI untuk bulan Juni salah satunya mengambil tema Sastra Asia. Saya mencoba membaca buku berjudul Dua Belas Pasang Mata yang diterbitkan oleh GPU. Sebenarnya buku ini pernah juga diterbitkan oleh penerbit Pantja Simpati pada tahun 1989. Di Jepang sendiri, buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1952.

#264 N or M?


Judul Buku : N or M? (N atau M?)
Penulis : Agatha Christie
Halaman : 280
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sebenarnya saya agak malu menyebut diri sebagai penggemar buku misteri Agatha Christie, sementara saya belum membaca semua tokoh detektif yang diciptakan olehnya. Seingat saya, saya baru membaca kisah Hercule Poirot dan Miss Marple saja. Kali ini saya mencoba untuk membaca kisah pasangan detektif Tommy dan Tuppence.

#202 Just So Stories


Judul Buku : Just So Stories (Sekadar Cerita)
Penulis : Rudyard Kipling
Halaman : 160
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Judulnya sih Just So Stories atau kalau diterjemahkan berarti Sekadar Cerita. Tetapi setelah saya membaca buku klasik yang tipis ini, isinya bukan cerita ala kadarnya. Saya takjub dengan gaya Rudyard Kipling memasukkan pesan moral dalam setiap ceritanya. Yang menarik lagi, setiap cerita disertai gambar ilustrasi yang lucu.  Saya akan mencoba menceritakan kembali inti dari masing-masing cerpen.

Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia. Dalam cerpen ini diceritakan tentang paus yang rakus yang ingin memakan apa saja, termasuk seorang pelaut yang memakai tali suspender pada bajunya. Dengan kecerdikannya, pelaut mengakali paus sehingga dia bisa mengantarnya pulang ke kampung halamannya. Sementara itu, pelaut memasang pagar pada mulut paus, sehingga dia tidak bisa lagi memakan manusia.
Pesan moral : mengajarkan pada kita agar jangan rakus dan menghendaki semua hal.

Bagaimana Unta Mendapat Punuknya bercerita tentang seekor unta yang malas dan mau bekerja. Jin Penguasa Padang Gurun kemudian menyihirnya sehingga punggungnya membengkak. Jin lalu menyuruh Unta bekerja selama tiga hari tanpa makan dan minum, hanya berbekal punuknya saja.
Pesan moral : Hendaknya kita harus bekerja keras dan jangan malas

Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan? Itu karena seorang pria berkebangsaan Persia, si pembuat kue, menaburkan remah-remah kue pada kulit si badak rakus yang memakan bekalnya.
Pesan moral: Hati-hati dalam bertindak, jangan sampai tindakan kita merugikan diri kita sendiri.

Dari Mana Macan Mendapatkan Tutulnya? Dari seorang pemburu yang mengecat tubuh si macan agar bisa berkamuflase di hutan saat mencari mangsa.
Pesan moral: Bersatulah dengan lingkungan kita, agar tidak kesepian.

Kisah Si Anak Gajah bercerita tentang bagaimana gajah mendapatkan belalainya. Anak gajah yang selalu penasaran ini mendapatkan belalainya yang panjang karena ditarik oleh buaya.
Pesan moral: Rasa ingin tahu bisa jadi memberikan keuntungan besar bagi kita.

Tuntutan Seekor Kangguru adalah ingin menjadi hewan yang berbeda, populer dan selalu dikejar-kejar oleh hewan lain. Akibatnya tubuhnya berubah hingga dia mempunyai kaki belakang yang kuat melompat, dan ekor besar sebagai penyangga tubuhnya.
Pesan moral: Hati-hati dengan keinginanmu.

Asal Muasal Armadillo itu adalah dari seekor kura-kura dan landak. Keduanya saling bertukar tubuh karena tidak ingin diganggu oleh macan kumbang.
Pesan moral: Untuk menghindari musuh, seringkali dibutuhkan kecerdikan dan akal.

Surat Bergambar dan Bagaimana Alfabet Dirumuskan bercerita tentang seorang anak perempuan yang banyak akal bersama ayahnya menciptakan gambar dan huruf sebagai alat berkomunikasi. Inilah asal muasal mengenai huruf dan surat-menyurat
Pesan moral: Coretan kecil bisa menjadi hal yang berharga di kemudian hari.

Kepiting dan Lautan Luas menceritakan asal muasal mengapa kepiting harus ganti kulit setahun sekali. Hal ini terjadi agar kepiting bisa mengingat kekuasaaan dan keajaiban yang dapat ditimbulkan oleh seorang Penyihir Tua. Dalam kisah ini juga diceritakan asal muasal terbentuknya gugusan pulau di Indonesia. Mau tahu karena apa? Karena seekor penyu!
Pesan moral: Jangan sombong, dan selalu ingat akan Penciptamu.

