~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Clara Ng. Show all posts
Showing posts with label Clara Ng. Show all posts

#489 Bagai Bumi Berhenti Berputar


Judul Buku : Bagai Bumi Berhenti Berputar
Penulis : Clara Ng
Halaman : 124
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Apakah arti mati? Mengapa kakak tidak dapat berjalan? Mengapa Mama berpisah dengan Papa? Mengapa adik harus dirawat di rumah sakit? Kenapa aku harus pindah rumah ke tempat yang asing?


Anak-anak tidak lepas dari emosi negatif, seperti duka, shock, sedih, dan malu. Peristiwa yang menguras emosi bisa saja terjadi di dalam keluarga mana pun. Sebagai orangtua kita tak boleh mengabaikannya, menganggap peristiwa yang sangat emosional ini sebagai hal yang harus ditutupi, tak perlu diungkapkan atau dibesar-besarkan. Orangtua wajib memberikan sandaran dan dukungan bagi mereka.

Ada 5 cerita pendek bergambar yang mengajarkan tentang empati pada anak. Sasaran buku ini adalah anak berumur minimal 7 tahun, dan tentunya perlu bimbingan orang tua saat membaca buku ini.

Pohon Harapan
Kisahnya tentang seorang anak laki-laki yang mempunyai adik perempuan yang menderita kanker. Dia melihat kesedihan orang tuanya, dan bertanya-tanya apa kanker itu. Orang tuanya menjelaskan bahwa kanker itu semacam virus yang menyerang tubuh adiknya. Adiknya akan kesakitan dan selalu bertemu dokter. Tetapi si anak diminta untuk berharap dan percaya adiknya akan sembuh.
Kepala Adik sekarang memang beda, tapi hati Adik tetap sama

Seribu Sahabat Selamanya 
Setahun lalu Yuli dan keluarganya harus pindah ke luar negeri, dan itu membuat Yuli sedih. Dia menangis karena akan meninggalkan banyak hal. Dia tidak mau pindah. Tetapi Ayah menjelaskan kalau dia tidak akan kehilangan teman-temannya.
Ayah bilang dia mempunyai seribu teman dari berbagai tempat di seluruh dunia.

Kerlip Bintang di Langit
Tadi pagi Pipi kehilangan bundanya. Bunda meninggal dunia. Kemana bunda pergi? Apa Pipi boleh ikut? Semua orang menangis, dan Pipi bingung mau bertanya pada siapa. Untunglah Ayah datang dan memberi penjelasan pada Pipi. Dan bintang di atas sana menandakan Bunda baik-baik saja.
Yang bisa kita lakukan adalah mengenang semua kebaikan hati Bunda, mengenang kegembiraan yang diciptakan Bunda di keluarga kita.

Jangan Lupa Aku Mencintaimu
Tengah malam Donna terbangun, dia melihat Daniel adiknya bersembunyi. Daniel ketakutan mendengar ayah dan ibu bertengkar. Besoknya, Donna mendapatkan penjelasan bahwa Ayah dan Ibu tidak bersama lagi. Perpisahan orang tua mereka bukan karena kesalahan Donna dan Daniel.
Kami tetap orang tuamu, mencintai dan menjagamu

Yang Paling Istimewa
Kakak Nico, Mila, berbeda dengan anak-anak yang lain. Mila hanya memiliki satu kaki. Itu membuat Nico sedih. Teman-teman Nico sering melihat Mila dengan tatapan aneh. Nico jadi malu. Ibu menjelaskan bahwa teman-teman Nico sebenarnya ingin tahu ada apa dengan Mila. Meski fisiknya berbeda, dalam hal lain Mila tetap sama dengan teman-teman Nico.
Di luar berbeda, tapi di dalam tetap sama

Saya terharu membaca buku ini. Seringkali kita susah menjelaskan pada anak mengenai kesedihan, kehilangan, penderitaan dan hal-hal seperti itu, denga cara yang bisa dipahami oleh anak. Buku ini istimewa karena bisa membantu orang tua menjelaskan hal itu pada anak, dan tentunya bagaimana seorang anak harus bersikap ketika mengalaminya.





