~ karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi ~

Showing posts with label Christian. Show all posts
Showing posts with label Christian. Show all posts

#315 Galila


Judul Buku : Galila
Penulis : Jessica Huwae
Halaman : 331
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Namanya Galila, tanpa nama belakang. Asalnya dari Pulau Saparua, Ambon. Lazimnya di sana nama seorang anak dilengkapi dengan marga ayahnya. Bukan berarti Galila tidak mempunyai ayah, hanya saja ibunya ingin menghilangkan jejak ayahnya yang berkhianat pada keluarga. Dipangkaslah nama belakang Galila.

#312 Between The Raindrops


Judul Buku : Between The Raindrops
Penulis : Stephanie Zen
Halaman : 288
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Andra yakin dirinya mendapat panggilan dari Tuhan untuk menjadi pelayan-Nya secara full timer. Sayangnya, orang tuanya menghendaki dia untuk melanjutkan sekolahnya di bidang bisnis, demi kelanjutan usaha milik papanya. Andrea akhirnya membuat kesepakatan dengan orang tuanya, dia akan sekolah bisnis di Singapura, namun setelah itu dia akan masuk Seminari Alkitab Indonesia.


#266 A Chapter of Kindness


Judul Buku : A Chapter Of Kindness
Penulis : Transformer Community
Halaman : 182
Penerbit : MIC Publishing

Di tengah dunia yang sarat dengan kekacauan saat ini, sedikit kebaikan terasa sangat berarti. Bahkan dengan sekedar membaca kebaikan itu. Buku ini berisi 15 cerita kebaikan yang menghangatkan hati, bahkan mungkin saja mengubah hidup yang membacanya.

#263 Noel d'Amour 2 (Post Card Edition)


Judul Buku : Noel d'Amour 2 (Post Card Edition)
Penulis : Maria Ch Michaela, Stephie Anindita, Yohana Yang, Devina Kwan, Fonny Jodikin, Biondy Alfian
Halaman : 229
Penerbit : Smart Writing

Sudah lama sekali rasanya saya tidak membaca sebuah literatur Indonesia tentang Natal. Biasanya baca romance yang mengambil setting suasana natal. Tapi ya gitu deh... isinya lebih banyak romance-nya daripada natalnya. Saya merindukan natal yang masuk ke dalam hati. Beberapa orang yang saya kenal juga mengatakan bahwa semakin tahun natal terasa semakin "jauh". Just another holiday. Hingga suatu hari, mas Biondy Alfian menawarkan sebuah buku tentang natal lewat twitter. Tentu saja saya tidak menolak.

#134 There You'll Find Me


Judul Buku : There You'll Find Me
Penulis : Jenny B. Jones
Halaman : 314 (ebook)
Penerbit : Thomas Nelson Publishers

Look for yourself, and you will find in the long run only hatred, loneliness, despair, rage, ruin, and decay. But look for Christ, and you will find Him, and with Him everything else thrown in -- C.S. Lewis
 Finley Sinclair, seorang gadis berusia 18 tahun, sedang dalam perjalanan udara menuju ke Abbeyglen, Irlandia dalam rangka pertukaran pelajar. Sebenarnya Finley sedang menjalani suatu misi untuk dirinya sendiri. Sejak kematian kakaknya, Will di Afganishtan, Finley merasa Tuhan sedang "mogok" bicara dan bersama-sama dirinya. Finley mengetahui bahwa Will juga pernah ke Abbeyglen dan di sana Will merasakan bahwa Tuhan ada di mana-mana. Untuk itu Finley ingin menelusuri jejak kakaknya berbekalkan buku harian Will. Finley yang juga ingin masuk ke sekolah musik sedang mempersiapkan sebuah lagu yang dia persembahkan untuk Will. Hanya saja lagu itu belum selesai. Dengan berangkat ke Abbeyglen, tempat yang paling disukai Will, Finley berharap lagunya dapat selesai dengan baik.

Di dalam perjalanannya, Finley berjumpa dengan Beckett Rush, seorang aktor muda ternama Hollywod yang juga akan ke Irlandia untuk syuting film bertemakan vampire. Beckett mengenali Finley yang adalah putri pemilik hotel-hotel ternama di New York. Dalam pertemuan singkat di pesawat itu, Beckett sudah membuat Finley kesal.

Di Abbeyglen, Finley tinggal bersama keluarga O’Callaghans yang mengelola  sebuah Bed and Breakfast. Nora dan Sean O'Callaghans mempunyai 2 orang anak yaitu Erin (yang sebaya dengan Finley) dan Liam (anak laki-laki 12 tahun). Tak disangka Beckett Rush malah menginap di B&B milik keluarga o'Callaghans. Suatu malam, ketika Finley terbangun dari mimpi buruknya, dia mendapati Beckett sedang berusaha menghapalkan naskahnya di beranda. Saat itu terjadi perjanjian antara Finley dan Beckett. Finley akan menjadi asisten pribadi Beckett dalam menghapalkan dialog, sementara Beckett akan mengantarkan Finley mencari tempat-tempat yang ada di dalam buku harian Will.