Kucing Penyendiri mengisahkan tentang Kucing Liar, Anjing Liar, Manusia, Si Wanita, dan Si Bayi. Di antara kelimanya ada perjanjian seumur hidup sampai turun temurun untuk saling menjaga dan saling menghormati.
Pesan moral: Saat kita berbuat baik, kebaikan akan mengikuti kita. Begitupun sebaliknya.

Entakan Kaki Kupu-Kupu adalah kisah yang paling saya sukai dari semua cerita dalam buku ini. Bercerita tentang Raja Sulaiman yang bijaksana dan Ratu Balkis yang mencintai suaminya. Keduanya belajar dari seekor kupu-kupu tentang pentingnya saling memahami di dalam keluarga.
Pesan moral: Bijaksanalah dalam menggunakan kekuatanmu.

Kedua belas kisah ini ditulis oleh Rudyard Kipling sebagai kisah pengantar tidur. Namun bagi saya, kisah-kisah ini justru membuka imajinasi saya menuju petualangan baru. Kisah yang ditulis lebih dari seratus tahun yang lalu ini tidak akan lekang oleh zaman. Saya rasa buku ini wajib dimiliki setiap orang tua untuk dibacakan (atau dibaca sendiri) kepada anak-anak mereka. Mengutip tulisan di bagian belakang buku ini : Buku ini bisa dibaca oleh semua umur dan terutama bisa menjadi hadiah indah bagi putra-putri tercinta untuk membuka wawasan imajinasi dan kecintaannya terhadap buku.

Postingan ini dibuat untuk memenuhi Reading Challenge Fun Year With Children Literature: Fun Months 3 dan  Posting Bareng BBI bulan Mei

4 stars

#201 Extremely Loud & Incredibly Close


Judul Buku :  Extremely Loud & Incredibly Close
Penulis : Jonathan Safran  Foer
Halaman : 430
Penerbit : Mahda Books



“Apa-apaan?”
 Itu adalah judul dari bab pertama buku ini, sekaligus ekspresi saya saat membaca buku ini. Dan ekspresi itu bertahan sampai saya selesai membaca buku ini. Kalau beberapa endorsement di sampul buku ini bilang “memikat”, “mengharu biru” dan “spektakuler”, saya akan menyebutnya “ajaib”. Kenapa ajaib? Baru kali ini saya menemukan buku dengan format penulisan yang amburadul, tapi dalam arti yang baik tentunya. Saya sampai harus mengunduh buku elektroniknya untuk membuktikan bahwa isi buku ini bukan salah cetak. Bayangkan saja ada satu halaman penuh dengan huruf bertumpuk seperti printout yang rusak, atau satu bab penuh dengan coretan-coretan merah seperti pekerjaan seorang editor. Ajaib.

Lalu ceritanya sendiri seperti apa?

Oskar Schell, seorang anak berumur sembilan tahun, baru saja kehilangan ayahnya akibat peristiwa 9/11 di New York. Di hari kematian ayahnya, Oskar baru saja pulang ke apartemen mereka dan mendengarkan pesan yang ditinggalkan oleh ayahnya di mesin penjawab telepon. Ada beberapa pesan di sana. Entah kenapa Oskar malah menyembunyikan mesin penjawab itu, dan menggantikannya dengan mesin penjawab baru yang sama persis. Yang Oskar sadari adalah bahwa dia satu-satunya orang di keluarganya yang mendengar suara ayahnya sebelum meninggal, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong ayahnya.

Beberapa waktu lamanya setelah kematian ayahnya, Oskar menemukan sebuah amplop dengan tulisan “Black” di dalam vas biru milik ayahnya. Di dalam amplop itu ada sebuah kunci. Oskar meyakini kunci itu milik ayahnya. Pertanyaannya, di mana lubang kunci yang pas dengan kunci itu? Maka dimulailah pencarian “Black” di seluruh New York. Oskar yakin ayahnya menyimpan sebuah rahasia seperti yang ayahnya sering lakukan selama ini. Bisa jadi ayahnya ingin Oskar membuka rahasia itu.

Saat membaca buku ini, saya sempat berpikir Oskar adalah anak yang “aneh”. Dia menganggap dirinya adalah seorang penemu (dia sampai menyurati Stephen Hawking berkali-kali), seorang yang jenius. Ada beberapa bagian yang saya tidak pahami dalam buku ini. Mengapa Oskar selalu membuat dirinya memar? Apakah itu semacam hukuman yang dia terapkan untuk dirinya sendiri? Apa mungkin anak berumur 9 tahun dibiarkan oleh orang tuanya berkeliaran di kota New York pasca peristiwa 9/11? Dalam buku ini kita juga melihat bagaimana Oskar yang tadinya begitu dekat dengan ayahnya, sepeninggal ayahnya dia masih mencari-cari keberadaan ayahnya namun justru hal itu membuatnya dekat dengan ibunya.