#477 Bundel Berbagi Cerita, Berbagi Cinta


Judul Buku : Bundel Berbagi Cerita, Berbagi Cinta
Penulis : Clara Ng
Halaman : 171
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Tujuh cerita lucu dan menggemaskan dengan gambar-gambar penuh warna dan ceria membawa si kecil terbang menuju dunia imajinasi dan fantasi. Ada kisah Pascal si Singa yang mencoba gaya rambut baru, Benji si Singa Laut yang sakit gigi, hingga cerita keluarga Kuda Nil yang ingin pergi ke pantai. Mari berbagi dan bacakan cerita-cerita lucu ini kepada anak-anak. 

#206 Pintu Harmonika


Judul Buku : Pintu Harmonika
Penulis : Clara Ng & Icha Rahmanti
Halaman : 307
Penerbit : Plot Point

Pintu Harmonika bercerita tentang surga di mata 3 orang anak: Rizal, Juni dan David. Ketiganya tidak sebaya, Rizal kira-kira duduk di bangku SMA, Juni SMP, dan David masih SD. Tapi ketiganya menemukan bahwa tanah kosong, pesing dan penuh ilalang di belakang ruko David adalah sebuah surga. Ohya, ketiganya tinggal di kompleks ruko yang saling berdekatan. Pak Firdauz, ayah Rizal, adalah pedagang barang kelontong. Pak Niko, ayah Juni, pengusaha sablon. Imelda, ibu David memiliki toko kue.

Rizal, pemuda dengan motto #anti #pencitraan. Dia ikut ayahnya pindah ke ruko itu tidak lama setelah ibunya meninggal dunia. Sewaktu ibunya meninggal, meski sedih, Rizal tidak bisa menangis. Anehnya, ketika dia harus tinggal di ruko baru, dengan segala keterasingan dan kelelahannya, dia menangis di suatu tanah kosong di belakang ruko. Tanah yang akhirnya dia sebut surga. Dari lokasi itu, dia mengenal Juni dan David, yang sama-sama sepakat lokasi itu adalah surga bagi mereka. Dalam kesendiriannya, Rizal menemukan bahwa dunia maya adalah dunia yang bisa membawanya  kemana saja dan menjadi siapapun yang dia mau. Lewat dunia maya, Rizal menjadi terkenal. Di sekolah dia menjadi sosok idaman. Sayangnya prestasinya di bidang mata pelajaran Matematika tidak secemerlang itu. Untuk mendongkrak nilainya, dia harus membantu Cynthia mencari dana untuk kompetisi dancer. Karena ketenarannya, persoalan itu menjadi mudah bagi Rizal. Masalahnya ada persoalan lain yang harus dihadapinya. Surga mereka akan dijual. Bersama Juni, Rizal berusaha mencari jalan agar Surga itu tetap ada.

Juni adalah gadis kutu buku yang juga berprestasi di sekolah.  Tapi karena prestasinya, dia malah di-bully oleh seniornya. Dua kali Juni pulang dalam kondisi memar. Meskipun dia bisa berbohong pada kedua orang tuanya, tapi dia tidak bisa mengelabui Rizal. Karena Juni sudah dianggap sebagai adiknya sendiri, Rizal memberikan pelajaran bela diri bagi Juni. Sejak saat itu, Juni menjadi berani, dan tanpa disadarinya di sekolah dia malah mem-bully adik kelasnya. Dalam suatu kejadian, ternyata ada seorang adik kelasnya yang justru berani melawan Juni. Juni tidak terima dan memukul gadis itu. Kasus ini berbuntut panjang. Selain diskors dari sekolah, ayah Juni harus kehilangan klien besar, yang tidak lain adalah ayah dari gadis yang dipukulnya. Di rumah, hubungan Juni dan ayahnya memburuk. Selain harus menghadapi masalah Surga yang akan dijual, ternyata ayahnya juga berencana mau menjual ruko mereka. Juni harus bertindak agar keduanya tidak hilang dari hidupnya.