Maka dimulailah pencarian akan Tuhan oleh Finley di seluruh penjuru Abbeyglen, baik itu lewat alamnya ataupun penduduknya. Finley berusaha berbicara dengan Tuhan, tetapi Finley tidak merasakan kehadiran-Nya. Kehidupan Finley di Abbeyglen sendiri tidak mudah. Salah satunya adalah tugas dari sekolah dimana setiap siswa harus mengadopsi seorang manula di sebuah panti jompo. Finley "kebagian" nenek tua bernama Cathleen Sweeney yang pemarah dan hidupnya tidak lama lagi karena kanker tulang yang dideritanya. Di sekolah, Finley harus berhadapan dengan Beatrice yang cemburu karena Finley dekat dengan Beckett. Sementara itu, komposisi lagunya tidak juga selesai karena Finley belum menemukan sebuah salib yang terdapat pada foto di halaman terakhir buku harian Will.

Walaupun bertemakan Christian romance dan terselip beberapa ayat Alkitab di dalamnya, bukan berarti novel ini hanya ditujukan untuk kalangan tertentu saja. Kisah romantis antara Beckett dan Finley bahkan perjuangan Finley meluluhkan hati Cathleen sangat menarik untuk diikuti. Bahasanya yang ringan (walaupun ada grammar  khas Irlandia yang sedikit berbeda dengan bahasa Inggris-Amerika) tidak membuat saya kesulitan ataupun bosan. Tentu saja bagian paling menarik bagi saya adalah pencarian akan Tuhan yang dijalani oleh Finley.

Does your love reach this far, God? And if it extends to heaven and beyond… why can’t it seem to find me?
 Membaca novel ini di akhir tahun dan dalam suasana Natal membuat saya merenungkan kembali perjalanan hidup saya dengan Tuhan. Ada kalanya saya juga merasakan Tuhan sedang tidak ingin berbicara dengan saya, walaupun saya "rutin" menyapa-Nya setiap hari. Sometimes I just so busy how I could hear His voice, but actually I didn't listened Him.

Menutup postingan ini, saya akan mengutipkan salah satu doa Finley yang menurut saya bisa jadi bekal kita menjalani tahun depan yang sebentar lagi kita hadapi.

God, I don’t know what lies ahead or what will happen next. But You’re going to be there, aren’t You? Even when the world tricks me into thinking You’re not. Things are going to be different. I’m going to be different. And I’m going to get it right this time.




#28 The House on Dirty-Third Street


Title:  The House on Dirty-Third Street
Writer:  Jo S. Kittinger
Page(s) : 32
Publisher:  Peachtree Publishers

A little girl and her mother are moving to the new house. The little girl seems disappointed with the house, since it looks dirty so she changes the name of the street (Thirty-Third to Dirty-Third). Mom tries to convince her that this house is perfect. But she said it horrible.

So, they start to move trash out from that house. They do it all alone. There are no neighbors ready to help. Until they get tired, and began to doubt about their decision to bought that house. Sitting in the floor, they looked back about their dream house. They miss their old neighbors and friends from church.

At Sunday, the little girl goes to the nearest church.  In Sunday school, she asks to be prayed about their new house, about their loneliness. Right after they back home, some people from that church come to visit and help them to clean the house. And somehow, it’s not a Dirty-Third Street anymore.
Try looking at it through the eyes of faith.
 That’s the moral story of this book.  Sometimes a reality is not in the line with our dream.  You need to hang on to your dream so you can enjoy the adventure about the new life. You should pray to the God for His help. And sometimes the help is beyond our imagination. Like in this story, when the little girl asked just for the faith, God send them new friends to going through.

 I got the copied of this e-book from NetGalley to be reviewed.  About the illustration, I think I didn’t like it.
It was a real photograph and modified by computer software. I love the old style of graphic book that made by hand.

Update :

I've got a email from Tom Gonzales, the illustrator of this book. He tell me that the picture is not a computer modifed, but real hand made. Below is his statement :

Hi, I'm the illustrator for The House on Dirty Third, and believe me, these are hand drawn. each of these illustrations, for the most part, took about 40 hours each to complete. The idea was to give them a gritty feel to them. I have a very keen eye for detail, I was a big fan of japanese illustrator back in the 70's and 80's.
Some of the models were made up with certain people in mind. I'm a portrait painter and can capture expressions very well. But I did wanted to send you my response to your posting on this. I've worked extremely hard to make these as "real" life as possible to reflect on the often-time futility of situations that seem bleak and frame them as a moment of despair without realizing that around the corner, there's something positive.
Anyhow, I was cruising the net and ran into your posting. Thanks for any feedback and I do appreciate the fact that you looked through the book. it was a very exciting project for me as I too lived once in a run down neighborhood when I lived in Cuba back in the 70's.