Membaca bagian Oskar saja sudah membuat saya bingung, ditambah lagi bagian surat si nenek dan kakek malah bikin tambah bingung. Tapi justru karena kebingungan itu membuat saya memberikan bintang empat untuk buku ini. Aneh, kan? Jangan-jangan keanehan Oskar sudah menjangkiti saya.

Ada yang memasukkan buku ini sebagai buku klasik kontemporer. Well… sejujurnya saya tidak tahu apa kriteria sebuah buku disebut sebagai klasik kontemporer. Saya akan mengutip blog-nya Ndari tentang kategori buku ini
Buku klasik-kontemporer adalah buku yang telah dibaca banyak orang, membuka tren baru di dunia literatur dan telah menjadi klasik, tapi ditulis di jaman modern. Buku-buku ini menjadi timeless, dibaca kapanpun tetap bagus.

Extremely Loud & Incredibly Close memuat tentang trauma (baik pasca 9/11 maupun pasca perang), kekeluargaan, dan perjuangan untuk bertahan hidup. Issu seperti ini seringkali menjadi topik pembahasan literature, khususnya di Amerika. Dan saya rasa buku ini bisa memberikan pelajaran bagi kita. Tentunya dengan gaya penulisan anti mainstream, saya yakin kapanpun waktunya buku ini tetap menarik untuk dibaca. Saya sendiri jadi tertarik mengoleksi buku ini. Apalagi mengingat penerbitnya yang udah gulung tikar, buku ini pasti akan jadi buku langka.

 4 stars

PS. Terima kasih untuk mas Tezar yang sudah meminjamkan bukunya :)

#180 Minggat


Judul Buku : Minggat (Lima Sekawan #3)
Penulis : Enid Blyton
Halaman : 267
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Kenapa Lima Sekawan minggat? Trus mereka minggat kemana?

Liburan kali ini terasa berbeda. Bibi Fanny sedang sakit dan terpaksa harus masuk rumah sakit. Tentu saja Paman Quentin menemani istrinya. Pengurus rumah tangga mereka, Bu Stick, adalah orang yang tidak ramah. Begitu juga dengan anaknya, Edgar dan anjingnya si Abu yang bau. Yang tersiksa tentunya George, Julian, Dick, Anne dan Tim. Bu Stick tidak menyediakan makanan bagi mereka dengan layak. Untuk teman minum teh, mereka sering mendapatkan roti basi. Pak Stick yang berwajah buruk juga selalu menghalangi anak-anak untuk mendapatkan makan malam. Dan yang membuat George bertambah marah dan takut karena Bu Stick tidak segan untuk meracuni Tim.

George merencanakan untuk minggat dari rumahnya. Diam-diam dia mempersiapkan bekal untuk tinggal di Pulau Kirrin. Tengah malam, George dan Tim pergi meninggalkan rumah. Untungnya Julian mengetahui rencana George dan segera menyusul George. Dia pun meyakinkan George kalau dia dan adik-adiknya akan menemani George tinggal di Pulau Kirrin. Mereka pun mengatur siasat untuk mengelabui keluarga Stick, agar mereka mengira anak-anak dan Tim kembali ke London.

Di Pulau Kirrin, anak-anak mendapati kejadian yang aneh. Ruangan bawah tanah Puri Kirrin tertutup batu. Sepertinya ada yang menempati ruangan itu. Di bangkai kapal juga mereka temukan sebuah koper yang masih baru. Mungkin ada penyelundup yang datang ke Pulau Kirrin. Akhirnya anak-anak menemukan sebuah gua yang kering, dan mereka pun bermalam di sana. Alangkah terkejutnya mereka ketika di suatu pagi mereka melihat keluarga Stick ada di Pulau Kirrin. Apa yang mereka lakukan di sana? Apakah keluarga Stick bekerja sama dengan penyelundup?

Dibandingkan dua buku sebelumya, kisah petualangan kali ini sedikit berbeda. Mereka tidak lagi menemukan harta karun atau peta kuno. Lima Sekawan kali ini mengungkap misteri yang terkait dengan keluarga Stick. Beberapa kata-kata seperti brengsek dan tolol masih terdapat dalam buku ini. Minggat dari rumah tanpa sepengetahuan orang tua apapun alasannya juga bukan contoh yang baik.  Tetapi keberanian anggota Lima Sekawan untuk membela hak mereka dan mengungkap kejahatan adalah hal yang bisa ditiru. Jadi untuk anak-anak yang membacanya sedapat mungkin diberikan pemahaman yang baik oleh orang dewasa.



Read-A-LongButton

Postingan ini diikutsertakan dalam event 2013 Read-a-long with Children Literature, Fun Year with Children Literature, dan A Reading Challenge on Mystery From 2013 TBRR Pile