David adalah yang termuda dari mereka bertiga. Sejak kecil dia sudah ditinggalkan ayahnya, dan hidup berdua dengan ibunya. David menyukai kisah misteri dari buku-buku detektif milik Juni. Kalau sedang ada di Surga, David memilih bersama Juni membaca buku. Karena larut dalam fantasinya, David berusaha memecahkan misteri ketika dia mendapati ada yang aneh terjadi di rumahnya. Bukan hanya karena ibunya mulai berubah menjadi sosok yang dingin, tetapi juga ketika dia mendapatkan bulu berwarna hitam mengkilat dan mendengar suara-suara aneh dari atap rumahnya. Berhubung dia tidak diajak dalam misi menyelamatkan Surga (yah... Rizal dan Juni memang masih menganggapnya sebagai anak kecil), David berusaha mengungkap misterinya sendiri.

Membaca kisah Rizal yang gaul dan Juni yang complicated mengingatkan kita pada permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh remaja. Seperti Rizal misalnya, meski menyangkal dirinya anti pencitraan, dia justru membangun image dirinya di dunia maya dan membawanya ke dunia nyata.  Tanpa sadar dia membuat pencitraan dirinya, dan menutupi siapa dirinya yang sebenarnya. Kemudian Juni, yang tadinya korban bullying. Alam bawah sadarnya membuat dia harus mencari keadilan dan membela dirinya. Ketika dia justru terjebak menjadi sosok yang tadinya dibencinya, Juni dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya mengalami perubahan. Konflik dengan keluarga juga dialami banyak remaja ketika komunikasi dalam keluarga menjadi tidak lancar.

Sampai di sini saya memberikan 3 bintang untuk kepiawaian duet penulis handal ini meramu kisah remaja.

Masuk dalam kisah David, saya mulai menemukan kerancuan. Menurut saya, karakter David terlalu dewasa untuk anak seusia dia. Okeylah dia mungkin mendapatkannya dari pengalaman hidup yang bisa dibilang berat. Dia harus melihat ibunya berjuang menghidupi mereka berdua sejak kepergian ayahnya. Tapi sosok David yang saya dapatkan lewat kisah Rizal dan Juni sangat berbeda. Ketika David berhasil membuka misteri yang terjadi di rumahnya, saya malah merasa seperti ingin meletakkan buku ini dan menghentikan membacanya. Masak iya, Rizal dan Juni tidak melihat ada yang berbeda dari David yang sudah dianggap sebagai "adik" mereka sendiri? Sebegitu sibuknyakah mereka mempertahankan Surga mereka sampai "adik" mereka bisa terlupakan? Maaf, tapi saya harus bilang, saya tidak suka dengan ending-nya.

Terlepas dari kekesalan saya pada ending-nya, saya suka dengan covernya yang cantik dan kreatif (yang karena kreatifnya sampai-sampai susah disampulin *colek Lulu*). Sayangnya, gambar ruko di depannya saja sudah ga sesuai dengan isi ceritanya. Katanya ruko punya Rizal ada di tengah, tapi kalau di cover-nya malah ruko Juni yang di tengah. Trus ditambah saya sempat bingung dengan pemakaian kata harmonika. Setahu saya harmonika itu alat musik tiup yang berbentuk seperti balok kan? Gak ada miri-miripnya sama rolling door ruko. Kalau akordion iya... Tapi ketika saya cari di google untuk gambar harmonika, ternyata yang saya kira akordion itu memang harmonika. Apa selama ini saya salah pemahaman ya?

Katanya buku ini sudah diangkat menjadi film dengan judul yang sama. Saya bilang katanya karena saya juga belum nonton.  Tapi (lagi-lagi) katanya pemeran filmnya ga cocok dengan karakter di buku. Silahkan deh cari trailer filmnya. Atau malah kamu sudah nonton ya?

2 stars

#53 Dimsum Terakhir


Judul Buku : Dimsum Terakhir
Penulis : Clara Ng
Halaman : 368
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Saya sudah lama naksir dengan novel ini. Apalagi ada kata "dimsum" di judulnya dan endorsement-nya yang mengatakan bahwa novel ini membeberkan persoalan-persoalan seputar kaum keturunan Tionghoa. Entah kenapa, saya selalu tertarik dengan cerita tentang kehidupan kaum Tionghoa di Indonesia. Hingga akhirnya kesampaian juga saya membca novel ini, dan saya sangat tidak menyesal :)

Novel ini bercerita tentang empat orang anak kembar, semuanya anak perempuan. Nung dan Anas memberikan nama Cina layaknya orang Cina yang tinggal di Indonesia kepada anak-anaknya.  Tan Mei Xia (Siska), Tan Mei Yi (Indah), Tan Mei Xi (Rosi), dan Tan Mei Mei (Novera). Walaupun kembar, kepribadian mereka tidak ada yang sama. Siska adalah seorang yang berpendirian kuat, mandiri, nyaris tidak mempertimbangkan perasaan dalam mengambil keputusan. Indah orangnya paling serius di antara mereka berempat, semua hal harus dipikirkan olehnya. Rosi yang tomboy, jagoan, tidak pernah tampil layaknya seorang perempuan. Novera si bungsu yang paling kecil perawakannya, lembut, dan perasa.

Masing-masing mereka telah hidup sukses, dengan jalan pilihan karier masing-masing. Siska yang paling mapan di antara lainnya tinggal di Singapura, Indah sebagai penulis dan wartawan di Jakarta, Rosi petani bunga di Puncak, dan Novera guru TK di Jogja. Ketika papa mereka, Nung, jatuh sakit, keempatnya harus kembali ke sisi papanya. Membawa persoalan masing-masing yang harus dihadapi, dan menguak tabir kehidupan yang selalu disembunyikan.

Menjadi seorang anak keturunan Cina membuat keempat gadis ini selalu hidup sebagai kaum marginal. Ternyata yang membuat mereka menjadi kaum marginal bukan hanya status keturunan saja. Ketika Nung mengucapkan permintaan terakhirnya, terungkaplah rahasia-rahasia dari keempat gadis ini. Nung "hanya" meminta keempat anak gadisnya menikah sebelum dia meninggal dunia.

Siska, yang sudah memantapkan hati tidak mau menikah karena tidak percaya pada lembaga pernikahan, tidak bisa menerima begitu saja permintaan terakhir papanya. Indah, yang hamil di luar nikah juga tidak bisa menikahi ayah bayinya karena pria itu adalah seorang pastor. Rosi merasa terjebak dalam tubuh perempuan padahal dirinya sebenarnya adalah laki-laki dan mencintai perempuan lainnya. Novera, yang rahimnya diangkat karena kista ganas merasa tidak percaya diri ada seorang pria yang mau menikahinya.

Alur cerita dalam novel ini sebenarnya berjalan lambat, diselingi dengan flashback memori dari masing-masing tokoh di dalamnya. Saya merasa penulis sengaja melakukan hal itu demi ketegasan karakter dari masing-masing tokoh. Budaya dan ritual masyarakat Tionghoa juga menjadi latar belakang yang indah dalam buku ini. Termasuk dengan pemilihan judul "dimsum", dimana keluarga Nung memiliki ritual memakan dimsum bersama di hari pertama Imlek. Hanya ada satu yang mengganjal di benak saya saat menyelesaikan buku ini. Seperti ada beberapa lompatan waktu yang terkesan dipaksakan di bab-bab terakhir. Meskipun demikian, kepiawaian Clara Ng membuat twist yang manis tidak membuat kita kehilangan arah saat membacanya.

Novel ini dirilis kembali pada tahun 2012 setelah diterbitkan untuk pertama kali pada tahun 2006. Covernya juga berganti. Tapi saya masih suka dengan cover lama, dengan warna merah dan karakter huruf yang benar benar terasa Cina-nya. Apalagi dengan gambar kaki empat orang perempuan yang menunjukkan perbedaan karakter. Tapi saya suka dengan tagline  pada cover baru :

A novel about being single and becoming part of a family... when everything is going totally wrong.


#33 Tiga Venus


Judul Buku : Tiga Venus
Penulis : Clara Ng
Halaman : 294
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Berhati-hatilah dengan permintaanmu. Jangan sampai tanpa kau sadari ada bintang yang jatuh saat permintaanmu terucap :)

Tiga wanita. Tiga kehidupan. Tiga persoalan.

Juli, ibu rumah tangga. Mempunyai tiga orang anak dan sedang hamil muda. Kesibukannya mengurus keluarga membuat kepalanya hampir pecah. Belum lagi dengan pekerjaan sambilannya, memasak catering untuk dua perusahaan besar. Jika saja dia tahu kehidupan setelah pernikahan yang akan dia alami, mungkin dia tidak akan menikahi Kevin, suaminya sekarang ini.

Emily. Direktur sebuah perusahaan perhiasan di Jakarta. Lajang, cantik, dan kaya. Hidupnya hanya dipersembahkan untuk kerja, kerja, dan kerja. Dia ingin membuktikan bahwa gender tidak ada hubungannya dengan kualitas. Karena sibuknya bekerja, dia tidak mau memikirkan mengenai pasangan hidup, apalagi berkeluarga. Satu orang pembantu dan satu ekor kucing sudah cukup baginya. Tapi jika pekerjaan sudah menyita semua waktunya, bahkan di saat dia seharusnya beristirahat dia masih menemani si bos di kantor, Emily merasa hidupnya mulai kacau.

Lies, janda muda yang memilih bercerai daripada menjadi korban KDRT oleh suaminya. Akibatnya, Lies tidak lagi percaya pada makhluk bernama pria, dan menutup pintu hatinya untuk pria manapun. Beruntung baginya yang adalah guru, dia bisa menenggalamkan dirinya dalam buku-buku sastra untuk diajarkan pada murid-muridnya. Tapi, Lies tidak bisa menutup mata terhadap satu kata yang sangat sensitif, yang sayangnya melekat pada dirinya. Janda.

Dan ketiga Dewi Venus turun tangan, dan ikut campur dalam ketiga masalah wanita-wanita itu, yang terjadi adalah kekacauan yang lebih besar. Bayangkan saja, Juli harus menjadi Lies, Lies menjadi Emily, dan Emily menjadi Juli, hanya dalam satu malam saja.

Itu hanya permulaan saja. Bingung, kaget, dan tidak terima terjebak di dalam tubuh orang lain membuat baik Juli, Emily dan Lies merasa lebih kacau lagi. But live must go on. Tidak mungkin bagi mereka menjelaskan pada semua orang di sekitar mereka tentang apa yang mereka alami. Bisa jadi mereka akan dianggap gila, dan tentu saja tidak ada satupun yang percaya. Ketiga wanita ini harus bisa menjalani kehidupan yang berbeda dan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Tapi bukan berarti mereka menjadi pasrah. Masing-masing mulai membenahi kehidupan si tubuh tempat jiwa mereka terdampar. Emily mulai menunjukkan pada mertuanya (Juli) bahwa dia punya harga diri dan martabat sebagai istri. Lies menunjukkan sisi kewanitaan yang disangsikan oleh bosnya (Emily). Juli mengubah gaya mengajar (Lies) sehingga suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup, dan sesama rekan guru mulai mempercayai dia. Tentu  saja masing-masing mereka belajar dari tubuh baru itu. Emily merasakan kehangatan keluarga, Lies mulai berani membuka diri bagi pria, dan Juli bisa merasakan kembali kerinduan berada di tengah riuhnya anak-anak.

Membaca buku ini seperti menonton sebuah film. Ceritanya mengalir, walaupun kadang saya bingung karena tokoh dan karakter yang bertukar. Tapi memang membingungkan kan, ketika kehidupan bertukar seperti yang dialami ketiga wanita tadi?
Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya – Harper Lee (To Kill A Mockingbird)
Kutipan di atas, yang ada di halaman awal buku ini, benar-benar menjadi jiwa dari buku ini. Saya sendiri terkadang membayangkan bagaimana sikap yang harus saya ambil ketika saya menghadapi suatu masalah, dengan menempatkan diri saya pada sudut pandang yang berbeda. Put yourself in other shoes. Karena hidup bukan saja hanya tentang diri kita.

Bicara soal permintaan, saya sudah lama ingin membaca buku ini. Sejak bergabung dengan Goodreads dan melihat buku ini di sana, saya segera memasukkannya dalam daftar wishlist. Cukup lama bertahan di daftar itu, hingga akhirnya seorang Santa yang baik hati melihat keinginan saya itu, dan mewujudkannya.

Terima kasih, Maya Floria Yasmin. You are the Venus for my wish :)

PS : postingan ini dibuat bersama-sama dengan anggota BBI lainnya yang terlibat dalam "Secret Santa". Secret Santa adalah kegiatan di bulan Desember kemarin dimana setiap anggota BBI menjadi santa bagi anggota lainnya, dan mengirimkan sebuah buku yang ada dalam daftar wishlist masing-masing. And trust me... it's addicted! Let's do it again, pals...